<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lindungi &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/lindungi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Dec 2020 11:58:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>lindungi &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satgas: Vaksin belum tentu 100 persen lindungi masyarakat</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/satgas-vaksin-belum-tentu-100-persen-lindungi-masyarakat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=satgas-vaksin-belum-tentu-100-persen-lindungi-masyarakat</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/satgas-vaksin-belum-tentu-100-persen-lindungi-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DEA17]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2020 11:58:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[100persen]]></category>
		<category><![CDATA[belumtentu]]></category>
		<category><![CDATA[lindungi]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=18337</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot_20201218-142420_YouTube_1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot_20201218-142420_YouTube_1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot_20201218-142420_YouTube_1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot_20201218-142420_YouTube_1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot_20201218-142420_YouTube_1-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan vaksin belum tentu 100 persen bisa melindungi atau menjamin seluruh masyarakat. &#8220;Dengan adanya vaksin tidak serta merta perlindungan lainnya kita tinggalkan, karena bisa saja nanti bobol,&#8221; kata dia pada diskusi virtual dengan tema &#8220;Napas panjang penanganan CCVID-19&#8221;yang dipantau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot_20201218-142420_YouTube_1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot_20201218-142420_YouTube_1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot_20201218-142420_YouTube_1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot_20201218-142420_YouTube_1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot_20201218-142420_YouTube_1-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan vaksin belum tentu 100 persen bisa melindungi atau menjamin seluruh masyarakat.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya vaksin tidak serta merta perlindungan lainnya kita tinggalkan, karena bisa saja nanti bobol,&#8221; kata dia pada diskusi virtual dengan tema &#8220;Napas panjang penanganan CCVID-19&#8221;<br>yang dipantau di Jakarta, Jumat.</p>



<p>Oleh karena itu, perilaku 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan harus tetap dan wajib dilakukan masyarakat agar tidak tertular COVID-19.</p>



<p>Saat ini, ujar Wiku, perhatian masyarakat sedang tertuju pada vaksin Sinovac asal China yang baru tiba. Sebagian masyarakat beranggapan COVID-19 akan selesai dengan adanya vaksin.</p>



<p>Padahal, pengalaman itu sama sekali belum terjadi sebab masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Oleh sebab itu, masyarakat harus melihat vaksin merupakan salah satu tameng atau perlindungan untuk tubuh.</p>



<p>&#8220;Jadi kita harus punya perlindungan berlapis dan vaksin merupakan salah satu perlindungan,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain penerapan 3M dan penggunaan vaksin bila telah keluar izin dari BPOM dan MUI, peningkatan imun tubuh dengan olahraga teratur serta istirahat yang cukup juga harus tetap dilakukan.</p>



<p>&#8220;Olahraga jangan ditinggalkan meskipun sudah ada vaksin,&#8221; ujar prof Wiku.</p>



<p>Pemerintah saat ini masih mempelajari secara mendalam apakah vaksin yang telah tiba mampu atau efektif memproteksi diri 100 persen dari virus corona atau COVID-19.</p>



<p>Terakhir, ia berharap selama 10 bulan masyarakat berjuang melawan pandemi COVID-19 yang disertai penerapan kebiasaan protokol kesehatan terus dilakukan secara kontinu dan kolektif.</p>



<p>&#8220;Itu adalah proses belajar yang lama dan harusnya masyarakat sudah pintar dan terbiasa,&#8221; ujar dia. (bgn123)20121824</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/satgas-vaksin-belum-tentu-100-persen-lindungi-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
