<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pbnu &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/pbnu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2020 09:29:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#pbnu &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bupati Eka Diskusi Bersama Ketua PBNU Pusat Bahas Spirit Toleransi</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/bupati-eka-diskusi-bersama-ketua-pbnu-pusat-bahas-spirit-toleransi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bupati-eka-diskusi-bersama-ketua-pbnu-pusat-bahas-spirit-toleransi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/bupati-eka-diskusi-bersama-ketua-pbnu-pusat-bahas-spirit-toleransi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2020 07:51:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabanan]]></category>
		<category><![CDATA[#bupatitabanan]]></category>
		<category><![CDATA[#ekawiryastuti]]></category>
		<category><![CDATA[#pbnu]]></category>
		<category><![CDATA[#toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=2837</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1152" height="768" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3.jpg 1152w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3-1024x683.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1152px) 100vw, 1152px" /></div>Tabanan, Baliglobalnews Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, diskusi bersama Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat, Prof.&#160;DR.&#160;KH Said Aqiel Sirodj, dalam Webinar yang bertema&#160;&#8221;Membangun Spirit Toleransi dalam Kebhinekaan Menuju Tabanan Aman dan Produktif&#8221;, yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom, Selasa (28/7). Hadir juga sebagai narasumber lainnya, yakni Penasihat Lembaga Seni Kolaborasi Budaya Indonesia, Gus Syauqi Ma&#8217;ruf Amin. Sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1152" height="768" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3.jpg 1152w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3-1024x683.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU3-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1152px) 100vw, 1152px" /></div>
<p>Tabanan, Baliglobalnews</p>



<p>Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, diskusi bersama Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat, Prof.&nbsp;DR.&nbsp;KH Said Aqiel Sirodj, dalam Webinar yang bertema&nbsp;&#8221;Membangun Spirit Toleransi dalam Kebhinekaan Menuju Tabanan Aman dan Produktif&#8221;, yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom, Selasa (28/7).</p>



<p>Hadir juga sebagai narasumber lainnya, yakni Penasihat Lembaga Seni Kolaborasi Budaya Indonesia, Gus Syauqi Ma&#8217;ruf Amin. Sebagai moderator Sekum Lembaga Seni Budaya PBNU, H Uki Marzuki Sholihin. Diskusi virtual yang menitikberatkan tentang mengedepankan toleransi dalam membangun bangsa dan negara ini juga diikuti oleh Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya; Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, Forkopimda, FKUB, beserta perwakilan umat Muslim Tabanan dan undangan lainnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="768" height="980" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU2.jpg" alt="" class="wp-image-2853" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU2.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/PBNU2-235x300.jpg 235w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption>Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, diskusi Webinar bersama Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat, Prof. DR. KH Said Aqiel Sirodj, Selasa (28/7).</figcaption></figure>



<p>Bupati Eka dalam sambutan pembukaannya mengatakan selaku wakil masyarakat Tabanan,&nbsp;dia sangat bangga dengan acara virtual&nbsp;tersebut&nbsp;yang mengedepankan tentang amanah toleranasi. Di&nbsp;mana keberagamaan adalah kekuatan terbesar dalam mempersatukan bangsa dan&nbsp;negara, begitu juga memajukan Tabanan.</p>



<p>&#8221;Sudah sekian lama kita melakukan hal-hal yang positif dengan seluruh Umat di Tabanan, khususnya di&nbsp;saat pandemi ini. Mudah-mudahan Tabanan selalu bisa melewati dengan bergandengan tangan, gotong-royong, selalu mengedepankan empati dan kasih sayang persaudaraan, sehingga seluruh umat bersama-sama Pemerintah Daerah selalu memikirkan yang terbaik untuk Tabanan,&#8221; katanya.</p>



<p>Bupati Eka menegaskan hal itu harus terus ditingkatkan dan dijaga keutuhannya.&nbsp;Menurut&nbsp;dia,&nbsp;membuat sangatlah mudah namun merawat sangatlah sulit. Untuk itu, diperlukan peran serta semua tokoh masyarakat khususnya, untuk bisa selalu mensosialisasikan dan menggaungkan hakekat arti persaudaraan.</p>



<p>&#8221;Karena utamanya keberagaman ini merupakan modal besar bagi kami di Tabanan untuk bisa mengisi pembangunan ini dengan cita-cita yang luhur, yaitu mensejahterakan masyarakat kami di Tabanan,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia&nbsp;berharap diskusi virtual itu menjadi tolak ukur&nbsp;kebhinekaan di Tabanan. &#8221;Saya harapkan diskusi virtual ini bisa lebih mempererat tali kasih kita, tali persaudaraan kita, demi Tabanan yang kita banggakan dan kita cintai,&#8221;&nbsp;pintanya.</p>



<p>KH Said Aqiel Sirodj mengatakan setiap orang yang dilahirkan ke&nbsp;bumi mempunyai satu amanat melekat, sebelum amanat&nbsp;ilmu&nbsp;pengetahuan,&nbsp;harkat,&nbsp;martabat dan&nbsp;agama adalah amanat&nbsp;insanniah atau&nbsp;<em>humanity</em>. &#8221;Jadi kita ini menjadi apapun, sebagai apapun, di mana pun, kita harus memperjuangkan, mengupayakan terwujudnya tatanan kehidupan yang harmonis,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kalau ada manusia yang sedang konflik,&nbsp;bersitegang, atau tidak saling menyapa,&nbsp;kata dia,&nbsp;seutuhnya mereka ingin berbaikan kembali. Karena masing-masing masih mempertahankan gengsi dan kekesalannya. &#8221;Itu artinya, yang menghalangi keharmonisan kita adalah hawa nafsu angkara murka, hasrat lobha, rakus, tamak yang berlebihan. Hal itulah yang merusak keharmonisan sesama manusia,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Oleh karena itu, dia mengajak seluruh umat untuk selalu merenungkan, mensyukuri, bahwa setiap manusia membawa amanat dari Tuhan yang menciptakan kita untuk memperjuangkan, mengupayakan tatanan kehidupan yang harmonis.&nbsp;&#8221;Kalau kita betul-betul insan, ya harus mendambakan cita-cita kita membangun kehidupan yang harmonis,&#8221;&nbsp;pintanya.</p>



<p>Sementara&nbsp;narasumber,&nbsp;kedua Gus Syauqi Ma&#8217;ruf Amin, mengatakan kebhinekaan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk bisa saling menghargai, saling menjaga, untuk membangun bangsa dan&nbsp;negara.&nbsp;&#8221;Karena prinsipnya, kebudayaan dan&nbsp;agama itu adalah untuk membangun tatanan kehidupan masyarakat yang baik. Semestinya ini menjadi semangat kita bersama, bahwa budaya dan&nbsp;agama itu adalah modal untuk membangun kebersamaan dalam perbedaan,&#8221;&nbsp;ujarnya.</p>



<p>Antara&nbsp;agama dan&nbsp;budaya, kata dia,&nbsp;harus bisa diimprovisasi dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat dalam Pancasila,&nbsp;lanjutnya,&nbsp;telah terkandung nilai-nilai kebersamaan di dalam perbedaan mulai dari sila pertama sampai dengan kelima.</p>



<p>&#8221;Pancasila ini menjadi amanat dasar untuk kita sebagai bangsa Indonesia untuk saling toleransi dan saling menjaga nilai-nilai pancasila ini untuk menciptakan kondisi dan situasi yang aman, kondusif, saling bergotong-royong untuk membangun bangsa ini lebih maju,&#8221; katanya.&nbsp;(bgn/humas)20072802</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/bupati-eka-diskusi-bersama-ketua-pbnu-pusat-bahas-spirit-toleransi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
