<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#hindu &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/hindu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jul 2020 01:49:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#hindu &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tumpek Landep: Antara Filosofi Melawan Kebiasaan Masyarakat</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/tumpek-landep-antara-filosofi-melawan-kebiasaan-masyarakat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tumpek-landep-antara-filosofi-melawan-kebiasaan-masyarakat</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/tumpek-landep-antara-filosofi-melawan-kebiasaan-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2020 01:49:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[#hindu]]></category>
		<category><![CDATA[#tumpeklandep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=1798</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="259" height="195" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/WhatsApp-Image-2020-07-17-at-09.38.40.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/WhatsApp-Image-2020-07-17-at-09.38.40.jpeg 259w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/WhatsApp-Image-2020-07-17-at-09.38.40-86x64.jpeg 86w" sizes="(max-width: 259px) 100vw, 259px" /></div>Tumbakbayuh, Bali Global News Tumpek Landep jatuh setiap 210 hari yaitu pada saniscara kliwon wuku landep secara perhitungan kalender Bali. Masyarakat banyak yang menyebut sebagai otonan besi atau upacara semua benda yang terbuat dari besi sehingga sering dikatakan “Tumpek Besi”. Ida Bagus Gede Widnyana, yang dalam kesehariannya juga sebagai Bendesa Adat Tumbakbayuh (16/7) mengatakan, makna [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="259" height="195" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/WhatsApp-Image-2020-07-17-at-09.38.40.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/WhatsApp-Image-2020-07-17-at-09.38.40.jpeg 259w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/WhatsApp-Image-2020-07-17-at-09.38.40-86x64.jpeg 86w" sizes="(max-width: 259px) 100vw, 259px" /></div>
<p>Tumbakbayuh, Bali Global News</p>



<p>Tumpek Landep jatuh setiap 210 hari yaitu pada saniscara kliwon wuku landep secara perhitungan kalender Bali. Masyarakat banyak yang menyebut sebagai otonan besi atau upacara semua benda yang terbuat dari besi sehingga sering dikatakan “Tumpek Besi”. </p>



<p>Ida Bagus Gede Widnyana, yang dalam kesehariannya juga sebagai Bendesa Adat Tumbakbayuh (16/7) mengatakan, makna Tumpek Landep berasal dari “Metu” yang artinya bertemu, dan “Mpek” yang artinya akhir. Jadi, Tumpek merupakan hari pertemuan wewaran Panca Wara dan Sapta Wara, di mana Panca Wara diakhiri oleh Kliwon dan Sapta Wara diakhiri oleh Saniscara (hari Sabtu).</p>



<p><br>Sedangkan Landep sendiri berarti tajam atau runcing. Bagi umat Hindu di Bali, senjata yang paling utama dalam kehidupan ini adalah pikiran.<br>Karena pikiranlah yang mengendalikan semuanya yang ada. Tumpek Landep sendiri sesungguhnya adalah pemujaan dan rasa syukur kepada Ida Bhatara Sang Hyang Pasupati yang telah menganugrahkan kecerdasan dan ketajaman pikiran kepada manusia. </p>



<p>Merujuk pada teks Sundarigama Tumpek Landep merupakan pujawali Bhatara Siwa dalam aspeknya sebagai Sang Hyang Pasupati penguasa alam.<br>Dari pikiran-pikiran tersebut melahirkan daya cipta rasa dan karsa manusia untuk menciptakan sesuatu untuk mempermudah kehidupannya mencapai kebahagiaan. Karena keris, pisau identik dengan tajam, maka pada Tumpek landep masyarakat membuat upacara pemujaan biasanya khusus untuk benda-benda pusaka.</p>



<p><br>“Secara pribadi saya tidak melarang masyarakat membuat upacara untuk benda dari besi seperti mobil dan juga alat elektronik, mungkin itu wujud terima kasih karena telah memberi manfaat bagi kehidupannya tetapi sebaiknya dilakukakan saat Tumpek Kuningan dan jangan dipakai ajang pamer di medsos seperti yang biasa kita lihat saat ini,” ujarnya. (bgn/wid)20071701</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/tumpek-landep-antara-filosofi-melawan-kebiasaan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Baik Dewasa Ayu Menurut Hindu</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/hari-baik-menurut-hindu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hari-baik-menurut-hindu</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/hari-baik-menurut-hindu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 10:39:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[#haribaik]]></category>
		<category><![CDATA[#hindu]]></category>
		<category><![CDATA[#kalenderbali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=1253</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="250" height="228" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/kalender-bali-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" /></div>Tumbakbayuh, Bali Global News Aktivitas umat Hindu di Bali dalam melakukan suatu kegiatan selalu memperhatikan hari baik dan buruk (ala ayuning dewasa) sesuai dengan&#160;kalender Bali. Menurut Ida Bagus Gede Widnyana, tokoh muda sekaligus Bendesa Adat Tumbakbayuh, Kecamatan, Mengwi. Pemilihan hari baik dan buruk itu berdasarkan pada perhitungan wariga dan dewasa. &#8221;Perhitungannya lumayan rumit, sehingga jarang masyarakat Bali yang hapal cara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="250" height="228" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/kalender-bali-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" /></div>
<p>Tumbakbayuh, Bali Global News</p>



<p>Aktivitas umat Hindu di Bali dalam melakukan suatu kegiatan selalu memperhatikan hari baik dan buruk (<em>ala ayuning dewasa</em>) sesuai dengan&nbsp;kalender Bali.</p>



<p>Menurut Ida Bagus Gede Widnyana, tokoh muda sekaligus Bendesa Adat  Tumbakbayuh, Kecamatan, Mengwi. Pemilihan hari baik dan buruk itu berdasarkan pada perhitungan <em>wariga</em> dan <em>dewasa</em>. &#8221;Perhitungannya lumayan rumit, sehingga jarang masyarakat Bali yang hapal cara menggunakan <em>wariga</em> dan <em>dewasa</em> tersebut. &#8221;Biasanya yang menjadi dasar penentuan <em>dewasa</em> oleh masyarakat di Bali adalah kalender Bali yang banyak dijual umum,&#8221; katanya ketika ditemui di kediamannya  Minggu  (12/7).</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="225" height="224" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/bendesa-tumbakbayuh.jpg" alt="" class="wp-image-1259" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/bendesa-tumbakbayuh.jpg 225w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/bendesa-tumbakbayuh-150x150.jpg 150w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/07/bendesa-tumbakbayuh-100x100.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px" /><figcaption>Ida Bagus Gede Widnyana, tokoh muda dan Bendesa Adat Tumbakbayuh Kecamatan Mengwi, Badung, Bali. </figcaption></figure></div>



<p>Dia menyebutkan&nbsp;<em>pa</em><em>dewasan</em>&nbsp;sehari-hari hanya berdasarkan perhitungan sebagai berikut:</p>



<p>1. Pawukon (Ingkel, Rangda Tiga, Tanpa Guru, Was Penganten, dan&nbsp;lain-lain).</p>



<p>2. Tri&nbsp;Wwara (Pasah untuk memisahkan, Beteng untuk mempertemukan, Kajeng untuk wasiat ).</p>



<p>3. Sapta&nbsp;Wara (Soma/Senin, Budha/Rabu dan Sukra/Jumat.&nbsp;Yang lainnya termasuk kurang baik).</p>



<p>4. Sanga&nbsp;Wara (yang terbaik adalah Tulus dan Dadi ).</p>



<p>5. Dauh Inti, berlaku pada waktu&nbsp;atau&nbsp;jam tertentu saja, dari jam sekian sampai dengan sekian saja .</p>



<p>Perhitungan Wariga</p>



<p>Ingkel (pantangan) mulai dari Redite&nbsp;(Minggu)&nbsp;dan berakhir pada Saniscara&nbsp;(Sabtu)&nbsp;yang berlaku&nbsp;7 hari.</p>



<p>Bilangan wuku dibagi 6, sisa :&nbsp;1 = Wong&nbsp;(yang berhubungan dengan&nbsp;manusia).&nbsp;</p>



<p>Sisa&nbsp;2 = Sato&nbsp;(yang berhubungan dengan&nbsp;hewan).&nbsp;</p>



<p>Sisa&nbsp;3 = Mina&nbsp;(yang berhubungan dengan&nbsp;ikan).&nbsp;</p>



<p>Sisa&nbsp;4 = Manuk&nbsp;(yang berhubungan dengan&nbsp;burung&nbsp;atau unggas.&nbsp;</p>



<p>Sisa&nbsp;5 = Taru&nbsp;(yang berhubungan dengan&nbsp;tumbuhan&nbsp;berkayu).&nbsp;</p>



<p>Sisa&nbsp;6 = Buku&nbsp;(yang berhubungan dengan&nbsp;tumbuhan&nbsp;berbuku .</p>



<p>&#8221;Lancar tidaknya suatu kegiatan&nbsp;dipercaya oleh masyarakat Hindu di Bali ditentukan oleh&nbsp;<em>padewasan</em>,&#8221;&nbsp;katanya. (bgn/wid)20071204</p>



<p>(bersambung minggu depan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/hari-baik-menurut-hindu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
