<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perdarued &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/perdarued/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Sep 2020 12:59:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>perdarued &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mewujudkan Bali Mandiri Energi, Gubernur Berlakukan Perda RUED</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/mewujudkan-bali-mandiri-energi-gubernur-berlakukan-perda-rued/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mewujudkan-bali-mandiri-energi-gubernur-berlakukan-perda-rued</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/mewujudkan-bali-mandiri-energi-gubernur-berlakukan-perda-rued/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2020 12:59:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[balimandirienergi]]></category>
		<category><![CDATA[pemprovbali]]></category>
		<category><![CDATA[perdarued]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=9578</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="696" height="464" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/balipostcom_dua-langkah-baru-gubernur-koster-percepat-penanganan-covid-19_01-696x464-1.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/balipostcom_dua-langkah-baru-gubernur-koster-percepat-penanganan-covid-19_01-696x464-1.jpeg 696w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/balipostcom_dua-langkah-baru-gubernur-koster-percepat-penanganan-covid-19_01-696x464-1-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/balipostcom_dua-langkah-baru-gubernur-koster-percepat-penanganan-covid-19_01-696x464-1-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Gubernu Bali, Wayan Koster, memberlakukan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah&#160;(RUED)&#160;Provinsi Bali Tahun 2020-2050 pada Senin (28/9). Pemberlakuan perda itu sesuai dengan amanat sebagaimana ketentuan dalam Pasal 18 ayat (2) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Dalam siaran pers yang diterima Baliglobalnews, Gubernur menyebutkan Bali tidak memiliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="696" height="464" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/balipostcom_dua-langkah-baru-gubernur-koster-percepat-penanganan-covid-19_01-696x464-1.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/balipostcom_dua-langkah-baru-gubernur-koster-percepat-penanganan-covid-19_01-696x464-1.jpeg 696w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/balipostcom_dua-langkah-baru-gubernur-koster-percepat-penanganan-covid-19_01-696x464-1-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/balipostcom_dua-langkah-baru-gubernur-koster-percepat-penanganan-covid-19_01-696x464-1-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Gubernu Bali, Wayan Koster, memberlakukan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah&nbsp;(RUED)&nbsp;Provinsi Bali Tahun 2020-2050 pada Senin (28/9). Pemberlakuan perda itu sesuai dengan amanat sebagaimana ketentuan dalam Pasal 18 ayat (2) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.</p>



<p>Dalam siaran pers yang diterima Baliglobalnews, Gubernur menyebutkan Bali tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, tidak memiliki sumber energi berbasis fosil atau energi tidak terbarukan (minyak, batu bara). Akan tetapi, Bali memiliki&nbsp;sumber&nbsp;energi&nbsp;bersih berupa energi&nbsp;baru&nbsp;terbarukan (sinar matahari, aliran air, air terjun, angin, panas bumi, bioenergi, gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut, dan hidrogen) cukup&nbsp;melimpah&nbsp;sebagai potensi energi daerah. Karena itu, perlu dilakukan pemetaan dan inventarisasi dengan cermat meliputi potensi, peluang, dan kendala untuk mengembangkan dan memanfaatkan energi daerah yang berwawasan ke depan yaitu menuju Bali mandiri energi dengan energi bersih.</p>



<p>Menurut Gubernur, saat ini Bali memiliki ketersediaan energi dengan kapasitas 1.261,2 MW yang bersumber dari pembangkit lokal Bali dengan kapasitas 921,2 MW bersumber dari pembangkit energi dari (Buleleng, Jembrana, dan Denpasar) dan bergantung pada saluran dari luar Bali (kabel laut dari Paiton ke Gilimanuk) dengan kapasitas 340 MW. Pembangkit energi lokal Bali merupakan energi bersih/ramah lingkungan, sedangkan yang disalurkan dari Paiton merupakan energi yang tidak ramah lingkungan, karena memakai bahan bakar batu bara. Beban puncak kebutuhan energi di Bali pada tahun 2019 adalah sebesar 902 MW. Berdasarkan data ini, Bali belum mandiri energi, dan belum sepenuhnya menggunakan energi bersih/ramah lingkungan.</p>



<p>Gubernur menyatakan RUED Provinsi Bali bertujuan untuk mengatur pengelolaan dan pembangunan sistem energi yang mandiri, mudah terjangkau, berkeadilan, berkelanjutan, dan mensejahterakan dengan memprioritaskan&nbsp;energi&nbsp;bersih/ramah lingkungan&nbsp;guna&nbsp;menjaga&nbsp;kesucian&nbsp;dan keharmonisan alam Bali beserta isinya sesuai dengan visi Pembangunan Daerah &#8220;<em>Nangun&nbsp;Sat Kerthi Loka&nbsp;</em>Bali&#8221;&nbsp;<em>melalui</em>&nbsp;Pola Pembangunan Semesta Berencana&nbsp;<em>menuju</em>&nbsp;Bali Era Baru; yang diselenggarakan dalam satu kesatuan wilayah yaitu satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola.</p>



<p>RUED Provinsi Bali, kata dia, disusun sebagai pedoman&nbsp;dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan&nbsp;daerah; penyusunan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) dan&nbsp;Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik&nbsp;(RUPTL); penyusunan APBD Semesta Berencana&nbsp;Provinsi; pengelolaan Energi di&nbsp;Provinsi; pemanfaatan dan pengembangan Energi&nbsp;di&nbsp;Kabupaten/Kota;&nbsp;dan pemanfaatan energi pada sektor lainnya sesuai dengan ketentuan&nbsp;Peraturan Perundang-undangan. RUED Provinsi Bali memprioritaskan penggunaan sumber energi bersih meliputi gas bumi dan energi baru terbarukan.</p>



<p>Energi&nbsp;baru&nbsp;terbarukan (EBT) pada tahun 2015 sebesar 0,27&nbsp;%,&nbsp;ditargetkan akan meningkat menjadi 11,15 % pada tahun 2025, dan diharapkan porsi&nbsp;EBT menjadi 20,10 % pada tahun&nbsp;2050.</p>



<p>Peningkatan EBT, kata dia, diprioritaskan pada pemanfaatan dan pengembangan PLTS Atap dan Bioenergi serta EBT lainnya. Sumber energi batubara dirancang menjadi 3,32 % pada tahun 2025 dan menjadi zero atau nol pada tahun 2050. Kondisi eksisting pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara digunakan pada PLTU Celukan Bawang dan PLTU Paiton Jawa Timur yang disalurkan melalui kabel laut. Minyak bumi porsinya akan turun menjadi 45,05 % pada tahun 2050.</p>



<p>Untuk memenuhi kebutuhan permintaan energi, maka penggunaan sumber energi gas akan diperbesar menjadi 34,85 % pada tahun 2050. Keterbatasan daya&nbsp;dukung&nbsp;terhadap&nbsp;pembangkit&nbsp;fosil&nbsp;(gas,&nbsp;minyak&nbsp;bumi&nbsp;dan&nbsp;batubara)&nbsp;serta keterbatasan dalam pengembangan sumber energi baru terbarukan (EBT), maka Pemerintah Provinsi Bali akan mengupayakan dengan cermat pasokan listriknya dengan penambahan kapasitas listrik dari pembangkit di Bali&nbsp;yang menggunakan Energi Bersih. Selain itu untuk menjaga kehandalan sistem kelistrikan&nbsp;di&nbsp;Jawa&nbsp;dan&nbsp;sistem&nbsp;di&nbsp;Bali,&nbsp;penguatan&nbsp;sistem&nbsp;dilakukan&nbsp;melalui&nbsp;grid Jamali atau&nbsp;<em>Jawa Bali Connection&nbsp;</em>(JBC) yang berfungsi sebagai cadangan bersama (<em>reserve&nbsp;sharing</em>).</p>



<p>Dengan ditetapkannya Perda tersebut, lanjutnya, Bali telah memiliki pedoman dalam rangka mengembangkan dan memanfaatkan energi di daerah tahun 2020-2050 guna mewujudkan Bali mandiri energi dengan energi bersih. (bgn122)20092923</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/mewujudkan-bali-mandiri-energi-gubernur-berlakukan-perda-rued/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
