<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kemendikbud &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/kemendikbud/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2020 05:45:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#kemendikbud &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemendikbud: Orang tua agar tetap masukkan anaknya ke PAUD</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kemendikbud-orang-tua-agar-tetap-masukkan-anaknya-ke-paud/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kemendikbud-orang-tua-agar-tetap-masukkan-anaknya-ke-paud</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kemendikbud-orang-tua-agar-tetap-masukkan-anaknya-ke-paud/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2020 05:45:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[#kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[#nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#paud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=4954</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200511_144245.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200511_144245.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200511_144245-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200511_144245-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200511_144245-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Dr Muhammad Hasbi menghimbau orang tua untuk tetap memasukkan anaknya ke PAUD meski ditengah pandemi COVID-19. &#8220;Kami menghimbau orang tua yang memiliki anak usia dini, untuk tetap memasukkan anaknya karena PAUD itu penting menjadi fondasi tumbuh kembang dan kesiapan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200511_144245.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200511_144245.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200511_144245-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200511_144245-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200511_144245-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Dr Muhammad Hasbi menghimbau orang tua untuk tetap memasukkan anaknya ke PAUD meski ditengah pandemi COVID-19.</p>



<p>&#8220;Kami menghimbau orang tua yang memiliki anak usia dini, untuk tetap memasukkan anaknya karena PAUD itu penting menjadi fondasi tumbuh kembang dan kesiapan anak- anak kita untuk bersekolah di jenjang berikutnya,&#8221; ujar Hasbi di Jakarta, Sabtu.</p>



<p>Dia menambahkan jika anak ikut PAUD, maka mereka akan memperoleh beberapa keuntungan. Diantaranya, anak yang ikut PAUD memperoleh stimulasi tumbuh kembang yang lengkap. Anak yang mengenyam pendidikan di PAUD juga akan memiliki prestasi akademik yang lebih baik di jenjang pendidikan berikutnya.</p>



<p>&#8220;Anak yang ikut PAUD memiliki angka mengulang dan angka putus sekolah yang lebih rendah. Juga banyak riset yg membuktikan bahwa anak yang ikut PAUD akan memiliki kesejahteraan yang lebih baik kelak ketika dewasa,&#8221; tambah dia.</p>



<p>Selain itu, anak yang ikut PAUD akan memperoleh pendidikan karakter yang lebih awal dan lebih baik. Dia menilai ada kecenderungan orang tua menunda anaknya masuk PAUD karena pandemi COVID-19.</p>



<p>Hasbi menambahkan Kemendikbud melakukan sejumlah upaya agar orang tua mau memasukkan anaknya ke PAUD. Langkah-langkah yang sudah dilakukan Kemendikbud antara lain, melakukan kampanye secara masif melalui berbagai saluran (media tv, media sosial, kerja sama dengan organisasi pegiat PAUD) untuk mengedukasi orang tua mengenai penting anak tetap masuk PAUD pada masa pandemi.</p>



<p>&#8220;Kami juga melakukan fasilitasi terhadap Guru PAUD dan orang tua agar mereka dapat bekerja sama melaksanakan kegiatan belajar dari rumah bagi anak-anak PAUD.&#8221;</p>



<p>Kemendikbud juga melakukan relaksasi terhadap BOP PAUD tahun 2020, sehingga beban biaya orang tua dan guru dalam melaksanakan belajar dari rumah menjadi lebih ringan.(bgn/ant)20081505</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kemendikbud-orang-tua-agar-tetap-masukkan-anaknya-ke-paud/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemendikbud: 43 Persen Siswa Dapat Lakukan Pembelajaran Tatap Muka</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kemendikbud-43-persen-siswa-dapat-lakukan-pembelajaran-tatap-muka/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kemendikbud-43-persen-siswa-dapat-lakukan-pembelajaran-tatap-muka</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kemendikbud-43-persen-siswa-dapat-lakukan-pembelajaran-tatap-muka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2020 03:17:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[#pembelajarantatapmuka]]></category>
		<category><![CDATA[#protokolkesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=4365</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ainuns.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ainuns.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ainuns-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ainuns-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ainuns-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Ainun Na&#8217;im mengatakan, sekitar 43 persen peserta didik di zona hijau dan kuning dapat melakukan pembelajaran tatap muka. &#8220;Kami mengidentifikasi sebanyak 43 persen dari total peserta didik dan gurunya yang berada di zona kuning dan hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka,&#8221; ujar Ainun dalam taklimat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ainuns.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ainuns.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ainuns-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ainuns-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ainuns-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Ainun Na&#8217;im mengatakan, sekitar 43 persen peserta didik di zona hijau dan kuning dapat melakukan pembelajaran tatap muka.</p>



<p>&#8220;Kami mengidentifikasi sebanyak 43 persen dari total peserta didik dan gurunya yang berada di zona kuning dan hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka,&#8221; ujar Ainun dalam taklimat media secara daring di Jakarta, Senin.</p>



<p>Sementara 57 persen siswa yang berada di zona oranye dan merah tetap melakukan pembelajaran daring atau pendidikan jarak jauh.</p>



<p>Sebelumnya, Kemendikbud melakukan relaksasi diperkenankan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning. Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan persetujuan dari pemerintah daerah atau dinas pendidikan dan, kepala sekolah, hingga orang tua atau wali murid yang tergabung dalam komite sekolah.</p>



<p>Ainun mengatakan selama pandemi COVID-19, siswa dan guru melakukan PJJ yang meliputi 70 juta peserta didik mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan tinggi, dan juga empat juta guru dan dosen.</p>



<p>Ainun menjelaskan PJJ dilakukan agar penyebaran virus dapat dikendalikan dan menjaga kesehatan peserta didik dan guru. Namun alam perkembangannya, pelaksanaan PJJ juga memiliki risiko seperti keterbatasan sarana yang menyebabkan siswa kesulitan dalam belajar.</p>



<p>&#8220;Kemudian proses pendidikan terhenti atau berkurang. Tentunya dalam hal ini, anak dirugikan karena tidak dapat belajar sebagaimana mestinya,&#8221; jelas dia.</p>



<p>Untuk daerah yang terisolir maupun kepulauan, lanjut Ainun, PJJ tidak dapat dilakukan dengan lancar. Sehingga risiko PJJ tidak dapat dihindari.</p>



<p>Meski demikian, Kemendikbud mengingatkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.</p>



<p>&#8220;Kami mencoba membuka area yang lebih luas, tidak hanya zona hjau tapi wilayah kepulauan, daerah yang terisolir dengan daerah lainnya. Sehingga pembelajaran tatap muka tidak menimbulkan bahaya. Dalam SKB yang baru, hal itu mungkin terjadi. Pemerintah pusat hanya memberikan fleksibilitas, tapi tidak mewajibkan,&#8221; imbuh Ainun. (bgn/ant)20081101</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kemendikbud-43-persen-siswa-dapat-lakukan-pembelajaran-tatap-muka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
