<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#rednotice &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/rednotice/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Aug 2020 03:00:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#rednotice &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tiga Tersangka Suap Pencabutan Red Notice Akui Terima Aliran Dana</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/tiga-tersangka-suap-pencabutan-red-notice-akui-terima-aliran-dana/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tiga-tersangka-suap-pencabutan-red-notice-akui-terima-aliran-dana</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/tiga-tersangka-suap-pencabutan-red-notice-akui-terima-aliran-dana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2020 03:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#bareskrimmabespolri]]></category>
		<category><![CDATA[#djokocandra]]></category>
		<category><![CDATA[#rednotice]]></category>
		<category><![CDATA[#suap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=6166</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="796" height="489" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/aw.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/aw.jpg 796w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/aw-300x184.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/aw-768x472.jpg 768w" sizes="(max-width: 796px) 100vw, 796px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Tiga tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan pencabutan red notice Djoko Tjandra mengaku menerima aliran dana dari Djoko. Ketiga tersangka itu adalah Tommy Sumardi, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte. &#8220;Kami pastikan memang mereka menerima aliran dana itu,&#8221; kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Kantor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="796" height="489" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/aw.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/aw.jpg 796w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/aw-300x184.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/aw-768x472.jpg 768w" sizes="(max-width: 796px) 100vw, 796px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Tiga tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan pencabutan red notice Djoko Tjandra mengaku menerima aliran dana dari Djoko.</p>



<p>Ketiga tersangka itu adalah Tommy Sumardi, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.</p>



<p>&#8220;Kami pastikan memang mereka menerima aliran dana itu,&#8221; kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (25/8).</p>



<p>Hal itu terungkap saat penyidik Bareskrim memeriksa ketiganya selama hampir 12 jam.</p>



<p>Awi tidak bisa menyebutkan jumlah uang yang diberikan Djoko kepada ketiga tersangka untuk mengurus penghapusan red notice. ​</p>



<p>&#8220;Nominalnya tentu sudah masuk ke materi penyidikan, saya tidak bisa sampaikan. Nanti akan dibuka semuanya di pengadilan,&#8221; kata dia.</p>



<p>Menurut dia, saat diperiksa Senin 24 Agustus Djoko juga mengaku telah menyerahkan sejumlah uang untuk ketiga tersangka.</p>



<p>Awi menambahkan terkait uang yang diterima para tersangka ini akan dikonfrontasi dengan alat bukti lainnya.</p>



<p>&#8220;Kalau itu berupa transfer atau cash and carry, tentunya nanti semuanya akan didalami oleh penyidik dan itu akan dibuka semuanya di pengadilan. Kami sudah lakukan pemeriksaan dan mereka telah mengakui menerima uang tersebut,&#8221; kata Awi.</p>



<p>Bareskrim Polri telah menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan penghapusan red notice Djoko Tjandra.</p>



<p>Penyidik juga menetapkan Tommy Sumardi, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte sudah berstatus tersangka dalam kasus ini.</p>



<p>Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi diduga berperan sebagai pemberi suap, sedangkan Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon menjadi penerima suap. (bgn/ant)20082601</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/tiga-tersangka-suap-pencabutan-red-notice-akui-terima-aliran-dana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Dugaan Gratifikasi Penghapusan &#8220;red notice&#8221; Djoko Tjandra Naik ke Penyidikan</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kasus-dugaan-gratifikasi-penghapusan-red-notice-djoko-tjandra-naik-ke-penyidikan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kasus-dugaan-gratifikasi-penghapusan-red-notice-djoko-tjandra-naik-ke-penyidikan</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kasus-dugaan-gratifikasi-penghapusan-red-notice-djoko-tjandra-naik-ke-penyidikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 09:01:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#bareskrimmabespolri]]></category>
		<category><![CDATA[#djokocandra]]></category>
		<category><![CDATA[#gratifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[#rednotice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=3804</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="787" height="475" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes.jpg 787w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes-300x181.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes-768x464.jpg 768w" sizes="(max-width: 787px) 100vw, 787px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri meningkatkan kasus dugaan gratifikasi terkait pengurusan penghapusan &#8220;red notice&#8221; atas nama Joko Sugiarto Tjandra atau Djoko Tjandra ke tahap penyidikan Ditingkatkannya kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan gelar perkara yang diikuti oleh Inspektorat Pengawasan Umum Polri, Divisi Propam Polri, dan Biro Pengawasan Penyidikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="787" height="475" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes.jpg 787w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes-300x181.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes-768x464.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 787px) 100vw, 787px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri meningkatkan kasus dugaan gratifikasi terkait pengurusan penghapusan &#8220;red notice&#8221; atas nama Joko Sugiarto Tjandra atau Djoko Tjandra ke tahap penyidikan</p>



<p>Ditingkatkannya kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan gelar perkara yang diikuti oleh Inspektorat Pengawasan Umum Polri, Divisi Propam Polri, dan Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri.</p>



<p>&#8220;Setelah kami melakukan gelar perkara bahwa dalam proses penyelidikan yang telah dilakukan oleh Direktorat Tipikor bahwa hasilnya kemarin pada Rabu 5 Agustus kasus daripada ini dinaikkan menjadi tahap penyidikan,&#8221; ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Jakarta, Kamis.</p>



<p>Argo mengatakan Polri telah memintai keterangan terhadap 15 orang saksi terkait kasus tersebut. Namun, dia tidak mengungkapkan lebih lanjut terkait nama-nama saksi yang diperiksa.</p>



<p>Selain itu, penyidik Bareskrim juga telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna menelusuri adanya aliran dana dalam perkara tersebut.</p>



<p>Argo mengatakan dalam tahap penyidikan ini, penyidik akan langsung bekerja untuk mencari siapa saja pelaku yang terlibat.</p>



<p>&#8220;Di tahap penyidikan ini adalah serangkaian kegiatan penyidik untuk mencari pelakunya, mencari siapa yang melakukan,&#8221; katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, Argo menyebut bahwa dugaan tindak pidana pada kasus ini, yakni pemberian dan penerimaan hadiah terkait penghapusan &#8220;red notice&#8221; Djoko Tjandra yang terjadi sekitar bulan Mei hingga Juni 2020.</p>



<p>Para pelaku akan disangkakan dengan Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 2, Pasal 11, Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 KUHP.</p>



<p>Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mencopot tiga petinggi Polri dalam perkara terbitnya surat jalan, penghapusan &#8220;red notice&#8221;, serta surat sehat bebas COVID-19 milik Djoko Tjandra.</p>



<p>Tiga perwira tinggi yang dicopot masing-masing Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho Wibowo.</p>



<p>Bareskrim Polri telah menetapkan Prasetijo Utomo sebagai tersangka dalam kasus surat palsu yang diterbitkannya untuk Djoko Tjandra.</p>



<p>Prasetijo dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 E KUHP, Pasal 426 Ayat (1) KUHP, dan Pasal 221 Ayat (1) ke-2 KUHP.</p>



<p>Selain Prasetijo, penyidik Bareskrim Polri juga menetapkan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking sebagai tersangka dalam kasus surat jalan palsu yang diterbitkan Brigjen Pol Prasetijo Utomo.</p>



<p>Anita adalah salah satu kuasa hukum Djoko Tjandra. Dia disangkakan dengan Pasal 263 (2) dan Pasal 223 KUHP. (bgn/ant)20080611</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kasus-dugaan-gratifikasi-penghapusan-red-notice-djoko-tjandra-naik-ke-penyidikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
