<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#PSBSpadas &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/psbspadas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Oct 2025 10:53:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#PSBSpadas &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lewat PSBS Padas,Ny. Koster Dorong Kesadaran Lingkungan Dimulai dari Rumah Tangga</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/lewat-psbs-padasny-koster-dorong-kesadaran-lingkungan-dimulai-dari-rumah-tangga/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lewat-psbs-padasny-koster-dorong-kesadaran-lingkungan-dimulai-dari-rumah-tangga</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/lewat-psbs-padasny-koster-dorong-kesadaran-lingkungan-dimulai-dari-rumah-tangga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 10:51:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Singaraja]]></category>
		<category><![CDATA[#nykoster]]></category>
		<category><![CDATA[#PSBSpadas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=121293</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="854" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1-1024x683.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Singaraja, Baliglobalnews Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS Padas) Provinsi Bali Ny. Koster terus mengajak masyarakat menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Hal tersebut disampaikan dalam sosialisasi percepatan pelaksanaan pembatasan penggunaan sampah plastik sekali pakai dan pengelolaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="854" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1-1024x683.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/3846c14d-d301-46af-8403-8f23515af6b2-1-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Singaraja, Baliglobalnews</p>



<p>Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS Padas) Provinsi Bali Ny. Koster terus mengajak masyarakat menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan dalam sosialisasi percepatan pelaksanaan pembatasan penggunaan sampah plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah berbasis sumber yang digelar di Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Jumat (24/10/2025). Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Tim PSBS Padas dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali serta sejumlah perangkat daerah terkait.</p>



<p>Ny. Koster menegaskan pentingnya menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini kepada anak-anak. &#8220;Pengelolaan sampah apabila sudah berhasil kita terapkan mulai dari diri sendiri, selanjutnya bisa kita tularkan kepada anggota keluarga lainnya, baik itu suami, orang tua, maupun anak-anak,&#8221; ujarnya seraya menambahkan, pembiasaan memilah dan membuang sampah pada tempatnya di rumah akan membentuk karakter anak yang disiplin dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.</p>



<p>Sementara Anggota Tim PSBS Padas Luh Kartini mengatakan pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah dengan cara sederhana, yaitu memisahkan jenis sampah. Sampah anorganik seperti plastik dan kaleng sebaiknya dikumpulkan dan diangkut ke TPS3R, sedangkan sampah residu seperti tisu dan popok dibawa ke TPST. Adapun sampah organik dapat diolah menjadi kompos menggunakan metode tebe modern atau tong komposter.</p>



<p>Camat Busungbiu I Ketut Suastika dan Camat Gerokgak I Gede Arya Rimbawa Giri menyatakan komitmennya untuk menyukseskan pelaksanaan program PSBS Padas di wilayah masing-masing. Mereka menilai gerakan PSBS Padas bukan sekadar program atau regulasi, melainkan solusi nyata untuk menanggulangi persoalan sampah di Bali. (*/bgn003)25102503</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/lewat-psbs-padasny-koster-dorong-kesadaran-lingkungan-dimulai-dari-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duta PSBS Padas Tekankan Pemisahan Sampah dari Sumber</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/duta-psbs-padas-tekankan-pemisahan-sampah-dari-sumber/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=duta-psbs-padas-tekankan-pemisahan-sampah-dari-sumber</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/duta-psbs-padas-tekankan-pemisahan-sampah-dari-sumber/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 10:57:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[#nykoster]]></category>
		<category><![CDATA[#PSBSpadas]]></category>
		<category><![CDATA[#sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=120502</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="720" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/2eb5659d-52c0-49c0-92f9-16f9c9f496c7.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/2eb5659d-52c0-49c0-92f9-16f9c9f496c7.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/2eb5659d-52c0-49c0-92f9-16f9c9f496c7-300x169.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/2eb5659d-52c0-49c0-92f9-16f9c9f496c7-1024x576.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/2eb5659d-52c0-49c0-92f9-16f9c9f496c7-768x432.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Duta Program Strategis Bali Pengolahan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (Padas) Ny. Koster menghadiri rapat Tim Percepatan PSBS yang membahas langkah penanggulangan sampah plastik di Bali di Ruang Rapat Sad Kerthi, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (2/10/2025). Ny. Koster menegaskan pentingnya menyamakan persepsi bahwa penanganan sampah harus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="720" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/2eb5659d-52c0-49c0-92f9-16f9c9f496c7.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/2eb5659d-52c0-49c0-92f9-16f9c9f496c7.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/2eb5659d-52c0-49c0-92f9-16f9c9f496c7-300x169.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/2eb5659d-52c0-49c0-92f9-16f9c9f496c7-1024x576.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/2eb5659d-52c0-49c0-92f9-16f9c9f496c7-768x432.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Duta Program Strategis Bali Pengolahan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (Padas) Ny. Koster menghadiri rapat Tim Percepatan PSBS yang membahas langkah penanggulangan sampah plastik di Bali di Ruang Rapat Sad Kerthi, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (2/10/2025).</p>



<p>Ny. Koster menegaskan pentingnya menyamakan persepsi bahwa penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya di desa, dengan kepala desa sebagai komandan utama. &#8220;Sebagai duta aksi, tugas saya adalah melakukan sosialisasi. Kepala desa yang mengorganisir masyarakat, pura, pasar, maupun sekolah untuk mengelola sampah dengan baik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dia menekankan dua langkah utama, yakni pemisahan sampah organik dan anorganik. Di perkotaan, sampah organik dapat diolah melalui teba modern atau komposter, sementara di desa masih dapat menggunakan teba tradisional. Sampah organik basah juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, sedangkan sampah anorganik menjadi tanggung jawab pemerintah melalui fasilitas TPS3R. &#8220;Masyarakat cukup memisahkan sampah, selanjutnya pemerintah memfasilitasi. TPS3R akan menerima sampah 3R (reuse, recycle, dan residu), sementara residu ditangani melalui TPST,&#8221; katanya.</p>



<p>Pendamping orang nomor satu di Bali itu juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup untuk meninjau teknologi yang tepat dalam mengolah residu, agar tidak menimbulkan masalah baru. &#8220;Kita tidak ingin terburu-buru hanya untuk mengejar target, lalu justru menghadirkan masalah baru. Misalnya insinerator yang masih menuai pro dan kontra. Kita harus hati-hati,&#8221; katanya.</p>



<p>Koordinator Percepatan PSBS Luh Riniti menyampaikan bahwa prinsip utama adalah mengurangi sampah dari hulu. &#8220;Yang ditutup bukan TPA, tetapi open dumping yang diubah menjadi controlled landfill. Saat ini, sembilan kabupaten/kota di Bali sudah menuju sistem ini. Kuncinya ada pada pemisahan dari sumber,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ny. Koster pun menargetkan pada 2026 akan terus melakukan sosialisasi sekaligus sidak lapangan, dengan harapan pada 2030 masyarakat Bali memiliki cara baru yang lebih baik dalam mengelola sampah. &#8220;Gerakan Bali Bersih adalah gerakan kita bersama. Jika sistem ini berjalan konsisten, Bali bisa menjadi provinsi pertama di Indonesia yang bebas dari masalah sampah,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Dalam rapat tersebut, juga dibahas capaian sosialisasi pengolahan dan pemilahan sampah di masing-masing sektor oleh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali. (*/bgn003)25100303</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/duta-psbs-padas-tekankan-pemisahan-sampah-dari-sumber/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi PSBS Padas di Densel dan Dentim, Ny. Koster: Jangan Tinggalkan Sampah Upakara di Pantai atau Tempat Suci</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/sosialisasi-psbs-padas-di-densel-dan-dentim-ny-koster-jangan-tinggalkan-sampah-upakara-di-pantai-atau-tempat-suci/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sosialisasi-psbs-padas-di-densel-dan-dentim-ny-koster-jangan-tinggalkan-sampah-upakara-di-pantai-atau-tempat-suci</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/sosialisasi-psbs-padas-di-densel-dan-dentim-ny-koster-jangan-tinggalkan-sampah-upakara-di-pantai-atau-tempat-suci/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 14:34:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[#nykoster]]></category>
		<category><![CDATA[#PSBSpadas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=108063</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="855" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073-1024x684.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073-768x513.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Dalam upaya memperkuat kesadaran masyarakat Bali terhadap pengelolaan sampah berbasis sumber, Ny. Koster selaku Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (Padas) mengingatkan masyarakat agar sisa sampah upakara tidak dibiarkan berserakan di tempat suci atau pantai. Ajakan itu disampaikan saat sosialisasi Gerakan PSBS di Kantor Camat Denpasar Timur pada Kamis (5/6/2025). Ny. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="855" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073-1024x684.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073-768x513.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/7356754f-3fbd-4859-800e-1261f207d073-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Dalam upaya memperkuat kesadaran masyarakat Bali terhadap pengelolaan sampah berbasis sumber, Ny. Koster selaku Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (Padas) mengingatkan masyarakat agar sisa sampah upakara tidak dibiarkan berserakan di tempat suci atau pantai.</p>



<p>Ajakan itu disampaikan saat sosialisasi Gerakan PSBS di Kantor Camat Denpasar Timur pada Kamis (5/6/2025). Ny. Koster juga meminta prajuru adat membuat aturan dan melakukan sosialisasi agar masyarakat yang mengadakan upacara di pantai dapat membawa pulang sampah sisa upakara dan mengolahnya di rumah atau desa masing-masing.</p>



<p>Pesan ini menanggapi pertanyaan dari Wakil Bendesa Adat Kesiman I Ketut Sudiarsana yang menjelaskan pengelolaan sampah di desanya. Desa Kesiman menaungi Pantai Padanggalak, lokasi yang sering digunakan untuk upacara. Sudiarsana mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah di pantai tersebut telah diatur oleh yayasan bekerja sama dengan desa adat. &#8220;Sampahmu adalah tanggung jawabmu. Jangan sampai mencemari desa lain, apalagi tempat yang kita sucikan. Kita mulai dari rumah mengelola sampah dan, paling jauh, di desa. Jangan sampai sampah kita keluar desa dan mengotori desa lain,&#8221; katanya.</p>



<p>Ny. Koster juga menyoroti krisis di TPA Suwung yang kini telah menampung 70 juta ton sampah. Dia menegaskan bahwa sistem tempat pembuangan akhir seperti ini bukanlah solusi, tetapi malah menciptakan masalah baru bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. &#8220;Kalau sampah tidak kita kelola dengan baik, akan ada berapa desa lagi yang tertimbun sampah dan menjadi penampungan sampah desa lainnya seperti Desa Suwung. Mari kita semua bangun kesadaran untuk mengelola sampah yang kita hasilkan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pada sosialisasi yang juga digelar di Kantor Camat Denpasar Selatan, dia menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan regulasi penting untuk mengurangi masalah sampah. Dua di antaranya adalah Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.</p>



<p>Namun, dia menekankan bahwa regulasi saja tidak cukup. Kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab atas sampah mereka sendiri adalah kunci. &#8220;Regulasinya sudah ada. Tinggal kita sebagai masyarakat, mau tidak mengambil peran? Jangan buang sampah sembarangan dan jangan saling menyalahkan. Kita punya tanggung jawab bersama,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebagai langkah konkret, dia memperkenalkan konsep &#8220;Teba Modern&#8221; dan &#8220;Tong Komposter&#8221; atau &#8220;Tong Edan.&#8221; Sampah dapur dapat diolah menjadi pupuk organik menggunakan tong tersebut, sedangkan sampah organik dari halaman seperti daun atau sisa canang dapat diolah melalui Teba Modern. Dengan hasil berupa pupuk organik, masyarakat diajak untuk memanfaatkan sampah mereka secara produktif. &#8220;Dengan semangat &#8216;dari rumah, untuk bumi,&#8217; mari kita ambil tanggung jawab secara aktif dan mandiri tanpa bergantung pada sistem pengangkutan sampah terpusat,&#8221; katanya.</p>



<p>Menutup arahannya, dia kembali mengingatkan pentingnya peran prajuru adat dalam menjaga kebersihan pantai. Ia berharap aturan dan sosialisasi dapat mendorong masyarakat membawa pulang sisa upakara dari pantai. Langkah ini, menurut dia, adalah wujud tanggung jawab bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Bali. (*/bgn003)25060517</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/sosialisasi-psbs-padas-di-densel-dan-dentim-ny-koster-jangan-tinggalkan-sampah-upakara-di-pantai-atau-tempat-suci/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
