<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RUU &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/ruu-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 May 2026 12:48:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>RUU &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Koster Dorong Penguatan Perlindungan Masyarakat Adat, Baleg DPR RI Optimis RUU Tuntas 2026</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-dorong-penguatan-perlindungan-masyarakat-adat-baleg-dpr-ri-optimis-ruu-tuntas-2026/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gubernur-koster-dorong-penguatan-perlindungan-masyarakat-adat-baleg-dpr-ri-optimis-ruu-tuntas-2026</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-dorong-penguatan-perlindungan-masyarakat-adat-baleg-dpr-ri-optimis-ruu-tuntas-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 12:48:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurkoster]]></category>
		<category><![CDATA[RUU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=128358</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1509" height="937" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/e8a1f523-de32-40ca-bf7e-f953faffceb7.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/e8a1f523-de32-40ca-bf7e-f953faffceb7.jpg 1509w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/e8a1f523-de32-40ca-bf7e-f953faffceb7-300x186.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/e8a1f523-de32-40ca-bf7e-f953faffceb7-1024x636.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/e8a1f523-de32-40ca-bf7e-f953faffceb7-768x477.jpg 768w" sizes="(max-width: 1509px) 100vw, 1509px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Gubernur Bali Wayan Koster memberikan masukan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Hukum Adat dalam Kunjungan Kerja Badan Legislatif DPR RI di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, pada Kamis (7/5/2026). Usut punya usut RUU tentang Masyarakat Hukum Adat telah dirancang sejak 20 tahun silam, namun masih belum bisa terselesaikan karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1509" height="937" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/e8a1f523-de32-40ca-bf7e-f953faffceb7.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/e8a1f523-de32-40ca-bf7e-f953faffceb7.jpg 1509w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/e8a1f523-de32-40ca-bf7e-f953faffceb7-300x186.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/e8a1f523-de32-40ca-bf7e-f953faffceb7-1024x636.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/e8a1f523-de32-40ca-bf7e-f953faffceb7-768x477.jpg 768w" sizes="(max-width: 1509px) 100vw, 1509px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Gubernur Bali Wayan Koster memberikan masukan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Hukum Adat dalam Kunjungan Kerja Badan Legislatif DPR RI di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, pada Kamis (7/5/2026).</p>



<p>Usut punya usut RUU tentang Masyarakat Hukum Adat telah dirancang sejak 20 tahun silam, namun masih belum bisa terselesaikan karena satu dan lain hal.</p>



<p>Wayan Koster mendukung penuh kelanjutan pembahasan RUU yang mengatur tentang masyarakat adat di Indonesia tersebut. Menurut dia, RUU tentang masyarakat hukum adat sangat penting dan strategis sebagai payung hukum dalam mengakui, melindungi, merawat dan memberdayakan keberadaan masyarakat adat di seluruh daerah di Indonesia. &#8220;RUU ini dapat memberikan kepastian hukum dan jaminan terhadap hak-hak masyarakat adat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Koster menjelaskan bahwa di Bali desa adat telah diatur secara spesifik dan rinci melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Perda tersebut menjadi strategis untuk memperkuat kedudukan, fungsi dan kewenangan desa adat di Bali. &#8220;Desa adat di Bali merupakan warisan secara turun-temurun yang sudah ada sejak awal Masehi. Jadi harus dilestarikan. Saat ini di Bali sudah ada 1500 desa adat, 636 desa dan 80 kelurahan,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menyampaikan bahwa keberadaan desa adat di Bali berfungsi untuk menangani, menjaga dan merawat adat-istiadat, seni, budaya serta kearifan lokal Bali serta menyelenggarakan upacara adat yang berkaitan dengan tata-titi/tatanan kehidupan masyarakat Bali.</p>



<p>Secara umum Koster menyampaikan bahwa substansi yang diatur dalam RUU sudah cukup memadai. Namun dia mengusulkan agar RUU tersebut dikaji menjadi RUU tentang Masyarakat Adat. Menurut dia masyarakat hukum adat lebih bersifat konstitutif terkait kesatuan masyarakat hukum adat sedangkan masyarakat adat bersifat generik dan memiliki makna yang lebih luas.</p>



<p>Sementara Wakil Ketua Badan Legislatif DPR RI Ahmad Iman Sukri menyampaikan bahwa RUU tentang Masyarakat Hukum Adat merupakan RUU usulan DPR RI sebagaimana tercantum dalam Program Legislasi nasional (Prolegnas) Prioritas Nasional Tahun 2026. &#8220;Atas arahan pimpinan DPR RI kita akan kebut RUU masyarakat adat ini mudah-mudahan tidak ada hambatan,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia optimis RUU tentang Masyarakat Hukum Adat dapat diselesaikan di Tahun 2026 ini sebagai dasar hukum untuk mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat bersama dengan hak-hak tradisionalnya.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut Badan Legislatif DPR RI juga menerima masukan dan pendapat dari berbagai tokoh adat, akademisi, ketua adat (bendesa) hingga lembaga adat dari kabupaten/kota di Bali. (*/bgn003)26050811</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-dorong-penguatan-perlindungan-masyarakat-adat-baleg-dpr-ri-optimis-ruu-tuntas-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPR dan Pemprov Bali Bahas RUU Hukum Perdata Internasional</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dpr-dan-pemprov-bali-bahas-ruu-hukum-perdata-internasional/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dpr-dan-pemprov-bali-bahas-ruu-hukum-perdata-internasional</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dpr-dan-pemprov-bali-bahas-ruu-hukum-perdata-internasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[DPRRI]]></category>
		<category><![CDATA[pemprovbali]]></category>
		<category><![CDATA[RUU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=127397</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008-1536x1023.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Panitia Khusus (Pansus) DPR RI bersama Pemprov Bali membahas terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Hukum Perdata Internasional di Gedung Wiswa Sabha, Denpasar, pada Senin (13/4/2026). Ketua Pansus DPR RI Martin Daniel Tumbelaka didampingi Wakil Ketua Pansus Yasonna H. Laoly, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk mendengarkan secara langsung pandangan para pemangku kepentingan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008-1536x1023.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0008-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Panitia Khusus (Pansus) DPR RI bersama Pemprov Bali membahas terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Hukum Perdata Internasional di Gedung Wiswa Sabha, Denpasar, pada Senin (13/4/2026).</p>



<p>Ketua Pansus DPR RI Martin Daniel Tumbelaka didampingi Wakil Ketua Pansus Yasonna H. Laoly, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk mendengarkan secara langsung pandangan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari proses pembentukan peraturan perundang-undangan yang partisipatif. &#8220;Hukum perdata internasional sangat diperlukan untuk mengatasi konflik hukum dalam berbagai transaksi lintas negara, seperti kontrak, kepemilikan properti, warisan, hingga perkawinan antarnegara,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menyatakan upaya tersebut menjadi bagian dari upaya DPR RI dalam menyerap aspirasi serta menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan guna menyempurnakan substansi RUU Hukum Perdata Internasional yang tengah disusun.</p>



<p>Dia menambahkan, RUU ini diharapkan menjadi pedoman yang sistematis bagi hakim serta pemangku kepentingan dalam menangani perkara perdata yang mengandung unsur asing. Selama ini, penanganan perkara tersebut masih mengacu pada KUH Perdata, Herzien Inlandsch Reglement (HIR), maupun Rechtreglement voor de Buitengewesten (RBg) yang belum secara komprehensif mengatur asas-asas hukum perdata internasional.</p>



<p>Sementara Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan dinamika global, seperti perkawinan campuran hingga sengketa lintas negara, membutuhkan regulasi yang responsif dan mampu memberikan perlindungan hukum yang memadai. &#8220;Pemerintah Provinsi Bali memandang RUU ini sebagai langkah strategis dalam menjawab berbagai persoalan hukum lintas negara. Dalam konteks Bali sebagai destinasi pariwisata internasional, tingginya interaksi global kerap menimbulkan persoalan hukum, termasuk yang berkaitan dengan perkawinan campuran,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Koster berharap RUU Hukum Perdata Internasional dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi solusi atas berbagai persoalan lintas negara di Bali, serta mencegah potensi penyalahgunaan aktivitas yang berimplikasi hukum.</p>



<p>Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali Eem Nurmanah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah menunjukkan komitmen dalam mengantisipasi persoalan lintas negara, salah satunya melalui penetapan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Alih Kepemilikan Lahan Secara Nominee. &#8220;Arus globalisasi telah mendorong meningkatnya mobilitas serta kompleksitas hubungan hukum lintas negara, termasuk dalam bidang kontrak bisnis internasional. Kondisi tersebut menuntut hadirnya pengaturan hukum perdata internasional yang komprehensif, adaptif, dan mampu memberikan kepastian hukum,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dalam ketentuan tersebut ditegaskan larangan bagi setiap pihak untuk menjadi perantara atau fasilitator yang memungkinkan warga negara asing menguasai lahan melalui skema nominee. Berbagai masukan yang disampaikan oleh para pemangku kepentingan dalam forum ini menunjukkan bahwa keberadaan Undang-Undang Hukum Perdata Internasional bukan hanya menjadi kebutuhan normatif, tetapi juga kebutuhan praktis dalam memberikan perlindungan hukum, khususnya bagi masyarakat di daerah dengan karakteristik internasional seperti Bali.</p>



<p>Kegiatan ini dihadiri Direktur Otoritas Pusat dan Hukum Internasional Ditjen AHU Kementerian Hukum, Agvirta Armilia Sativa, aparat penegak hukum, serta kalangan akademisi dan organisasi profesi yang memberikan pandangan strategis terhadap substansi RUU.</p>



<p>Selain itu, akademisi dari Universitas Udayana Dr. Komang Widiana Purnawan turut hadir sebagai narasumber, bersama akademisi Universitas Warmadewa, serta perwakilan organisasi profesi dan masyarakat, antara lain Ikatan Notaris Indonesia, Himpunan Konsultan Hukum (HAKAN) Bali, dan Perkawinan Campur (PerCa) Bali.</p>



<p>Melalui forum ini, berbagai masukan strategis berhasil dihimpun sebagai bahan penyempurnaan substansi RUU Hukum Perdata Internasional, sehingga diharapkan mampu menjawab kebutuhan hukum masyarakat serta selaras dengan dinamika global yang terus berkembang. (bgn008)26041310</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dpr-dan-pemprov-bali-bahas-ruu-hukum-perdata-internasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPD RI Gelar FGD, Susun RUU Pengelolaan Perubahan Iklim</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dpd-ri-gelar-fgd-susun-ruu-pengelolaan-perubahan-iklim/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dpd-ri-gelar-fgd-susun-ruu-pengelolaan-perubahan-iklim</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dpd-ri-gelar-fgd-susun-ruu-pengelolaan-perubahan-iklim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 12:25:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BGN 008]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[dpdri]]></category>
		<category><![CDATA[RUU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=117090</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1706" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-1024x683.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-1536x1024.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-2048x1365.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar focus group discussion (FGD), membahas penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Perubahan Iklim (PPI), yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPD RI untuk tahun 2025. &#8220;Penyusunan RUU tentang Pengelolaan Perubahan Iklim ini bukan hanya bentuk tanggung jawab konstitusional DPD RI, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1706" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-1024x683.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-1536x1024.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-2048x1365.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250707-WA0015-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>
<p><br>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar focus group discussion (FGD), membahas penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Perubahan Iklim (PPI), yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPD RI untuk tahun 2025.</p>



<p>&#8220;Penyusunan RUU tentang Pengelolaan Perubahan Iklim ini bukan hanya bentuk tanggung jawab konstitusional DPD RI, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen DPD RI untuk mengawal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,&#8221; ujar Ketua DPD RI Sultan B Najamudin bersama Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas dan Ketua Komite II Badikenita Sitepu, saat membuka forum tersebut, di Sanur, Bali, pada Senin (7/7/2025).</p>



<p>Dia mengatakan pertemuan ini digelar tepat di sebuah kota global di mana Conference of partis (COP) ke-13 tahun 2007 silam diselenggarakan. Bali roadmap yang merupakan produk COP-13 telah memberikan dasar-dasar yang berarti yang bisa dijadikan referensi penting dalam penyusunan kebijakan iklim. &#8220;Kami mengapresiasi dukungan lintas kementerian, pemerintah daerah dan para Duta Besar negara sahabat yang hadir pada dalam forum ini. DPD RI percaya, kolaborasi global yang kuat adalah kunci menghadapi tantangan iklim secara adil dan berkelanjutan,&#8221; katanya.</p>



<p>Ketua Tim kerja RUU Pengelolaan Perubahan Iklim DPD RI Badikenita Sitepu mengungkapkan saat ini regulasi yang ada masih sebatas pengaturan dalam tataran Peraturan Presiden serta Peraturan Menteri, sehingga dibutuhkan regulasi dengan basis yang lebih kuat untuk menjawab tantangan yang ada.&nbsp;&#8220;RUU ini juga memperhatikan isu strategis tentang transisi energi bersih, nilai ekonomi karbon, perlindungan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, ketahanan pangan, pengelolaan risiko bencana berbasis iklim, dan isu strategis lainnya,&#8221; ucap Badikenita.</p>



<p>Selain itu, Tim Kerja RUU Pengelolaan Perubahan Iklim DPD RI mengusung sejumlah prinsip penting, di antaranya adalah prinsip keberlanjutan, partisipasi aktif masyarakat, serta perlunya tata kelola adaptif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. &#8220;Seluruh masukan akan menjadi bagian penting dari proses penyempurnaan RUU ini, sebelum kami ajukan secara resmi ke tahap legislasi nasional,&#8221; ujar Badikenita.</p>



<p>Sementara Duta Besar Seychelles, Nico Barito yang turut hadir pada forum tersebut menyebutkan, bagaimana negaranya mampu menjaga alam serta menjaga iklim dengan baik, sehingga memberikan nilai dan memberikan hasil bagi suatu bangsa, bahkan menciptakan ekonomi yang baik bagi negara itu.&nbsp;&#8220;Keberhasilan negara kecil kami dalam menjaga alam dan dapat menghasilkan kesejahteraan bagi bangsanya bisa menjadi contoh, dan kami siap mendukung program dan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Sultan menambahkan, penyusunan RUU ini merupakan wujud nyata dari komitmen Indonesia terhadap kesepakatan iklim global, termasuk Paris Agreement, Konvensi Iklim PBB (UNFCCC), dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). &#8220;DPD RI tidak dapat bekerja sendiri, butuh dukungan semua pihak. Semoga RUU ini, menjadi bukti keberpihakan kita terhadap daerah, masyarakat rentan, dan masa depan bumi,&#8221; pungkasnya. (bgn/008)2570708</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dpd-ri-gelar-fgd-susun-ruu-pengelolaan-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah usulkan tiga RUU baru di Prolegnas 2021</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/pemerintah-usulkan-tiga-ruu-baru-di-prolegnas-2021/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemerintah-usulkan-tiga-ruu-baru-di-prolegnas-2021</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/pemerintah-usulkan-tiga-ruu-baru-di-prolegnas-2021/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2020 07:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[menkumham]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[prolegnas]]></category>
		<category><![CDATA[RUU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=15336</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201023-WA0024_copy_4096x2307-01.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201023-WA0024_copy_4096x2307-01.jpeg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201023-WA0024_copy_4096x2307-01-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201023-WA0024_copy_4096x2307-01-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201023-WA0024_copy_4096x2307-01-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM Yassona H. Laoly mengusulkan tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) baru untuk dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021, yaitu RUU Hukum Acara Perdata, RUU tentang Wabah, dan RUU tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (Omnibus Law Sektor Keuangan). &#8220;Usulan baru RUU Prolegnas Prioritas inisiatif pemerintah tahun 2021 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201023-WA0024_copy_4096x2307-01.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201023-WA0024_copy_4096x2307-01.jpeg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201023-WA0024_copy_4096x2307-01-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201023-WA0024_copy_4096x2307-01-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201023-WA0024_copy_4096x2307-01-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM Yassona H. Laoly mengusulkan tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) baru untuk dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021, yaitu RUU Hukum Acara Perdata, RUU tentang Wabah, dan RUU tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (Omnibus Law Sektor Keuangan).<br><br>&#8220;Usulan baru RUU Prolegnas Prioritas inisiatif pemerintah tahun 2021 yaitu RUU Hukum Acara Perdata, RUU tentang Wabah, dan RUU tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (Omnibus Law Sektor Keuangan),&#8221; kata Menkumham Yasonna dalam Rapat Kerja (Raker) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, di Jakarta, Senin.<br><br>Yassona juga menjelaskan, selain tiga RUU tersebut, pemerintah akan mengusulkan tujuh RUU masuk dalam Prolegnas Prioritas 2021.<br><br>Hal itu menurut dia dengan mendasarkan pada pertimbangan serta pemikiran adanya kebutuhan hukum dan mempertimbangkan hasil capaian Prolegnas Prioritas 2020 dan kebutuhan RUU baru dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan menyiapkan Naskah Akademik dan RUU-nya.<br><br>Ketujuh RUU yang sebelumnya masuk dalam Prolegnas Prioritas 2020 lalu diusulkan dimasukkan di Prolegnas Prioritas 2021 adalah:</p>



<p>1. RUU tentang Perlindungan Data Pribadi; RUU tentang Landas Kontinen (RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia);</p>



<p>2. RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua;</p>



<p>3. RUU tentang Narkotika dan Psikotropika (dalam Prolegnas 2020-2024 tertulis: RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika);</p>



<p>4. RUU tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (dalam Prolegnas 2020-2024 tertulis:</p>



<p>5. RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah);</p>



<p>6. RUU tentang Ibukota Negara; dan</p>



<p>7. RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan (pemrakarsa DPR/Pemerintah).<br><br>Yassona menjelaskan, pemerintah juga mengusulkan perubahan RUU dalam Prolegnas Jangka menengah tahun 2020-2024 dengan memasukkan tiga RUU yaitu RUU tentang Pengelolaan Kekayaan Negara, RUU tentang Jaminan Benda Bergerak, dan RUU tentang Grasi, Amnesti, Abolisi, dan Rehabilitasi.<br><br>Dalam Raker tersebut, Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas mengatakan setelah mendengar penjelasan Menkumham terkait tiga RUU baru yang dimasukkan dalam Prolegnas Prioritas 2021, maka ada tiga RUU yang dikeluarkan dari usulan pemerintah.<br><br>&#8220;Ada tiga RUU yang dikeluarkan dari usulan pemerintah yaitu RUU KUHP, RUU Lembaga Pemasyarakatan, dan RUU tentang Badan Pemeriksa Keuangan,&#8221; ujarnya.<br><br>Supratman mengatakan untuk RUU Pengelolaan Kekayaan Negara yang diusulkan masuk dalam Prolegnas Jangka menengah tahun 2020-2024, itu sudah masuk dalam longlist Prolegnas.<br><br>Sementara itu menurut dia, untuk RUU tentang Jaminan Benda Bergerak, dan RUU tentang Grasi, Amnesti, Abolisi, dan Rehabilitasi akan dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) Prolegnas Baleg DPR RI. (bgn123)20112311</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/pemerintah-usulkan-tiga-ruu-baru-di-prolegnas-2021/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
