<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>orangtua &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/orangtua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Jun 2021 04:12:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>orangtua &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Orang tua di Kupang minta pemerintah kaji ulang sekolah tatap muka</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/orang-tua-di-kupang-minta-pemerintah-kaji-ulang-sekolah-tatap-muka/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=orang-tua-di-kupang-minta-pemerintah-kaji-ulang-sekolah-tatap-muka</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/orang-tua-di-kupang-minta-pemerintah-kaji-ulang-sekolah-tatap-muka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2021 04:12:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kajiulang]]></category>
		<category><![CDATA[kupang]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pandemicovid19]]></category>
		<category><![CDATA[sekolahtatapmuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=33785</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="505" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/NTT.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/NTT.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/NTT-300x189.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/NTT-768x485.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Para orang tua wali murid di Kota Kupang mendesak pemerintah untuk mengkaji kembali rencana pembukaan sekolah tatap muka di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu. &#8220;Sebagai orang tua tentu kami ingin yang terbaik buat anak. Kami dukung jika ada sekolah tatap muka lagi, namun jika diperhatikan saat ini kasus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="505" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/NTT.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/NTT.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/NTT-300x189.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/NTT-768x485.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Para orang tua wali murid di Kota Kupang mendesak pemerintah untuk mengkaji kembali rencana pembukaan sekolah tatap muka di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.</p>



<p>&#8220;Sebagai orang tua tentu kami ingin yang terbaik buat anak. Kami dukung jika ada sekolah tatap muka lagi, namun jika diperhatikan saat ini kasus COVID-19 makin meningkat, karena itu pemerintah perlu mengkaji ulang lagi hal ini,&#8221; kata Palce Amalo warga Kelurahan Liliba, Kota Kupang saat ditemui di Kupang, Senin.</p>



<p>Menurut dia, saat ini kasus COVID-19 di daerah itu semakin mengkhawatirkan, dari sebelumnya jumlah COVID-19 di Kota Kupang hanya berada dikisaran 0,5 persen, pekan lalu prosentase itu meningkat menjadi 3 persen.</p>



<p>Hal ini cukup mengkhawatirkan karena menurut dia jika tidak dijaga dengan baik, akan muncul klaster baru di lingkup sekolah, apalagi dengan adanya virus COVID-19 varian baru.</p>



<p>Palce juga mengatakan bahwa memang sebelumnya pemerintah Kota Kupang sudah memberikan surat keterangan dan ditanda-tangan oleh sejumlah orang tua wali murid bahwa mengizinkan agar sekolah tatap muka bisa kembali dilakukan.</p>



<p>&#8220;Tetapi dengan kasus yang terus bertambah ini menurut saya, kesepakatan itu dibatalkan dulu, sambil menunggu situasi dan kondisi yang benar-benar baik,&#8221; tambah dia.</p>



<p>Hal yang sama juga diungkapkan seorang kepala rumah tangga di Kota Kupang, Yuven Nitano. Menurut dia, ada baiknya pemerintah juga memperhatikan kondisi COVID-19 di Kota Kupang saat ini yang terus meningkat.</p>



<p>&#8220;Sebelum jumlah kasus COVID-19 di Kota Kupang ini terus meningkat istri saya sudah tanda tangan surat di atas meterai 10.000 dan menyatakan orang tua bersedia sekolah tatap muka,&#8221; ujar dia.</p>



<p>Apalagi di kawasan Oesapa tempat tinggal dirinya bersama keluarga masuk dalam kawasan zona merah sehingga penerapan protokol kesehatan harus ditingkatkan di Kota itu.</p>



<p>Untuk diketahui berdasarkan data dari gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Kupang, pada Minggu (27/6) kemarin jumlah kasus COVID-19 sudah mencapai 7.342 kasus, dengan jumlah kenaikan sebesar 53 orang.</p>



<p>Saat ini yang masih dirawat mencapai 313 orang. Mengalami kenaikan kasus sebesar 35 orang dibandingkan pada Sabtu (26/6) lalu yang jumlah yang dirawat 278 orang.(bgn123)21062808</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/orang-tua-di-kupang-minta-pemerintah-kaji-ulang-sekolah-tatap-muka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelaku bom Makassar titip wasiat untuk orang tua</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/pelaku-bom-makassar-titip-wasiat-untuk-orang-tua/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pelaku-bom-makassar-titip-wasiat-untuk-orang-tua</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/pelaku-bom-makassar-titip-wasiat-untuk-orang-tua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2021 07:02:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[matisahid]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pelakubombunuhdiri]]></category>
		<category><![CDATA[pelakubommakassar]]></category>
		<category><![CDATA[titipwasiat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=26062</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_160342-2_1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_160342-2_1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_160342-2_1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_160342-2_1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_160342-2_1-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku bom bunuh diri berinisial L sempat menitipkan surat wasiat kepada orang tuanya sebelum melakukan aksinya di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu. &#8220;Saudara L sempat meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya, yang isinya berpamitan dan mengatakan siap untuk mati sahid,&#8221; kata Sigit dalam konperensi pers di Mapolda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_160342-2_1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_160342-2_1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_160342-2_1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_160342-2_1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_160342-2_1-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku bom bunuh diri berinisial L sempat menitipkan surat wasiat kepada orang tuanya sebelum melakukan aksinya di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu.</p>



<p>&#8220;Saudara L sempat meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya, yang isinya berpamitan dan mengatakan siap untuk mati sahid,&#8221; kata Sigit dalam konperensi pers di Mapolda Sulsel Makassar, Senin.</p>



<p>Ia menjelaskan dua pelaku bom bunuh diri masing-masing berinisial L dan YSF merupakan pasangan suami istri yang baru menikah sekitar enam bulan yang lalu.</p>



<p>Mereka berdua dinikahkan oleh Rizaldi yang pada bulan Januari 2021, berhasil ditangkap.</p>



<p>Rizaldi merupakan bagian dari kelompok militan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan pengeboman di Jolo, Filipina pada 2018.</p>



<p>Lebih jauh, Kapolri mengatakan Densus 88 telah menangkap empat tersangka di Makassar.</p>



<p>&#8220;Perkembangan dari peristiwa kejadian bom terjadi kemarin, maka sampai dengan hari ini, kita mengamankan 4 orang tersangka yakni AS, SAS, MR, dan AA,&#8221; ujarnya.(bgn123)21033017</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/pelaku-bom-makassar-titip-wasiat-untuk-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Psikolog: Guru dan orang tua berperan penting kuatkan karakter anak</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/psikolog-guru-dan-orang-tua-berperan-penting-kuatkan-karakter-anak/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=psikolog-guru-dan-orang-tua-berperan-penting-kuatkan-karakter-anak</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/psikolog-guru-dan-orang-tua-berperan-penting-kuatkan-karakter-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DEA17]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2020 02:43:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[peran kuatkan karakter anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=16964</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/antarafoto-peringatan-hari-anak-nasional-2020-270820-ma-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/antarafoto-peringatan-hari-anak-nasional-2020-270820-ma-1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/antarafoto-peringatan-hari-anak-nasional-2020-270820-ma-1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/antarafoto-peringatan-hari-anak-nasional-2020-270820-ma-1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/antarafoto-peringatan-hari-anak-nasional-2020-270820-ma-1-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Psikolog RSUP&#160;Sanglah&#160;Denpasar, Bali,&#160;Lyly Puspa Palupi&#160;mengingatkan guru dan orang tua memiliki peran penting dalam penguatan karakter anak.&#160;&#8220;Yang paling penting dalam penguatan karakter adalah keteladanan yang dicontohkan melalui perilaku-perilaku nyata dari orang-orang di sekitar, seperti dari guru dan orang tua. Melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai pendapat anak dan mendengarkan ketika sedang berbicara,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/antarafoto-peringatan-hari-anak-nasional-2020-270820-ma-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/antarafoto-peringatan-hari-anak-nasional-2020-270820-ma-1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/antarafoto-peringatan-hari-anak-nasional-2020-270820-ma-1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/antarafoto-peringatan-hari-anak-nasional-2020-270820-ma-1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/antarafoto-peringatan-hari-anak-nasional-2020-270820-ma-1-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Psikolog RSUP&nbsp;Sanglah&nbsp;Denpasar, Bali,&nbsp;Lyly Puspa Palupi&nbsp;mengingatkan guru dan orang tua memiliki peran penting dalam penguatan karakter anak.&nbsp;&#8220;Yang paling penting dalam penguatan karakter adalah keteladanan yang dicontohkan melalui perilaku-perilaku nyata dari orang-orang di sekitar, seperti dari guru dan orang tua. Melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai pendapat anak dan mendengarkan ketika sedang berbicara,&#8221; kata Lyly dihubungi melalui telepon di Denpasar, Jumat (4/12).&nbsp;</p>



<p>Psikolog di Sub Bagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar, Bali itu menjelaskan penguatan karakter siswa dapat dilakukan juga dengan menerapkan metode pembelajaran yang positif, lebih mengedepankan apresiasi dan penghargaan pada perilaku positif yang ditunjukkan anak.&nbsp;Selain itu, metode penguatan karakter juga perlu disesuaikan dengan usia anak, sehingga tepat penyampaiannya.</p>



<p>Menurut dia, pemberian apresiasi tepat dilakukan kepada anak saat di sekolah maupun di rumah. Dalam hal ini, jika perilakunya dianggap baik maka si anak akan mengulangi perbuatannya.&nbsp;Menurutnya, pembentukan karakter anak sebagai peserta didik sangat penting, untuk membentuk pribadi yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghargai orang lain dan karakter positif lainnya.&nbsp;</p>



<p>Lyly mengatakan pada dasarnya penguatan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan proses belajar di sekolah. Namun, dapat dimulai dari lingkungan terkecil dan terdekat siswa yaitu keluarga.&nbsp;&#8220;Peran orang tua sebagai guru dan model keteladanan bagi anak. Jadi dalam situasi seperti ini, di mana anak lebih banyak di rumah, berinteraksi dengan keluarga, peran orang tua dan keluarga menjadi sangat penting untuk melakukan penguatan karakter bagi anak,&#8221; katanya.&nbsp;</p>



<p>Penguatan karakter sebenarnya bagian dari pendidikan jangka panjang. Dengan sifat jangka panjang ini, juga akan berkembang seiring dengan pertambahan usia seseorang, dan tugas-tugas perkembangannya.</p>



<p>&nbsp;&#8220;Manfaatnya tentu saja menyiapkan anak yang nantinya akan menjadi individu dengan karakter yang baik, berkualitas, yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan tuntutan-tuntutan di masa depan,&#8221; ucap Lyly. (bgn123)20120503</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/psikolog-guru-dan-orang-tua-berperan-penting-kuatkan-karakter-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar daring, ada orang tua kerjakan tugas sekolah anaknya</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/belajar-daring-ada-orang-tua-kerjakan-tugas-sekolah-anaknya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=belajar-daring-ada-orang-tua-kerjakan-tugas-sekolah-anaknya</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/belajar-daring-ada-orang-tua-kerjakan-tugas-sekolah-anaknya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2020 02:40:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[belajardaring]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[tugassekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=15536</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="673" height="379" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/003971200_1581472042-20200211-Siswa-di-China-Belajar-Secara-Daring-Akibat-Corona-XINHUA-4.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/003971200_1581472042-20200211-Siswa-di-China-Belajar-Secara-Daring-Akibat-Corona-XINHUA-4.jpg 673w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/003971200_1581472042-20200211-Siswa-di-China-Belajar-Secara-Daring-Akibat-Corona-XINHUA-4-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 673px) 100vw, 673px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Seperti juga belajar langsung di kelas di sekolah, belajar di rumah juga punya cerita tersendiri. Para mahasiswa mata kuliah Parenting (Pengasuhan) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Samarinda menemukan ada anak yang jadi malas belajar karena susah memahami materi pelajaran dan bingung oleh penjelasan guru yang disampaikan secara daring. “Lebih parah lagi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="673" height="379" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/003971200_1581472042-20200211-Siswa-di-China-Belajar-Secara-Daring-Akibat-Corona-XINHUA-4.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/003971200_1581472042-20200211-Siswa-di-China-Belajar-Secara-Daring-Akibat-Corona-XINHUA-4.jpg 673w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/003971200_1581472042-20200211-Siswa-di-China-Belajar-Secara-Daring-Akibat-Corona-XINHUA-4-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 673px) 100vw, 673px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Seperti juga belajar langsung di kelas di sekolah, belajar di rumah juga punya cerita tersendiri.<br><br>Para mahasiswa mata kuliah Parenting (Pengasuhan) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Samarinda menemukan ada anak yang jadi malas belajar karena susah memahami materi pelajaran dan bingung oleh penjelasan guru yang disampaikan secara daring.</p>



<p>“Lebih parah lagi, tugas si anak lalu dikerjakan orang tuanya,” kata dosen pengampu matakuliah Pengasuhan, Lina Revilla Malik MSi.</p>



<p>Lina, dosen fasilitator metode MIKIR dari Yayasan Tanoto itu, memperlihatkan laporan Gina Dwitami, satu mahasiswanya di Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PS PIAUD) FTIK IAIN Samarinda.<br><br>Laporan yang sudah berbentuk presentasi dengan aplikasi power point itu menjelaskan secara singkat keadaan murid dan kendala orang tua dalam kegiatan belajar mengajar secara daring di tengah pandemi COVID-19.</p>



<p>“Kendala orang tua itu adalah jaringan internet yang tidak stabil, susah mengatur kegiatan kantor dan kegiatan di rumah agar ada waktu untuk mendampingi anak,” kata Gina dalam laporannya.</p>



<p>Sebab itulah, banyak orang tua kemudian mengambil jalan pintas, yaitu mengerjakan tugas anak yang diberikan guru.</p>



<p>“Bukan sekadar membantu anak mengerjakan tugasnya, tapi ya orang tua langsung mengambil alih,” kata Lina Malik yang juga menduganya sebagai kompensasi sebab tidak bisa mendampingi anak.</p>



<p>Namun demikian, dalam ilmu Pengasuhan kerap terbukti dibantu seperti itu bisa membuat anak menjadi lemah dan tidak belajar menyelesaikan masalah.<br><br>Mereka bukannya mengandalkan dirinya sendiri, malah tergantung pada bantuan orang lain.</p>



<p>“Padahal, seperti dikatakan Jerome Kagan, fungsi keluarga adalah mengenalkan anak kepada tanggung jawab, tempat anak berlatih mengerjakan sendiri tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya sehingga pada gilirannya kelak anak bisa mandiri, bisa memberi dan menjadi bagian baik sebagai anggota keluarga ataupun masyarakat,” papar Lina.</p>



<p>Prof Jerome Kagan adalah perintis ilmu Psikologi Perkembangan, alumnus dan pengajar di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Prof Kagan menulis setidaknya 53 judul buku, baik sendirian ataupun bersama orang lain. Satu bukunya yang terkenal adalah&nbsp;<em>Memahami Anak: Perilaku, Motif, dan Jalan Pikirannya</em>&nbsp;yang terbit pada 1971.</p>



<p>“Tapi mahasiswa saya ketemu juga keluarga yang ideal,” lanjut Lina.<br><br>Dari laporan Mirsa Damayun yang mengamati satu keluarga dengan anak yang bersekolah di SMP, terbukti anak yang biasa diberi tanggung jawab dan dipercaya bisa melakukannya, memang mampu mengerjakan amanah tersebut.</p>



<p>Anak di keluarga itu memulai hari dengan merapikan sendiri tempat tidurnya. Setelah masuk waktu belajar secara daring, anak sudah siap mengikuti pelajaran.</p>



<p>Diselingi waktu istirahat untuk makan dan shalat, anak kemudian kembali belajar, menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah.<br><br>Orang tua, terutama ibu, yang sebelumnya juga menyempatkan diri mendampingi anak saat belajar walau berbagi waktu dengan pekerjaan rumah, juga kembali mendampingi anak saat mengerjakan tugas sekolahnya.</p>



<p>Menurut Mirsa, karena perbedaan generasi, tidak juga sebenarnya orang tua memahami pelajaran seperti yang diajarkan guru.<br><br>Akan tetapi, pendampingan orang tua yang mendorong anak untuk bertanya bila ada yang tidak dipahami atau berani menyampaikan pendapatnya bila ditanya guru, mendorong anak belajar lebih baik.</p>



<p>“Setelah selesai, anak bebas untuk melakukan kegiatan lain dalam batas waktu. Bisa bermain di luar, membaca, dan lain-lain,” tutur dia.<br><br>Batas waktunya habis, kadang ibu mengingatkan sebab sudah masuk waktu untuk mengerjakan hal lain, seperti mandi dan Shalat Magrib.</p>



<p>Pola pengasuhan di rumah itu merupakan gambaran dari pengasuhan demokratis atau otoritatif yang disimpulkan Diana Baumrind, ahli psikologi perkembangan dari Universitas California di Berkeley, Amerika Serikat.</p>



<p><strong>Tugas pengamatan</strong></p>



<p>Lina Malik memberikan tugas pengamatan ini juga dalam perkuliahan secara daring.<br><br>Ia memberikan metode MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) sebagai panduan bagi mahasiswa untuk melakukan pengamatan dan menyampaikan laporannya.</p>



<p>Untuk mengalami dan interaksi, mahasiswa diminta mengamati pengasuhan orang tua selama masa pandemi ini.<br><br>Pada lembar kerja mahasiswa ada sejumlah informasi yang harus didapat, yaitu mulai dari data kependudukan seperti identintas, pekerjaan, pendidikan, usia, hingga kegiatan sehari-hari orang tua dan anak.</p>



<p>“Catatan pengamatan kegiatan sehari-hari orang tua dan anak itu menjadi inti dari pengamatan ini,” jelas Lina.<br><br>Catatan itu harus menjawab pertanyaan bagaimana aktivitas sehari-hari anak dan orang tua saat di rumah saja, bagaimana sikap orang tua selama mendampingi anak belajar di rumah, bagaimana tanggapan anak ketika di dampingi orang tua belajar dari rumah.</p>



<p>Semua hasil pengamatan kemudian dianalisis dengan menggunakan teori-teori dan hasil riset yang relevan.<br><br>Sambil melakukan refleksi, bagian analisis ini menjadi penting dari seluruh proses pembelajaran mata kuliah Parenting, sebab di sinilah diharapkan terjadi proses transfer ilmu dan pengetahuan.</p>



<p>Sebelumnya, mahasiswa bebas memilih obyek pengamatannya, apakah pengasuhan anak usia Kelompok Bermain atau Taman Kanak-Kanak, usia Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah, atau anak usia Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiyah.</p>



<p>Sebagai bekal untuk pengamatan, mahasiswa sudah berdiskusi dan mengkaji ulang berbagai teori dan paparan lewat grup percakapan Whatsapp dan Google Class Room.</p>



<p>“Kami kadang kesusahan mencari referensi. Kalau sedang tidak wabah begini mungkin tinggal datang ke perpustakaan kampus. Tapi kan kampus aja tutup, apalagi perpustakaan. Perpustakaan kota juga tutup,” kata Binti, juga Reza, dua mahasiswa Lina yang lain.</p>



<p>“Jadi ya kami cari di internet. Banyak sumber dan bahan di internet. Apalagi kalau bisa Bahasa Inggris,” kata Reza.<br><br>Persoalan kegiatan belajar mengajar secara daring di tengah pandemi COVID-19 memang tidak mudah, karena bukan semata-mata proses transfer ilmu pengetahuan. Akan tetapi juga menyangkut kelekatan dengan persoalan mendidik siswa untuk menjadi pribadi berkarakter, dewasa, dan matang juga mesti mendapatkan tempat yang proporsional.<br><br>Kalau kesulitan siswa menghadapi tugas sekolah dalam pembelajaran secara daring, diselesaikan oleh orang tua sebagai yang mengerjakan tugas itu, apa bedanya dengan pekerjaan rumah yang mestinya diselesaikan siswa dalam pembelajaran langsung, namun dikerjakan orang tuanya.<br><br>Berbagai komponen utama dalam dunia pendidikan, yakni sekolah, keluarga, dan masyarakat, memang semestinya memahami dengan baik antara mengajar dan mendidik. Pengajaran setidaknya terkait dengan transfer pengetahuan, sedangkan pendidikan terkait dengan pembentukan kepribadian dan kedewasaan yang di dalamnya juga menyangkut ilmu pengetahuan. (bgn123)20112502</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/belajar-daring-ada-orang-tua-kerjakan-tugas-sekolah-anaknya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
