<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>generasi &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/generasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Dec 2021 13:46:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>generasi &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wagub Bali: Gerakan Pramuka Harus Lahirkan Generasi yang Berwatak, Berkarakter dan Berkepribadian Tangguh</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/wagub-bali-gerakan-pramuka-harus-lahirkan-generasi-yang-berwatak-berkarakter-dan-berkepribadian-tangguh/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wagub-bali-gerakan-pramuka-harus-lahirkan-generasi-yang-berwatak-berkarakter-dan-berkepribadian-tangguh</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/wagub-bali-gerakan-pramuka-harus-lahirkan-generasi-yang-berwatak-berkarakter-dan-berkepribadian-tangguh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2021 13:46:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[gerakanpramuka]]></category>
		<category><![CDATA[wagubbali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=43551</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1177" height="1279" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211219-WA0071.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211219-WA0071.jpg 1177w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211219-WA0071-276x300.jpg 276w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211219-WA0071-942x1024.jpg 942w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211219-WA0071-768x835.jpg 768w" sizes="(max-width: 1177px) 100vw, 1177px" /></div>Tabanan, Baliglobalnews Gerakan Pramuka merupakan suatu sistem pendidikan nonformal, yang membantu dan melengkapi pendidikan formal yang mana memiliki tujuan sebagai sebuah gerakan yang membentuk watak, karakter dan kepribadian generasi muda bangsa. Gerakan Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler di luar sekolah, tempat menempa keterampilan dan pengetahuan, memupuk jiwa disiplin, dan membina semangat kebersamaan. Gerakan Pramuka tentu diharapkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1177" height="1279" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211219-WA0071.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211219-WA0071.jpg 1177w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211219-WA0071-276x300.jpg 276w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211219-WA0071-942x1024.jpg 942w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211219-WA0071-768x835.jpg 768w" sizes="(max-width: 1177px) 100vw, 1177px" /></div>
<p>Tabanan, Baliglobalnews</p>



<p>Gerakan Pramuka merupakan suatu sistem pendidikan nonformal, yang membantu dan melengkapi pendidikan formal yang mana memiliki tujuan sebagai sebuah gerakan yang membentuk watak, karakter dan kepribadian generasi muda bangsa. Gerakan Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler di luar sekolah, tempat menempa keterampilan dan pengetahuan, memupuk jiwa disiplin, dan membina semangat kebersamaan. Gerakan Pramuka tentu diharapkan menjadi wahana untuk mewujudkan warga bangsa yang berkepribadian, berwatak, dan memiliki jiwa bela negara.</p>



<p>Hal itu disampaikan oleh Ketua Harian Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwarda Bali yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati yang akrab dipanggil Cok Ace saat memberikan sambutan serangkaian Pembukaan Jambore&nbsp; Daerah 2021 Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali di Bumi Perkemahan Pramuka I Gusti Ngurah Rai, Margarana, Tabanan, Minggu (19/12).</p>



<p>&#8220;Saya berharap adik-adik Pramuka Penggalang, yang datang dari seluruh kabupaten/kota se-Bali dan dengan latar belakang yang berbeda dapat berbaur di tempat ini, sebagai wujud nyata dari Bhinneka Tunggal Ika,&#8221; katanya.</p>



<p>Melalui Kegiatan Jambore Daerah Bali tahun 2021 yang mengambil tema &#8220;Berkarakter, Unggul dan Terampil&#8221;, Cok Ace juga menyampaikan beberapa pesan dan harapan kepada para anggota Pramuka khususnya Penggalang&nbsp;&nbsp; Jambore Daerah agar kegiatan ini dijadikan wadah untuk belajar, berkarya, sekaligus sebagai sarana membangun semangat persatuan.</p>



<p>&#8220;Manfaatkanlah Jambore Daerah untuk menjalin persahabatan dan kebersamaan diantara kalian. Ikuti seluruh kegiatan Jambore ini, serap pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan seluas-luasnya. Dengan mempererat persahabatan dan keakraban dengan diantara anggota Pramuka, diyakini akan terbentuk menjadi remaja yang aktif, kreatif, dan energik. Sehingga kalian akan mampu menjauhi kegiatan yang tidak bermanfaat dan merusak masa depan kalian. Setelah tumbuh menjadi anak-anak dengan karakter unggul maka ajaklah rekan-rekan kalian untuk mengisi kegiatan, dan waktu luang di luar jam sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat, yang dapat kalian jadikan sebagai bekal ketika dewasa kelak. Dan nantinya dapat&nbsp; mempersiapkan diri dengan baik untuk melanjutkan kepemimpinan ini, memiliki karakter mandiri sebagaimana konsep TRI SAKTI Bung Karno negeri yakni : berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara Wakil Ketua Binamuda Kwarnas, Budi Prayitno, mengatakan meskipun namanya jambore, kegiatan tidak mesti ramai, tidak harus hiruk-pikuk. Karena pada saat masa pandemi seperti ini yang lebih penting adalah protokol kesehatan yaitu bisa menjaga jarak, memakai masker dengan baik dan menjaga tangan untuk selalu bisa bersih dengan cara rajin mencuci tangan atau selalu siap dengan hand sanitizer. Apabila kondisi normal pada saat jambore lazim juga dikunjungi keluarga, dan dikelilingi oleh para pedagang, namun saat ini hal tersebut harus dikurangi,&nbsp; pengaturan tenda dan kegiatan harus selalu mentaati prokes,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Hal senada juga dipertegas oleh Ka.Kwarda Provinsi Bali, I Made Rentin, bahwa saat jambore daerah kali ini, anak-anak Pramuka tingkat penggalang tidak boleh dikunjungi oleh keluarga ataupun orangtua agar tidak menimbulkan kerumunan. &#8220;Selain itu, ketatnya protokol kesehatan yang diberlakukan nampak jelas saat para anggota Pramuka wajib melakukan Swab antigen sebelumnya, dan kembali melakukan Swab antigen saat jambore berakhir atau sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing, agar tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi anggota keluarganya,&#8221; pungkasnya. (bgn003)21121913</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/wagub-bali-gerakan-pramuka-harus-lahirkan-generasi-yang-berwatak-berkarakter-dan-berkepribadian-tangguh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Generasi &#8220;Digital Native&#8221; dalam Bingkai Pelajar Pancasila</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/generasi-digital-native-dalam-bingkai-pelajar-pancasila/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=generasi-digital-native-dalam-bingkai-pelajar-pancasila</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/generasi-digital-native-dalam-bingkai-pelajar-pancasila/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2021 07:08:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[digitalnative]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=42404</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="860" height="608" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/guru-sd-5.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/guru-sd-5.jpg 860w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/guru-sd-5-300x212.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/guru-sd-5-768x543.jpg 768w" sizes="(max-width: 860px) 100vw, 860px" /></div>Oleh I Wayan Ekayogi, S.Pd., M.Pd. Dewasa ini kehidupan manusia tidak terlepas dari pengaruh kemajuan teknologi yang begitu pesat. Manusia dihadapkan pada sebuah era terjadinya perubahan secara signifikan, karena hadirnya teknologi digital dalam berbagai sendi-sendi kehidupan manusia. Kemajuan teknologi ini pun akan ikut mendisrupsi perilaku manusia dan secara signifikan akan mengubah cara manusia berpikir, berperilaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="860" height="608" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/guru-sd-5.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/guru-sd-5.jpg 860w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/guru-sd-5-300x212.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/guru-sd-5-768x543.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 860px) 100vw, 860px" /></div>
<p class="has-text-align-left"><strong>Oleh I Wayan Ekayogi, S.Pd., M.Pd.</strong></p>



<p>Dewasa ini kehidupan manusia tidak terlepas dari pengaruh kemajuan teknologi yang begitu pesat. Manusia dihadapkan pada sebuah era terjadinya perubahan secara signifikan, karena hadirnya teknologi digital dalam berbagai sendi-sendi kehidupan manusia. Kemajuan teknologi ini pun akan ikut mendisrupsi perilaku manusia dan secara signifikan akan mengubah cara manusia berpikir, berperilaku dan cara manusia hidup.</p>



<p>Hadirnya tekonologi dalam sebuah kehidupan akan menimbulkan berbagai dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak yang paling terasa dan tampak dengan hadirnya teknologi adalah terjadinya ketergantungan akan sebuah perangkat dan internet untuk sekadar berinteraksi.</p>



<p>Berdasarkan laporan yang dirilis pada Januari 2021 oleh layanan manajemen konten HootSuite, dan agensi pemasaran media sosial We Are Social bertajuk &#8220;Digital 2021&#8221; ditemukan bahwa pengguna internet yang aktif di Indonesia mencapai 202,6 juta jiwa yang didominasi orang berusia 16-64 tahun dan memiliki beberapa perangkat elektornik berbeda. Dalam laporan tersebut juga ditemukan bahwa pengguna internet di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu selama 8 jam 52 menit untuk berselancar di internet.</p>



<p>Dari laporan tersebut dapat diketahui bahwa orang Indonesia khususnya generasi muda terbilang aktif di dunia maya. Generasi muda merupakan salah satu faktor penentu kemajuan dari suatu negara. Hal ini dikarenakan generasi muda adalah generasi digital native. Istilah generasi digital native diperkenalkan oleh konsultan pendidikan, Marc Prensky, pada tahun 2001. Melalui artikel yang berjudul &#8220;Digital Natives, Digital Immigrants&#8221;, Marc Prensky membahas tentang kesenjangan antara siswa yang lahir sebagai digital native dengan pendidik yang menggunakan metode lawas untuk mengajar. Dalam artikel tersbut juga dibahas tentang perbedaan digital natives, digital immigrants.</p>



<p>Marc Prensky (2001) menyatakan bahwa generasi digital native adalah generasi yang sejak lahir sudah melek teknologi sehingga mereka paham bahasa digital, paham menggunakan komputer, mahir mengoperasikan video game dan mampu mencari sesuatu melalui internet. Sedangkan generasi digital immigrants menurut Marc Prensky (2001) merupakan generasi yang tumbuh tanpa menggeluti teknologi sehingga saat sekarang mereka memerlukan panduan dan belajar mengenai tata cara mengoperasikan, mengadopsi&nbsp; perlengkapan digital dan teknologi baru.</p>



<p>Sesuai dengan pernyatan Marc Prensky dapat diketahui bahwa generasi digital native merupakan generasi yang sudah terbiasa dan paham dalam mengadaptasi perangkat digital dan teknologi baru sehingga mereka akan dihadapkan pada era disrupsi teknologi. Generasi digital native saat ini hampir tersebar merata sehingga apabila potensi ini dimanfaatkan dengan benar maka akan dapat mempercepat kemajuan suatu negara. Generasi digital native akan cenderung berinteraski dengan sesamanya melalui dunia maya. Bahkan hal ini menyebakan mereka lebih banyak mempunyai teman di dunia maya daripada di dunia nyata. Hal ini tentu berdampak pada pola interaksi dan pergaulan mereka yang begitu luas. Pola interaksi generasi digital native&nbsp; yang demikian, ternyata kerap kali menimbulkan perilaku yang menyimpang dari nilai dan karakter bangsa. Beberapa perilaku yang kadang bertentangan dengan karakter bangsa yang sering ditampilkan generasi digital native misalnya berpenampilan yang mengandung unsur pornografi di akun media sosial demi menarik perhatian orang lain, kebiasaan untuk melakukan perundungan (bullying) di media sosial, membuat video lelucon (prank) yang sering menampilkan adegan yang tidak patut ditiru, dan membuat konten-konten yang berbau sara sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.</p>



<p>Pemerintah Indonesia sudah sewajarnya memperhatikan sikap dan karakteristik yang dimiliki oleh generasi mudanya, baik dari segi kelebihan maupun kelemahan. Pihak pemerintah sebaiknya mengapresiasi kelebihan dan kelemahan yang dimiliki oleh generasi digital native yang menguasai teknologi dengan mengeluarkan kebijakan yang dapat mengakomodir kelebihan dan kelemahan generasi digital native, sehingga dapat meningkatkan potensi generasi digital native dan semakin siap untuk berkompetisi dengan dunia internasional diberbagai bidang.</p>



<p>Situasi yang demikian mengharuskan diperlukan sebuah formula sebagai sebuah batasan-batasan yang mampu mengatur pola interaksi generasi digital native tersebut. Formula kebijakan yang saat ini sudah ada dan tepat yaitu Profil Pelajar Pancasila yang diluncurkan oleh Kemdikbud. Profil Pelajar Pancasila sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.</p>



<p>Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pelajar Pancasila dicirikan melalui enam ciri utama yaitu (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, (2) berkebinekaan global, (3) bergotong royong, (4) mandiri, (5) bernalar kritis, dan (6) kreatif.</p>



<p>Pelajar Pancasila&nbsp; yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia diharapkan pelajar di Indonesia tumbuh sebagai pelajar yang memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.</p>



<p>Pelajar Pancasila yang berkebinekaan global diharapkan pelajar di Indonesia tumbuh sebagai pelajar yang mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.</p>



<p>Pelajar Pancasila&nbsp; yang suka bergotong-royong diharapkan pelajar di Indonesia tumbuh sebagai pelajar yang memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.</p>



<p>Pelajar Pancasila&nbsp; yang mandiri diharapkan pelajar di Indonesia tumbuh sebagai pelajar yang mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.</p>



<p>Pelajar Pancasila&nbsp; yang bernalar kritis diharapkan pelajar di Indonesia tumbuh sebagai pelajar yang mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.</p>



<p>Pelajar Pancasila&nbsp; yang kreatif diharapkan pelajar di Indonesia tumbuh sebagai pelajar yang mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.</p>



<p>Pelajar Pancasila merupakan sebuah jawaban atas tantangan yang dihadapi oleh generasi saat ini. Era disrupsi teknologi yang saat ini terjadi mengharuskan setiap siswa harus mempunyai&nbsp; kemampuan beradaptasi dan mempunyai minat untuk mempelajari hal yang bersifat baru guna menghadapi persaingan global. Kemampuan tersebut sudah tentu harus dibingkai dalam nilai-nilai karakter luhur yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itulah, profil Pelajar Pancasila saat ini sangat penting. Begitu pentingnya penanaman nilai-nilai luhur Pancasila untuk generasi digital native maka diharapkan semua pendidik agar lebih menekankan pada pengembangan kiat-kiat dan praktik baik internalisasi nilai-nilai yang mencerminkan profil Pelajar Pancasila.(bgn003)21112801</p>



<p><em>Penulis: Guru SD Negeri 5 Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali.</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/generasi-digital-native-dalam-bingkai-pelajar-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
