<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pangan &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/pangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Oct 2023 12:21:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#pangan &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pastikan Ketersedian Pasokan dan Keterjangkauan Harga Pangan,Walikota Jaya Negara Tinjau Gerakan Pangan Murah di Banjar Tegeh Sari, Tonja</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/pastikan-ketersedian-pasokan-dan-keterjangkauan-harga-panganwalikota-jaya-negara-tinjau-gerakan-pangan-murah-di-banjar-tegeh-sari-tonja/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pastikan-ketersedian-pasokan-dan-keterjangkauan-harga-panganwalikota-jaya-negara-tinjau-gerakan-pangan-murah-di-banjar-tegeh-sari-tonja</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/pastikan-ketersedian-pasokan-dan-keterjangkauan-harga-panganwalikota-jaya-negara-tinjau-gerakan-pangan-murah-di-banjar-tegeh-sari-tonja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 12:21:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[#alikotajayanegara]]></category>
		<category><![CDATA[#pangan]]></category>
		<category><![CDATA[#pemkotdenpasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=84755</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1024" height="683" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231022-WA0039.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231022-WA0039.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231022-WA0039-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231022-WA0039-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231022-WA0039-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar bersinergi dengan Badan Pangan Nasinal menggelar gerakan pangan murah (GPM) yang dipusatkan di Banjar Tegeh Sari, Desa Adat Tonja, Minggu (22/10/2023). Pelaksanaa kegiatan tersebut merupakan upaya berkelanjutan dalam rangka pengendalian inflasi dengan memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Denpasar. &#8220;Program [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1024" height="683" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231022-WA0039.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231022-WA0039.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231022-WA0039-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231022-WA0039-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231022-WA0039-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar bersinergi dengan Badan Pangan Nasinal menggelar gerakan pangan murah (GPM) yang dipusatkan di Banjar Tegeh Sari, Desa Adat Tonja, Minggu (22/10/2023). Pelaksanaa kegiatan tersebut merupakan upaya berkelanjutan dalam rangka pengendalian inflasi dengan memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Denpasar.</p>



<p>&#8220;Program gerakan pangan murah dilaksanakan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan yang merupakan upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Selain itu, GPM ini juga membantu pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha pangan, petani, dan peternak,&#8221; kata Walikota Jaya Negara di sela-sela kegiatan.</p>



<p>Dia menyebutkan GPM merupakan upaya pemerintah dalam mendukung penanganan masalah dan tantangan pembangunan ketahanan pangan. Hal ini utamanya guna memastikan kebutuhan pangan tersedia dalam jumlah yang cukup dan dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.</p>



<p>Pada kegiatan GPM ini, Pemkot Denpasar juga bekerja sama dengan Bulog, pelaku UMKM, serta para pelaku usaha lainnya.Sehingga, dengan sinergitas lintas sektor ini diharapkan mampu mendukung terciptanya stabilitas pangan dan inflasi di Kota Denpasar.</p>



<p>Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ida Bagus Mayun Suryawangsa mengatakan GPM menyediakan berbagai bahan pangan pokok dengan harga terjangkau atau di bawah harga pasar. Mulai dari beras, cabai, bawang merah, bawang putih, tepung, gula, minyak goreng, gas subsidi serta aneka sayuran dan buah-buahan.</p>



<p>&#8220;Silakan berbelanja, karena kita juga menyediakan beras, telur, aneka sayuran dan buah, bawang putih, bawang merah, minyak goreng, gula serta berbagai aneka makanan olahan dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran pada umumnya, seperti beras SPHP Rp 50.500/5kg, minyak goreng Kita Rp 14.000/liter, telur ayam Rp 45.000/krat. Ini sebagai upaya pengendalian inflasi,&#8221; katanya.</p>



<p>Hadir pula Wakil Walikota Arya Wibawa, Sekda Alit Wiradana, Ketua TP PKK Ny. Jaya Negara, Ketua GOW Ny. Arya Wibawa, Ketua DWP Ny. Wiradana. (bgn003)23102209</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/pastikan-ketersedian-pasokan-dan-keterjangkauan-harga-panganwalikota-jaya-negara-tinjau-gerakan-pangan-murah-di-banjar-tegeh-sari-tonja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konsumsi Beras Berlebih, Kementan Inisiasi Diversifikasi Pangan</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/konsumsi-beras-berlebih-kementan-inisiasi-diversifikasi-pangan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=konsumsi-beras-berlebih-kementan-inisiasi-diversifikasi-pangan</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/konsumsi-beras-berlebih-kementan-inisiasi-diversifikasi-pangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2020 14:31:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#beras]]></category>
		<category><![CDATA[#diversifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[#kementan]]></category>
		<category><![CDATA[#pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=4099</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/antarafoto-program-deversifikasi-pangan-290118-aez.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/antarafoto-program-deversifikasi-pangan-290118-aez.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/antarafoto-program-deversifikasi-pangan-290118-aez-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/antarafoto-program-deversifikasi-pangan-290118-aez-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/antarafoto-program-deversifikasi-pangan-290118-aez-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Makassar, Baliglobalnews Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan bahwa konsumsi beras sangat berlebih di Indonesia, yang dinilai tidak sehat, sehingga Kementan menginisiasi diversifikasi pangan di masyarakat. &#8220;Konsumsi beras sangat tinggi dan itu tidak sehat. Padahal sumber karbohidrat pada nasi itu bisa diganti dengan ubi kayu, kentang, pisang dan lain-lain, ini kami sudah lakukan di provinsi,&#8221; kata Sekretaris Badan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/antarafoto-program-deversifikasi-pangan-290118-aez.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/antarafoto-program-deversifikasi-pangan-290118-aez.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/antarafoto-program-deversifikasi-pangan-290118-aez-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/antarafoto-program-deversifikasi-pangan-290118-aez-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/antarafoto-program-deversifikasi-pangan-290118-aez-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Makassar, Baliglobalnews</p>



<p>Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan bahwa konsumsi beras sangat berlebih di Indonesia, yang dinilai tidak sehat, sehingga Kementan menginisiasi diversifikasi pangan di masyarakat.</p>



<p>&#8220;Konsumsi beras sangat tinggi dan itu tidak sehat. Padahal sumber karbohidrat pada nasi itu bisa diganti dengan ubi kayu, kentang, pisang dan lain-lain, ini kami sudah lakukan di provinsi,&#8221; kata Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan, Dr Ir Riwantoro melalui webinar nasional yang digelar Universitas Hasanuddin dalam rangka peringatan Dies Natalis ke 64 Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan,&nbsp;Sabtu.</p>



<p>Webinar dengan tema &#8220;Optimalisasi pangan lokal bagi kelompok rentan (ibu, hamil, menyusui dan balita)&#8221; tersebut mengungkap bahwa Indonesia yang kaya dengan aneka jenis pangan yang tumbuh dan berkembang, tersedia melimpah di seluruh wilayah Indonesia memberikan peluang besar bagi masyarakatnya untuk diversifikasi pangan pada tingkat lokal.<br></p>



<p>Riwantoro mengatakan diversifikasi pangan harus dilakukan karena tidak ada satu jenis pangan yang memiliki kandungan gizi lengkap. Selain itu untuk hidup sehat, aktif dan produktif, manusia memerlukan gizi yang terdiri dari sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral serta air dalam jumlah yang cukup dan seimbang.</p>



<p>&#8220;Ini juga untuk menurunkan ketergantungan konsumsi terhadap beras, tahun 2019 konsumsi gizi masyarakat memang cukup tetapi konsumsi buah dan sayur masih sangat sedikit. Artinya keanekaragaman masih sangat rendah. Sementara gula dan minyak berlebihan,&#8221; urainya.<br><br>&nbsp;Riwantoro menyebut bahwa pengembangan diversifikasi pangan ini dilakukan melalui konsepsi pekarangan pangan lestari karena konsumsi masyarakat pada buah dan sayur masih kurang.<br></p>



<p>Menurutnya, pemanfaatan lahan rumah tangga untuk pemenuhan pangan lokal, selain hemat, juga akan lebih melengkapi kebutuhan pangan keluarga dan bernilai ekonomis.</p>



<p>&#8220;Selain kita menghemat biaya dan mendapatkan apa yang kita mau, selebihnya kita juga bisa jual untuk pendapatan kita,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Konsep pangan lestari yang dimaksud dengan mengganti beras sebagai sumber karbohidrat dengan pangan lainnya, serta menurunkan konsumsi beras dan meningkatkan konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat lainnya.</p>



<p>&#8220;Rapat-rapat kami, snacknya menggunakan bahan pangan lokal, makan pagi dan siang diganti dengan pangan lain. Peningkatan produksi juga kami lakukan. Semoga dengan ini harganya juga bisa naik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kata dia, efek lebih jauh ke depan yakni bisa menumbuhkan UMKM pangan sebagai penyedia pangan dengan meningkatkan produksi bahan baku pangan lokal non beras. (bgn/ant)20080826</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/konsumsi-beras-berlebih-kementan-inisiasi-diversifikasi-pangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
