<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pengamatekonomi &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/pengamatekonomi-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2020 02:10:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>pengamatekonomi &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengamat: Konsumsi di sektor produktif penentu keluar dari resesi</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/pengamat-konsumsi-di-sektor-produktif-penentu-keluar-dari-resesi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pengamat-konsumsi-di-sektor-produktif-penentu-keluar-dari-resesi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/pengamat-konsumsi-di-sektor-produktif-penentu-keluar-dari-resesi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2020 02:10:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsisektorproduktif]]></category>
		<category><![CDATA[pengamatekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[resesi]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=14327</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1500" height="1000" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5.jpg 1500w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5-1024x683.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1500px) 100vw, 1500px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Haryadin Mahardika menilai faktor konsumsi masyarakat di sektor produktif menjadi salah satu penentu untuk keluar dari resesi. &#8220;Faktor konsumsi masyarakat menjadi cara untuk lepas dari resesi mungkin bisa saya katakan benar, dengan asumsi konsumsi masyarakat diarahkan ke sektor-sektor yang stabil dan baik,&#8221; ujar Haryadin Mahardika. Menurut dia, barang-barang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1500" height="1000" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5.jpg 1500w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5-1024x683.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/ayobdg_pedagang_pasar_kosambi_ncos_5-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1500px) 100vw, 1500px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Haryadin Mahardika menilai faktor konsumsi masyarakat di sektor produktif menjadi salah satu penentu untuk keluar dari resesi.</p>



<p>&#8220;Faktor konsumsi masyarakat menjadi cara untuk lepas dari resesi mungkin bisa saya katakan benar, dengan asumsi konsumsi masyarakat diarahkan ke sektor-sektor yang stabil dan baik,&#8221; ujar Haryadin Mahardika.</p>



<p>Menurut dia, barang-barang kebutuhan yang bersifat primer dan sekunder umumnya menjadi incaran konsumsi masyarakat dalam kondisi krisis, khususnya resesi yang terjadi saat ini. Sebaliknya barang-barang yang bersifat kebutuhan tersier cenderung jarang diminati oleh konsumsi masyarakat.</p>



<p>Haryadin menyarankan agar pemerintah mengambil dan menjalankan strategi yang tepat untuk menggenjot konsumsi publik agar bisa lepas dari kondisi resesi.</p>



<p>Faktor lainnya, menurut dia, yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah resesi yakni aliran stimulus dan bantuan pemerintah bagi para pelaku ekonomi mulai dari pelaku UMKM sampai dengan industri besar.</p>



<p>Stimulus dan bantuan tersebut difokuskan pada sektor manufaktur, pangan, perkebunan, pada intinya sektor-sektor perekonomian yang masih produktif harus terus diberikan insentif oleh pemerintah.</p>



<p>Selain itu Haryadin juga menilai jika vaksin COVID-19 telah hadir di Indonesia, maka pemulihan ekonomi nasional dapat dipercepat sehingga berangsur-angsur pulih.</p>



<p>Sementara itu Direktur Eksekutif Institute for Development Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengatakan bahwa bantuan sosial (bansos) tunai, merupakan kunci perbaikan ekonomi di triwulan IV.</p>



<p>Bansos tunai dapat mendorong konsumsi masyarakat, terutama untuk makanan dan minuman, yang menjadi indikator besar dalam meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (bgn123)20111403</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/pengamat-konsumsi-di-sektor-produktif-penentu-keluar-dari-resesi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
