<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kasuscerai &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/kasuscerai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jan 2025 12:56:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>kasuscerai &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Cerai di Denpasar Tembus 1.155 Perkara</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kasus-cerai-di-denpasar-tembus-1-155-perkara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kasus-cerai-di-denpasar-tembus-1-155-perkara</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kasus-cerai-di-denpasar-tembus-1-155-perkara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 12:56:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[kasuscerai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=101385</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1000" height="562" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20241107_154201-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20241107_154201-1.jpg 1000w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20241107_154201-1-300x169.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20241107_154201-1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Kasus perceraian selama tahun 2024 di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar tembus hingga 1.155 perkara gugatan yang disebabkan faktor ekonomi. &#8220;Perceraian masih menjadi yang terbanyak yaitu 1.155, disusul PMH sejumlah 267 perkara, dan wanprestasi sejumlah 138,&#8221; kata Kepala PN Denpasar I Nyoman Wiguna didampingi Wakil Ketua Heriyanti dalam Refleksi Kinerja PN Denpasar 2024, pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1000" height="562" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20241107_154201-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20241107_154201-1.jpg 1000w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20241107_154201-1-300x169.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20241107_154201-1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></div><p>Denpasar, Baliglobalnews</p>
<p>Kasus perceraian selama tahun 2024 di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar tembus hingga 1.155 perkara gugatan yang disebabkan faktor ekonomi.</p>
<p>&#8220;Perceraian masih menjadi yang terbanyak yaitu 1.155, disusul PMH sejumlah 267 perkara, dan wanprestasi sejumlah 138,&#8221; kata Kepala PN Denpasar I Nyoman Wiguna didampingi Wakil Ketua Heriyanti dalam Refleksi Kinerja PN Denpasar 2024, pada Kamis (9/1/2025).</p>
<p>Dia juga menyebutkan faktor lain yang memicu perceraian karena sering cekcok. Bahkan, ada beberapa pasangan muda yang menikah baru dua atau tiga tahun, kemudian berpisah karena disebabkan oleh rasa bosan. &#8220;Contohnya, pasangan yang menikah masih muda, setelah tiga tahun si perempuan dikembalikan (ke keluarganya, red). Saat kami tanya alasannya, orangtua sebagai saksi mengaku karena sudah bosan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara Juru Bicara PN Denpasar Gde Putra Astawa mengatakan bahwa perempuan sekarang cukup banyak yang berani mengajukan gugatan cerai. Perbandingannya 50:50. &#8220;Namun gugatan perceraian ini tidak melulu berakhir dengan dikabulkan. Selain angka yang disebutkan, terdapat sejumlah kasus yang tidak dikabulkan lantaran persyaratan formal yang tidak terpenuhi ataupun bisa diselesaikan dengan mediasi,&#8221; katanya. (bgn008)25010911</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kasus-cerai-di-denpasar-tembus-1-155-perkara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
