<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#nysuryaadnyani &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/nysuryaadnyani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Oct 2020 10:45:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#nysuryaadnyani &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketua TP PKK Gianyar Kunjungi Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa Taro</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/ketua-tp-pkk-gianyar-kunjungi-fasilitas-pengelolaan-sampah-desa-taro/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketua-tp-pkk-gianyar-kunjungi-fasilitas-pengelolaan-sampah-desa-taro</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/ketua-tp-pkk-gianyar-kunjungi-fasilitas-pengelolaan-sampah-desa-taro/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2020 10:45:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemda Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[TP-PKK]]></category>
		<category><![CDATA[#nysuryaadnyani]]></category>
		<category><![CDATA[desataro]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitaspengelolaansampah]]></category>
		<category><![CDATA[gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[tppkk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=10487</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1032" height="774" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM.jpeg 1032w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM-300x225.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM-1024x768.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM-768x576.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM-86x64.jpeg 86w" sizes="(max-width: 1032px) 100vw, 1032px" /></div>Gianyar, Baliglobalnews Fasilitas pengelolaan material sampah di Banjar Belong, Desa Taro, Tegallalang, yang diresmikan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, awal Juni lalu kini telah menghasilkan pupuk organik untuk pertama kalinya. Pengelolaan material sampah yang menampung sampah dari 14 banjar di Desa Taro itu mekanisme seminggu 2 kali diangkut dengan 1 mobil truk sampah. Hal itu dijelaskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1032" height="774" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM.jpeg 1032w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM-300x225.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM-1024x768.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM-768x576.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.21.09-PM-86x64.jpeg 86w" sizes="(max-width: 1032px) 100vw, 1032px" /></div>
<p>Gianyar, Baliglobalnews</p>



<p>Fasilitas pengelolaan material sampah di Banjar Belong, Desa Taro, Tegallalang, yang diresmikan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, awal Juni lalu kini telah menghasilkan pupuk organik untuk pertama kalinya. Pengelolaan material sampah yang menampung sampah dari 14 banjar di Desa Taro itu mekanisme seminggu 2 kali diangkut dengan 1 mobil truk sampah.</p>



<p>Hal itu dijelaskan oleh Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, saat menerima kunjungan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, di fasilitas pengelolaan material sampah yang ada di Banjar Belong, Desa Taro Tegallalang, Rabu (7/10).</p>



<p>Warka yang kala itu didampingi Manager Fasilitas, Dedi Sutrisna, menyatakan untuk saat ini pengangkutan sampah di 14 banjar masih bisa ditangani. Dengan mekanisme, dalam waktu satu minggu yakni Senin, Selasa dan Rabu diambil sampah non-organik dan selanjutnya diambil sampah organi.</p>



<p>Ke depan agar lebih lancar, pihaknya berharap bisa menambah satu armada pengangkut lagi. Sedangkan untuk sosialisasi di masyarakat karena keburu pandemi, sosialisasi tidak bisa dilakukan dan saat ini akan mulai dibuatkan pararem-nya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.20.57-PM-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-10489" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.20.57-PM-1024x768.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.20.57-PM-300x225.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.20.57-PM-768x576.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.20.57-PM-86x64.jpeg 86w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-07-at-12.20.57-PM.jpeg 1032w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Ny. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan, TP PKK Kabupaten Gianyar selalu memotivasi apa yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Taro.</figcaption></figure>



<p>Untuk kelancaran operasiona, I Wayan Warka, juga berharap bantuan mesin pengayak, karena selama ini masih menggunakan pengayak secara manual.</p>



<p>Dedi Sutrisna menyatakan ingin mengedukasi masyarakat agar mulai sadar akan lingkungan dengan motto&nbsp; &#8220;Sampahmu adalah tanggung jawabmu&#8221;. Jadi semua masyarakat ikut bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkannya.</p>



<p>Setelah sampah dikumpulkan di tempat pengelolaan, kata dia, sampah akan dipilah lagi kemudian selanjutnya akan diproses menjadi kompos. Kompos itu nantinya akan diolah lagi, dicampur dengan kotoran hewan. Kebetulan Desa Taro memiliki lembu putih, kotoran lembu putih tersebut yang akan dicampurkan dengan kompos. Karena tidak ada bahan kimia, pengolahan dari sampah hingga menjadi pupuk siap pakai, memerlukan waktu hampir 3 bulanan.</p>



<p>Dari sampah yang dipilah dan diolah, lanjutnya, hanya menyisakan 20 persen residu dibawa ke TPA Temesi. Artinya, 80 hingga 90 persen sampah bisa di-reduce atau dikurangi. Ini juga membantu mengurangi volume sampah di TPA Temesi. Edukasi telah dilakukan kepada masyarakat maupun petani agar menggunakan pupuk organik hasil olahan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa Taro ini.</p>



<p>&#8220;Kami juga tidak sembarangan bikin pupuk, hasilnya nanti juga akan kami cek di laboratorium hayati, kita cari tahu kandungannya. Jadi bukan hanya kompos namun apa yang dibutuhkan tanaman nanti kita tambahkan unsur-unsur hayatinya,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara Ketua TP.PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan, TP PKK Kabupaten Gianyar selalu memotivasi apa yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Taro. Yang terpenting adalah bagaimana kita menggerakkan masyarakat kita khususnya ibu- ibu rumah tangga. Karena harus diakui, penyumbang sampah terbesar adalah dari rumah tangga. </p>



<p>Yang terpenting juga bagaimana kita memilah sampah dari rumah tangga. Jika sampah sudah dipilah, maka ketika tiba di pengelolaan sampah sudah bisa langsung diolah. Konsep yang diterapkan adalah sampah di desa selesai juga di desa, dan ketika sudah menjadi pupuk, ini akan diserahkan kembali pada masyarakat setempat. Sehingga tanah tetap subur dan mengurangi penggunaan pupuk kimia.</p>



<p>Ny. Mahayastra menyatakan konsep yang benar adalah kita tidak menggeser sampah namun sampah kita olah di desa dan hasilnya untuk desa setempat.</p>



<p>Dia juga mengunjungi Kebun Organik Desa Taro yang terletak di Desa Taro Kaja, Desa Taro Tegallalang. Di kebun organik tersebut juga ditanam bibit bantuan Hatinya PKK. Dia juga panen sayur-sayuran seperti terong, cabe, kangkung dan pare. Sesuai namanya, kebun ini menggunakan pupuk organik secara keseluruhan.</p>



<p>Turut mendampingi pada kunjungan tersebut Kepala Dinas DPMD, Gianyar Dewa Ngakan Ngurah Adi; Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar; I Wayan Kujus Pawitra; Kepala Bank BPD Bali Cabang Gianyar, I Ketut Bagus Ariana dan pengurus TP PKK Kabupaten Gianyar. (bgn122)20100723</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/ketua-tp-pkk-gianyar-kunjungi-fasilitas-pengelolaan-sampah-desa-taro/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gairahkan Kembali Seni Budaya, Yayasan Bina Wisata Gelar Lomba Busana Secara Virtual</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gairahkan-kembali-seni-budaya-yayasan-bina-wisata-gelar-lomba-busana-secara-virtual/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gairahkan-kembali-seni-budaya-yayasan-bina-wisata-gelar-lomba-busana-secara-virtual</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gairahkan-kembali-seni-budaya-yayasan-bina-wisata-gelar-lomba-busana-secara-virtual/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2020 07:22:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[TP-PKK]]></category>
		<category><![CDATA[#lombabusana]]></category>
		<category><![CDATA[#nysuryaadnyani]]></category>
		<category><![CDATA[#senibudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#yayasanbinawisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=6298</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1032" height="774" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1.jpeg 1032w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-300x225.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-1024x768.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-768x576.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-86x64.jpeg 86w" sizes="auto, (max-width: 1032px) 100vw, 1032px" /></div>Gianyar, Baliglobalnews Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud mengadakan lomba busana adat ke pura secara virtual&#160;pada Kamis ( 27/8), untuk menggairahkan kembali semangat dan kreativitas masyarakat&#160;pada&#160;masa pandemi. Penilaian dilakukan secara virtual di&#160;Kantor Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, dengan juri Ketua TP&#160;PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, desainer Tjokorda Gde Abinanda Sukawati dan Cindy Yuliani. Lomba [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1032" height="774" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1.jpeg 1032w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-300x225.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-1024x768.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-768x576.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-86x64.jpeg 86w" sizes="auto, (max-width: 1032px) 100vw, 1032px" /></div>
<p>Gianyar, Baliglobalnews</p>



<p>Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud mengadakan lomba busana adat ke pura secara virtual&nbsp;pada Kamis ( 27/8), untuk menggairahkan kembali semangat dan kreativitas masyarakat&nbsp;pada&nbsp;masa pandemi. Penilaian dilakukan secara virtual di&nbsp;Kantor Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, dengan juri Ketua TP&nbsp;PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, desainer Tjokorda Gde Abinanda Sukawati dan Cindy Yuliani.</p>



<p>Lomba diadakan dalam&nbsp;tiga&nbsp;kategori yaitu, kategori PKK diikuti oleh 20 orang peserta, remaja (pemudi) 20 orang &nbsp;peserta, kategori anak-anak (putri) 20 orang peserta dan putra diikuti oleh 13 orang.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.47-AM-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-6300" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.47-AM-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.47-AM-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.47-AM-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.47-AM-450x300.jpeg 450w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.47-AM.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Juri Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, desainer Tjokorda Gde Abinanda Sukawati dan Cindy Yuliani.</figcaption></figure>



<p>Ketua Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, Tjokorda Gde Bayuputra Sukawati, menjelaskan lomba ini digelar untuk menggairahkan kembali semangat kreativitas yang selama masa pandemi cukup terpuruk.&nbsp;&#8221;Melalui lomba busana ini kita harapkan ada giat-giat baru apalagi di bulan Agustus ini kita masih dalam suasana kemerdekaan,&#8221;&nbsp;ujarnya.</p>



<p>Untuk peserta,&nbsp;kata Tjok. Bayuputra, mereka mengirimkan video singkat untuk dinilai. Itu bisa dilakukan &nbsp;di rumah masing-masing atau kumulatif di balai banjar. Yang penting yang menjadi latar peragaan busana adalah suasana adat Bali, &nbsp;karena salah satu persyaratan kami dari panitia adalah&nbsp; tempat yang memiliki background yang bernuansa adat Bali. Sedangkan untuk kriteria penilaian adalah keserasian busana, tata rias wajah dan rambut, harmonisasi gerak, ekspresi, etika dan estetika busana.</p>



<p>Menurut Bayuputra, karena pariwisata di Bali sudah mulai dibuka meski untuk domestik, mungkin secara tidak langsung kegiatan itu bisa membangkitkan kembali kita, khususnya di Ubud.&nbsp; Salah satunya adalah bagaimana kita membangkitkan kembali seni budaya kita melalui pakaian adat .</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-1-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-6301" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-1-1024x768.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-1-300x225.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-1-768x576.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-1-86x64.jpeg 86w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-27-at-11.37.46-AM-1-1.jpeg 1032w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Ketua TP.PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, sangat mengapresiasi kegiatan lomba peragaan busana secara virtual yang dilaksanakan oleh Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud. </figcaption></figure>



<p>&#8221;Walaupun tidak ada proses langsung, tapi minimal dari semangat masyarakat dan taksu yang ada di masyarakat , itu akan kita bangkitkan lagi. Sudah mulai terlihat warna-warna lagi , karena kita kaitkan dengan kondisi beberapa bulan ke belakang, kita rasanya suram karena pandemi ini. Citra itu yang ingin kita ubah sekarang. Mulai kita adakan beberapa event dengan segala protokol kesehatan yang ketat, ini akan mulai kita bangkitkan satu persatu. Tapi kedepannya kita akan melihat suasana yang lebih hidup lagi,&#8221;&nbsp;katanya.</p>



<p>Peragaan busana dipilih, kata Tjok Putra, karena melihat situasi kita sekarang, di&nbsp;mana pihaknya ingin membangkitkan kembali keindahan di Bali. Dan salah satu simbol &nbsp;keindahan adalah wanita. Maka pihaknya mencoba menginterpretasikannya melalui lomba busana.&nbsp;&#8221;Karena setelah kita&nbsp;rembugkan, lomba busana dirasa paling tepat&nbsp;menggambarkan&nbsp;kerinduan kita akan keindahan adat budaya Bali. Dan lagi lomba ini tentu tidak terlalu menghabiskan biaya, karena untuk busana adat ke pura dipastikan kita semua memiliki. Jadi tinggal memadupadankan nya,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara Ketua TP.PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra,&nbsp;sangat mengapresiasi kegiatan lomba peragaan busana secara virtual yang dilaksanakan oleh Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.&nbsp;&#8221;Tentu saat ini kita masih dalam suasana pandemi&nbsp;Covid-19. Jadi ketika beranjak ke tatanan era Bali baru, inilah salah satu yang mereka lakukan dengan tetap melaksanakan kegiatan, namun dengan cara virtual. Dalam arti, meskipun dengan cara virtual tidak mengurangi makna,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menyeutkan&nbsp;dengan tema peragaan busana adat ke pura.&nbsp;Menurut istri Bupati Gianyar,&nbsp;Made Mahayastra,&nbsp;itu&nbsp;tentunya kembali ke adat budaya kita. Apalagi di Ubud, yang merupakan destinasi wisata dunia.&nbsp;&#8221;Ketika orang datang tentunya yang dilihat adalah secara keseluruhan, baik wisata alam, budaya, maupun wisata belanja. Namun yang perlu digaris bawahi disini adalah, kita mempunyai kelebihan yaitu taksu yang ada di Ubud. Kita harus terus mempertahankan adat dan budaya kita, sehingga taksu itu terus ada,&#8221; katanya.</p>



<p>Ny. Surya Adnyani Mahayastra menambahkan, sebagai orangtua harus terus mensosialisasikan pada generasi muda bagaimana berpakaian adat ke pura yang baik dan benar secara etika dan estetika. Kalau berpakaian kita semua bisa, tetapi bagaimana berpakaian yang benar itu yang perlu kita edukasi.&nbsp;</p>



<p>&#8221;Perbedaan pakaian adat ke pura dengan kita kondangan tentu jauh berbeda. Dalam hal ini tentu ada aturan yang jelas, seperti menggunakan kain harus sampai mata kaki, pakaian yang digunakan tidak tembus pandang, dan rambut juga rapi. Bagi yang sudah dewasa atau menikah rambut harus dipusung tagel,&#8221;&nbsp;katanya.</p>



<p>Dia menilai kelebihan dari peragaan busana secara virtual dari biaya bisa ditekan. &#8221;Sosialisasi juga kita dapat. Mungkin ke depannya dalam tatanan era baru ini, mungkin kegiatan akan lebih banyak secara virtual. Sehingga yang dulunya kegiatan diadakan di suatu tempat dengan segala protokolernya, mungkin dengan ini segalanya bisa ditekan,&#8221; katanya. (bgn/kmf)20082706</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gairahkan-kembali-seni-budaya-yayasan-bina-wisata-gelar-lomba-busana-secara-virtual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
