<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>peragaan &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/peragaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Apr 2021 04:59:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>peragaan &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BKSDA Bali tutup aktivitas peragaan lumba-lumba hidung botol di Sanur</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/bksda-bali-tutup-aktivitas-peragaan-lumba-lumba-hidung-botol-di-sanur/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bksda-bali-tutup-aktivitas-peragaan-lumba-lumba-hidung-botol-di-sanur</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/bksda-bali-tutup-aktivitas-peragaan-lumba-lumba-hidung-botol-di-sanur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2021 04:59:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[bksda]]></category>
		<category><![CDATA[lumbalumbahidungbotol]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<category><![CDATA[sanur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=27929</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210427-WA0119.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210427-WA0119.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210427-WA0119-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210427-WA0119-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210427-WA0119-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menutup aktivitas peragaan lumba-lumba hidung botol oleh PT. Piayu Samudera Bali yang dilakukan di pantai Mertasari, Sanur. &#8220;Kami tegaskan, bahwa aktivitas peragaan lumba-lumba hidung botol PT. Piayu Samudera Bali yang dilakukan di Pantai Mertasari telah ditutup yang ditandai dengan pemasangan spanduk penutupan kegiatan peragaan lumba-lumba,&#8221; kata Kasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210427-WA0119.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210427-WA0119.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210427-WA0119-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210427-WA0119-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210427-WA0119-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menutup aktivitas peragaan lumba-lumba hidung botol oleh PT. Piayu Samudera Bali yang dilakukan di pantai Mertasari, Sanur. &#8220;Kami tegaskan, bahwa aktivitas peragaan lumba-lumba hidung botol PT. Piayu Samudera Bali yang dilakukan di Pantai Mertasari telah ditutup yang ditandai dengan pemasangan spanduk penutupan kegiatan peragaan lumba-lumba,&#8221; kata Kasi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali Sumarsono dalam siaran persnya di Denpasar, Bali, Selasa. </p>



<p>Pemasangan spanduk itu sesuai dengan Surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor; S.291/KSDAE/KKH/KSA.2/4/2020 tanggal 15 April 2020, Surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor; S.457/KSDAE/KKH/KSA.2/6/2020 tanggal 22 Juni 2020 dan Surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor : S.988/KSDAE/KKH/KSA.2/11/2020 tanggal 23 November 2020 perihal Tindak Lanjut Penyelesaian Kegiatan Peragaan Lumba – Lumba di Luar Areal Izin Lembaga Konservasi PT. Piayu Samudera Bali.</p>



<p> Ia mengatakan lumba-lumba hidung botol berjumlah tujuh ekor tersebut sempat viral di media sosial karena digunakan sebagai peragaan yang tidak memperhatikan kaedah kesejahteraan satwa. Peragaan lumba-lumba itu viral setelah seorang artis memperlihatkan sebagai peragaan, namun tidak sesuai aturan. Selanjutnya, Direktorat Jenderal KSDAE, Bareskrim Mabes Polri dan Ditreskrimsus Polda Bali mengevakuasi lumba-lumba hidung botol tersebut dan dititiprawatkan kepada lembaga konservasi. </p>



<p>Adapun memiliki kualifikasi berupa memiliki izin, sarana dan prasarana memadai, berpengalaman dalam menangani satwa lumba-lumba serta pengelolaannya memperhatikan kesejahteraan satwa (animal welfare). Dikatakannya, bahwa tujuh ekor lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus) adalah titipan pemerintah kepada PT. Piayu Samudera Bali yang saat ini berada di pantai Mertasari sebagai tindak lanjut dari surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor: S.577/MENLHK-KSDAE/KKH/KSA.2/4/2021 tanggal 16 April 2021 tentang Surat Peringatan I kepada PT. Piayu samudera Bali. &#8220;Ada masukan dari masyarakat yang diterima melalui media sosial pascaviralnya peragaan lumba-lumba hidung botol yang tidak memperhatikan kaedah kesejahteraan satwa,&#8221; katanya.</p>



<p>Status perlindungan lumba-lumba hidung botol menurut Peraturan Menteri LHK Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 merupakan satwa dilindungi dan status konservasi menurut IUCN Red List masuk dalam kategori unknown atau near threaten.(bgn123)21042808</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/bksda-bali-tutup-aktivitas-peragaan-lumba-lumba-hidung-botol-di-sanur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
