<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#gratifikasi &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/gratifikasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Sep 2020 03:18:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#gratifikasi &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPK panggil mantan pejabat Pemkab Subang sebagai tersangka gratifikasi</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kpk-panggil-mantan-pejabat-pemkab-subang-sebagai-tersangka-gratifikasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kpk-panggil-mantan-pejabat-pemkab-subang-sebagai-tersangka-gratifikasi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kpk-panggil-mantan-pejabat-pemkab-subang-sebagai-tersangka-gratifikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dev]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2020 03:18:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#gratifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[#KPK]]></category>
		<category><![CDATA[#mantanpejabat]]></category>
		<category><![CDATA[#pemkabsubang]]></category>
		<category><![CDATA[#tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=7656</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="600" height="400" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk.jpg 600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis memanggil mantan Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Subang Heri Tantan Sumaryana (HTS) sebagai tersangka menerima gratifikasi. &#8220;HTS, dipanggil sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi menerima gratifikasi,&#8221; kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis. Untuk diketahui, KPK telah mengumumkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="600" height="400" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk.jpg 600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis memanggil mantan Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Subang Heri Tantan Sumaryana (HTS) sebagai tersangka menerima gratifikasi.</p>



<p>&#8220;HTS, dipanggil sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi menerima gratifikasi,&#8221; kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.</p>



<p>Untuk diketahui, KPK telah mengumumkan Heri sebagai tersangka pada 9 Oktober 2019. Namun, KPK belum menahan yang bersangkutan sampai saat ini.</p>



<p>Penetapan Heri sebagai tersangka dilakukan dalam pengembangan proses penyidikan dan mengamati fakta persidangan dengan terdakwa mantan Bupati Subang Ojang Sohandi.</p>



<p>Ojang Sohandi selaku Bupati Subang periode 2013 sampai 2018 diduga menerima dana, baik secara langsung maupun tidak langsung yang berasal di luar penghasilan resmi. Salah satu penerimaan gratifikasi Ojang Suhandi diterima melalui tersangka Heri, yaitu sejumlah Rp9,645 miliar.</p>



<p>Penerimaan itu, pertama berasal dari pungutan dalam pengangkatan calon pegawai negeri sipil (PNS) daerah dari tenaga honorer kategori II di mana masa tes dan verifikasinya dimulai Februari 2014 hingga Februari 2015.</p>



<p>Sejak April 2015, Heri mengumpulkan uang pungutan dari pegawai honorer dengan iming-iming akan menjadi calon PNS daerah dari tenaga honorer kategori II dalam rekrutmen yang dibuka pada April 2016.</p>



<p>Kedua, penerimaan terkait dengan seleksi CPNS di BKD Kabupaten Subang, yaitu dengan cara mencari pungutan dari calon PNS Kabupaten Subang Kategori II yang belum lulus.</p>



<p>Diduga, sebagian dari uang yang diterima, digunakan untuk kepentingan tersangka Heri.</p>



<p>Uang yang diberikan tersangka Heri pada Ojang Sohandi hanya Rp1,65 miliar melalui ajudan Bupati Subang saat itu dan sebagian digunakan untuk pembelian aset dua bidang tanah di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler senilai Rp2,44 miliar.</p>



<p>Seluruh penerimaan uang oleh tersangka Heri bersama-sama dengan Ojang Sohandi tidak pernah dilaporkan ke Direktorat Gratifikasi KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja, sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf C Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2001.(bgn123)20091005</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kpk-panggil-mantan-pejabat-pemkab-subang-sebagai-tersangka-gratifikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Dugaan Gratifikasi Penghapusan &#8220;red notice&#8221; Djoko Tjandra Naik ke Penyidikan</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kasus-dugaan-gratifikasi-penghapusan-red-notice-djoko-tjandra-naik-ke-penyidikan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kasus-dugaan-gratifikasi-penghapusan-red-notice-djoko-tjandra-naik-ke-penyidikan</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kasus-dugaan-gratifikasi-penghapusan-red-notice-djoko-tjandra-naik-ke-penyidikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 09:01:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#bareskrimmabespolri]]></category>
		<category><![CDATA[#djokocandra]]></category>
		<category><![CDATA[#gratifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[#rednotice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=3804</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="787" height="475" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes.jpg 787w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes-300x181.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes-768x464.jpg 768w" sizes="(max-width: 787px) 100vw, 787px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri meningkatkan kasus dugaan gratifikasi terkait pengurusan penghapusan &#8220;red notice&#8221; atas nama Joko Sugiarto Tjandra atau Djoko Tjandra ke tahap penyidikan Ditingkatkannya kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan gelar perkara yang diikuti oleh Inspektorat Pengawasan Umum Polri, Divisi Propam Polri, dan Biro Pengawasan Penyidikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="787" height="475" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes.jpg 787w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes-300x181.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/mabes-768x464.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 787px) 100vw, 787px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri meningkatkan kasus dugaan gratifikasi terkait pengurusan penghapusan &#8220;red notice&#8221; atas nama Joko Sugiarto Tjandra atau Djoko Tjandra ke tahap penyidikan</p>



<p>Ditingkatkannya kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan gelar perkara yang diikuti oleh Inspektorat Pengawasan Umum Polri, Divisi Propam Polri, dan Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri.</p>



<p>&#8220;Setelah kami melakukan gelar perkara bahwa dalam proses penyelidikan yang telah dilakukan oleh Direktorat Tipikor bahwa hasilnya kemarin pada Rabu 5 Agustus kasus daripada ini dinaikkan menjadi tahap penyidikan,&#8221; ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Jakarta, Kamis.</p>



<p>Argo mengatakan Polri telah memintai keterangan terhadap 15 orang saksi terkait kasus tersebut. Namun, dia tidak mengungkapkan lebih lanjut terkait nama-nama saksi yang diperiksa.</p>



<p>Selain itu, penyidik Bareskrim juga telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna menelusuri adanya aliran dana dalam perkara tersebut.</p>



<p>Argo mengatakan dalam tahap penyidikan ini, penyidik akan langsung bekerja untuk mencari siapa saja pelaku yang terlibat.</p>



<p>&#8220;Di tahap penyidikan ini adalah serangkaian kegiatan penyidik untuk mencari pelakunya, mencari siapa yang melakukan,&#8221; katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, Argo menyebut bahwa dugaan tindak pidana pada kasus ini, yakni pemberian dan penerimaan hadiah terkait penghapusan &#8220;red notice&#8221; Djoko Tjandra yang terjadi sekitar bulan Mei hingga Juni 2020.</p>



<p>Para pelaku akan disangkakan dengan Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 2, Pasal 11, Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 KUHP.</p>



<p>Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mencopot tiga petinggi Polri dalam perkara terbitnya surat jalan, penghapusan &#8220;red notice&#8221;, serta surat sehat bebas COVID-19 milik Djoko Tjandra.</p>



<p>Tiga perwira tinggi yang dicopot masing-masing Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho Wibowo.</p>



<p>Bareskrim Polri telah menetapkan Prasetijo Utomo sebagai tersangka dalam kasus surat palsu yang diterbitkannya untuk Djoko Tjandra.</p>



<p>Prasetijo dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 E KUHP, Pasal 426 Ayat (1) KUHP, dan Pasal 221 Ayat (1) ke-2 KUHP.</p>



<p>Selain Prasetijo, penyidik Bareskrim Polri juga menetapkan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking sebagai tersangka dalam kasus surat jalan palsu yang diterbitkan Brigjen Pol Prasetijo Utomo.</p>



<p>Anita adalah salah satu kuasa hukum Djoko Tjandra. Dia disangkakan dengan Pasal 263 (2) dan Pasal 223 KUHP. (bgn/ant)20080611</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kasus-dugaan-gratifikasi-penghapusan-red-notice-djoko-tjandra-naik-ke-penyidikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
