<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ppkmmikroberbasisdesa &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/ppkmmikroberbasisdesa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Jun 2021 15:23:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>ppkmmikroberbasisdesa &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dandim Badung Evaluasi Penerapan PPKM Mikro Berbasis Desa Jelang Pembukaan Pariwisata Bali</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dandim-badung-evaluasi-penerapan-ppkm-mikro-berbasis-desa-jelang-pembukaan-pariwisata-bali/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dandim-badung-evaluasi-penerapan-ppkm-mikro-berbasis-desa-jelang-pembukaan-pariwisata-bali</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dandim-badung-evaluasi-penerapan-ppkm-mikro-berbasis-desa-jelang-pembukaan-pariwisata-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2021 15:23:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[dandimbadung]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisatabali]]></category>
		<category><![CDATA[ppkmmikroberbasisdesa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=32857</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="958" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054-1024x766.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054-768x575.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Menjelang pembukaan pariwisata Bali pada Juli 2021 mendatang Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana, melakukan evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro Tingkat Desa. &#8220;Penerapan PPKM di tingkat desa yang ada wilayah Badung dan Denpasar sudah sangat bagus, sehingga pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan akan hal ini,&#8221; kata Made Alit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="958" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054-1024x766.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054-768x575.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210618-WA0054-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Menjelang pembukaan pariwisata Bali pada Juli 2021 mendatang Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana, melakukan evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro Tingkat Desa.</p>



<p>&#8220;Penerapan PPKM di tingkat desa yang ada wilayah Badung dan Denpasar sudah sangat bagus, sehingga pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan akan hal ini,&#8221; kata Made Alit Yudana, saat peninjauan, Jumat (18/06/2021).</p>



<p>Hal itu dikarenakan, Satgas yang ada di tingkat desa telah menjalankan fungsinya dengan baik dan mampu menekan angka penyebaran COVUD-19 yang ada di tiap-tiap desa.</p>



<p>&#8220;Ya memang kami tidak pernah khawatir mengenai masalah penerapan sistem yang ada di tiap-tiap desa, yang kami khawatirkan adalah semangat mereka yang menjadi kendor, jadi kita datang untuk menyemangati,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya ingin menggali apa yang menjadi permasalahan di lapangan dan melakukan evaluasi. &#8220;Nyatanya memang Bali sangat oke, hal ini didukung juga dengan adanya tekad dari masyarakat desa yang benar-benar ingin masalah COVID-19 ini cepat tuntas dan semangat yang tinggi dalam menyambut pembukaan pariwisata,&#8221; katanya.</p>



<p>Sehingga momentum tersebut menurut saya mempengaruhi tingkat kesadaran masyarakat dalam disiplin menerapkan protokol kesehatan.</p>



<p>Kegiatan evaluasi tersebut dilakukan disejumlah titik di wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Dandim 1611/Badung beserta jajaran meninjau secara langsung keberlangsungan penerapan PPKM Skala Mikro di 4 (empat) titik di wilayah Kodim 1611/Badung, diiantaranya, Desa Dalung, Desa Sumerta Kelod, Desa Sidakarya, dan Pos PPKM di Kelurahan Jimbaran.</p>



<p>Dalam pelaksanaanya, kegiatan evaluasi diawali di Pos PPKM Mikro Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana, Kapolsek Kuta Utara, AKP Putu Diah Kurniawandari, Perbekel Desa Dalung Putu Arip Wiratya, Bendesa Adat Daluang I Nyoman Widana, Ketua Satgas Desa Dalung I Made Trimayasa dan Ketua Satgas Desa Adat Dalung, I Gede Suarta.</p>



<p>Sementara, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana menjelaskan, kedatangan Dandim 1611/Badung beserta jajarannya tersebut berkaitan dengan evaluasi penerapan PPKM di wilayah Desa Dalung.</p>



<p>&#8220;Dengan kehadiran Dandim Badung, tentu kita akan terus berusaha bagaimana untuk dapat mengantisipasi peningkatan kasus yang terjadi di desa kami. Ya bagaimanapun juga, kita sudah sepakat untuk terus berusaha menurunkan angka COVID-19 di desa kami, sambil menunggu Bulan Juli ini,&#8221; kata Eka Parmana.</p>



<p>Menurutnya, kedatangan Dandim merupakan suatu motivasi bagi pihaknya, untuk dapat betul-betul mengantisipasi peningkatan kondisi di Desa Dalung dalam kasus penyebaran COVID-19, yang dalam kurun waktu belakangan ini sempat menunjukan tren penuruan yang cukup bagus, hal tersebut dikarenakan masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya penerapan disiplin protokol kesehatan atau Prokes dalam menyambut pembukaan Pariwisata Bali Juli 2021 mendatang.</p>



<p>Ia berharap, pariwisata dapat segera kembali dibuka, sehingga ekonomi masyarakat dapat kembali menggeliat lagi. Dapat kita lihat juga dari tingkat kesadaran masyarakat desa yang sudah betul-betul sadar dan disiplin dalam menerapkan Prokes sehingga dapat menjadi tolak ukur kesiapan kami dalam menyambut pariwisata di era kenormalan yang baru&#8221;, jelasnya.(bgn008)21061834</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dandim-badung-evaluasi-penerapan-ppkm-mikro-berbasis-desa-jelang-pembukaan-pariwisata-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Optimalisasi PPKM Mikro Berbasis Desa, Bupati Sanjaya Ngantor di Desa Zona Merah</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/optimalisasi-ppkm-mikro-berbasis-desa-bupati-sanjaya-ngantor-di-desa-zona-merah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=optimalisasi-ppkm-mikro-berbasis-desa-bupati-sanjaya-ngantor-di-desa-zona-merah</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/optimalisasi-ppkm-mikro-berbasis-desa-bupati-sanjaya-ngantor-di-desa-zona-merah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2021 01:03:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemda Tabanan]]></category>
		<category><![CDATA[bupatisanjaya]]></category>
		<category><![CDATA[desazonamerah]]></category>
		<category><![CDATA[ngantor]]></category>
		<category><![CDATA[optimalisasiPPKM]]></category>
		<category><![CDATA[ppkmmikroberbasisdesa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=24414</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1154" height="768" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3.jpg 1154w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3-1024x681.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3-768x511.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1154px) 100vw, 1154px" /></div>Tabanan, Baliglobalnews Sebagai upaya memotivasi masyarakat dalam rangka optimalisasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, ngantor di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, yang merupakan desa zona merah Covid-19, Jumat (5/3). Langkah itu dilakukan sebagai langkah awal untuk meningkatkan efektivitas PPKM berskala mikro berbasis desa, demi mencegah penularan ataupun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1154" height="768" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3.jpg 1154w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3-1024x681.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3-768x511.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/Dauh-Peken3-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1154px) 100vw, 1154px" /></div>
<p>Tabanan, Baliglobalnews</p>



<p>Sebagai upaya memotivasi masyarakat dalam rangka optimalisasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, ngantor di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, yang merupakan desa zona merah Covid-19, Jumat (5/3).</p>



<p>Langkah itu dilakukan sebagai langkah awal untuk meningkatkan efektivitas PPKM berskala mikro berbasis desa, demi mencegah penularan ataupun penyebaran pandemi Covid-19, mulai dari tingkat desa sampai banjar-banjar yang ada didalamnya dengan melibatkan satgas Desa sebagai salah satu garda terdepan.</p>



<p>Bupati Sanjaya menegaskan optimalisasi ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Mengingat sesuai atensi dari Pemerintah Pusat sebelumnya, Tabanan kembali dinyatakan sebagai tiga kabupaten/kota zona merah Covid-19 di Bali.</p>



<p>&#8220;Namun selang dua hari ini, kita di Tabanan sempat memasuki zona orange. Ini situasi yang patut kita syukuri,&#8221; ujar Bupati Sanjaya saat melakukan rapat dengan para Asisten dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta perbekel, bendesa adat dan tokoh masyarakat setempat, di ruang rapat Kantor Perbekel Desa Dauh Peken, Jumat (5/3).</p>



<p>Da menegaskan, setelah melakukan rakor evaluasi penanganan Covid-19 pada kamis 4 Maret 2021 terungkap Kabupaten Tabanan dinyatakan zona merah kembali oleh Pemerintah Pusat. Kondisi tersebut dikatakan Sanjaya, bahwa PPKM mikro berbasis desa ini belum optimal dan mengetuk hatinya untuk melakukan pekerjaan langsung dari desa yang termasuk zona merah guna meningkatkan optimalisasi PPKM tersebut.</p>



<p>&#8220;Artinya, penanganan pandemi dengan PPKM mikro berbasis desa ini, bukan berarti membebankan persoalan kepada desa adat dan desa dinas saja. Tetapi bagaimana pemerintah kabupaten ini turun di tengah-tengah masyarakat, khususnya di desa yang dikategorikan sebagai zona merah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di samping itu, dia juga mengatakan dengan langsung berada di desa kita bsa berinteraksi langsung mengetahui permasalahan dan kebutuhan masyarakat. Tentunya kegiatan ini merupakan langkah awal dan tidak berhenti di Desa Dauh Peken saja. Selama kegiatan ini berdampak positif dalam penanggulangan penyebaran pandemi di Tabanan, akan tetap dilakukan.</p>



<p>Untuk saat ini, Bupati Sanjaya membeberkan pihaknya membagi tugas dengan Wabup Edi Wirawan dan Sekda I Gede Susila. &#8220;Sekarang Wabup Edi di Desa Banjar Anyar dan Sekda di Desa Perean Tengah. Kita bagi tugas dalam melanjutkan visi misi Nangun Sad Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang unggul, aman dan madani yang salah satu asta programnya adalah membangun berbasis desa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara, sesuai laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, I Nyoman Suratmika, saat itu, sesuai zonasi dari Pemerintah Pusat ada tiga kabupaten/kota di Bali yang kembali dan masih termasuk zona merah Covid-19, yaitu Tabanan, Badung dan Denpasar.</p>



<p>Lebih lanjut dia menyampaikan, kebanyakan kasus positif Covid-19 di Tabanan masih didominasi oleh tiga kecamatan, yakni Kediri, Tabanan dan Kerambitan. &#8220;Kediri, kasus yang amsih dalam perawatan sebanyak 38 orang, akumulasi keseluruhan dari awal ada 886 orang. Kerambitan saat ini kasus aktifnya 17, total kasusnya ada 889. Kemudian kalau di kecamatan Tabanan total kasusnya 821, kemudian yang dalam perawatan 35,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk keseluruhan kasus yang ada di Tabanan, dikatakannya sejumlah ada 151 kasus yang masih aktif dan sebarannya hampir di seluruh Kecamatan di Tabanan. &#8220;Paling kecil kasus aktifnya di Selbar, yakni 1 kasus dan yang paling tinnggi ada di Kediri dan Tabanan karena mobilitas penduduk di daerah tersebut sangat tinggi,&#8221; katanya. (bgn003)21030712</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/optimalisasi-ppkm-mikro-berbasis-desa-bupati-sanjaya-ngantor-di-desa-zona-merah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
