<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pusatkebudayaanbali &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/pusatkebudayaanbali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Dec 2021 01:01:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>pusatkebudayaanbali &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Bali Tinjau Pembangunan Normalisasi Tukad Unda di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gubernur-bali-tinjau-pembangunan-normalisasi-tukad-unda-di-kawasan-pusat-kebudayaan-bali/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gubernur-bali-tinjau-pembangunan-normalisasi-tukad-unda-di-kawasan-pusat-kebudayaan-bali</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gubernur-bali-tinjau-pembangunan-normalisasi-tukad-unda-di-kawasan-pusat-kebudayaan-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Marley]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2021 01:01:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Klungkung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurbalitinjaupembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[normalisasitukadundadikawasan]]></category>
		<category><![CDATA[pusatkebudayaanbali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=43200</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052-1536x1023.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>Klungkung, Baliglobalnews Gubernur Bali, Wayan Koster, meninjau pembangunan Pusat Kebudayaan Bali, khususnya terkait proyek normalisasi Tukad Unda di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung pada Minggu (12/12). Gubernur Wayan Koster menjelaskan lokasi kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang pembangunannya didahului dengan pembangunan sungai buatan atau normalisasi sungai Tukad Unda, sesuai dengan rencana pada tahun 2021 targetnya selesai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052-1536x1023.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211212-WA0052-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>
<p>Klungkung, Baliglobalnews</p>



<p>Gubernur Bali, Wayan Koster, meninjau pembangunan Pusat Kebudayaan Bali, khususnya terkait proyek normalisasi Tukad Unda di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung pada Minggu (12/12).</p>



<p>Gubernur Wayan Koster menjelaskan lokasi kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang pembangunannya didahului dengan pembangunan sungai buatan atau normalisasi sungai Tukad Unda, sesuai dengan rencana pada tahun 2021 targetnya selesai 59 persen, tapi dalam laporan terbaru sudah bisa mencapai 73 persen. &#8220;Jadi ada kemajuan lebih dari target yakni 14 persen,&#8221; ujarnya seraya mengungkapkan, menurut rencana pembangunan sungai buatan tersebut sebenarnya selesai pada Desember 2022. Namun dia minta dipercepat penyelesaiannya menjadi bulan September 2022 agar sudah rapi semua.</p>



<p>Kemudian yang berikut, kata dia, alur dari pada air, mulai dari hulu sampai hilir itu supaya sudah bisa dilaksanakan pada akhir Januari. Sehingga, airnya tidak lagi meluber ke wilayah lain, karena mulai bulan Januari sudah dilakukan pematangan lahan di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, tepatnya di lokasi yang bersebelahan dengan Tukad Unda ini.</p>



<p>&#8220;Pematangan lahan harus berjalan lancar. Karena itu harus terbebas dari genangan air, agar hasilnya maksimal dan bagus. Sesuai pula dengan alur yang dibentuk oleh normalisasi Tukad Unda ini. Tadi Saya mendapat laporan bahwa tahap itu bisa mulai dilakukan pada bulan Januari mendatang,&#8221; katanya.</p>



<p>Karena itu, dia berharap rencana pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang terdiri dari 3 zona, yaitu zona inti, zona penunjang dan zona penyangga sudah mulai bisa berjalan dengan tahapan pematangan lahan pada tahun 2022 awal mendatang. &#8220;Zona inti akan berisi 15 fasilitas pentas seni, ada panggung terbuka utama dengan kapasitas 15.000 orang. Ada panggung terbuka madya dengan kapasitas 4.000 orang dan panggung terbuka lain untuk kapasitas 3000 sampai 3500 orang. Juga ada 12 museum tematik yang akan dibangun di zona inti,&#8221; katanya. (bgn003)21121301</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gubernur-bali-tinjau-pembangunan-normalisasi-tukad-unda-di-kawasan-pusat-kebudayaan-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pusat Kebudayaan Bali Jadi Mahakarya Monumental  di Era Terkini, Pemilik Lahan Satu Suara Mendukung</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/pusat-kebudayaan-bali-jadi-mahakarya-monumental-di-era-terkini-pemilik-lahan-satu-suara-mendukung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pusat-kebudayaan-bali-jadi-mahakarya-monumental-di-era-terkini-pemilik-lahan-satu-suara-mendukung</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/pusat-kebudayaan-bali-jadi-mahakarya-monumental-di-era-terkini-pemilik-lahan-satu-suara-mendukung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2021 12:28:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[eraterkini]]></category>
		<category><![CDATA[klungkung]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<category><![CDATA[pusatkebudayaanbali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=21155</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="832" height="666" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/20210121-WA0031.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/20210121-WA0031.jpg 832w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/20210121-WA0031-300x240.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/20210121-WA0031-768x615.jpg 768w" sizes="(max-width: 832px) 100vw, 832px" /></div>Klungkung, Baliglobalnews Pembangunan Pusat kebudayaan Bali (PKB) di kawasan Eks Galian C Gunaksa, Kabupaten Klungkung, merupakan sebuah mahakarya monumental pada era terkini sebagai program prioritas membangun adat istiadat, seni-budaya dan kearifan lokal Bali. Demikian diungkapkan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat acara Sosialisasi Kegiatan Inventarisasi dan Identifikasi Data penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan serta Pihak Pihak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="832" height="666" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/20210121-WA0031.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/20210121-WA0031.jpg 832w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/20210121-WA0031-300x240.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/20210121-WA0031-768x615.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 832px) 100vw, 832px" /></div>
<p>Klungkung, Baliglobalnews</p>



<p>Pembangunan Pusat kebudayaan Bali (PKB) di kawasan Eks Galian C Gunaksa, Kabupaten Klungkung, merupakan sebuah mahakarya monumental pada era terkini sebagai program prioritas membangun adat istiadat, seni-budaya dan kearifan lokal Bali.</p>



<p>Demikian diungkapkan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat acara Sosialisasi Kegiatan Inventarisasi dan Identifikasi Data penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan serta Pihak Pihak Berhak dan Objek Pengadaan Tanah Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali, Prasarana Pengendali Banjir Tukad Unda dan Waduk Muara Unda di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Semarapura, Kabupaten Klungkung, Kamis ( 21/1).</p>



<p>&#8220;Pembangunan (Pusat kebudayaan Bali, red) ini hanya akan terjadi dalam satu kali perjalanan hidup, generasi berikutnya hanya perlu memelihara dan memanfaatkan secara bijak. Mungkin dalam perjalanan sejarahnya, hanya 500 tahun sekali akan ada pembangunan monumental seperti ini lagi,&#8221; katanya.</p>



<p>Di hadapan ratusan warga pemilik lahan,&nbsp; Gubernur Koster mengatakan layaknya Candi Prambanan atau Borobudur, pembangunan sebuah karya monumental hanya bisa berjalan dengan restu dari alam melalui tangan orang-orang yang punya niat tulus dan lurus.</p>



<p>&#8220;Sejak dulu lokasi ini akan digunakan untuk berbagai proyek, gak pernah jadi itu, karena niat yang tidak baik dan alam tidak merestui. Tanah ini sudah terhitung terlantar sejak 1963. Sekarang ini saya ambil langkah, ngayah total sekala lan niskala dengan niat baik dan konsep yang baik, agar kawasan ini lebih bermanfaat tak hanya bagi Bali, tapi nasional dan bahkan dunia. Astungkara berjalan dengan mulus,&#8221; kata lulusan ITB Bandung itu.</p>



<p>Koster menyatakan sejak awal kepemimpinan bahkan sebelum dilantik menjadi gubernur telah berniat membangun sebuah fasilitas seni dan budaya yang memadai untuk Bali, dan dalam perjalanan panjangnya, ternyata menemui banyak kemudahan.</p>



<p>&#8220;Desainnya dibuat oleh arsitek terkenal, orang Bali. Ngayah tanpa biaya. Demikian pula dengan bantuan normalisasi Tukad Unda oleh Kementerian PU yang menelan dana Rp 270 M (miliar, red), dilanjutkan dengan pembangunan waduk muara. Jadi nantinya kawasan ini dirancang agar tidak terjadi longsor, banjir aliran lahar, dan&nbsp; lainnya,&#8221; jelas Gubernur.&nbsp; Sedangkan untuk biaya pembangunan akan disokong pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) RP 2,5 triliun.&nbsp;</p>



<p>Menurut pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng, itu kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang akan berdiri di atas lahan seluas 320 hektar tersebut akan mengandung penjabaran dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Pengaplikasian di antaranya melalui hutan buatan, taman, fasilitas seni, pameran, kuliner UMKM hingga waduk dan pelabuhan hingga menjadikan kawasan ini merupakan kawasan lengkap yang mengimplementasikan filosofi dari visi pembangunan Bali tersebut.</p>



<p>&#8220;Dari Atma Kertih hingga Wana Kertih-nya ada, lokasinya pun luar biasa baik, nyegara gunung. Dan saya sudah cek di seluruh Bali tidak ada lagi lokasi sebaik ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Demikian pula dengan sisi sejarah, Klungkung merupakan tempat di mana kebudayaan Bali berkembang hingga mencapai masa keemasaannya pada era Kerajaan Gelgel, tepatnya dalam Pemerintahan Raja Dalem Waturenggong.</p>



<p>Untuk itu pula, Gubernur Koster mengharapkan para warga pemilik lahan yang berasal dari Desa Tangkas, Desa Jumpai, Desa Sampalan Kelod dan Desa Gunaksa turut mendukung pembangunan Pusat kebudayaan Bali melalui peraturan yang berlaku lewat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah&nbsp; untuk Pembangunan Kepentingan Umum.</p>



<p>&#8220;Tolong patuh pada aturan, dan saya minta kepada BPN (Badan Pertanahan Nasional) Klungkung untuk bekerja keras dan melengkapi persyaratan dokumen ini sehingga nanti bisa langsung dibayarkan. BPN harus kerja keras, karena pemilik lahan ini adalah prioritas dari Kementerian Pertanahan. Tapi saya tegaskan, jangan ada yang coba-coba bermain, jadi calo, nakal dan berniat buruk lain karena akan berhadapan dengan saya dan penegak hukum,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Warga pemilik lahan pun dipastikan tidak hanya mendapat manfaat yang diterima hari ini saja alias hanya sebatas ganti rugi tanah, namun juga manfaat-manfaat lain yang juga akan didapatkan lewat pembangunan fasilitas seni budaya yang diperkirakan menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja tersebut. &#8220;Untuk tenaga kerja-nya diprioritaskan untuk masyarakat sekitar. Belum lagi kesempatan untuk menjual produk kerajinan lokal dan UMKM,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, ratusan warga yang hadir bertepuk tangan dan menyerukan persetujuannya secara serempak. Warga pun secara bulat mendukung program pembangunan ini dan akan menjalankan proses ganti rugi lahan sesuai aturan yang berlaku.</p>



<p>Sementara itu Kepala BPN Klungkung, Cok Gede Agung Astawa, mengharapkan pemilik tanah mendukung secara proaktif proses inventarisasi yang dilaksanakan BPN Klungkung guna mempercepat proses ganti rugi. &#8220;Kita sudah membentuk satgas dan diarahkan langsung ke lapangan menyasar warga pemilik lahan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Hadir pula dalam acara tersebut, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, jajaran pimpinan OPD terkait tingkat provinsi dan kabupaten serta tokoh masyarakat Kabupaten Klungkung. (bgn003)21012119</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/pusat-kebudayaan-bali-jadi-mahakarya-monumental-di-era-terkini-pemilik-lahan-satu-suara-mendukung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Padma Bhuwana, Gubernur Koster Matangkan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/wujudkan-padma-bhuwana-gubernur-koster-matangkan-pembangunan-kawasan-pusat-kebudayaan-bali/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wujudkan-padma-bhuwana-gubernur-koster-matangkan-pembangunan-kawasan-pusat-kebudayaan-bali</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/wujudkan-padma-bhuwana-gubernur-koster-matangkan-pembangunan-kawasan-pusat-kebudayaan-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2020 12:13:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurbali]]></category>
		<category><![CDATA[padmabhuwana]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunankawasan]]></category>
		<category><![CDATA[pusatkebudayaanbali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=14620</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Klungkung, Baliglobalnews Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Wakil Gubernur, Tjokorda Artha Ardhana Sukawati, mematangkan rencana untuk mengangkat martabat kebudayaan Bali sebagai Padma Bhuwana atau Pusat Peradaban Dunia. Hal itu sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan cita-cita mewujudkan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA0011-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Klungkung, Baliglobalnews</p>



<p>Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Wakil Gubernur, Tjokorda Artha Ardhana Sukawati, mematangkan rencana untuk mengangkat martabat kebudayaan Bali sebagai Padma Bhuwana atau Pusat Peradaban Dunia. Hal itu sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan cita-cita mewujudkan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung.</p>



<p>Hal tersebut terlihat saat Gubernur Wayan Koster melakukan konsultasi publik rencana pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung,&nbsp; di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Senin (16/11).</p>



<p>Dalam pemaparannya, Wayan Koster menjelaskan kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang berlokasi di Eks Galian C Gunaksa semula merupakan wilayah yang rusak, tergenang dan terbengkalai, karena setelah Gunung Agung meletus pada tahun 1963 menjadikan lahan persawahan yang subur tersebut tertutup aliran lahar dingin Gunung Agung lebih dari 300 ha.</p>



<p>Sejak tahun 1963-2002 wilayah tersebut (Pesisir Tangkas, Gunaksa, dan sekitarnya, net) menjadi lokasi penambangan Galian C. Sehingga akibat penambangan pasir tersebut, tercatat pada tahun 2002 menyebabkan lingkungan wilayah Pesisir Tangkas, Gunaksa, dan sekitarnya rusak, banyak kubangan, menjadi sumber penyakit, dan sumber kriminal, serta menjadikan perizinan penambangan Galian C ditutup Pemkab Klungkung. Tidak berhenti sampai di sana, pada tahun 2002-2017 wilayah Pesisir Tangkas, Gunaksa, dan sekitarnya menjadi lahan kosong, terbengkalai. Beberapa usul ide yang muncul untuk pengelolaan wilayah tersebut juga gagal.</p>



<p>Bahkan tahun 2017 erupsi Gunung Agung yang mengalirkan lahar dalam jumlah yang cukup besar, menyebabkan wilayah galian ini semakin tidak bisa dimanfaatkan. &#8220;Oleh karena itu, kita harus melakukan upaya pelindungan dan menata, sekaligus mengembangkan wilayah ini menjadi bermanfaat untuk masyarakat Bali dan Klungkung khususnya,&#8221; kata Koster disambut gemuruh tepuk tangan oleh masyarakat di Desa Tangkas, Desa Jumpai, Desa Gunaksa, Desa Sampalan Klod, Desa Gelgel dan tokoh masyarakat di Klungkung seraya mengatakan saat ini wilayah Pesisir Tangkas, Gunaksa, dan sekitarnya telah ditetapkan dalam Perda 3/2020 menjadi Kawasan Strategis Provinsi sebagai Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.</p>



<p>Untuk mewujudkan Pusat Kebudayaan Bali, pihaknya melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali telah melakukan Penetapan Lokasi Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali dengan luas mencapai 334, 62 Ha yang terdiri dari Pemukiman Desa Tangkas Eksisting sebanyak 11,19 Ha, Penlok Tahap I seluas 110,31 Ha, Penlok Tahap II dengan luas 213, 12 Ha.</p>



<p>&#8220;Secara konsep perencanaan, ada 3 konsep yaitu Konsep Utama Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali dengan merencanakan tempat yang dapat menjadi inventarisasi warisan Kebudayaan masa lalu diintegrasikan dengan kebutuhan pengetahuan dan teknologi masa kini, dan masa yang akan datang, sehingga nilai-nilai luhur budaya dapat terwarisi secara berkelanjutan,&#8221; ujar mantan jebolan ITB ini yang juga telah menerbitkan Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.</p>



<p>Selanjutnya dalam konsep pembangunan terdapat Edukasi, Konservasi, Rekreasi, dan Pembangunan ramah lingkungan yang berkelanjutan dan Pembangunan Terintegrasi berbasis IT. Kemudian ada juga Konsep Infrastruktur Terintegrasi dan Ramah Lingkungan, dengan adanya Perhubungan Darat (Jalan, Kereta LRT, &amp; ART, red), Perhubungan Laut (Pelabuhan Gunaksa, Marina, red), dan Pengembangan Infrastruktur yang aman dan ramah lingkungan.</p>



<p>Tidak berhenti sampai disana, Wayan Koster yang disetiap pembangunannya di Provinsi Bali selalu berpedoman pada ajaran Trisakti Bung Karno yakni Berdaulat di bidang Politik, Berdikari di bidang Ekonomi, dan Berkepribadian dalam bidang Kebudayaan menegaskan bahwa dalam di Masterplan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali mengusung konsep Tri Mandala &amp; Sat Kerthi, yang terdiri dari Wana Kerthi dengan pembangunan Taman Hutan Raya dan Taman Rekreasi. Danu Kerthi, dengan pembangunan Danau, serta Estuary Dam. Untuk Atma Kerthi terdapat bangunan Catus Patha, Jagat Kerthi terdapat bangunan Panggung Terbuka. Sedangkan Jana Kerthi ini merupakan Pusat Kebudayaan Bali dengan memiliki area pendukung lainnya, dan Segara Kerthi merupakan laut, dan marina.</p>



<p>&#8220;Jadi saya berkeinginan untuk mengangkat martabat kebudayaan Bali, karena dalam sejarah Bali di Klungkung ini adalah tempat Masa Keemasan Kebudayaan Bali yang saat itu terjadi di Era Kerajaan Gelgel dengan Raja Dalem Waturengong,&#8221; jelas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode itu.</p>



<p>Dalam Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung tersebut, turut juga dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, Kepala Perangkat Daerah di Pemprov Bali, Para Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali, Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali, Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung, Camat Klungkung dan Camat Dawan, hingga Para Perbekel di Desa Tangkas, Desa Jumpai, Desa Gunaksa, Desa Sampalan Klod, dan Perbekel di Desa Gelgel. (bgn122)20111624</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/wujudkan-padma-bhuwana-gubernur-koster-matangkan-pembangunan-kawasan-pusat-kebudayaan-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
