<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lpei &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/lpei/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Nov 2021 02:20:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>lpei &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Koster Apresiasi LPEI dan DJKN Resmikan Desa Devisa Garam Kusamba</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-apresiasi-lpei-dan-djkn-resmikan-desa-devisa-garam-kusamba/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gubernur-koster-apresiasi-lpei-dan-djkn-resmikan-desa-devisa-garam-kusamba</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-apresiasi-lpei-dan-djkn-resmikan-desa-devisa-garam-kusamba/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 02:20:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurbali]]></category>
		<category><![CDATA[lpei]]></category>
		<category><![CDATA[pemprovbali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=41575</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="964" height="1065" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0006.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0006.jpg 964w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0006-272x300.jpg 272w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0006-927x1024.jpg 927w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0006-768x848.jpg 768w" sizes="(max-width: 964px) 100vw, 964px" /></div>Klungkung, Baliglobalnews Gubernur Bali, Wayan Koster, mengapresiasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), karena telah meresmikan Desa Devisa Garam Kusamba. LPEI dan DJKN secara resmi akan memfasilitasi ekspor produk garam tradisional lokal Bali di Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung Peresmian Desa Devisa Garam Kusamba berlangsung di Banjar Anyar, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="964" height="1065" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0006.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0006.jpg 964w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0006-272x300.jpg 272w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0006-927x1024.jpg 927w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0006-768x848.jpg 768w" sizes="(max-width: 964px) 100vw, 964px" /></div>
<p>Klungkung, Baliglobalnews</p>



<p>Gubernur Bali, Wayan Koster, mengapresiasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), karena telah meresmikan Desa Devisa Garam Kusamba. LPEI dan DJKN secara resmi akan memfasilitasi ekspor produk garam tradisional lokal Bali di Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung</p>



<p>Peresmian Desa Devisa Garam Kusamba berlangsung di Banjar Anyar, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung pada Sabtu (6/11) .</p>



<p>Gubernur menyampaikan harapan kepada LPEI dan DJKN agar tidak berhenti memfasilitasi ekspor produk garam tradisional lokal Bali, namun secara berkelanjutan melakukan program tersebut untuk produk garam tradisional lokal Bali yang berada di seluruh Bali, sehingga bisa diekspor dengan memiliki kualitas rasa dan kemasan yang bagus.</p>



<p>Gubernur Koster dalam pidatonya menyatakan Bali yang memiliki wilayah kecil, namun Hyang Pencipta maha adil telah memberikan anugrah yang luar biasa untuk alam Bali, baik itu di bidang pangan, sandang, hingga industri kerajinan rakyat berbasis branding Bali. &#8220;Kalau pangan ada beras Bali, salak Bali, jeruk, hingga Manggis Bali. Kemudian pangan di bidang kelautan, Bali memiliki potensi dari ikan tuna, rumput laut, hingga garam. Sandangnya ada kain tenun endek Bali hingga kerajinan rakyat yang berupa aksesoris yang sangat terkenal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengenai produk garam tradisional lokal Bali, kata dia, masyarakat tradisional di Bali sudah diberikan warisan tradisi yang luhur untuk melakukan suatu produksi dan hasilnya sangat diminati, terkenal, karena berkualitas serta memiliki cita rasa yang khas seperti garam Bali, selain ada salak Bali, kopi Bali, hingga jeruk Bali.</p>



<p>Soal produk garam tradisional Bali, kata dia, yang harus dipikirkan pertama ialah hulunya, yaitu wilayah pesisirnya, ada petani yang mengolah garam di pesisir. Bali memiliki banyak pesisir pantai yang menjadi tempat produksi garam seperti di Kabupaten Karangasem yaitu dari wilayah Amed sampai ada di Tianyar; di Buleleng juga ada yang tersebar di Desa Les, Desa Tejakula, hingga di Desa Pemuteran; di Jembrana tempatnya berlokasi di Gumbrih; Kabupaten Tabanan tempatnya di Klating; dan di Kota Denpasar wilayah produksi garamnya di Pemogan dan Pedungan, red).</p>



<p>&#8220;Ini wilayah produksi garam yang digeluti masyarakat lokal dan diolah secara tradisional, Saya sudah turun ke Desa Tejakula, Buleleng hingga ke Amed, Karangasem dan memperhatikan proses pembuatan garamnya mulai dari angkut air di laut sampai dicampur dengan tanah, kemudian diolah sampai keluar air, lalu dijemur menjadi garam. Tempo hari juga ke Kusamba, jadi agak mirip-mirip semua produksi garamnya dengan cara tradisional dan uniknya proses pengeringan garamnya menggunakan palung yang berbahan pohon kelapa,&#8221; ujarnya seraya menambahkan proses produksi garam yang menggunakan bahan palung harus dijaga dengan baik, karena mampu menghasilkan garam dengan cita rasa yang khas.</p>



<p>Hadir saat itu Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, James Rompas, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kantor Wilayah DJKN Bali dan Nusra Tenggara, Bapak Anugrah Komara, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementrian Keuangan, Rahayu Puspasari, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Bali, Nusra Tenggara Barat dan Nusra Tenggara Timur, Susila Brata, Sekda Klungkung, Gede Putu Winastra, dan Ketua Koperasi LEPP Mina Segara Dana, Putu Suarta.</p>



<p>(bgn003)21110802</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-apresiasi-lpei-dan-djkn-resmikan-desa-devisa-garam-kusamba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LPEI terus dorong pelaku UKM tembus pasar global</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/lpei-terus-dorong-pelaku-ukm-tembus-pasar-global/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lpei-terus-dorong-pelaku-ukm-tembus-pasar-global</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/lpei-terus-dorong-pelaku-ukm-tembus-pasar-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2021 06:51:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dorongpelakuukm]]></category>
		<category><![CDATA[lpei]]></category>
		<category><![CDATA[tembuspasarglobal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=34319</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-02-at-11.58.34.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-02-at-11.58.34.jpeg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-02-at-11.58.34-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-02-at-11.58.34-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-02-at-11.58.34-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPE) atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar bisa menembus pasar global, salah satunya melalui Coaching Program for New Exporters (CPNE). Kali ini, LPEI menggelar pelatihan bagi pelaku usaha yang memiliki potensi ekspor di Kabupaten Kendal sebagai tindaklanjut atas nota kesepahaman yang telah ditandatangani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-02-at-11.58.34.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-02-at-11.58.34.jpeg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-02-at-11.58.34-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-02-at-11.58.34-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-02-at-11.58.34-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p> Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPE) atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar bisa menembus pasar global, salah satunya melalui Coaching Program for New Exporters (CPNE).</p>



<p>Kali ini, LPEI menggelar pelatihan bagi pelaku usaha yang memiliki potensi ekspor di Kabupaten Kendal sebagai tindaklanjut atas nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama antara LPEI dengan Pemerintah Kabupaten Kendal pada Maret tahun ini.</p>



<p>&#8220;Pelatihan tematik ekspor CPNE di Kendal merupakan wujud komitmen LPEI untuk terus mengedukasi pengusaha sektor UKM agar menembus pasar global. CPNE merupakan salah satu program unggulan LPEI dalam mendorong UMKM Indonesia untuk menembus pasar global melalui pelatihan yang komprehensif dan berjenjang selama satu tahun,&#8221; kata Direktur Pelaksana II LPEI Maqin U.Nurhadi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.</p>



<p>Maqin menyampaikan, para peserta CPNE akan mendapatkan berbagai wawasan dan pengetahuan mulai dari pengetahuan dasar sampai ke tingkat lebih lanjut, sehingga diharapkan dapat menciptakan pelaku UMKM berorientasi ekspor yang berdaya saing serta menghasilkan produk-produk bernilai ekspor.</p>



<p>Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kendal dan LPEI melalui pelatihan ekspor, merupakan langkah nyata untuk mendorong para pelaku usaha UKM di daerah agar semakin mampu meningkatkan kualitas produknya dan sejalan dengan program pemerintah daerah untuk mengakselerasi sektor UKM sehingga semakin berkontribusi terhadap ekonomi.</p>



<p>&#8220;UKM menjadi pendorong ekonomi Kendal. Kami sampaikan apresiasi kepada LPEI yang berkenan memberi pendampingan UKM di Kendal,&#8221; ujar Dico.</p>



<p>Menurut Dico, sektor UKM memiliki potensi besar sehingga perlu menjadi perhatian bersama dan telah terbukti membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kendal.</p>



<p>Saat ini Pemkab Kendal juga telah bekerjasama dengan market place lokal, untuk mempermudah pelaku UKM mendigitalisasi produknya, serta akan menyiapkan mall pelayanan publik khusus ekspor.</p>



<p>&#8220;Ke depan kami akan buat agar UKM Kendal bisa bersaing memasuki pasar global, perizinan difasilitasi, sehingga meningkatkan perekonomian,&#8221; kata Dico.</p>



<p>Tenaga Ahli 1 Free Trade Agreement (FTA) Semarang Pulung Widhi Hananto yang menjadi salah satu narasumber mengatakan, pelatihan tersebut penting untuk mengedukasi eksportir baru dalam memahami pasar ekspor dan semua komoditas memiliki potensi.</p>



<p>&#8220;Tidak ada komoditas yang tidak potensial karena semua hampir diminati di pasar. Contohnya, komoditas porang yang awalnya tak dilirik, kini diminati banyak negara dari Asia hingga Eropa,&#8221; ujar Pulung saat memberikan pelatihan secara daring.</p>



<p>Merujuk data Badan Karantina Pertanian (Barantan) semester I 2021, ekspor porang Indonesia mencapai angka 14,8 ribu ton. Angka tersebut meningkat 160 persen dibandingkan jumlah ekspor semester I 2019 dengan jumlah 5,7 ribu ton.</p>



<p>Negara-negara yang menerima suplai ekspor utama porang seperti China, Vietnam, hingga Jepang. Selain negara kawasan Asia, Eropa juga menjadi salah satu negara tujuan ekspor porang. Biasanya porang yang di ekspor dikirim dalam bentuk chip atau produk setengah jadi yang nantinya di negara penerima akan diolah menjadi bahan dasar pangan, kosmetik hingga industri.</p>



<p>&#8220;Komoditas porang, pada awalnya tidak berorientasi ekspor atau punya standar ekspor, sekarang benar-benar dicari menjadi primadona. Bahkan, tiga minggu lalu Kemendag juga memberikan keputusan kebijakan untuk pengaturan ekspor porang,&#8221; kata Pulung.(bgn123)21070221</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/lpei-terus-dorong-pelaku-ukm-tembus-pasar-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
