<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pertanyakannasib &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/pertanyakannasib/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Apr 2022 05:18:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>pertanyakannasib &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Komisi I DPRD Badung Pertanyakan Nasib Pegawai Kontrak</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/komisi-i-dprd-badung-pertanyakan-nasib-pegawai-kontrak/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=komisi-i-dprd-badung-pertanyakan-nasib-pegawai-kontrak</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/komisi-i-dprd-badung-pertanyakan-nasib-pegawai-kontrak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Marley]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2022 03:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Setwan Badung]]></category>
		<category><![CDATA[komisiidprdbadung]]></category>
		<category><![CDATA[pegawaikontrak]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyakannasib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=46766</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Mangupura, Baliglobalnews Ketua Komisi I DPRD Badung, I Made Ponda Wirawan mempertanyakan nasib honorer dan pegawai kontrak menyusul pemberlakuan Undang &#8211; undang No. 5 tahun 2017 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Pond&#8217;a Wirawan mengemukakan hal itu dalam rapat kerja Komisi I DPRD Badung dengan Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Bagian Organisasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0127-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Mangupura, Baliglobalnews</p>



<p>Ketua Komisi I DPRD Badung, I Made Ponda Wirawan mempertanyakan nasib honorer dan pegawai kontrak menyusul pemberlakuan Undang &#8211; undang No. 5 tahun 2017 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).</p>



<p>Pond&#8217;a Wirawan mengemukakan hal itu dalam rapat kerja Komisi I DPRD Badung dengan Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Bagian Organisasi Setda Badung, di Sekretariat DPRD Puspem Badung pada Selasa (8/3).</p>



<p>Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan itu menyatakan pegawai kontrak di Pemerintah Kabupaten Badung kini cemas. Pasalnya, Pemerintah Pusat berencana&nbsp; menghapus pegawai di luar ASN dan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Tragisnya, tenaga kegiatan atau tenaga kontrak di Gumi Keris mencapai ribuan, bahkan melebihi jumlah ASN.</p>



<p>&#8220;Kami mendapat banyak pertanyaan dari masyarakat, dari pegawai honorer dan kontrak. Bagaimana nasib mereka nanti setelah tahun 2023? Sebab, ada kebijakan Kemenpan hanya akan ada ASN dan P3K,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut Ponda Wirawan, masyarakat perlu penjelasan dari BKPSDM guna mendapatkan pemahaman yang tepat, sehingga ada persamaan persepsi dan jawaban kepada masyarakat.</p>



<p>Terhadap pertanyaan tersebut, Kepala BKPSDM Badung, I Gede Wijaya, mengatakan hingga kini pihaknya belum mendapat petunjuk dari pusat. &#8220;Kami masih menunggu informasi pusat,&#8221; katanya.</p>



<p>Wijaya mengutip UU No. 5 tahun 2017 tentang ASN, bahwa pegawai hanya ASN dan P3K. &#8220;Di luar ASN dengan sebutan apapun, tidak dikategorikan dengan pegawai. Badung sendiri memiliki 43 orang P3K, yaitu 23 tenaga guru dan 20 tenaga penyuluh pertanian,&#8221; katanya.</p>



<p>Pada akhir tahun 2020, kata dia, Pemkab Badung mengusulkan 1.800 P3K tenaga guru dan disetujui oleh Kemenpan 1.770 orang. Perekrutan tenaga P3K tenaga guru ini diprioritaskan dari honorer kategori 2.</p>



<p>&#8220;Begitu prosesnya mau dilanjutkan, pimpinan memutuskan untuk menunda. Dengan pertimbangan melihat kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan tambahan belanja pegawai, akibat pandemi,&#8221; katanya.</p>



<p>Pada November 2021, Pemkab Badung kembali bersurat ke pusat untuk menunda pengangkatan P3K tahun 2022. Mengingat berdasarkan aturan pembayaran gaji P3K sepenuhnya dibebankan melalui APBD.</p>



<p>Pihaknya menyatakan, berdasarkan analisa kebutuhan, sejatinya Pemkab Badung sangat membutuhkan tambahan pegawai berstatus ASN. &#8220;Kita kembali melakukan penundaan, belum bisa dilaksanakan karena kemampuan keuangan daerah belum memungkinkan,&#8221; tandasnya. (bgn003)22030817</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/komisi-i-dprd-badung-pertanyakan-nasib-pegawai-kontrak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
