<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>infrastuktur &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/infrastuktur-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2020 13:49:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>infrastuktur &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tos Arak, Gubernur Koster-Dubes Korsel Bahas Infrastruktur, Ekoturisme sampai Pertukaran Pelajar</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/tos-arak-gubernur-koster-dubes-korsel-bahas-infrastruktur-ekoturisme-sampai-pertukaran-pelajar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tos-arak-gubernur-koster-dubes-korsel-bahas-infrastruktur-ekoturisme-sampai-pertukaran-pelajar</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/tos-arak-gubernur-koster-dubes-korsel-bahas-infrastruktur-ekoturisme-sampai-pertukaran-pelajar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2020 13:49:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[dubeskorsel]]></category>
		<category><![CDATA[ekoturisme]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurkoster]]></category>
		<category><![CDATA[infrastuktur]]></category>
		<category><![CDATA[pertukaranpelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=17596</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1208" height="1280" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/tos.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/tos.jpg 1208w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/tos-283x300.jpg 283w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/tos-966x1024.jpg 966w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/tos-768x814.jpg 768w" sizes="(max-width: 1208px) 100vw, 1208px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Di sela kunjungannya ke Bali menghadiri pembukaan Bali Democracy Forum (BDF), Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia, Park Tae Sung, menyempatkan diri menyambangi kediaman Gubernur Bali, Wayan Koster, di Denpasar, Kamis (10/12/2020). Dalam lawatan tersebut kedua pihak membahas beberapa isu penting seputar hubungan Korea Selatan dengan Bali. Antara lain soal pembangunan infrastruktur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1208" height="1280" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/tos.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/tos.jpg 1208w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/tos-283x300.jpg 283w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/tos-966x1024.jpg 966w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/tos-768x814.jpg 768w" sizes="(max-width: 1208px) 100vw, 1208px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Di sela kunjungannya ke Bali menghadiri pembukaan Bali Democracy Forum (BDF), Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia, Park Tae Sung, menyempatkan diri menyambangi kediaman Gubernur Bali, Wayan Koster, di Denpasar, Kamis (10/12/2020).</p>



<p>Dalam lawatan tersebut kedua pihak membahas beberapa isu penting seputar hubungan Korea Selatan dengan Bali. Antara lain soal pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata yang ramah lingkungan, peningkatan kunjungan wisatawan Korea Selatan usai Covid-19 sampai rencana pertukaran pelajar untuk meningkatkan hubungan kultural antarbangsa.</p>



<p>Dubes Park Tae-sung tampak terkesan dengan kedatangannya ke Bali kali ini yang juga menjadi lawatan pertamanya keluar Jakarta sejak mulai menjabat empat bulan lalu. &#8221;Bagi masyarakat Korea Selatan, Indonesia sangat identik dengan Bali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut Dubes Park, hal itu ditunjukkan dengan banyaknya kunjungan wisatawan Korea Selatan ke Bali. Tahun lalu, dari 380 ribu kunjungan warga Korsel ke Indonesia, 55 persen di antaranya atau 210 ribu pengunjung datang melalui Provinsi Bali.</p>



<p>Bali, kata dia, menjadi tujuan wisata khususnya bulan madu bagi warga Korsel. Bahkan provinsi yang akrab disebut Pulau Dewata ini sempat menjadi lokasi syuting drama Korea yang terkenal di Negeri Ginseng.</p>



<p>Itu sebabnya Dubes Park menyampaikan pada pertengahan tahun depan pihaknya akan meresmikan kantor Konsulat Korsel di Bali. Dubes Park juga mengajak Moon Young-ju selaku Minister-Counsellor of Korean Consulate in Bali. Keberadaan Konsulat ini diharapkan dapat memberi perlindungan dan pengayoman terhadap warga Korsel yang ada di Bali. &#8221;Rencananya gedung konsulat akan dibuka resmi pada bulan Mei tahun 2021,&#8221; katanya.</p>



<p>Dubes Park menyambut baik visi Gubernur Bali untuk membangun Bali dengan pendekatan ramah lingkungan. Menurutnya Ekoturisme sangat cocok dijalankan di Bali. Dia akan memfasilitasi upaya kerjasama dalam berbagai bidang khususnya pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan.</p>



<p>&#8221;Saya melihat ini sangat penting, karena Bali di seluruh dunia terkenal memiliki sumber daya pariwisata yang melimpah,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik kedatangan Dubes Park di Bali. Dia mengatakan Provinsi Bali di bawah kepemimpinannya memang akan melakukan pengembangan infrastruktur yang tidak saja ramah lingkungan, juga akan memberikan pemerataan di seluruh wilayah Bali.</p>



<p>&#8221;Kami sedang membangun infrastruktur darat, laut dan udara untuk menghubungkan daerah daerah yang ada di Bali untuk menciptakan pemerataan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Gubernur Koster juga mengapresiasi kunjungan wisatawan asal Korea Selatan ke Bali. Gubernur berharap ke depan jumlah kunjungan ini bisa terus meningkat.</p>



<p>Gubernur juga mengusulkan adanya program pertukaran pelajar di masa depan untuk meningkatkan hubungan kebudayaan Bali dan Korea Selatan.</p>



<p>&#8221;Saya melihat para pemuda sebagai generasi selanjutnya sangat penting untuk membangun hubungan melalui kerjasama pertukaran,&#8221; kata Dubes Park menyambut usulan Gubernur Koster.</p>



<p>Dalam pertemuan ini Gubernur Bali juga memperkenalkan arak Bali kepada Dubes Park sebagai minuman tradisional yang juga merupakan kearifan lokal Bali. Keduanya melakukan tos arak sebagai simbol persahabatan dan kerjasama.</p>



<p>Tampak hadir dalam pertemuan ini First Secretary for Construction and Transportation Kedubes Korsel Kim Dongjin, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali Wayan Samsi Gunarta dan Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, I Ketut Sukra Negara. (bgn003)20121026</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/tos-arak-gubernur-koster-dubes-korsel-bahas-infrastruktur-ekoturisme-sampai-pertukaran-pelajar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asosiasi: Jembatan udara harus didukung perbaikan infrastruktur</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/asosiasi-jembatan-udara-harus-didukung-perbaikan-infrastruktur/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=asosiasi-jembatan-udara-harus-didukung-perbaikan-infrastruktur</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/asosiasi-jembatan-udara-harus-didukung-perbaikan-infrastruktur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2020 06:53:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ALI]]></category>
		<category><![CDATA[asosiasilogistikindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[infrastuktur]]></category>
		<category><![CDATA[jembatanudara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=12550</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="393" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/susi-air-tanjung-harapan_20171227_152851.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/susi-air-tanjung-harapan_20171227_152851.jpg 700w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/susi-air-tanjung-harapan_20171227_152851-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita menilai program jembatan udara yang telah dilaksanakan sejak 2017 untuk mengurangi disparitas harga di wilayah terisolir, harus didukung dengan perbaikan infrastruktur. &#8220;Untuk (proyek) jembatan udara perlu membangun infrastruktur yang lebih baik di &#8216;remote area&#8217; agar biayanya lebih efisien dan perekonomian di sana bisa berkembang,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="393" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/susi-air-tanjung-harapan_20171227_152851.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/susi-air-tanjung-harapan_20171227_152851.jpg 700w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/susi-air-tanjung-harapan_20171227_152851-300x168.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita menilai program jembatan udara yang telah dilaksanakan sejak 2017 untuk mengurangi disparitas harga di wilayah terisolir, harus didukung dengan perbaikan infrastruktur.</p>



<p>&#8220;Untuk (proyek) jembatan udara perlu membangun infrastruktur yang lebih baik di &#8216;remote area&#8217; agar biayanya lebih efisien dan perekonomian di sana bisa berkembang,&#8221; kata Zaldy saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa.</p>



<p>Zaldy mengakui bahwa jembatan udara telah efektif untuk menurunkan disparitas atau perbedaan harga antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur, serta menurunkan harga bahan pokok di Provinsi Papua.</p>



<p>Program jembatan udara yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak tahun pertama kepemimpinannya, dilaksanakan dengan menggunakan angkutan udara kargo dari bandara ke bandara lainnya dan/atau dari bandara ke bandara di daerah terluar, terisolir dan tertinggal.</p>



<p>Menurut Zaldy, program ini belum memberikan solusi secara jangka panjang, mengingat hingga kini pemerintah masih memberikan subsidi terhadap angkutan penerbangan perintis dalam pelaksanaan jembatan udara.</p>



<p>&#8220;Pemerintah harus mulai membuat rencana agar penurunan harga bahan baku bisa berkelanjutan, jangan seperti tol laut yang begitu subsidi dicabut, harganya kembali naik karena infrastruktur tidak dibangun,&#8221; kata Zaldy.</p>



<p>Oleh karena itu, program jembatan udara perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur di wilayah terisolir untuk memudahkan akses, efisien terhadap biaya logistik dan menumbuhkan perekonomian rakyat di wilayah sekitar.</p>



<p>Berdasarkan data Kementerian Perhubungan dalam Buku Laporan Tahunan 2020, Peringatan Setahun Jokowi-Ma&#8217;ruf: Bangkit Untuk Indonesia Maju, penurunan harga rata-rata lima bahan pokok mencapai sebesar 44,85 persen setelah Jembatan Udara dibangun.</p>



<p>Proyek jembatan udara ini dilaksanakan mengingat wilayah Indonesia yang terbentang dengan lebih dari 17.000 pulau, sehingga memuat banyak daerah sulit untuk diakses.</p>



<p>Program Jembatan Udara dibentuk pada 2017 dengan 12 rute, setahun kemudian bertambah 41 rute dan tahun 2019 menjadi 39 rute. (bgn123)20102712</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/asosiasi-jembatan-udara-harus-didukung-perbaikan-infrastruktur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
