<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#PKB47 &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/pkb47/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Aug 2025 07:01:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#PKB47 &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pertunjukan Kolosal Seniman Muda Badung Guncang Panggung Terbuka Ardha Candra pada PKB Ke-47</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/pertunjukan-kolosal-seniman-muda-badung-guncang-panggung-terbuka-ardha-candra-pada-pkb-ke-47/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pertunjukan-kolosal-seniman-muda-badung-guncang-panggung-terbuka-ardha-candra-pada-pkb-ke-47</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/pertunjukan-kolosal-seniman-muda-badung-guncang-panggung-terbuka-ardha-candra-pada-pkb-ke-47/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 10:46:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<category><![CDATA[#senimanbadung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=117581</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1066" height="720" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/d64f1949-f0f2-4ab2-b644-505a9f858178-e1754290869464.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/d64f1949-f0f2-4ab2-b644-505a9f858178-e1754290869464.jpg 1066w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/d64f1949-f0f2-4ab2-b644-505a9f858178-e1754290869464-300x203.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/d64f1949-f0f2-4ab2-b644-505a9f858178-e1754290869464-1024x692.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/d64f1949-f0f2-4ab2-b644-505a9f858178-e1754290869464-768x519.jpg 768w" sizes="(max-width: 1066px) 100vw, 1066px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Seniman Muda Badung yang merupakan perkumpulan para seniman asli Kabupaten Badung mengguncang Panggung Terbuka Ardha Candra pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Kamis (18/7/2025) malam. Mementaskan seni pertunjukan kolosal berbasis tradisi, Seniman Muda Badung memberikan pesan jika alam semesta harus dijaga melalui karyanya yang berjudul &#8220;Pasir dan Ukir&#8221;. Pementasan itu langsung mendapat apresiasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1066" height="720" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/d64f1949-f0f2-4ab2-b644-505a9f858178-e1754290869464.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/d64f1949-f0f2-4ab2-b644-505a9f858178-e1754290869464.jpg 1066w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/d64f1949-f0f2-4ab2-b644-505a9f858178-e1754290869464-300x203.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/d64f1949-f0f2-4ab2-b644-505a9f858178-e1754290869464-1024x692.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/d64f1949-f0f2-4ab2-b644-505a9f858178-e1754290869464-768x519.jpg 768w" sizes="(max-width: 1066px) 100vw, 1066px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Seniman Muda Badung yang merupakan perkumpulan para seniman asli Kabupaten Badung mengguncang Panggung Terbuka Ardha Candra pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Kamis (18/7/2025) malam. Mementaskan seni pertunjukan kolosal berbasis tradisi, Seniman Muda Badung memberikan pesan jika alam semesta harus dijaga melalui karyanya yang berjudul &#8220;Pasir dan Ukir&#8221;.</p>



<p>Pementasan itu langsung mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang hadir menyaksikan pementasan. Bahkan semua penonton terlihat takjub dengan garapan yang apik dan memberi pesan yang sangat mendalam.</p>



<p>Director &amp; Stage Manager I Gusti Ngurah Krisna Gita mengatakan jika &#8220;Pasir dan Ukir&#8221; merupakan kisah tentang dua anak kembar yang lahir dari cahaya Ibu Pertiwi. Pasir yang merupakan dari lautan dan Ukir dari gunung yang tumbuh terpisah tanpa mengetahui ikatan darah</p>



<p>di antara mereka. &#8220;Dalam karya pasir ukir ini, bagaimana kita menjaga gunung, menjaga lautan dan alam semesta. Artinya ketika semua dijaga dengan baik maka jagat kerthi itu akan terwujud,&#8221; ujarnya ketika ditemui sebelum pementasan.</p>



<p>Didampingi Komposer I Made Adi Suyoga Adnyana dan I Wayan Andina Suldastyasa, Krisna menyebutkan ketika kerakusan manusia mengoyak tatanan alam, akan menyebabkan bencana dan kepunahan. Sehingga kedua anak kembar itu dipertemukan oleh takdir untuk mengemban Dharma pemulihan semesta. &#8220;Dalam semangat Jagat Kerthi, ajaran luhur untuk memuliakan dan menjaga keseimbangan alam semesta, mereka bersama menanam harapan baru melalui reboisasi, konservasi air, dan edukasi ekologi,&#8221; katanya.</p>



<p>Diakui kisah ini menggugah kesadaran bahwa bumi bukan untuk dieksploitasi, tetapi dijaga dengan cinta, agar generasi mendatang mewarisi bukan kehancuran, melainkan kehidupan yang</p>



<p>harmoni. &#8220;Jadi pertunjukan kurang lebih 1 jam. Bahkan kali ini kita melibatkan kurang lebih 150 seniman yang ada di Kabupaten Badung,&#8221; katanya.</p>



<p>Disinggung mengenai garapan, Krisna mengaku untuk tari digarap selama 2 bulan dan tabuh selama 1,5 bulan. Semuanya disatukan hingga menjadi garapan Pasir dan Ukir. &#8220;Kita kerjanya kolektif, kita buat gerak tari dulu, setelah itu tabuh yang merespon dan sebaliknya, nada musik yang dibuat, baru kita sesuaikan geraknya,&#8221; katanya.</p>



<p>Pihaknya mengaku ajang PKB merupakan ajang yang menjadi pengalaman bagi seniman muda Badung yang sudah ditunjuk sebagai wakil Pemkab Badung. Pihaknya berharap dengan kegiatan ini seniman muda Badung, bisa belajar dan berkreasi terus menerus dalam dunia kesenian.</p>



<p>Sementara Komposer I Made Adi Suyoga Adnyana menyampaikan dalam garapan kolosal, pihaknya mengaku memiliki tantangan tersendiri. Diakui untuk menyatukan seniman-seniman baru membutuhkan proses. &#8220;Tantangan baru, untuk menyatukan persepsi yang menjadi tantangan. Namun dengan diskusi bisa berjalan sesuai harapan,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia mengakui khusus untuk karawitan atau tabuh, melibatkan 33 orang dari 150 seniman yang terlibat. Untuk menyatukan musik atau gambelan dalam sebuah tarian pihaknya memakan waktu 2 minggu. &#8220;Jadi menyatukan tarian dan musik memakan waktu 2 minggu selanjutnya kita latihan berbarengan gambelan dan tarian agar kompak semuanya,&#8221; katanya.</p>



<p>Pada kolosal itu juga melibatkan I Made Kass Winata Keneh sebagai Pimpinan Produksi dan Ni Putu Ari Sidiastini selaku Art Director &amp; Koreografer. (adv/bgn003)25071801</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/pertunjukan-kolosal-seniman-muda-badung-guncang-panggung-terbuka-ardha-candra-pada-pkb-ke-47/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sanggar Seni Tindak Alit Duta Badung Tampil Apik dalam Parade Ngelawang PKB Ke-47</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/sanggar-seni-tindak-alit-duta-badung-tampil-apik-dalam-parade-ngelawang-pkb-ke-47/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sanggar-seni-tindak-alit-duta-badung-tampil-apik-dalam-parade-ngelawang-pkb-ke-47</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/sanggar-seni-tindak-alit-duta-badung-tampil-apik-dalam-parade-ngelawang-pkb-ke-47/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2025 10:22:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#karyaseni]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=117371</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1439" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-scaled.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-scaled.jpeg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-300x169.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-1024x576.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-768x432.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-1536x864.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-2048x1152.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Sanggar Seni Tindak Alit yang menjadi duta Kabupaten Badung tampil apik dalam gelaran Parade Ngelawang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 pada Sabtu (12/7/2025). Sanggar dari Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, itu membawakan pertunjukan bertajuk &#8220;Nangiang Warih&#8221;. Menurut Koordinator yang juga Pemilik Sanggar, I Putu Candra Pradhita, inspirasi Nangiang Warih berasal dari dokumentasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1439" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-scaled.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-scaled.jpeg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-300x169.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-1024x576.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-768x432.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-1536x864.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-13-at-15.17.26-2048x1152.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Sanggar Seni Tindak Alit yang menjadi duta Kabupaten Badung tampil apik dalam gelaran Parade Ngelawang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 pada Sabtu (12/7/2025). Sanggar dari Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, itu membawakan pertunjukan bertajuk &#8220;Nangiang Warih&#8221;.</p>



<p>Menurut Koordinator yang juga Pemilik Sanggar, I Putu Candra Pradhita, inspirasi Nangiang Warih berasal dari dokumentasi pertunjukan barong era tahun 60-an. Namun, sejak banyaknya anggota seka yang meninggal, kesenian ini vakum selama puluhan tahun dan baru kembali dihidupkan di PKB 2025. &#8220;Tema yang kami angkat adalah sejarah lahirnya kembali seka barong yang 40 tahun vakum. Momen ini menjadi kebangkitan seka yang pernah menghibur masyarakat kala itu. Kami bahkan menghadirkan sejumlah topeng yang dulunya digunakan sebagai ngelawang,&#8221; katanya.</p>



<p>Parade ngelawang berjalan dari pelataran Kalangan Ayodya menuju pelataran Gedung Kriya, Taman Budaya Art Center. Dalam pertunjukan tersebut, Sanggar Tindak Alit menggandeng Yowana Sempidi yang diwakili oleh pemuda dari 10 banjar. Sebanyak 100 orang terlibat, di antaranya terdiri dari 8 anak-anak penari barong, 20 penari, 26 penabuh, serta pembawa uparengga dan papan nama.</p>



<p>Belasan topeng tua berusia lebih dari 50 tahun ditampilkan kembali. Pertunjukan ini juga dikemas dengan alur cerita mengharukan, dimana seorang anak kecil yang bercita-cita menari barong tiba-tiba didatangi sosok kakeknya, seorang penari lawas, yang kemudian menyampaikan nilai-nilai leluhur. Cerita ini membentuk hubungan antargenerasi dan menegaskan bahwa apa yang diwariskan para leluhur harus terus dijaga oleh generasi muda.</p>



<p>&#8220;Keterlibatan pemuda dari 10 banjar juga menjadi momen penting untuk mempererat interaksi dan rasa kebersamaan antardesa adat. Temen-temen yowana menyambut baik, mereka akan berinteraksi sehingga mengakrabkan pemuda dari 10 banjar ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Pertunjukan ngelawang sempat dipentaskan sebelum tampil di PKB. Penampilan seni lawas ini mampu menyentuh emosi penonton. Banyak yang larut dalam nostalgia, bahkan meneteskan air mata. &#8220;Memang sangat sulit menghidupkan kembali. Jujur, rekaman tidak ada, namun beberapa pelaku lama masih hidup. Ini menjadi ajang nostalgia,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan PKB sebagai wadah kebanggaan dalam melestarikan seni budaya. &#8220;Ayo, jadikan ajang ini sebagai kebanggaan dalam melestarikan budaya. Goal-nya memang di sini,&#8221; tandasnya. (adv/bgn003)25071301</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/sanggar-seni-tindak-alit-duta-badung-tampil-apik-dalam-parade-ngelawang-pkb-ke-47/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tampil Memukau, Sanggar Seni Pranawa Swaram Duta Badung pada Ajang PKB Ke-47 Bawakan 4 Tabuh dan 2 Tari Legong</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/tampil-memukau-sanggar-seni-pranawa-swaram-duta-badung-pada-ajang-pkb-ke-47-bawakan-4-tabuh-dan-2-tari-legon/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tampil-memukau-sanggar-seni-pranawa-swaram-duta-badung-pada-ajang-pkb-ke-47-bawakan-4-tabuh-dan-2-tari-legon</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/tampil-memukau-sanggar-seni-pranawa-swaram-duta-badung-pada-ajang-pkb-ke-47-bawakan-4-tabuh-dan-2-tari-legon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 13:13:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#dutabadung]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<category><![CDATA[#tabuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=117058</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1200" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Penampilan Duta Kabupaten Badung, Sanggar Seni Pranawa Swaram, berhasil memukau penonton dalam Rekasedana Kesenian Tradisional di Kalangan Angsoka, Art Center, Denpasar, pada Minggu (6/7/2025). Duta Banjar Kaja, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, itu membawakan empat tabuh dan dua Tari Legong. Di antaranya ada tabuh karya Maestro Seni I Wayan Lotring yang menjadi fokus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1200" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Penampilan Duta Kabupaten Badung, Sanggar Seni Pranawa Swaram, berhasil memukau penonton dalam Rekasedana Kesenian Tradisional di Kalangan Angsoka, Art Center, Denpasar, pada Minggu (6/7/2025).</p>



<p>Duta Banjar Kaja, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, itu membawakan empat tabuh dan dua Tari Legong. Di antaranya ada tabuh karya Maestro Seni I Wayan Lotring yang menjadi fokus utama dari penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.&nbsp;</p>



<p>Koordinator Sanggar Seni Pranawa Swaram I Gede Eka Adi Saputra mengatakan penampilan ini yang pertama kalinya di PKB. Pihaknya menampilkan empat tabuh kreasi dengan diiringi Tari Legong. &#8220;Di sini kami mengangkat tabuh-tabuh karya Maestro Lotring dan Tari Legong. Itu yang kami tonjolkan di sini sebagai kesenian tradisi di Badung,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Penampilan yang memukau ini dibuka dengan tabuh Gending Kawitan yang merupakan karya Maestro I Wayan Lotring. Gending Kawitan digarap sedemikian rupa, dengan keunikan tersendiri. Garapan gending Kawitan ini diawali dengan instrumen kemong, yang secara umum berfungsi memberikan tekanan atau aksen pada kalimat-kalimat gending gamelan semar pagulingan saih lima maupun saih pitu. Namun, dalam gending Kawitan, kemong ialah instrumen penting untuk memberikan aksen awalan (pengawit).&nbsp;</p>



<p>Dia menyatakan dalam gending ini ada perpaduan konsep kebyar yang bernuansa keras dan tegas. Garapan ini juga memberikan gambaran indahnya suasana gelombang ombak pantai kuta, yang ditransformasikan lewat unsur-unsur musikal karawitan Bali. &#8220;Seperti pengolahan jalinan melodi, permainan tempo, ritme serta menyatukan unsur harmoni yang sangat penting untuk membentuk karakter dan suasana pada garapan Gending Kawitan,&#8221; katanya.&nbsp;</p>



<p>Penampilan kedua, yakni Tari Legong Pelayon. Tarian ini mengisahkan seorang puteri raja yang bernama Ni Diah Rangkesari, sedang bermain dan bercengkrama dengan teman-teman sepermainannya. Tarian ini memiliki koreografi yang sangat indah dengan rangkaian gerak-gerak ritmis yang indah dan dinamis serta menonjolkan keragaman gerak serta keindahan gerak yang menyatu dengan iringan musik. &#8220;Legong Pelayon mempunyai ciri khas agem dan gerakan lemah gemulai mengikuti alunan melodi gamelan palegongan yang melankolis, syahdu, dan sendu,&#8221; katanya.</p>



<p>Kemudian ada Tabuh Cingkrem, yang merupakan sebuah karya musik tradisional Bali yang mengangkat tema pertemuan sosial yang akrab dan penuh kehangatan. Dalam budaya Bali, cingkrem bukan hanya sekadar berkumpul, tetapi merupakan momen penting untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh rasa kebersamaan di antara anggota masyarakat.</p>



<p>Melalui irama yang dinamis dan penuh semangat, tabuh ini menggambarkan kegembiraan saat warga berkumpul, saling bertukar cerita, berbagi pengalaman, serta mendukung satu sama lain dalam kebersamaan. Komposisi musik Cingkrem mengalir dengan nuansa hangat dan harmonis, mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan dan solidaritas yang mendalam.</p>



<p>Melalui keindahan melodi dan ritme yang memikat, Cingkrem mengajak pendengar untuk merasakan pentingnya menjaga hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian menjadikan tabuh ini sebagai wujud penghormatan terhadap tradisi dan nilai-nilai budaya Bali yang kaya dan lestari.</p>



<p>Terakhir ada Tari Legong Kuntul, yang menggambarkan karakteristik keanggunan sekelompok burung bangau atau kokoan putih. Tarian ini menunjukkan burung bangau yang melakukan kebiasaan sehari-hari dalam bercengkrama, mencari makan dan terbang dengan formasi yang begitu indah.</p>



<p>&#8220;Yang saat ini pentas adalah anak-anak dengan tujuan mencari bibit-bibit baru untuk menghidupkan seni tradisi Bali. Ada 25 penabuh anak-anak dan enam penari,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara salah satu penabuh, I Made Kenzo Astarama Putra mengaku, mempersiapkan diri selama empat bulan untuk tampil di PKB. Selama waktu tersebut siswa kelas 5 SD ini belajar cara menyelaraskan tabuh dan tari, serta tentunya agar permainan dalam Kesenian Kreasi ini dapat dinikmati dengan baik. Dirinya pun merasa bangga dapat tampil di PKB ke-47, utamanya sebagai langkah pelestarian budaya. &#8220;Kalau bukan kita (generasi muda) yang melestarikan budaya, siapa lagi,&#8221; ucapnya. (adv/bgn003)25070605</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/tampil-memukau-sanggar-seni-pranawa-swaram-duta-badung-pada-ajang-pkb-ke-47-bawakan-4-tabuh-dan-2-tari-legon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seniman Muda Sanggar Seni Candrawangsa Duta Badung Bawakan Empat Garapan pada Ajang PKB Ke-47</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/seniman-muda-sanggar-seni-candrawangsa-duta-badung-bawakan-empat-garapan-pada-ajang-pkb-ke-47/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=seniman-muda-sanggar-seni-candrawangsa-duta-badung-bawakan-empat-garapan-pada-ajang-pkb-ke-47</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/seniman-muda-sanggar-seni-candrawangsa-duta-badung-bawakan-empat-garapan-pada-ajang-pkb-ke-47/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 12:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#dutabadung]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<category><![CDATA[#sanggarsenicandrawangsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=117031</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1707" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-1024x683.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-1536x1024.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-2048x1365.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Badung, menampilkan pertunjukan gamelan inovatif pada ajang Pesta Kesenian Bali ke-47 tahun 2025. Mereka tampil pada Jumat (4/7/2025) di Panggung Kalangan Angsoka, Art Centre Denpasar. Para seniman yang sebagian besar merupakan anak muda ini membawakan empat garapan. &#8220;Kami menampilkan empat garapan yang terdiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1707" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-1024x683.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-1536x1024.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-2048x1365.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Badung, menampilkan pertunjukan gamelan inovatif pada ajang Pesta Kesenian Bali ke-47 tahun 2025. Mereka tampil pada Jumat (4/7/2025) di Panggung Kalangan Angsoka, Art Centre Denpasar.</p>



<p>Para seniman yang sebagian besar merupakan anak muda ini membawakan empat garapan. &#8220;Kami menampilkan empat garapan yang terdiri dari tiga tabuh dan persembahan terakhirnya adalah tari,&#8221; kata Koordinator Sanggar Seni Candrawangsa, I Gede Ananta Diparesta, sebelum pentas.</p>



<p>Menurut dia, tiga garapan gamelan inovatif itu lahir dari konsep Tapa Prakerti. Itu adalah sebuah konsep yang lahir dari prosesi perayaan hari raya nyepi yang berujung pada saat pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Judul ini mengandung makna pengendalian diri (tapa) dan kembali ke sifat alami atau murni (prakerti). Tapa yang berarti meditasi dan prakerti yang berarti alam semesta.</p>



<p>&#8220;Dari konsep besar tersebut lahirlah tiga garapan musik inovatif yang terbangun atas bagian bagian dari Tri Hita Karana, yaitu Swara Pawitri, Suda Prawerti dan Tepa Slira,&#8221; katanya.</p>



<p>Garapan pertama yang ditampilkan yakni Swara Pawitri. Garapan ini terinspirasi dari sebuah prosesi pemelastian pada hari raya Nyepi yang terbangun atas konsep musikal yang dipadukan dengan suasana yang terjadi pada proses tersebut, sehingga membentuk sebuah jalinan yang terakumulasi menjadi sebuah karya.</p>



<p>Swara Pawitri menjadi judul dari garapan ini mengandung arti swara yang berarti suara dan pawitri menjadi sebuah konsep persembahan. Yang dituangkan dalam kawi gending sehingga sanggup berkomunikasi menjadi persembahan suci meningkatkan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi.</p>



<p>Persembahan kedua yakni Suda Prawerti. Tabuh inovatif ini terinspirasi dari proses tawur kesanga pelaksanaan hari Raya Nyepi, melalui dinamika, laras, dan rasa. Karya ini menggambarkan kerusakan alam akibat keserakahan, lalu bergerak menuju harmoni &#8211; ketika manusia mulai sadar, berbenah, dan bertapa dengan menghaturkan rasa bakti pada bhūmi. Suda Prawerti adalah karya karawitan yang menyuarakan penyucian lingkungan (palemahan) sebagai bagian dari perjalanan spiritual manusia.</p>



<p>Selanjutnya, persembahan gamelan inovatif ketiga yakni Tepa Slira. Ini terinspirasi menjadi karya seni karawitan inovatif yang tercipta dari situasi kondisi yang terjadi pada malam pengerupukan, yang mana sifat kebutaan manusia diuji dalam proses pengarakan ogoh ogoh. &#8220;Sebuah euforia yang menjadi tanda sebuah tenggang rasa yang diabaikan atau diingat,&#8221; pungkasnya. (adv/bgn003)25070506</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/seniman-muda-sanggar-seni-candrawangsa-duta-badung-bawakan-empat-garapan-pada-ajang-pkb-ke-47/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gong Kebyar Legendaris Hipnotis Gubernur Koster hingga Detik Akhir, Minta Dukungan Krama Bali agar Seni Hidup Selamanya</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gong-kebyar-legendaris-hipnotis-gubernur-koster-hingga-detik-akhir-minta-dukungan-krama-bali-agar-seni-hidup-selamanya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gong-kebyar-legendaris-hipnotis-gubernur-koster-hingga-detik-akhir-minta-dukungan-krama-bali-agar-seni-hidup-selamanya</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gong-kebyar-legendaris-hipnotis-gubernur-koster-hingga-detik-akhir-minta-dukungan-krama-bali-agar-seni-hidup-selamanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 13:28:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[#gongkebyar]]></category>
		<category><![CDATA[#GubernurKoster]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=116782</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1707" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-scaled.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-scaled.jpeg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-1024x683.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-1536x1024.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-2048x1365.jpeg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Suasana penuh semangat membalut Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Centre, Denpasar, pada Sabtu malam (28/6/2025). Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama, tribun penonton penuh sesak sejak sore hari, bahkan beberapa di antaranya rela berdiri, hanya demi menyaksikan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Legendaris yang menjadi salah satu pementasan paling ditunggu dalam rangkaian Pesta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1707" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-scaled.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-scaled.jpeg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-1024x683.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-1536x1024.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-2048x1365.jpeg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-19.45.37-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Suasana penuh semangat membalut Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Centre, Denpasar, pada Sabtu malam (28/6/2025). Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama, tribun penonton penuh sesak sejak sore hari, bahkan beberapa di antaranya rela berdiri, hanya demi menyaksikan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Legendaris yang menjadi salah satu pementasan paling ditunggu dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025.</p>



<p>Di tengah dentingan gamelan yang menggema, hadir Gubernur Bali Wayan Koster yang tampak duduk khusyuk menyaksikan pertunjukan hingga akhir acara. Dia tak sendiri. Tampak pula mendampingi sejumlah tokoh penting, seperti Bupati Badung Wayan Adi Arnawa, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Gianyar Ketut Sudarsana, serta Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra.</p>



<p>&#8220;Satu kata &#8216;Luar biasa&#8217;&#8230; para penarinya begitu energik, para penabuhnya sangat luwes walaupun sudah berumur. Membuat kami menjadi termotivasi!&#8221; ujar Gubernur Koster penuh semangat ketika diwawancarai seusai acara.</p>



<p>Tak hanya memuji penampilan, Gubernur Koster juga menyinggung sisi perjuangan di balik panggung yang mungkin tak semua penonton sadari. Dia mengungkapkan, proses persiapan para seniman ini memakan waktu Panjang, minimal tiga bulan latihan intensif, empat jam setiap hari, untuk menciptakan harmoni sempurna antara tabuh dan gerak tari. &#8220;Kerja keras para seniman ini sungguh patut diapresiasi. Inilah alasan saya memilih bertahan menonton dari awal sampai akhir. Ini bentuk penghormatan saya kepada mereka. Saya ingin mereka merasakan kepuasan bahwa karya seni yang mereka tampilkan benar-benar dihargai,&#8221; katanya.</p>



<p>Pernyataan ini menggambarkan sisi empatik dari seorang pemimpin yang tak hanya hadir secara seremonial, melainkan juga terlibat secara emosional, menghayati setiap detik pementasan sebagai bentuk penghargaan nyata kepada para seniman Bali.</p>



<p>Gubernur Koster juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus memberi dukungan nyata kepada dunia seni. &#8220;Masyarakat Bali patut mendukungnya, agar seni kita tetap hidup, tetap terjaga dengan baik, dan kualitasnya semakin baik,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Rangkaian Penampilan Gong Kebyar Legendaris diisi oleh tiga duta seni dari tiga kabupaten, yang tampil secara bergantian, yakni : 1. Duta Kabupaten Badung diwakili Seka Gong Taruna Jaya, Banjar Lambing, Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal tampil pertama dengan mementaskan beberapa karya diantaranya Tabuh Pupuh Kaduhung, Tabuh Kreasi Kumbang Atarung serta Legong Kreasi Widya Lalita sebagai penutup; berikutnya 2. Duta Kabupaten Buleleng diwakili Sekaa Gong Kebyar Giri Kusuma, Banjar Dinas Kawanan Bontihing, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan membawakan karya Tabuh Telu (ciptaan almarhum I Nyoman Durpa, 1984), Tabuh Kreasi Pudak Sumekar, dan Tabuh Bebarisan Sura Murti; 3. Penampil ketiga yakni, Duta Kabupaten Gianyar yang diwakili Sekaa Gong Kusumatirta, Banjar Kawan, Kecamatan Tampaksiring tampil memukau dengan Tabuh Telu Dharma Raksata Raksita, Tari Bebarisan karya kolektif Tampaksiring, Tabuh Kreasi Pepanggulan Jagra Kasturi, serta Tabuh Mayura Kencana sebagai penutup</p>



<p>Tak hanya menjadi pertunjukan seni, Utsawa Gong Kebyar Legendaris ini juga menjadi ajang pengikat rasa antargenerasi, antardaerah, dan antarpemimpin serta rakyatnya. Semangat kolaborasi, cinta budaya, dan bangga akan jati diri Bali terasa begitu nyata malam itu. (*/bgn003)25062913</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gong-kebyar-legendaris-hipnotis-gubernur-koster-hingga-detik-akhir-minta-dukungan-krama-bali-agar-seni-hidup-selamanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Badung Suguhkan Gong Kebyar Legendaris Taruna Jaya pada PKB Ke-47</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/badung-suguhkan-gong-kebyar-legendaris-taruna-jaya-pada-pkb-ke-47/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=badung-suguhkan-gong-kebyar-legendaris-taruna-jaya-pada-pkb-ke-47</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/badung-suguhkan-gong-kebyar-legendaris-taruna-jaya-pada-pkb-ke-47/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 13:16:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#gongkebyar]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<category><![CDATA[#tarunajaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=116773</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="960" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Duta Kabupaten Badung kembali memukau penonton dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025 dengan penampilan Seka Gong Kebyar Taruna Jaya dari Banjar Lambing, Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal. Kelompok seni ini tampil dalam ajang utsawa (parade) Gong Kebyar Legendaris yang digelar pada Sabtu (28/6/2025), menampilkan sejumlah garapan tabuh dan tari yang kaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="960" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d41a330c-4784-418c-b6df-71bf3db3d767-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Duta Kabupaten Badung kembali memukau penonton dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025 dengan penampilan Seka Gong Kebyar Taruna Jaya dari Banjar Lambing, Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal. Kelompok seni ini tampil dalam ajang utsawa (parade) Gong Kebyar Legendaris yang digelar pada Sabtu (28/6/2025), menampilkan sejumlah garapan tabuh dan tari yang kaya makna dan sarat nilai estetik.</p>



<p>Di panggung PKB ke-47, Seka Gong Kebyar Taruna Jaya mempersembahkan repertoar di antaranya Tabuh Dua Lelambatan Galang Bulan, Tabuh Kreasi Kumbang Atarung, Sandya Gita Pupuh Kaduhung, serta Tari Legong Kreasi Widya Lalita. Suguhan ini disambut antusias ratusan penonton yang memenuhi area pertunjukan.</p>



<p>Koordinator Seka Gong Kebyar Taruna Jaya, I Gusti Ngurah Ari Wisnawa, menjelaskan perjalanan panjang kelompok seni ini yang telah eksis sejak masa perjuangan sebelum kemerdekaan. &#8220;Sejarah berdirinya Seka Gong Kebyar Taruna Jaya bermula dari seperangkat gambelan pelegongan Saih Lima yang ada di Banjar Lambing, Desa Mekar Bhuwana. Seka Pelegongan berdiri kurang lebih pada zaman sebelum kemerdekaan, pada zaman perjuangan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Menurut Ari Wisnawa, aktivitas berkesenian kala itu bahkan sempat berdampak pada sikap masyarakat Banjar Lambing. &#8220;Pernah tampil di berbagai tempat di Bali, dan sempat menyebabkan masyarakat di Banjar Lambing tidak ikut kerja rodi membuat lapangan pesawat udara di Tuban, karena kegiatan berkesenian, menabuh atau megambel,&#8221; katanya.</p>



<p>Memasuki tahun 1956, perkembangan kesenian Bali yang pesat turut mempengaruhi arah kelompok ini. &#8220;Karena kuatnya pengaruh gong kekebyaran pada zaman itu, gambelan pelegongan Saih Lima dilebur, diubah menjadi gong kebyar,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sejak itu, Seka Gong Kebyar Taruna Jaya terus aktif dalam latihan dan pementasan. Dedikasi masyarakat Banjar Lambing untuk mengajegkan seni warisan leluhur menjadi semangat yang tak pernah padam. &#8220;Berbekal semangat masyarakatnya mengajegkan seni dan budaya warisan leluhur, Seka Gong Taruna Jaya pada tahun 1994 dipercaya mewakili Kabupaten Badung pada Pesta Kesenian Bali ke-16, serta tahun 2016 untuk kategori Gong Kebyar anak-anak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tahun ini, kata dia, Seka Gong Kebyar Taruna Jaya kembali dipercaya menjadi Duta Gong Kebyar Legendaris Kabupaten Badung dalam PKB ke-47. Penampilan mereka menjadi salah satu penanda konsistensi dan dedikasi generasi penerus dalam merawat jati diri budaya Bali.</p>



<p>Dalam pementasan di panggung Arda Candra, Taman Budaya Art Center, Bali, Seka Gong Kebyar Taruna Jaya membawa sejumlah seniman senior dan seniman muda. &#8220;Kita membawa sekitar 80 seniman tari dan penabuh dalam pentas di PKB tahun ini dan tim seniman kami berelaborasi antara seniman tua dan seniman muda. Sehingga regenerasi dalam berkesenian tetap bisa bertumbuh dan tetap bisa diwariskan ke generasi selanjutnya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ari Wisnawa juga berharap para seniman legendaris ini bisa tetap diberikan ruang dalam ajang PKB ini. &#8220;Berkesenian sampai akhir hayat. Semoga seniman senior seperti kita ini tetap diberikan ruang berkesenian,&#8221; katanya. (adv/bgn003)25062910</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/badung-suguhkan-gong-kebyar-legendaris-taruna-jaya-pada-pkb-ke-47/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sanggar Seni Selendro Agung, Duta Badung pada PKB Ke-47 Lomba Gender Wayang Anak-anak</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/sanggar-seni-selendro-agung-duta-badung-pada-pkb-ke-47-lomba-gender-wayang-anak-anak/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sanggar-seni-selendro-agung-duta-badung-pada-pkb-ke-47-lomba-gender-wayang-anak-anak</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/sanggar-seni-selendro-agung-duta-badung-pada-pkb-ke-47-lomba-gender-wayang-anak-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 12:57:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#dutabadung]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=116765</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1707" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-scaled.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-scaled.jpeg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-1024x683.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-1536x1024.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-2048x1365.jpeg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Seniman dari Sanggar Seni Selendro Agung, Banjar Saren, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, tampil memukau dalam Wimbakara (Lomba) Gender Wayang Anak-anak, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025 di Kalangan Angsoka, pada Minggu (29/6/2025). Duta kabupaten Badung yang diwakili empat orang terdiri atas 3 laki dan 1 perempuan, yakni I Putu Raditya Sedana, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1707" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-scaled.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-scaled.jpeg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-1024x683.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-1536x1024.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-2048x1365.jpeg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Seniman dari Sanggar Seni Selendro Agung, Banjar Saren, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, tampil memukau dalam Wimbakara (Lomba) Gender Wayang Anak-anak, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025 di Kalangan Angsoka, pada Minggu (29/6/2025).</p>



<p>Duta kabupaten Badung yang diwakili empat orang terdiri atas 3 laki dan 1 perempuan, yakni I Putu Raditya Sedana, I Putu Marbin Andrika Putra Pratama, Si Ngurah Arya Widana, dan Ida Ayu Putu Aishwarya Ganiswari membawa tiga tabuh/gending, masing-masing Gending Cangak Merengang, Gending Pamungkah, serta Gending Rebong dan Angkat-angkatan itu beradu dengan dua kelompok/duta lainnya dari Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar.</p>



<p>Koordinator Gender Wayang Dinas Kebudayaan Badung, I Wayan Muliadi, mengatakan dalam lomba tersebut itu dengan membawakan tiga gending merupakan acuan dari provinsi. &#8220;Kita di masing-masing kabupaten/kota menunjukan ciri khas masing-masing. Karena karakteristik pasti berbeda, jangan antara kabupaten, antara desa pun akan memiliki perbedaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Pemilihan duta untuk gender wayang telah dilakukan selama setahun sebelum PKB 47 dimulai. Selanjutnya latihan telah dimulai sejak Desember 2024. Proses untuk menentukan seniman gender wayang tidaklah sulit. Pasalnya, kata dia, proses regenerasi telah dilakukan dan berjalan dengan baik. &#8220;Sanggar yang fokus ke gender wayang itu sudah sayang jadi kita tinggal memilih saja,&#8221; katanya.</p>



<p>Usai tampil, Ida Ayu Ganiswari dan Kawan-kawan mengaku plong. &#8220;Awal-awal agak grogi, tapi saat tampil jadi menikmati, sekarang sudah plong aja,&#8221; katanya.</p>



<p>Putu Raditya juga menyampaikan hal yang tak jauh beda. Dimana saat mulai tampil perasaan grogi itu menyertai. &#8221;Saat dimulai jadi menikmati dan sangat senang sudah bisa tampil,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk hasil akhir, Raditya mengaku tidak menargetkan untuk keluar sebagai juara. Baginya tampil terbaik adalah suatu kebanggaan baginya. &#8220;Semoga bisa jadi yang terbaik aja,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Tiga gending yang ditampilkan oleh Sanggar Seni Selendro Agung dibina oleh oleh I Made Adi Suyoga Adnyana dan I Kadek Andika Cahya Putra. Berikut adalah makna tiap gending yang dilombakan:</p>



<p>Tabuh Cangak Merengang merupakan sajian musik gender wayang yang terinspirasi dari burung yang berkaki panjang yang kerap berdiri waspada dan tampak liar dalam pengamatan. Dalam liarnya nada dan ritme yang merengang, tersirat pesan mendalam tentang kepekaan, keseimbangan, serta keharmonisan antara manusia dan alam. Inilah wujud seni sebagai laku Jagat Kerthi.</p>



<p>Kemudian, Pamungkah adalah tabuh pembuka dalam sebuah pertunjukan wayang kulit Bali. Gending ini ditata mengedepankan unsur-unsur musikal dengan teknik fender wayang yang rumit dari cepat dan lambannya memilih atau menggelarkan wayang.</p>



<p>Gending Rebong dang Angkat Angkat bertujuan membangkitan getar asmara yang halus tersusun dari dua palet yang saling bersahutan, seakan menggambarkan dua rasa bertemu dan bertarung dalam ruang batin. (adv/bgn003)25062908</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/sanggar-seni-selendro-agung-duta-badung-pada-pkb-ke-47-lomba-gender-wayang-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angkat Tema &#8220;Amrih Sukaning Rat&#8221;, Penampilan Sanggar Seni Werdhi Budaya Bius Penonton</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/angkat-tema-amrih-sukaning-rat-penampilan-sanggar-seni-werdhi-budaya-bius-penonton/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=angkat-tema-amrih-sukaning-rat-penampilan-sanggar-seni-werdhi-budaya-bius-penonton</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/angkat-tema-amrih-sukaning-rat-penampilan-sanggar-seni-werdhi-budaya-bius-penonton/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 10:49:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#desakelan]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<category><![CDATA[#sanggarseniwerdhibudaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=116729</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1439" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-300x169.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-1024x576.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-768x432.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-1536x864.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-2048x1152.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Penampilan memukau Sanggar Seni Werdhi Budaya dari Desa Adat Kelan, Kuta, Badung dalam lomba taman penasar pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 pada Jumat (27/6/2025), sukses membius ratusan pasang mata yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar. Dengan membawakan garapan bertajuk Amrih Sukaning Rat, suguhan seni ini tidak hanya menampilkan keindahan gerak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1439" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-300x169.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-1024x576.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-768x432.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-1536x864.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250628-WA0092-2048x1152.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>
<p></p>



<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Penampilan memukau Sanggar Seni Werdhi Budaya dari Desa Adat Kelan, Kuta, Badung dalam lomba taman penasar pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 pada Jumat (27/6/2025), sukses membius ratusan pasang mata yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar. Dengan membawakan garapan bertajuk Amrih Sukaning Rat, suguhan seni ini tidak hanya menampilkan keindahan gerak dan suara, tapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang harmoni dan ketentraman semesta.</p>



<p>Pembina Tembang, I Nyoman Wija Widastra, mengungkapkan bahwa Amrih Sukaning Rat mengandung arti mengusahakan ketentraman jagat. Tema ini dipilih karena selaras dengan tema besar PKB tahun ini, yakni Jagat Kerthi.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Amrih itu artinya mengusahakan, sedangkan sukanikang rat berarti ketentraman jagat. Jadi, kita ingin menyampaikan bahwa kehidupan yang harmonis adalah sesuatu yang harus diupayakan bersama,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Wija menjelaskan proses panjang persiapan yang melibatkan generasi muda berusia 17 hingga 25 tahun. Dia mengakui usia remaja seringkali menjadi tantangan tersendiri dalam pembinaan seni, karena kesibukan sekolah atau pekerjaan. Namun, semangat dan dedikasi peserta yang luar biasa selama tiga bulan latihan menjadi energi tersendiri bagi sanggar.</p>



<p>&#8220;Biasanya kalau remaja agak sulit disuruh belajar seperti ini, tapi karena ada lomba besar ini, saya juga ambil jebolan dari beberapa sanggar. Walau belum saling kenal, mereka kita hubungkan dan diberikan kesempatan untuk tampil. Dari situlah muncul semangat luar biasa,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Pertunjukan dibalut cerita kehidupan di desa yang mulai terimbas pariwisata. Di tengah kesibukan warga mencari nafkah, mereka tetap meluangkan waktu untuk ngayah dan berlatih seni. Konflik muncul saat salah satu warga, I Wayan, merasa terganggu dengan latihan gamelan dan pesantian. Dengan suara keras dan emosi, dia melampiaskan kekecewaannya. Namun, suasana reda setelah Jro Kelian dan para anggota seka santhi menanggapinya dengan bijak, menyelipkan pesan-pesan luhur melalui tembang dan sastra Bali seperti Kekawin, Palawakia, Sloka, hingga Sekar Alit.</p>



<p>Perdebatan tersebut justru menjadi ruang kontemplasi yang menyadarkan I Wayan. Ia akhirnya mengakui kekeliruannya dan mengagumi kedalaman makna sastra Bali yang sarat nilai spiritual dan kebijaksanaan. Ia tersentuh oleh tutur-tutur yang menyuarakan pentingnya menjaga harmoni kehidupan dan kelestarian bumi.</p>



<p>&#8220;Akhirnya dia sadar dan sangat mengagumi keindahan isi sastra yang luhur, yang bisa menuntun kehidupan ke arah yang lebih baik. Ini sesuai dengan tujuan bersama Jagat Kerthi Lokahita Samudaya, atau harmoni semesta raya,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Penampilan dalam lomba taman penasar serangkaian memeriahkan PKB ini tidak hanya sebuah sajian seni, namun juga menjadi wahana edukasi dan refleksi spiritual. &#8220;Target utama kami bukan semata juara, tapi bagaimana generasi muda bisa belajar dan mencintai budaya serta sastra Bali. Dengan begitu, mereka bisa menjadi penerus yang menjaga dan melestarikan warisan leluhur,&#8221; tegasnya. (adv/bgn003)25062804</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/angkat-tema-amrih-sukaning-rat-penampilan-sanggar-seni-werdhi-budaya-bius-penonton/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dilepas Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Peed Aya Tandai Dimulainya PKB Ke-47 Tahun 2025</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dilepas-menteri-kebudayaan-fadli-zon-peed-aya-tandai-dimulainya-pkb-ke-47-tahun-2025/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dilepas-menteri-kebudayaan-fadli-zon-peed-aya-tandai-dimulainya-pkb-ke-47-tahun-2025</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dilepas-menteri-kebudayaan-fadli-zon-peed-aya-tandai-dimulainya-pkb-ke-47-tahun-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 10:34:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[#fadlizon]]></category>
		<category><![CDATA[#menterikebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=116517</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melepas Peed Aya (pawai) yang menandai dimulainya rangkaian pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 Tahun 2025. Pelepasan peed aya yang dipusatkan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Denpasar, pada Sabtu (21/6/2025), ditandai dengan membunyikan kulkul (kentongan) oleh Menteri Fadli Zon yang didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-22-at-16.22.13-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melepas Peed Aya (pawai) yang menandai dimulainya rangkaian pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 Tahun 2025. Pelepasan peed aya yang dipusatkan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Denpasar, pada Sabtu (21/6/2025), ditandai dengan membunyikan kulkul (kentongan) oleh Menteri Fadli Zon yang didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati, Gubernur Bali Wayan Koster; Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta; serta Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya.</p>



<p>Lima kali suara kulkul yang dipukul oleh Menteri Fadli Zon disambut gemuruh suara Gong Gede, Semar Pegulingan, dan Gamelan Adhi Merdangga, membuka penampilan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali yang membawakan Tari Siwa Nataraja, lambang Pesta Kesenian Bali. Garapan ISI Bali pada PKB tahun ini terbilang istimewa karena menghadirkan komposisi tabuh kreasi baru yang hanya menggunakan instrumen pencon &#8220;Gong Guwung Gumi&#8221;. Instrumen pencon adalah kelompok gamelan berbahan logam dengan tonjolan di tengah dan memiliki berbagai ukuran. Keputusan artistik untuk hanya menggunakan instrumen pencon merupakan langkah eksploratif terhadap bunyi, tekstur, dan kekuatan musikalitas instrumen logam dalam seni pertunjukan Bali kontemporer.</p>



<p>Garapan berjudul R&#8217;ta Bhuwana Rena (Meraya Citta Samasta) ini semakin istimewa karena proses kreatifnya bersifat kolaboratif dengan melibatkan lebih dari 150 mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. Menyusul ISI Bali, duta dari Kabupaten Karangasem, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, Tabanan, Gianyar, Denpasar, dan Badung tampil memukau dengan mengusung tema kearifan lokal masing-masing daerah.</p>



<p>Pawai PKB tahun ini juga istimewa karena memberikan tempat khusus bagi masyarakat umum, dengan tersedianya tribun penonton berkapasitas 2.500 orang. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyiapkan tribun di sepanjang jalur parade, berhadapan langsung dengan panggung undangan.</p>



<p>Pawai PKB ke-47 juga dihadiri oleh Sekda Dewa Made Indra beserta jajaran pimpinan perangkat daerah Provinsi Bali, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, anggota DPD dan DPR RI perwakilan Bali, para Konjen/perwakilan negara sahabat di Bali, serta rektor dan pimpinan media. Selain itu, delegasi ITOP Forum yang tengah menggelar pertemuan di Sanur juga berkesempatan hadir menyaksikan pawai yang berlangsung semarak.</p>



<p>PKB ke-47 Tahun 2025 akan berlangsung dari tanggal 21 Juni hingga 19 Juli 2025. Akan ada 592 sajian seni yang ditampilkan dari 9 kabupaten/kota se-Bali, serta beberapa penampil dari luar daerah bahkan negara tetangga. Total sebanyak 20.089 seniman akan berpartisipasi dalam menyukseskan perhelatan seni tahunan terbesar di Bali ini. PKB ke-47 mengusung tema &#8220;Jagat Kerthi Lokahita Samudaya (Harmoni Semesta Raya)&#8221;, yang dimaknai sebagai upaya nyata mewujudkan keharmonisan antara Bhuana Agung (makrokosmos) dan Bhuana Alit (mikrokosmos) demi keseimbangan, keharmonisan, dan tatanan kehidupan yang gemah ripah loh jinawi kang tata tentrem kertha raharja. Tema PKB tahun ini merupakan bagian terakhir dari Sad Kerthi, di mana PKB tahun 2024 mengusung tema &#8220;Jana Kerthi Paramaguna Wikrama&#8221;, tahun 2023 bertema &#8220;Segara Kerthi: Prabhaneka Sandhi&#8221;, tahun 2022 bertema &#8220;Danu Kerthi: Huluning Amreta&#8221;, tahun 2021 bertema &#8220;Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi&#8221;, dan tahun 2020 bertema &#8220;Atma Kerthi: Penyucian Jiwa Paripurna&#8221;. (*/bgn003)25062208</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dilepas-menteri-kebudayaan-fadli-zon-peed-aya-tandai-dimulainya-pkb-ke-47-tahun-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kurator PKB Tegaskan Petruk tak Dilarang Tampil, Hanya Diingatkan Jaga Etika</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kurator-pkb-tegaskan-petruk-tak-dilarang-tampil-hanya-diingatkan-jaga-etika/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kurator-pkb-tegaskan-petruk-tak-dilarang-tampil-hanya-diingatkan-jaga-etika</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kurator-pkb-tegaskan-petruk-tak-dilarang-tampil-hanya-diingatkan-jaga-etika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 13:03:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[#kuratorPKB]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=108023</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1320" height="738" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d9053c8f-793c-4671-a09f-b41e363e3b05.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d9053c8f-793c-4671-a09f-b41e363e3b05.jpg 1320w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d9053c8f-793c-4671-a09f-b41e363e3b05-300x168.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d9053c8f-793c-4671-a09f-b41e363e3b05-1024x573.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d9053c8f-793c-4671-a09f-b41e363e3b05-768x429.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1320px) 100vw, 1320px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Kurator Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi seniman drama gong Petruk untuk tampil dalam ajang tahunan tersebut. Penegasan ini disampaikan guna meluruskan informasi yang beredar terkait isu pelarangan penampilan salah satu tokoh kesenian tersebut. &#8220;Tidak ada pelarangan terhadap Petruk atau sanggar manapun. Kami hanya mengingatkan seluruh peserta agar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1320" height="738" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d9053c8f-793c-4671-a09f-b41e363e3b05.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d9053c8f-793c-4671-a09f-b41e363e3b05.jpg 1320w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d9053c8f-793c-4671-a09f-b41e363e3b05-300x168.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d9053c8f-793c-4671-a09f-b41e363e3b05-1024x573.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/d9053c8f-793c-4671-a09f-b41e363e3b05-768x429.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1320px) 100vw, 1320px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Kurator Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi seniman drama gong Petruk untuk tampil dalam ajang tahunan tersebut. Penegasan ini disampaikan guna meluruskan informasi yang beredar terkait isu pelarangan penampilan salah satu tokoh kesenian tersebut.</p>



<p>&#8220;Tidak ada pelarangan terhadap Petruk atau sanggar manapun. Kami hanya mengingatkan seluruh peserta agar menjaga marwah PKB sebagai panggung seni budaya yang luhur,&#8221; kata Kurator PKB I Wayan Dibia didampingi I Made Bandem, Komang Sudirga, dan I Gede Nala Antara usai Rapat Pleno PKB ke-47 di Kantor Gubernur Bali pada Kamis (5/6/2025).</p>



<p>Dia menjelaskan arahan dari kurator bersifat umum dan ditujukan kepada seluruh pengisi acara agar menghindari aksi-aksi yang bersifat jaruh (vulgar), buduh (gila), dan memisuh (memaki), yang dinilai tidak mencerminkan tontonan berkualitas. &#8220;Drama gong di masa lalu tak pernah memisuh di panggung. Kita hanya mengingatkan agar seniman tetap bertanggung jawab atas karya yang ditampilkan. PKB adalah forum budaya, bukan sekadar hiburan kosong,&#8221; katanya.</p>



<p>Bandem menyampaikan kurator justru memberi ruang seluas-luasnya bagi para seniman untuk berkarya, selama tetap menjunjung nilai-nilai kesantunan dan adab budaya. &#8220;Kami tak pernah menyebut satu nama untuk dilarang tampil. Ruang kreatif dibuka luas, tapi ada tanggung jawab moral yang harus dipegang,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebagai contoh keberhasilan arahan kurator, mereka menyinggung penampilan joged bumbung yang kini dinilai lebih tertib dan santun di ajang PKB, meskipun di luar forum tersebut masih ditemukan aksi jaruh. &#8220;PKB harus jadi tontonan yang juga memberikan tuntunan,&#8221; tandasnya. (*/bgn003)25060504</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kurator-pkb-tegaskan-petruk-tak-dilarang-tampil-hanya-diingatkan-jaga-etika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
