<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>previeweuro2020 &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/previeweuro2020/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Jun 2021 02:37:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>previeweuro2020 &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Preview Euro 2020: Austria vs Makedonia Utara</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/preview-euro-2020-austria-vs-makedonia-utara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=preview-euro-2020-austria-vs-makedonia-utara</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/preview-euro-2020-austria-vs-makedonia-utara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Marley]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2021 02:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[austriavsmakedonia]]></category>
		<category><![CDATA[previeweuro2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=32157</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BP76H.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BP76H.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BP76H-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BP76H-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BP76H-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Internasional, Baliglobalnews Austria mungkin diguyur oleh menumpuknya talenta-talenta Bundesliga, tetapi mereka bakal dihadapkan kepada tekanan saat menghadapi underdog Makedonia Utara di Bucharest, Rumania, Minggu malam pukul 23.00 WIB nanti. Bersama Finlandia, Makedonia Utara adalah debutan Euro, yang masing-masing menjadi negara ke-34 dan ke-35 yang masuk daftar peserta putaran final Piala Eropa. Mereka akan menghadapi tim yang dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BP76H.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BP76H.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BP76H-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BP76H-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BP76H-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Internasional, Baliglobalnews</p>



<p>Austria mungkin diguyur oleh menumpuknya talenta-talenta Bundesliga, tetapi mereka bakal dihadapkan kepada tekanan saat menghadapi <em>underdog</em> Makedonia Utara di Bucharest, Rumania, Minggu malam pukul 23.00 WIB nanti.</p>



<p>Bersama Finlandia, Makedonia Utara adalah debutan Euro, yang masing-masing menjadi negara ke-34 dan ke-35 yang masuk daftar peserta putaran final Piala Eropa. Mereka akan menghadapi tim yang dalam dua edisi Euro sebelumnya pada 2008 dan 2016 mengakhiri putaran final tanpa satu kali pun menang.</p>



<p>Tetapi calon lawannya itu dua kali mengalahkan Makedonia Utara dalam babak kualifikasi di mana seperti saat ini mereka berada dalam satu grup. Austria lolos otomatis ke putaran final karena menjadi&nbsp;<em>runner up&nbsp;</em>grup kualifikasi, sedangkan Makedonia Utara harus melewati&nbsp;<em>playoff&nbsp;</em>untuk sampai ke Euro 2020.</p>



<p>Tetapi jangan coba-coba meremehkan Makedonia Utara karena Maret lalu mereka membuat gempar setelah menumbangkan juara Eropa tiga kali Jerman dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022.</p>



<p>Makedonia Utara juga menang besar 4-0 melawan Kazakhstan dan menahan seri 1-1 Slovenia dalam dua laga persahabatan persis sebelum&nbsp;<em>kickoff</em>&nbsp;Euro 2020.</p>



<p>Sebaliknya Austria hanya satu kali menang dalam tiga pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022, termasuk digasak Denmark 0-4. Mereka juga tak bersinar dalam laga persahabatan menjelang Euro 2020 setelah kalah 0-1 dari Inggris dan ditahan seri 0-0 oleh Slowakia.</p>



<p>Tetapi itu tidak memupus anggapan skuad Austria yang dilatih Franco Foda difavoritkan memenangkan laga pertama Grup C, sekalipun pada edisi 2008 dan 2016 mereka tak pernah bisa menang dalam laga pembuka.</p>



<p>Austria berharap peruntungan berubah Minggu malam nanti ketika beberapa jam kemudian juga dalam Grup C akan bertanding Ukraina melawan Belanda, apalagi jimat mereka David Alaba yang malang melintang bersama Bayern Muenchen dan musim depan membela Real Madrid, 100 persen siap memimpin mereka.</p>



<p>Fakta Austria sudah dua kali mengalahkan lawannya dalam kualifikasi Euro 2020, masing-masing 4-1 di Skopje dan 2-2 di Wina, membuat Austria hafal cara menghadapi Makedonia Utara sehingga mungkin bisa mencatat kemenangan ketiga di ibukota Rumania nanti malam itu.</p>



<p>“Lebih memudahkan kami karena telah dua kali menghadapi mereka,” kata gelandang Austria Konrad Laimer yang juga pemain RB Leipzig seperti dikutip Reuters. “Karena mengenal lawan kami. Kami termotivasi sekali dan siap bertarung.”</p>



<p>Tetapi menjadi debutan Euro jelas bukan status yang diinginkan tim asuhan Igor Angelovski. Makedonia Utara ingin lebih dari sekadar menembus putaran final Piala Eropa.</p>



<p>Merdeka pada 1991, Makedonia Utara tak pernah bisa menerobos masuk turnamen besar sebelum menang 1-0 atas Georgia dalam final&nbsp;<em>layoff</em>&nbsp;lewat jalur Nations League yang melontarkan mereka ke turnamen ini.</p>



<p>“Saya tak sabar menantikan pertandingan pembuka melawan Austria,” kata gelandang Enis Bardhi. “Kami tak datang ke sini untuk jadi&nbsp;<em>underdog&nbsp;</em>dan hanya menjadi pelengkap turnamen. Kami ada di sini guna menunjukkan kepada dunia bahwa kami mampu memainkan sepakbola yang bagus. Kami yakin bisa mencapai babak&nbsp;<em>knockout</em>.”</p>



<p><strong>Kemungkinan line-up</strong>&nbsp;(laman Euro 2020 – UEFA)</p>



<p><strong>Austria:</strong>&nbsp;Daniel Bachmann; Stefan Lainer, Aleksandar Dragovic, Martin Hinteregger, Andreas Ulmer; Konrad Laimer, Alaxander Schlager; Marcel Sabitzer, Julian Baumgartner, David Alaba; Marko Arnautovic</p>



<p><strong>Makedonia Utara:</strong>&nbsp;Stole Dimitrievski; Stefan Ristovski, Visar Musliu, Darko Velkovski, Ezgjan Alioski; Arijan Ademi, Boban Nikolov, Enis Bardi; Eljif Elmas, Goran Pandev, Aleksandar Trajkovski</p>



<p><strong>Skenario pertandingan</strong></p>



<p>Austria sering tidak konsisten kala bertanding dalam turnamen-turnamen besar, dan menjadi tugas pelatih Franco Foda untuk memupus catatan buruk itu. Seharusnya Foda mampu karena dia dianugerahi salah satu tim paling menarik dalam Euro 2020.</p>



<p>Dipimpin David Alaba, Austria biasanya bermain fleksibel dalam formasi 4-2-3-1 di mana pemain-pemain sayap mereka acap naik membantu striker.</p>



<p>Alaba dan mitranya di sayap kanan, Stefan Laine, akan terus mengisi peran itu setelah dimainkan berbeda dari posisinya selama bersama Bayern dengan hampir selalu beroperasi di sayap selama bersama timnas Austria.</p>



<p>Tetapi gerak ofensif mereka acap membuat sistem empat bek mereka timpang. Untuk itu, Foda menutup ketimpangan ini dengan memasang gelandang bertahan Florian Grillitsch sebagai pelapis pertahanan sekaligus penyambung lini tengah dan serangan.</p>



<p>Grillitsch yang bintang Hoffenheim ini adalah gelandang berorientasi bertahan yang akan melindungi duo bek tengah Martin Hinteregger dan Aleksandar Dragovic untuk membuat sistem salin warna menjadi 3-4-3 begitu tim maju menyerang.</p>



<p>Ofensif Austria itu makin ditunjang oleh para penjelajah mumpuni di lapangan tengah seperti Xaver Schlager, Konrad Laimer dan Marcel Sabitzer di mana yang terakhir ini menjadi sosok paling kreatif di lapangan tengah Austria.</p>



<p>Dengan formasi dua per tiga pertama lapangan yang di atas kertas kokoh ini, maka seharusnya menjadi lebih gampang bagi Sasa Kalajdzic atau Marko Arnautovic dalam menjalankan tugas sebagai ujung serangan. Bahkan Sabitzer bisa turut meruncingkan serangan Austria sekalipun dia dan Baumgartner lebih ditugaskan menjadi pemasok bola di depan pertahanan lawan.</p>



<p>Akan halnya Makedonia Utara, menyadari kualitas lawan yang sudah dua kali mengalahkannya baik tandang maupun kandang, pelatih Igor Angelovski diperkirakan mengadopsi sistem konservatif lewat formasi 5-3-2 dengan menaruh dua sayap guna mendukung baik penyerang maupun bek, tergantung apa yang terjadi di lapangan nanti.</p>



<p>Ezgjan Alioski dan Stefan Ristovski biasanya mengisi dua posisi bek sayap. Alioski lebih diberi kebebasan bermanuver mengingat pemain Leeds United ini piawai mengirimkan umpan dari lebar lapangan.</p>



<p>Tetapi sepertinya Makedonia Utara akan cenderung ke belakang mengantisipasi agresi Austria dengan memasangkan tiga bek ulet Darko Velkovski, Visar Musliu dan Kire Ristevski, yang dilapis bek kanan Stefan Ristovski yang lebih berpengalaman sebagai bek.</p>



<p>Di tengah, Stefan Spirovski dan Arijam Ademi akan berduet melindungi pertahanan dan sekaligus melapis gelandang berorientasi menyerang, Boban Nikolov, untuk akhirnya menyokong Eljif Elmas.</p>



<p>Elmas sendiri, bersama Aleksandar Trajkovski, bakal mengapit striker utama Goran Pandev yang walau sudah berusia 37 tahun tetap mengerikan di depan gawang lawan, termasuk saat melawan Jerman dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 itu.</p>



<p><strong>Statistik kedua tim</strong></p>



<p>Austria dan Makedonia Utara berada dalam satu grup kualifikasi Euro 2020. Austria dua kali mengalahkan Makedonia dalam fase ini.</p>



<p>Dalam lima pertandingan terakhir masing-masing tim, Austria hanya menang satu kali dan dua kali seri, sedangkan Makedonia Utara lebih baik dengan tiga kemenangan dan sekali seri.</p>



<p>Austria tak pernah bisa melewati fase grup dalam putaran final Euro sebelumnya.</p>



<p>Ini turnamen besar pertama yang diikuti Makedonia Utara. Bersama Finlandia, mereka berstatus debutan dalam Euro 2020 ini.</p>



<p>Austria sudah memainkan enam pertandingan putaran final Euro dalam fase grup tetapi tidak satu kali pun menang sehingga bagi David Alaba dkk turnamen ini juga menjadi episode upaya memecahkan telor yang tak kunjung bisa mereka lakukan sebelum ini.(bgn123)21061307</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/preview-euro-2020-austria-vs-makedonia-utara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Preview Euro 2020: Inggris vs Kroasia</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/preview-euro-2020-inggris-vs-kroasia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=preview-euro-2020-inggris-vs-kroasia</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/preview-euro-2020-inggris-vs-kroasia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Marley]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2021 02:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[inggrisvskroasia]]></category>
		<category><![CDATA[previeweuro2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=32154</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BX6N4.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BX6N4.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BX6N4-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BX6N4-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BX6N4-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Internasional, baliglobalnews Bagi Inggris, pertemuan dengan Kroasia dalam Grup D ini adalah kesempatan membalas ulah Kroasia dalam turnamen besar sebelumnya ketika Inggris tersingkir dalam semifinal Piala Dunia 2018 setelah balik dihantam 2-1 oleh negara pecahan bekas Yugoslavia itu pada babak perpanjangan waktu. Inggris sebenarnya sudah membalas kekalahan itu, juga dengan skor 2-1, tapi bukan dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BX6N4.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BX6N4.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BX6N4-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BX6N4-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/000_9BX6N4-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Internasional, baliglobalnews</p>



<p>Bagi Inggris, pertemuan dengan Kroasia dalam Grup D ini adalah kesempatan membalas ulah Kroasia dalam turnamen besar sebelumnya ketika Inggris tersingkir dalam semifinal Piala Dunia 2018 setelah balik dihantam 2-1 oleh negara pecahan bekas Yugoslavia itu pada babak perpanjangan waktu.</p>



<p>Inggris sebenarnya sudah membalas kekalahan itu, juga dengan skor 2-1, tapi bukan dalam turnamen besar, Nations League 2018-2019, empat bulan setelah nestapa Piala Dunia 2018 itu. Inggris hanya perlu pembalasan itu dikukuhkan di Stadion Wembley nanti malam untuk menunjukkan mereka superior terhadap Kroasia.</p>



<p>Three Lions bisa membanggakan rapor selama memainkan turnamen besar di Wembley sebelumnya yang tak pernah kalah. Dan kali ini Wembley lebih istimewa lagi karena jika segalanya mulus Inggris bisa memainkan enam pertandingan di sini, termasuk final.</p>



<p>Sempat diliputi kekhawatiran mengenai cedera Harry Maguire, Inggris mendapatkan suntikan semangat setelah kapten Manchester United itu sudah bergabung lagi berlatih dengan tim.</p>



<p>Kabar ini menyemangati barisan belakang Inggris sekalipun pelatih Gareth Southgate tak kekurangan opsi dalam posisi ini, termasuk menduetkan bek tengah John Stones dengan bek tengah Aston Villa Tyrone Mings, atau memasang tiga bek tengah yang diapit dua bek sayap.</p>



<p>Southgate juga mungkin tak bisa memasukkan Jordan Henderson di tengah karena cedera, tapi dia masih memiliki Declan Rice untuk menambal ketidakhadiran Henderson, baik itu untuk dibiarkan beroperasi sendirian atau disandingkan dengan Kalvin Philips.</p>



<p>Lini lainnya seperti aman-aman saja. Kapten Harry Kane tetap memimpin unit serangan, dan kemungkinan bermitra dengan Marcus Rashford dan Raheem Sterling. Yang paling menarik adalah nasib tiga gelandang kreatif mereka; Phil Foden, Mason Mount dan Jack Grealish, apakah dimainkan bersama atau dicicil diturunkan.</p>



<p>“Entah kami bermain bersama pemain sayap dalam (formasi) 4-3-3, para nomor 10 dalam 3-4-3, dengan dua pemain sayap dan seorang nomor 10 dalam 4-2-3-1, kami memiliki pemain-pemain yang amat menarik pada slot depan yang bisa memenangi pertandingan,” kata Southgate seperti dikutip Reuters.</p>



<p>Yang pasti akhir menyesakkan dada semifinal Piala Dunia 2018 masih menghantui Inggris, apalagi salah satu pemain Kroasia yang membuat luka Inggris siap bermain lagi walau sudah dimakan usia. Luka Modric memang sudah berusia 35 tahun, tapi dia tetap ancaman, bersama dengan mitranya yang gelandang tangguh dari Chelsea, Mateo Kovacic.</p>



<p>“Luka itu unik, dia profesional sejati dan dia mendapatkan itu semua baik pada tingkat klub maupun internasional, dengan menjadi gelandang terbaik di dunia,” kata Kovacic.</p>



<p>Kovacic, dan skuad Kroasia umumnya, tahu pasti mengulang skenario Moskow tiga tahun lalu di Wembley membutuhkan lebih dari romantisme karena tantangan kali ini berbeda.</p>



<p>Tapi seperti Inggris, Kroasia juga tak kekurangan stok pemain bagus, salah satunya adalah yang harus diwaspadai Inggris, gelandang serang Inter Milan Ivan Perisic.</p>



<p>Perisic adalah anggota skuad Kroasia yang paling sering terlibat dalam proses gol tim saat turnamen-turnamen besar, dengan tujuh gol dan 4 assist dalam Piala Dunia dan Euro.</p>



<p>Dia satu dari tiga pemain Eropa yang selalu mencetak gol atau asisst dalam empat pertandingan turnamen besar sejak Euro 2012 selain Andres Iniesta dan Cristiano Ronaldo.</p>



<p><strong>Kemungkinan line-up</strong>&nbsp;(dikutip dari laman UEFA)<br><strong>Inggris 4-3-3:</strong>&nbsp;Jordan Pickford; Kyle Walker, John Stones, Tyrone Mings, Ben Chilwell; Kalvin Phillips, Declan Rice; Raheem Sterling, Mason Mount, Phil Foden; Harry Kane</p>



<p>Kroasia 4-1-4-1: Dominik Livakovic; Sime Vrsaljko, Duje Caleta-Car, Damogaj Vida, Josko Gvardiol; Marcelo Brozovic; Andrej Kramaric, Luka Modric, Mateo Kovacic, Ivan Perisic; Ante Rebic</p>



<p><strong>Skenario pertandingan</strong></p>



<p>Jika prediksi line-up UEFA itu sejalan dengan yang dipasang Southgate saat kickoff Minggu pukul 20.00 WIB di Wembley nanti, maka Inggris akan tampil ofensif dan secepat mungkin mencetak gol, apalagi empat pemain pada dua per tiga terakhir lapangan mereka rata-rata haus gol.</p>



<p>Mereka akan dibuat nyaman oleh susunan bek yang rata-rata aktif menyerang, termasuk Maguire sendiri jika masuk skuad.</p>



<p>Seandainya Raheem Sterling, Mason Mount, Phil Foden dan Kane dipasang sebagai empat dari sebelas pemain pertama Inggris, maka Kroasia mesti waspada karena Southgate ingin secepatnya memetik buah dari anugerah dikarunia skuad yang kaya opsi serangan.</p>



<p>Untuk menutup ketiadaan Maguire, Southgate bisa saja memasang tiga bek di mana Luke Shaw ditaruh di kiri tapi ini membuat Tyrone Mings keluar menyusul penampilan kurang mengesankan saat melawan Rumania dalam laga persahabatan.</p>



<p>Bukayo Saka juga masih menghadapi masalah pada panggul dan ini membuat bos Three Lions harus memilih satu atau dua pemain, antara Rashford, Jadon Sancho, Sterling, Mason Mount, Grealish dan Foden untuk membantu Kane.</p>



<p>Sudah menduga Inggris akan ofensif, Kroasia kemungkinan besar membangun sistem blok yang solid dan sekaligus serangan balik mematikan, dengan menaruh Ante Rebic sendirian di ujung depan sistem ini.</p>



<p>“Kami tahu Inggris cepat sekali dan sangat agresif dalam serangan, mereka punya pemain-pemain top. Kami mesti merespons dengan blok yang solid, namun juga berusaha menguasai bola dan mencoba menyerang karena bertahan saja tidak bagus bagi kami,” kata pelatih Zlatko Dalic.</p>



<p>Mengingat bek berpengalaman Dejan Lovren masih cedera, maka Domagoj Vida dan Duje Caleta-Car akan diduetkan di jantung pertahanan. Dalic juga akan mempertahankan starter melawan Belgia dalam laga persahabatan sebelum Euro 2020, termasuk Mateo Kovacic dan Modric.</p>



<p>Tapi pilihan Rebic masih bisa diubah dengan Bruno Petkovic. Sedangkan untuk memotong suplai bola kepada Kane, Kroasia memasang Marcelo Brozovic di tengah untuk berduet dengan Kovacic yang akan membuat striker leluasa menusuk kotak penalti Inggris.</p>



<p>Pola ini membuat Modric mendapatkan kebebasan untuk merancang peluang bagi trio serangan di belakang striker utama yang kemungkinan Andrej Kramaric, sedangkan Perisic dan Rebic menyamping mengapit Kramaric.</p>



<p><strong>Statistik kedua tim</strong></p>



<p>Laga pembuka Grup D ini adalah pertemuan ketiga antara Inggris dan Kroasia dalam Piala Eropa dan Piala Dunia. Three Lions mengalahkan Kroasia 4-2 dalam fase grup Euro 2004, sebaliknya Kroasia membalikkan kedudukan 2-1 dalam semifinal Piala Dunia 2018.</p>



<p>Inggris sudah 10 kali lolos ke putaran final Piala Eropa namun tak pernah masuk final setelah memainkan 31 pertandingan.</p>



<p>Inggris tidak terkalahkan di Wembley dalam pertandingan turnamen besar, yakni Piala Dunia 1966 dan Euro 1996, dengan menang tujuh kali dan seri empat kali dalam 11 pertandingan di stadion itu sebelumnya (di luar adu penalti).</p>



<p>Ini partisipasi keenam Kroasia dalam Piala Eropa dan yang kelima secara beruntun. Sejak keikutsertaan pertama pada 1996, Kroasia tiga kali melewati fase grup dengan pencapaian terbaik mencapai perempat final 1996 dan 2008.</p>



<p>Inggris tak pernah menang dalam pertandingan pembuka Piala Eropa, sebaliknya Kroasia tak terkalahkan dalam lima pertandingan pembuka Euro.</p>



<p>Di luar adu penalti, Kroasia hanya kalah dua kali dalam 11 pertandingan Euro terakhirnya, dan keduanya melawan tim yang akhirnya juara, yakni Spanyol pada 2012 dan Portugal pada 2016.</p>



<p>Inggris memiliki rasio mencetak gol per pertandingan paling tinggi selama kualifikasi Euro 2020 dibandingkan peserta-peserta Euro 2020 lainnya dengan 4,6 gol per laga.(bgn123)21061306</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/preview-euro-2020-inggris-vs-kroasia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
