<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kasal &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/kasal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jun 2021 05:54:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>kasal &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasal: Indonesia perlu sistem pertahanan negara kepulauan yang kuat</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kasal-indonesia-perlu-sistem-pertahanan-negara-kepulauan-yang-kuat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kasal-indonesia-perlu-sistem-pertahanan-negara-kepulauan-yang-kuat</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kasal-indonesia-perlu-sistem-pertahanan-negara-kepulauan-yang-kuat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2021 05:54:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kasal]]></category>
		<category><![CDATA[tantanganindonesiasebagainegarakepulauan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=33284</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="482" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210623_0918281.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210623_0918281.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210623_0918281-300x181.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210623_0918281-768x463.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan dan poros maritim dunia di masa depan akan sangat besar sehingga memerlukan suatu sistem pertahanan negara kepulauan yang kuat. &#8220;Dan proporsional dengan kondisi wilayah NKRI yang mencakup laut, udara, dan darat serta mampu menghadapi segala potensi ancaman,&#8221; kata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="482" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210623_0918281.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210623_0918281.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210623_0918281-300x181.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210623_0918281-768x463.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p> Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan dan poros maritim dunia di masa depan akan sangat besar sehingga memerlukan suatu sistem pertahanan negara kepulauan yang kuat.</p>



<p>&#8220;Dan proporsional dengan kondisi wilayah NKRI yang mencakup laut, udara, dan darat serta mampu menghadapi segala potensi ancaman,&#8221; kata Yudo saat menjadi pembicara kunci Seminar Nasional Seskoal 2021 bertema &#8216;Strategi Militer Pertahanan Negara Kepulauan&#8217; secara daring&nbsp;di Jakarta, Rabu.</p>



<p>Dengan demikian, lanjut dia, dalam sistem pertahanan negara kepulauan tersebut memerlukan suatu strategi militer yang perumusannya melibatkan seluruh komponen bangsa, baik bidang militer maupun sipil.</p>



<p>&#8220;Dalam hal ini perlu adanya sinergitas dan kerja sama antara TNI dan pihak akademisi maupun pihak pengambil kebijakan dalam perspektif negara kepulauan,&#8221; ujar Yudo.</p>



<p>Yudo menyebutkan hakikat pertahanan negara kepulauan adalah pertahanan dimulai dari garis batas terluar yurisdiksi nasional yang salah satunya didasarkan pada konsep pertahanan berlapis.</p>



<p>Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri atas 17.500 pulau besar dan kecil harus dipertahankan sebagai satu kesatuan.</p>



<p>Oleh karena itu, kata Yudo, strategi militer ini diarahkan untuk meniadakan dan menghancurkan semua ancaman di seluruh Nusantara baik di darat, laut, dan udara.</p>



<p>Saat ini, kata mantan Pangkogabwilhan III ini, TNI memiliki 3 komando gabungan wilayah pertahanan yang ketiganya secara terkoordinir dan terintegrasi serta bertanggung jawab terhadap ancaman yang datang dari tiga&nbsp;<em>trouble spot</em>.</p>



<p>TNI Angkatan Laut pun disiapkan dan dilengkapi untuk memiliki 7 kemampuan yang terdiri atas kemampuan intelijen, kemampuan pertahanan, kemampuan keamanan, kemampuan diplomasi, kemampuan dukungan, kemampuan pengendalian wilayah pertahanan laut.</p>



<p>Berikutnya kemampuan survei dan pemetaan hidro-oseanografi yang&nbsp;berperan penting dalam penyediaan data hidro-oseanografi untuk kepentingan keselamatan navigasi dan tentunya untuk mendukung tugas TNI dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang (OMSP).</p>



<p>Ia mengatakan, dalam menghadapi ancaman militer dan hibrida harus melibatkan seluruh sumber daya nasional untuk kepentingan pertahanan negara melalui empat gelar operasi gabungan utama matra laut yaitu operasi laut gabungan operasi amfibi, operasi pendaratan administrasi dan operasi pertahanan pantai yang didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung yang sudah dilatih dan disiapkan.</p>



<p>Kasal menambahkan, seminar nasional yang dikemas dalam kerangka akademis ini diperlukan pemikiran kritis dan pemahaman mendalam.</p>



<p>&#8220;Saya berharap hasil seminar nasional ini dapat bermanfaat bagi kemajuan pembangunan nasional sektor pertahanan dan keamanan maritim di Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hal itu untuk menyusun strategi militer dan pertahanan negara kepulauan dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.</p>



<p>Di samping itu, dapat menjadi pengetahuan bagi seluruh peserta khususnya para perwira siswa Seskoal yang nantinya akan membawa ide segar pada kedinasan setelah lulus dari sekolah ini.</p>



<p>Selain Kasal, ada beberapa narasumber yang menjadi pembicara, antara lain, mantan Rektor Unhan Letjen TNI Purn Yoedhi Swastanto, Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, Sekretaris CSIS J Kristiadi, Asops Kasau Marsekal Muda TNI M Khairil Lubis, dan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie.(bgn123)21062309</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kasal-indonesia-perlu-sistem-pertahanan-negara-kepulauan-yang-kuat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasal: KRI Nanggala-402 kemungkinan alami keretakan, bukan meledak</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kasal-kri-nanggala-402-kemungkinan-alami-keretakan-bukan-meledak/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kasal-kri-nanggala-402-kemungkinan-alami-keretakan-bukan-meledak</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kasal-kri-nanggala-402-kemungkinan-alami-keretakan-bukan-meledak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2021 13:18:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bukanmeledak]]></category>
		<category><![CDATA[kasal]]></category>
		<category><![CDATA[kepalastafangkatanlaut]]></category>
		<category><![CDATA[keretakan]]></category>
		<category><![CDATA[KRINanggala-402]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=27692</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="797" height="501" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81.jpg 797w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81-300x189.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81-768x483.jpg 768w" sizes="(max-width: 797px) 100vw, 797px" /></div>Badung, Baliglobalnews Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan kemungkinan kapal selam KRI Nanggala-402 mengalami keretakan sekaligus memastikan kapal tidak meledak. &#8220;Retakan, bukan ledakan,&#8221; kata Laksamana TNI Yudo Margono saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan kondisi KRI Nanggala-402 saat jumpa pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu. Ia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="797" height="501" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81.jpg 797w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81-300x189.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81-768x483.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 797px) 100vw, 797px" /></div>
<p>Badung, Baliglobalnews</p>



<p>Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan kemungkinan kapal selam KRI Nanggala-402 mengalami keretakan sekaligus memastikan kapal tidak meledak.</p>



<p>&#8220;Retakan, bukan ledakan,&#8221; kata Laksamana TNI Yudo Margono saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan kondisi KRI Nanggala-402 saat jumpa pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu.</p>



<p>Ia menjelaskan keretakan pada kapal selam kemungkinan terjadi secara bertahap di bagian-bagian tertentu.</p>



<p>&#8220;Karena retakan, jadi secara bertahap di bagian tertentu, saat kapal selam mulai turun, ini pasti terjadi fase-fase mulai dari kedalaman 300 meter, 400 meter, hingga 500 meter,&#8221; kata Kasal menjelaskan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Kasal menegaskan bahwa kapal selam tidak meledak.</p>



<p>&#8220;Kalau ledakan, pasti akan terdengar pada alat deteksi sonar. Itu pasti akan terdengar kalau ledakan,” kata Laksamana TNI Yudo Margono menandaskan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Kasal berharap para awak KRI Nanggala-402 mampu mencegah air masuk dalam saat kapal mengalami keretakan.</p>



<p>Pasalnya, tantangan utama saat kapal selam mulai retak adalah masuknya air ke dalam bagian-bagian kapal.</p>



<p>Yudo menyebutkan ada kemungkinan para awak kapal dapat menyelamatkan diri mengingat kapal selam terbagi dalam ruangan-ruangan yang dibatasi oleh sekat sehingga masing-masing kedap air apabila tertutup rapat.</p>



<p>&#8220;Ada bagian kabin-kabin yang air tidak bisa masuk. Di dalam kapal selam juga ada sekat-sekatnya ditutup itu sehingga air tidak masuk. Apabila keretakannya di depan, mungkin anggota sempat menutup, ada kemungkinan tidak masuk air di situ,&#8221; kata Yudo menerangkan asumsi mengenai kondisi kapal.</p>



<p>KRI Nanggala-402 telah hilang kontak pada hari Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WITA. Jika kondisi kapal dalam keadaan&nbsp;<em>blackout&nbsp;</em>(mati listrik total),oksigen hanya akan tersedia sampai Sabtu (24/4) pukul 03.00 WITA.</p>



<p>Namun, jika aliran listrik masih menyala, kemungkinan kapasitas oksigen dalam kapal akan tersedia sampai 5 hari dan akan habis kurang lebih pada hari Senin (26/4).</p>



<p>Sejauh ini, pencarian KRI Nanggala-402 masih terus berlangsung sejak pertama kali dimulai pada hari Rabu (21/4).</p>



<p>Pencarian kapal saat ini terkonsentrasi di sembilan titik pada perairan utara Bali, yaitu sekitar 40 kilometer dari pesisir Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.</p>



<p>Sembilan titik itu jadi daerah fokus penyelidikan karena tim pencari sempat menemukan tumpahan minyak serta mendeteksi daya magnet cukup kuat pada kedalaman 50—100 meter.</p>



<p>Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada hari keempat pencarian, Sabtu, mengatakan bahwa berbagai temuan komponen kapal bisa menjadi dasar pihaknya meningkatkan status kapal selam dari&nbsp;<em>submiss (</em>hilang) menuju&nbsp;<em>subsunk</em>&nbsp;(tenggelam).</p>



<p>&#8220;Unsur-unsur Angkatan Laut telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti autentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala,&#8221; kata Panglima TNI saat membuka sesi jumpa pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Kasal menjelaskan bahwa pihaknya telah menemukan sejumlah barang yang diduga kuat milik KRI Nanggala-402, di antaranya pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, botol oranye pelumas periskop kapal selam, serta alat-alat salat dan spons untuk menahan panas.(bgn123)21042408</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kasal-kri-nanggala-402-kemungkinan-alami-keretakan-bukan-meledak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
