<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>krtuadeskranasdabali &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/krtuadeskranasdabali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2026 09:37:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>krtuadeskranasdabali &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>&#8220;Satu Jiwa, Tiga Rupa&#8221;, Konsep Ny. Koster Kembangkan Wastra Bali Menuju Panggung Mode Global</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/satu-jiwa-tiga-rupa-konsep-ny-koster-kembangkan-wastra-bali-menuju-panggung-mode-global/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=satu-jiwa-tiga-rupa-konsep-ny-koster-kembangkan-wastra-bali-menuju-panggung-mode-global</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/satu-jiwa-tiga-rupa-konsep-ny-koster-kembangkan-wastra-bali-menuju-panggung-mode-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 09:37:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[krtuadeskranasdabali]]></category>
		<category><![CDATA[nykoster]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=132369</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Jembrana, Baliglobalnews Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Koster memperkenalkan konsep &#8220;Satu Jiwa, Tiga Rupa&#8221; sebagai strategi mengembangkan wastra Bali agar tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kreatif dan mampu menembus panggung mode global. Konsep tersebut disampaikan dalam Dekranasda Bali Fashion Road Show &#8220;Wastra Hita Kara&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-29-at-12.17.51-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div><p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Jembrana, Baliglobalnews</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Koster memperkenalkan konsep &#8220;Satu Jiwa, Tiga Rupa&#8221; sebagai strategi mengembangkan wastra Bali agar tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kreatif dan mampu menembus panggung mode global. Konsep tersebut disampaikan dalam Dekranasda Bali Fashion Road Show &#8220;Wastra Hita Kara&#8221; di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, pada Kamis (27/8/2026).</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Ny. Koster mengatakan Dekranasda Provinsi Bali secara berkelanjutan menjalankan tiga program peragaan busana, yakni Dekranasda Bali Fashion Day, Dekranasda Bali Fashion Week, dan Dekranasda Bali Fashion Road Show. Ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri mode berbasis wastra sekaligus meninggalkan warisan bagi perkembangan mode Bali. &#8220;Dekranasda Provinsi Bali ingin mendapatkan legacy terkait dengan fashion di Pulau Bali. Astungkara, ke depannya Bali bisa menjadi pusat mode dunia. Ini harus kita lakukan secara kontinu dan konsisten,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Fashion Road Show &#8220;Wastra Hita Kara&#8221; di Jembrana merupakan pelaksanaan ketiga setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi panggung peragaan busana, tetapi juga ruang untuk membuka wawasan mengenai arah pengembangan industri mode berbasis wastra yang ingin dibangun Bali.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Menurut Ny. Putri Koster, membawa wastra Bali menuju industri mode global membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas dan estetika. Wastra Bali harus memiliki jiwa yang bersumber dari kekayaan seni dan budaya Bali, kemudian dikembangkan melalui tiga &#8220;rupa&#8221;, yakni seni, bisnis, dan politik kebudayaan. &#8220;Satu jiwa itu muncul dari rasa seni dan estetika masyarakat Bali, baik dari leluhur kita maupun generasi muda yang ada saat ini, yang diwujudkan dalam bentuk wastra tradisional. Kemudian ada tiga rupa yang bisa memunculkan, mengagungkan, dan memuliakan wastra kita, yaitu seni, bisnis, dan politik kebudayaan,&#8221; katanya.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Dia merinci Rupa pertama, seni. Seni menjadi roh dan jiwa yang membedakan wastra tradisional Bali dengan tekstil pabrikan. Motif dan ikatan dalam wastra Bali tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga mengandung filosofi, identitas, dan nilai spiritual. &#8220;Seni yang memberi roh dan jiwa dari kain-kain dalam ikatan itu. Di dalamnya mengandung filosofi kuat sebagai anak Bali yang mewakili tanah Bali, yang konon adalah Pulau Dewata, pulau kesenian. Seni akan mengangkat sehingga kain itu punya taksu. Itulah yang membedakan tenun tradisional dengan bahan tekstil pabrikan yang begitu dingin,&#8221; ungkapnya.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Rupa kedua, pelestarian wastra harus berjalan beriringan dengan peningkatan nilai ekonominya. Wastra Bali harus mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan manfaat langsung kepada para perajin, khususnya penenun yang berada di desa-desa. Nilai ekonomi yang semakin baik diharapkan meningkatkan kesejahteraan perajin sekaligus mendorong regenerasi agar tradisi menenun terus berlanjut. Rupa ketiga, politik kebudayaan. Aspek ini dinilai menjadi pemungkas dalam menjaga keberlangsungan wastra Bali. Pemerintah perlu hadir melalui kebijakan dan regulasi untuk melindungi kain tradisional beserta nilai filosofis, spiritual, dan identitas budaya yang terkandung di dalamnya. &#8220;Politik kebudayaan ini menjadi pemungkas dari semuanya karena di dalamnya ada aturan-aturan hukum. Bila kain tenun ini tidak kita lindungi dengan aturan hukum, maka akan hilang,&#8221; katanya.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Menurut Ny. Koster, kekuatan ekonomi wastra tidak dapat dipisahkan dari perlindungan hukum. Tanpa regulasi, produk budaya lokal berisiko terdesak dalam persaingan pasar dan kehilangan nilai serta identitasnya. &#8220;Perekonomian tidak akan terjaga jika tidak ada aturan. Karena dalam dunia bisnis seperti hutan rimba. Kain-kain kita akan menjadi terpuruk dan turun kastanya, tidak punya roh dan taksu-nya,&#8221; katanya.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Karena itu, dia mengajak seluruh pihak bergerak bersama menjaga keberlanjutan wastra Bali. Pelestarian, kreativitas, pengembangan pasar, hingga perlindungan hukum harus dijalankan secara kontinu dan konsisten. &#8220;Mari kita tenun sepenuh jiwa dan kita lestarikan. Syaratnya harus kontinu dan konsisten. Mari bergerak bersama,&#8221; katanya.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Khusus Kabupaten Jembrana, Ny. Koster berharap semakin banyak desainer lokal tumbuh dan mampu membawa kreativitas berbasis wastra daerah menuju panggung yang lebih luas. Kehadiran desainer lokal dinilai penting untuk menghubungkan perajin, kekayaan motif tradisional, kreativitas, dan kebutuhan pasar sehingga terbentuk ekosistem mode yang kuat. &#8220;Di Jembrana saya ingin tumbuh lagi desainer-desainer lokal yang kemampuannya mengglobal. Kalau itu tumbuh, maka akan terbangun ekosistem,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana Ny. Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Jembrana untuk menjadi bagian dari Dekranasda Bali Fashion Road Show &#8220;Wastra Hita Kara&#8221;. &#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Dekranasda Jembrana, ini merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Jembrana karena dapat menjadi bagian dari Dekranasda Bali Fashion Road Show &#8216;Wastra Hita Kara&#8217;,&#8221; katanya.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Menurut Ny. Kembang, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya lokal sekaligus mempertemukan desainer, pelaku IKM, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi produk sekaligus kesejahteraan para perajin. &#8220;Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi momentum dalam mempertemukan para desainer, pelaku IKM, pelaku usaha, dan berbagai pihak lainnya sehingga tercipta kolaborasi yang berkelanjutan dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan para perajin dan pelaku UMKM,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Jembrana memiliki beragam potensi budaya yang terus dikembangkan, salah satunya penggunaan cepaka putih sebagai ciri khas masyarakat setempat. Dekranasda Jembrana juga telah memilih Duta Tenun Jembrana yang diharapkan tidak hanya menjadi ikon, tetapi turut mengedukasi generasi muda serta memperkenalkan tenun Jembrana kepada masyarakat yang lebih luas. &#8220;Kami harap melalui Dekranasda Bali Fashion Road Show ini akan semakin banyak para perajin yang semakin naik dan berkelas serta mampu berkancah di tingkat nasional maupun internasional,&#8221; katanya.</p>
<p class="v1gmail-MsoNoSpacing">Dekranasda Bali Fashion Road Show &#8220;Wastra Hita Kara&#8221; di Jembrana menampilkan karya tujuh desainer, yakni Busana Adat AAA Turah Mayun, Body N Mine, Urban Etnik, Kacarita, Deluxe, Luh Jaum, dan Taksu. Peragaan busana turut diiringi musik dari Gus Teja. Selain peragaan busana, kegiatan dimeriahkan dengan pameran produk IKM dan UKM. Sebelas IKM ambil bagian, meliputi Putri Mas Collection, Kembar Sari, Arca Collection, Ani Galery, Caka Kembang, Bali Rajut, Linggasari, Ariati Embroidery &amp; Handlace, Butik Jepun, Surya Putra, dan Dana Jaya. Pameran juga menghadirkan 10 UKM kuliner, yaitu Sibabui, Warung Bu Alit, Lumpia Potong Tugu, Kopi Kelana, Jamu Kunyit Asam, Uma Pia Kasih, Umah Tuak, Sambal Gorlin, Bakii, dan JeCo. (*/bgn003)26082903</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/satu-jiwa-tiga-rupa-konsep-ny-koster-kembangkan-wastra-bali-menuju-panggung-mode-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua Dekranasda Bali Minta Para Seniman Lukis Terus Ajegkan Gaya Lukisan Bali Asli</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/ketua-dekranasda-bali-minta-para-seniman-lukis-terus-ajegkan-gaya-lukisan-bali-asli/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketua-dekranasda-bali-minta-para-seniman-lukis-terus-ajegkan-gaya-lukisan-bali-asli</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/ketua-dekranasda-bali-minta-para-seniman-lukis-terus-ajegkan-gaya-lukisan-bali-asli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 11:45:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[TP-PKK]]></category>
		<category><![CDATA[krtuadeskranasdabali]]></category>
		<category><![CDATA[lukisanbali]]></category>
		<category><![CDATA[ny.koster]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=125306</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Gianyar, Baliglobalnews Ketua Dekranasda Bali Ny. Koster mengajak para seniman lukis untuk terus menjaga dan mengajegkan gaya lukisan Bali asli sebagai wujud pelestarian akar tradisi. Hal itu disampaikannya saat membuka pameran lukisan Aboedt Art di Toko Seni Warna, Lodtunduh, Ubud, Gianyar, pada Sabtu (14/2/2026) Ny. Koster mengapresiasi inisiatif Aboedt yang berhasil mengumpulkan karya seni dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/6e56fbc0-6de3-4675-a57f-184e72771ec0-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Gianyar, Baliglobalnews</p>



<p>Ketua Dekranasda Bali Ny. Koster mengajak para seniman lukis untuk terus menjaga dan mengajegkan gaya lukisan Bali asli sebagai wujud pelestarian akar tradisi. Hal itu disampaikannya saat membuka pameran lukisan Aboedt Art di Toko Seni Warna, Lodtunduh, Ubud, Gianyar, pada Sabtu (14/2/2026)</p>



<p>Ny. Koster mengapresiasi inisiatif Aboedt yang berhasil mengumpulkan karya seni dan para seniman dalam satu ruang kebersamaan sebagai langkah penting memperkuat ekosistem seni lukis Bali di tengah dinamika pasar yang belum menentu.</p>



<p>Menurut dia, menjaga kualitas karya harus tetap menjadi prioritas meskipun kondisi pasar sedang sepi dan belum dapat dipastikan kapan kembali ramai. Pengalaman membuka program IKM Bali Bangkit saat masa pandemi menjadi bukti bahwa kesiapan para perajin dan seniman akan membuahkan hasil ketika situasi kembali pulih. &#8220;Karena itu, pelestarian aliran seni lukis Bali harus terus dijaga, dengan akar tradisi yang kuat sebagai fondasi utama,&#8221; ujarnya seraya mencontohkan Gianyar yang dinilai luar biasa karena hampir setiap desa melahirkan seniman yang tetap berpegang pada akar budaya.</p>



<p>Pendamping orang nomor satu di Bali itu juga menekankan bahwa karya seni merupakan cerminan isi hati perupa. Para pelukis diminta terus berkarya dengan ketulusan karena hasil akhirnya merupakan bagian dari proses yang ditentukan oleh semesta. &#8220;Kesabaran menjadi ujian utama dalam perjalanan berkesenian,&#8221; katanya seraya mengharapkan generasi muda tetap menjaga dan mengembangkan gaya lukisan khas Keliki serta menemukan jati diri masing-masing sebagai pelukis.</p>



<p>Sementara Aboedt menyampaikan bahwa gerakan yang mereka bangun mengusung tema &#8220;Kebangkitan Seni Warna Indonesia&#8221;. Dia menjelaskan bahwa kebangkitan ini lahir dari kondisi dunia seni yang sempat lesu sejak pandemi Covid-19. &#8220;Kami mencoba bangkit bersama. Hari ini saya berkarya lebih bebas, tidak terikat pasar, dan menggunakan bahan berkualitas tinggi. Saya juga mengajak teman-teman untuk ikut bergerak bersama sebagai bagian dari semangat kebangkitan ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut dia, meskipun kondisi saat ini masih sepi, para seniman harus tetap menjaga kualitas karya dan tidak tergoda untuk mengobral lukisan. &#8220;Jangan sampai kita sendiri merusak nilai karya kita. Kualitas harus dijaga. Mungkin sekarang belum banyak terjual, tetapi ke depan pasti ada waktunya,&#8221; katanya seraya berharap ada pengaturan yang lebih baik terkait sistem komisi bagi pemandu atau perantara agar tidak merugikan seniman maupun merusak ekosistem seni. (*/bgn003)26021412</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/ketua-dekranasda-bali-minta-para-seniman-lukis-terus-ajegkan-gaya-lukisan-bali-asli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
