<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#produkinovasi &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/produkinovasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Aug 2020 06:21:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#produkinovasi &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wapres: Produk Inovasi Karya Anak Bangsa Hanya Sedikit Yang Komersial</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/wapres-produk-inovasi-karya-anak-bangsa-hanya-sedikit-yang-komersial/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wapres-produk-inovasi-karya-anak-bangsa-hanya-sedikit-yang-komersial</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/wapres-produk-inovasi-karya-anak-bangsa-hanya-sedikit-yang-komersial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2020 06:21:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#anakbangsa]]></category>
		<category><![CDATA[#harteknas]]></category>
		<category><![CDATA[#marufamin]]></category>
		<category><![CDATA[#produkinovasi]]></category>
		<category><![CDATA[#wapres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=4275</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200807_113113-1024x480-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200807_113113-1024x480-1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200807_113113-1024x480-1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200807_113113-1024x480-1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200807_113113-1024x480-1-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Wakil Presiden Ma&#8217;ruf Amin mengatakan peneliti-peneliti di Indonesia banyak menghasilkan produk inovasi, namun hanya sedikit dari hasil tersebut yang bisa dipasarkan untuk keperluan masyarakat. &#8220;Banyak inovasi yang dihasilkan oleh anak bangsa, namun hanya sedikit yang dapat dikomersialkan atau dipasarkan. Jika inovasi tidak dapat dikomersialkan, maka inovasi tersebut kurang bermakna bagi bangsa ini,&#8221; kata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200807_113113-1024x480-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200807_113113-1024x480-1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200807_113113-1024x480-1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200807_113113-1024x480-1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200807_113113-1024x480-1-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Wakil Presiden Ma&#8217;ruf Amin mengatakan peneliti-peneliti di Indonesia banyak menghasilkan produk inovasi, namun hanya sedikit dari hasil tersebut yang bisa dipasarkan untuk keperluan masyarakat.<br><br>&#8220;Banyak inovasi yang dihasilkan oleh anak bangsa, namun hanya sedikit yang dapat dikomersialkan atau dipasarkan. Jika inovasi tidak dapat dikomersialkan, maka inovasi tersebut kurang bermakna bagi bangsa ini,&#8221; kata Ma&#8217;ruf Amin saat membuka acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 di Jakarta, Senin.<br><br>Ma&#8217;ruf mengatakan Pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk penelitian dan inovasi, namun jumlah sumber daya peneliti di Indonesia masih kurang, yakni hanya 89 orang per 1 juta penduduk.<br><br>&#8220;Indonesia mempunyai alokasi anggaran 2,130.3 miliar dolar AS (sekitar Rp31,3 triliun), lebih besar dibanding Vietnam. Tetapi jumlah sumber daya peneliti Indonesia hanya 89 per 1 juta penduduk, sedangkan Vietnam jumlah penelitinya 673 orang per 1 juta penduduk,&#8221; katanya.<br><br>Pemerintah Indonesia juga berperan besar dalam bidang penelitian cukup besar, kata Ma&#8217;ruf. Sementara kegiatan penelitian dan pengembangan atau <em>research and development</em> (R&amp;D) di Vietnam lebih banyak diberikan oleh industri.<br><br>&#8220;Alokasi R&amp;D di Indonesia itu terbesar dari Pemerintah, sebanyak 40 persen; sedangkan alokasi anggaran R&amp;D di Vietnam yang paling besar dari sektor industri, sebanyak 52 persen,&#8221; tukasnya.</p>



<p>Sementara itu, merujuk pada data <em>Global Innovation Index</em> (GII) Tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat rendah di dunia, khususnya di negara-negara Asia Tenggara. Indonesia berada di posisi ke-85 dari 129 negara di dunia, kata Ma&#8217;ruf.<br><br>&#8220;Sedangkan di ASEAN, peringkat inovasinya Indonesia ada di posisi kedua terendah, di atas Kamboja. Bandingkan dengan Singapura di peringkat ke delapan, dan Malaysia peringkat ke-35, yang ekonominya berbanding lurus dengan budaya inovasinya,&#8221; jelasnya.<br><br>Oleh karena itu, Wapres berharap dengan adanya peringatan Hakteknas, masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya inovasi dan penelitian dalam memenuhi kebutuhan akan pengembangan teknologi.<br><br>&#8220;Hakteknas ini saya anggap penting dalam mendorong budaya inovasi di Tanah Air. Saya harap melalui acara ini dapat mendorong budaya inovasi masyarakat Indonesia,&#8221; ujarnya. (bgn/ant)20081009</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/wapres-produk-inovasi-karya-anak-bangsa-hanya-sedikit-yang-komersial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
