<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HIV &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/hiv/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Feb 2026 10:40:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>HIV &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tekan Angka Penyebaran HIV/AIDS, Ny. Koster: Butuh Sosialisasi Lebih Masif</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/tekan-angka-penyebaran-hiv-aids-ny-koster-butuh-sosialisasi-lebih-masif/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tekan-angka-penyebaran-hiv-aids-ny-koster-butuh-sosialisasi-lebih-masif</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/tekan-angka-penyebaran-hiv-aids-ny-koster-butuh-sosialisasi-lebih-masif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 10:40:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TP-PKK]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[nykoster]]></category>
		<category><![CDATA[tppkk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=125407</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1040" height="720" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/a1817011-6f1d-4ec6-9b0b-1bae2d164e07.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/a1817011-6f1d-4ec6-9b0b-1bae2d164e07.jpg 1040w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/a1817011-6f1d-4ec6-9b0b-1bae2d164e07-300x208.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/a1817011-6f1d-4ec6-9b0b-1bae2d164e07-1024x709.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/a1817011-6f1d-4ec6-9b0b-1bae2d164e07-768x532.jpg 768w" sizes="(max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Koster menaruh perhatian terhadap kasus HIV/AIDS yang hingga saat ini masih menjadi momok di bidang kesehatan. Menurut dia, dibutuhkan sosialisasi yang lebih masif melalui berbagai media untuk menekan angka penyebaran HIV/AIDS. Hal tersebut disampaikan Ny. Koster saat bertemu dan berdiskusi dengan Ketua Yayasan Spirit Paramacita Putu Ayu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1040" height="720" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/a1817011-6f1d-4ec6-9b0b-1bae2d164e07.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/a1817011-6f1d-4ec6-9b0b-1bae2d164e07.jpg 1040w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/a1817011-6f1d-4ec6-9b0b-1bae2d164e07-300x208.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/a1817011-6f1d-4ec6-9b0b-1bae2d164e07-1024x709.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/a1817011-6f1d-4ec6-9b0b-1bae2d164e07-768x532.jpg 768w" sizes="(max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Koster menaruh perhatian terhadap kasus HIV/AIDS yang hingga saat ini masih menjadi momok di bidang kesehatan. Menurut dia, dibutuhkan sosialisasi yang lebih masif melalui berbagai media untuk menekan angka penyebaran HIV/AIDS. Hal tersebut disampaikan Ny. Koster saat bertemu dan berdiskusi dengan Ketua Yayasan Spirit Paramacita Putu Ayu Utami Dewi di Gedung Jayasabha pada Sabtu (21/2/2026).</p>



<p>Ayu Utami memperkenalkan yayasan yang dipimpinnya. &#8220;Tujuan kami bertemu Ibu adalah untuk menginformasikan keberadaan Yayasan Spirit Paramacita. Program kami adalah memberikan pendampingan bagi pengidap HIV/AIDS,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menyampaikan yayasan tersebut dibentuk pada tahun 1999 dan saat itu stigma negatif masyarakat terhadap ODHA masih sangat tinggi, bahkan juga terjadi pada tenaga kesehatan. Dia juga menyebutkan persoalan HIV/AIDS tak serta-merta tuntas tertangani. Bahkan, fakta menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus. &#8220;Saat ini di Bali terdapat 21 ribu ODHA, 12 ribu di antaranya kami tangani,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menyatakan yang menjadi perhatiannya ibu rumah tangga banyak yang terpapar, termasuk ASN. &#8220;Penyebabnya karena pasangan mereka tidak setia,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Fenomena lainnya, kata dia, kasus HIV/AIDS juga menimbulkan persoalan baru, seperti dorongan untuk bunuh diri atau keinginan balas dendam dengan menyebarkan penyakit tersebut. &#8220;Pemicunya karena mereka yang terkena merasa sebagai orang baik-baik. Ini yang menjadi perhatian kami. Kita tidak bisa tinggal diam terhadap isu HIV/AIDS,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk itu, dia menyatakan sangat membutuhkan komitmen dan dukungan pemerintah, termasuk TP PKK. &#8220;Yang dibutuhkan bukan dukungan dana, karena kami sudah mendapat dukungan dari The Global Fund,&#8221; katanya.</p>



<p>Menanggapi hal itu, Ny. Koster menegaskan bahwa dirinya memberi perhatian serius terhadap upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. &#8220;Ini harus menjadi perhatian kita bersama,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Ny. Koster menilai HIV/AIDS merupakan isu yang kerap timbul dan tenggelam. &#8220;Isu ini akan muncul jika dibahas, sebaliknya akan tenggelam atau dilupakan saat tidak dibahas,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia juga menyampaikan bahwa stigma negatif terhadap ODHA semakin memudar. Seiring meningkatnya pemahaman masyarakat, mereka mulai dapat hidup berdampingan dengan ODHA dengan membatasi hal-hal yang dapat memicu penularan. (*/bgn003)26022201</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/tekan-angka-penyebaran-hiv-aids-ny-koster-butuh-sosialisasi-lebih-masif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
