<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ganja &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/ganja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Oct 2025 11:47:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#ganja &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gerebek Kebun Ganja, Polda Bali Amankan Dua WNA</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gerebek-kebun-ganja-polda-bali-amankan-dua-wna/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gerebek-kebun-ganja-polda-bali-amankan-dua-wna</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gerebek-kebun-ganja-polda-bali-amankan-dua-wna/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 11:47:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BGN 008]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Bali]]></category>
		<category><![CDATA[#ganja]]></category>
		<category><![CDATA[#narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[#poldabali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=120520</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1200" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Tim Ditresnarkoba Polda Bali menggerebek kebun ganja milik dua WNA di sebuah rumah kontrakan Jalan Bina Kusuma IV, Ubung Kaja, Denpasar Utara. Dirresnarkoba Polda Bali Kombes Pol Radiant mengatakan kedua orang WNA yang ditangkap yakni Nirul Rashim Abdoelrazak (31), laki-laki WNA dari Belanda dan Ksenia Varlamova (33) perempuan WNA dari Rusia, yang ditangkap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1200" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251003-WA0009-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Tim Ditresnarkoba Polda Bali menggerebek kebun ganja milik dua WNA di sebuah rumah kontrakan Jalan Bina Kusuma IV, Ubung Kaja, Denpasar Utara.</p>



<p>Dirresnarkoba Polda Bali Kombes Pol Radiant mengatakan kedua orang WNA yang ditangkap yakni Nirul Rashim Abdoelrazak (31), laki-laki WNA dari Belanda dan Ksenia Varlamova (33) perempuan WNA dari Rusia, yang ditangkap pada 1 Oktober 2025 sekitar pukul 12.30 Wita. &#8220;Pengungkapan atau penggrebekan dua WNA ini, berawal dari informasi masyarakat terkait adanya kegiatan mencurigakan yaitu clandestine lab narkotika jenis ganja, secara hidroponik, di TKP sebuah rumah kontrakan di Jalan Bina Kusuma IV Ubung Kaja, Denpasar Utara,&#8221; kata Ditnarkoba didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ariasandy di Denpasar, Jumat (3/10/2025).</p>



<p>Dia menyebutkan Tim kemudian menggeledah di dalam rumah atau TKP tersebut dan menemukan puluhan tanaman ganja hidroponik dengan jumlah banyak, terbagi menjadi beberapa area untuk dijadikan pelaku melakukan pembibitan, penanaman hingga area perkebunan hidroponik pohon ganja tersebut. &#8220;Ini sangat terorganisir, karena masing-masing area dilengkapi dengan sistem pendingin, pengaturan suhu ruangan, penyiraman, pemupukan, lampu pencahayaan, hingga diawasi dengan CCTV,&#8221; katanya.</p>



<p>Dari hasil pemeriksaan, kata dia, ditemukan bukti bahwa tersangka sengaja membangun tenda hidroponik termasuk kelistrikan dan pengairan, serta mulai dari penyemaian biji, hingga pembibitan pada pot hidroponik serta area pertumbuhan tanaman ganja siap panen. Kemudian, barang bukti ratusan polybag dan media tanah termasuk kecambah/bibit pohon ganja siap tanam, serta beberapa pohon ganja yang sudah mencapai tinggi 1 meter, serta berbagai peralatan dan perlengkapan lainnya termasuk timbangan, untuk melakukan clandestine tanaman ganja hidroponik.</p>



<p>&#8220;Tersangka juga mengaku mendapatkan bibit ganja dari seseorang berinisial &#8220;C&#8221; (dalam pengembangan lebih lanjut), pada Mei 2025 dan mulai melakukan pembibitan, serta mengaku belum sempat melakukan panen terhadap tanaman ganja itu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Saat ini, Ditresnarkoba Polda Bali sedang mendalami keberadaan &#8220;C&#8221; dan jaringannya yang ada di Bali maupun sumber barang atau benih narkotika jenis ganja tersebut &#8220;Modus operandi tersangka memiliki, menyimpan dan menguasai serta memproduksi narkotika golongan 1 jenis tanaman ganja hidroponik (clandestine),&#8221; katanya.</p>



<p>&#8220;Kedua tersangka ditahan di Rutan Polda Bali dan dijerat dengan Pasal 111 Ayat 2 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp8 miliar. &#8220;Kami berterimakasih atas informasi yang diberikan dan menghimbau kepada masyarakat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan seperti kasus tersebut di atas, mohon segera dilaporkan kepada Kepolisian terdekat,&#8221; katanya. (bgn008)25100309</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gerebek-kebun-ganja-polda-bali-amankan-dua-wna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Ungkap Peredaran Ganja Seberat 34 Kg Jaringan Sumut &#8211; Jakarta</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/polisi-ungkap-peredaran-ganja-seberat-34-kg-jaringan-sumut-jakarta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=polisi-ungkap-peredaran-ganja-seberat-34-kg-jaringan-sumut-jakarta</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/polisi-ungkap-peredaran-ganja-seberat-34-kg-jaringan-sumut-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 13:30:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[#ganja]]></category>
		<category><![CDATA[#jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[#poldametrojaya]]></category>
		<category><![CDATA[#sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=103947</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/antarafoto-peredaran-ganja-471-kilogram-22042022-mrh-8.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/antarafoto-peredaran-ganja-471-kilogram-22042022-mrh-8.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/antarafoto-peredaran-ganja-471-kilogram-22042022-mrh-8-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/antarafoto-peredaran-ganja-471-kilogram-22042022-mrh-8-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/antarafoto-peredaran-ganja-471-kilogram-22042022-mrh-8-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis ganja seberat 34 kilogram yang merupakan jaringan lintas provinsi Sumatera Utara &#8211; Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025). &#8220;Petugas mengamankan 34 kilogram ganja kering siap edar serta 6,98 gram sabu pada Sabtu (15/3),&#8221; kata Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ade Candra [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/antarafoto-peredaran-ganja-471-kilogram-22042022-mrh-8.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/antarafoto-peredaran-ganja-471-kilogram-22042022-mrh-8.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/antarafoto-peredaran-ganja-471-kilogram-22042022-mrh-8-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/antarafoto-peredaran-ganja-471-kilogram-22042022-mrh-8-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/antarafoto-peredaran-ganja-471-kilogram-22042022-mrh-8-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div><p>Jakarta, Baliglobalnews</p>
<p>Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis ganja seberat 34 kilogram yang merupakan jaringan lintas provinsi Sumatera Utara &#8211; Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025).</p>
<p>&#8220;Petugas mengamankan 34 kilogram ganja kering siap edar serta 6,98 gram sabu pada Sabtu (15/3),&#8221; kata Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ade Candra dalam keterangannya di Jakarta, pada Minggu (16/3/2025).</p>
<p>Lima pelaku yang berhasil ditangkap berinisial I, RR, S, P dan R. Barang bukti ganja siap edar itu diamankan oleh petugas di tiga lokasi berbeda di wilayah Jakarta. &#8220;TKP pertama ada di Jalan Gunung Sahari, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Sabtu (15/3) pukul 16.30 WIB dengan barang bukti seberat satu kilogram ganja,&#8221; katanya.</p>
<p>TKP kedua, diamankan di Gang Burung RT 08/RW 02, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat pada Sabtu (15/3) pukul 18.00 WIB dengan barang bukti tiga kilogram ganja dan 6,98 gram sabu Kemudian, TKP ketiga di Gang Burung No.9 RT 09/RW 02, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat pada Sabtu (15/3/2025) pukul 21.00 WIB dengan barang bukti seberat 30 kilogram ganja dalam dua karung hijau.</p>
<p>Ade Candra menambahkan kronologi pengungkapan kasus ini terjadi setelah menerima informasi mengenai pengiriman narkotika jenis ganja dari Medan ke Jakarta untuk diedarkan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. &#8220;Setelah melakukan penyelidikan, petugas berhasil menangkap tersangka pertama, yaitu I yang ditangkap di Jalan Gunung Sahari,&#8221; katanya.</p>
<p>Dari hasil interogasi, kata dia, petugas memperoleh informasi bahwa masih ada narkotika lain yang disimpan di sebuah kontrakan di daerah Pinangsia, Jakarta Barat. &#8220;Tim bergerak ke lokasi tersebut dan mengamankan 3 kg ganja serta 6,98 gram sabu serta adanya tempat penyimpanan lain di kontrakan di daerah yang sama. Petugas kemudian menemukan 30 kg ganja yang disimpan dalam dua karung hijau,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi guna mencegah peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa. (ant/bgn003)25031609</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/polisi-ungkap-peredaran-ganja-seberat-34-kg-jaringan-sumut-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MAHUPIKI: Kepmentan terkait ganja jangan sekedar dicabut untuk direvisi</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/mahupiki-kepmentan-terkait-ganja-jangan-sekedar-dicabut-untuk-direvisi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mahupiki-kepmentan-terkait-ganja-jangan-sekedar-dicabut-untuk-direvisi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/mahupiki-kepmentan-terkait-ganja-jangan-sekedar-dicabut-untuk-direvisi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2020 07:13:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[#direvisi]]></category>
		<category><![CDATA[#ganja]]></category>
		<category><![CDATA[#kementan]]></category>
		<category><![CDATA[#mahupiki]]></category>
		<category><![CDATA[#nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=6902</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="750" height="500" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/ganja.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/ganja.jpeg 750w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/ganja-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/ganja-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (MAHUPIKI) mengharapkan Keputusan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mencantumkan ganja sebagai komoditas tanaman binaan jangan sekedar dicabut untuk di revisi lagi. Ketua MAHUPIKI sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor Dr Yenti Garnasih SH MH dalam keterangan trrtulisnyang&#160;diterima di&#160;Jakarta, Rabu, mengingatkan itu setelah Menteri Syahrul Yasin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="750" height="500" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/ganja.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/ganja.jpeg 750w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/ganja-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/ganja-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (MAHUPIKI) mengharapkan Keputusan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mencantumkan ganja sebagai komoditas tanaman binaan jangan sekedar dicabut untuk di revisi lagi.</p>



<p>Ketua MAHUPIKI sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor Dr Yenti Garnasih SH MH dalam keterangan trrtulisnyang&nbsp;diterima di&nbsp;Jakarta, Rabu, mengingatkan itu setelah Menteri Syahrul Yasin Limpo mencabut Kepmentan Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 yang mencantumkan ganja sebagai komoditas tanaman binaan di bawah kementerian yang dipimpinnya pasca viral dan jadi polemik.</p>



<p>&#8220;Saya memandang ide melegalkan ganja apapun peruntukannya misalnya seperti yang baru-baru ini untuk pengobatan, apalagi tidak/belum memiliki payung hukum yaitu undang-undang baru yang tentunya tidak boleh bertentangan dengan undang-undang sebelumnya atau yang lain, tentu ini sangat disayangkan,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditambah lagi, menurut yang dia lihat dan baca dari beberapa media massa&nbsp;<em>mainstream</em>&nbsp;nasional, alasan dicabutnya Kepmentan Nomor 104 tahun 2020 itu untuk dikaji kembali dan segera dilakukan revisi setelah berkoordinasi dengan&nbsp;<em>stakeholder</em>&nbsp;terkait (BNN, Kemenkes, LIPI).</p>



<p>Pasang cabut kebijakan atau peraturan seperti ini, tentunya membuat rakyat bingung dan menimbulkan banyak pertanyaan hingga dugaan di publik, kemudian tentu juga mengganggu kewibawaan pemerintah.</p>



<p>&#8220;Wajar saja jika ada masyarakat yang menduga apakah aturan Kepmentan ini karena pesanan? Apakah ini semacam &#8216;tes&#8217; untuk melihat reaksi masyarakat,&#8221; katanya.</p>



<p>Memang, lanjut Yenti, ada beberapa negara yang melegalkan ganja, khususnya untuk obat-obatan. Tetapi kalau kita akan mengikuti hal itu, apakah sudah mempelajari mengapa beberapa negara tersebut sampai pada keputusan seperti itu.</p>



<p>Tentu, menurut dia, harus ada kajian mendalam dari berbagai sudut pandang, geografis Indonesia, tingkat pendidikan kebanyakan masyarakat terkait kedewasaannya untuk tidak menyalahgunakan legalisasi ganja untuk pengobatan, pengawasannya dan lain- lain.</p>



<p>&#8220;Intinya tidak semua yg cocok atau siap diterapkan di negara lain, tepat atau cocok di Indonesia, terutama dalam implementasinya,&#8221; katanya.</p>



<p>Sesuai persyaratan pengaturan yang akan diberlakukan, minimal harus ada rencana pembahasan berisi konsensus masyarakat terkait hal itu, kajian-kajian&nbsp;<em>cost and benefit</em>&nbsp;bila melegalkannya, dan tentu setelah itu harmonisasi hukum dengan peraturan lain.</p>



<p>&#8220;Dan terakhir pada kementerian mana usulan ini akan dilakukan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Mengingat persoalan ganja dilarang oleh peraturan setingkat undang undang, maka menurut dia tidak mungkin dianulir oleh keputusan menteri.</p>



<p>Kalau Kementan mempunyai pandangan bahwa ganja adalah pohon obat atau untuk pengobatan, maka seyogyanya mengajak aparatur penegak hukum (BNN, Polri, kejaksaan), LIPI, Kemenkes, dan&nbsp;<em>stakeholder</em>&nbsp;lainnya untuk duduk bersama sebelum mengeluarkan keputusan yang dinilai publik sebagai keputusan pemerintah.</p>



<p>Atas dasar itulah, Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia mengingatkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 itu dibatalkan. (bgn/ant)20090212</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/mahupiki-kepmentan-terkait-ganja-jangan-sekedar-dicabut-untuk-direvisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ganja dalam pusaran tanaman obat</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/ganja-dalam-pusaran-tanaman-obat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ganja-dalam-pusaran-tanaman-obat</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/ganja-dalam-pusaran-tanaman-obat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dev]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2020 03:59:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ganja]]></category>
		<category><![CDATA[#legalisasiganja]]></category>
		<category><![CDATA[#tanamanobat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=6509</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="394" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja.jpeg 700w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja-300x169.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Ganja. Siapa tak tahu atau mengenal nama tersebut? Di Indonesia, sejak awal anak-anak memasuki bangku sekolah, nama jenis tanaman tersebut sudah diperkenalkan. Para guru memperkenalkan nama ganja sebagai benda yang harus dihindari karena bahayanya. Akhirnya ganja populer sebagai benda atau barang yang harus dihindari. Dalam kuis atau ujian pun, siswa dengan lancar menjawab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="394" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja.jpeg 700w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja-300x169.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Ganja. Siapa tak tahu atau mengenal nama tersebut?</p>



<p>Di Indonesia, sejak awal anak-anak memasuki bangku sekolah, nama jenis tanaman tersebut sudah diperkenalkan. Para guru memperkenalkan nama ganja sebagai benda yang harus dihindari karena bahayanya.</p>



<p>Akhirnya ganja populer sebagai benda atau barang yang harus dihindari. Dalam kuis atau ujian pun, siswa dengan lancar menjawab bahwa ganja adalah barang terlarang dan diharamkan pula.</p>



<p>Namun popularitas ganja justru sering mendorong sejumlah oknum siswa untuk mengetahuinya dengan caranya sendiri. Yakni &#8220;coba-coba&#8221;, &#8220;mencoba lagi&#8221; hingga akhirnya ketagihan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="797" height="488" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200826-WA0069_1.jpg" alt="" class="wp-image-6511" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200826-WA0069_1.jpg 797w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200826-WA0069_1-300x184.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200826-WA0069_1-768x470.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 797px) 100vw, 797px" /><figcaption>Narkoba jenis ganja kering sejumlah 157 kilogram dari Solok, Sumatera Barat, yang ditampilkan di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (26/8/2020). ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat/aa.</figcaption></figure>



<p>Dalam beberapa kasus yang diungkap Kepolisian, ada oknum siswa tertangkap atau terciduk karena menghisap ganja. Pada kasus tawuran antarsiswa dan antarremaja pun tak jarang ada yang kedapatan urinenya menunjukkan positif mengonsumsinya.</p>



<p>Bukan hanya di kalangan pelajar, tak jarang Kepolisian mengungkap kasus penggunaan dan peredaran ganja di kalangan mahasiswa. Polres Metro Jakarta Selatan, misalnya, pernah melakukan operasi di kampus-kampus dan menemukan kasus peredaran ganja sekaligus meringkus pelakunya.</p>



<p>Dalam konteks penegakan hukum, setiap hari seluruh jajaran polisi di Indonesia mengungkap kasus narkoba. Salah satunya kasus peredaran ganja sebagai salah satu narkoba paling populer.</p>



<p>Kepolisian tak henti-hentinya melakukan penindakan. Pengungkapan kasus disertai barang bukti dari satu gram hingga ratusan kilogram, bahkan dalam skala lebih besar, yakni beberapa ton yang diangkut dengan truk.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja.jpg" alt="" class="wp-image-6512" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/ganja-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption>Ganja atau &#8220;Cannabis sativa&#8221; tercantum dalam daftar tanaman obat komoditas binaan Kementerian Pertanian seperti tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)</figcaption></figure>



<p>Pengungkapan kasus-kasus narkoba khususnya ganja sering mengharuskan polisi bertarung secara keras dengan pengedar dan bandar-bandar. Kalau sudah seperti itu maka nyawa taruhannya.</p>



<p>Dalam beberapa kasus, bandar atau pengedar sering melakukan perlawanan saat diringkus dan berusaha sekuat tenaga menyerang balik polisi.</p>



<p>Contoh, paling anyar, anggota Polri dianiaya saat mengungkap kasus narkoba jenis ganja di dalam botol minuman keras di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (12/8).</p>



<p><strong>Efek</strong><br>Ganja atau mariyuana adalah psikotropika yang mengandung&nbsp;<em>tetrahidrokanabinol</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>kanabidiol</em>&nbsp;yang membuat pemakainya mengalami euforia. Ganja biasanya dibuat menjadi rokok untuk dihisap supaya efek dari zatnya bereaksi.</p>



<p>Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai sekitar dua meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua).</p>



<p>Bunganya kecil-kecil dalam&nbsp;<em>dompolan</em>&nbsp;di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl).<br><br>Ganja menjadi simbol budaya&nbsp;<em>hippie</em>&nbsp;yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas.</p>



<p>Selain itu, menurut Wikipedia, ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisasi yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang.</p>



<p>Di India, sebagian Sadu yang menyembah Dewa Siwa menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hasis melalui&nbsp;<em>bong</em>&nbsp;dan minum&nbsp;<em>bhang</em>.</p>



<p>Beberapa negara memang melegalkan penggunaan ganja di masyarakat. Sejak 10 Desember 2013, misalnya, Uruguay melegalkan ganja untuk diperjualbelikan dan dikonsumsi di negara tersebut.</p>



<p>Di Indonesia hingga kini, ganja masih termasuk dalam jenis narkotika golongan I menurut Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Karena itu, penggunaannya dilarang keras.</p>



<p>Selain ganja, jenis narkotika golongan I yang lain adalah sabu-sabu, kokain, opium dan heroin. Izin penggunaan terhadap narkotika golongan I hanya dibolehkan dalam hal-hal tertentu, terutama untuk kepentingan penelitian dan medis.</p>



<p><strong>Tanaman Obat?</strong><br>Namun kabar sangat mengejutkan publik mencuat di akhir Agustus 2020, ternyata ganja sudah lama menjadi salah satu tanaman obat binaan Kementerian Pertanian RI.</p>



<p>Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah menetapkan ganja atau dengan nama latin&nbsp;<em>Cannabis sativa&nbsp;</em>ke dalam daftar tanaman obat komoditas binaan Kementerian Pertanian (Kementan).</p>



<p>Ketetapan itu tertulis dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian. Keputusan menteri (kepmen) itu ditandatangani Syahrul Yasin Limpo pada 3 Februari 2020.</p>



<p>Kepmen Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 itu sudah terbit tujuh bulan lalu. Bahkan 14 tahun lalu terbit Kepmentan 511/2006 tentang Jenis Komoditi Tanaman Binaan Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura.</p>



<p>Namun Kepmen Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 baru ramai akhir pekan ini. Padahal 14 tahun lalu terbit Kepmentan 511/2006 yang juga menempatkan ganja sebagai salah satu tanaman obat binaan Kementan.</p>



<p>Mengapa publik dan pihak terkait baru meributkan sekarang? Atau mungkinkah publik tidak jeli atas isi produk hukum tersebut?</p>



<p>Padahal&#8211;merujuk munculnya sumber awal berita yang menghebohkan dan menggemparkan tersebut&#8211;Kepmentan<br>104/KPTS/HK.140/M/2/2020 itu ada di laman resmi&nbsp;Kementerian Pertanian.</p>



<p>Baru diunggah di laman itu atau publik dan instansi terkait tidak tanggap serta tidak jeli terhadap substansi Kepmen tersebut?</p>



<p>Dalam lampiran Kepmentan 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 yang diunduh dari laman Kementerian Pertanian di Jakarta, Sabtu (29/8), ganja tercantum pada nomor 12 di daftar tanaman obat di bawah binaan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan.<br><br><strong>Dicabut</strong><br>Diktum&nbsp;<em>pertama</em>&nbsp;dalam Kepmen Komoditas Binaan tersebut disebutkan bahwa komoditas binaan Kementerian Pertanian meliputi komoditas binaan Direktorat Jenderal: a. Tanaman Pangan; b. Hortikultura; c. Perkebunan dan d. Peternakan dan Kesehatan Hewan.</p>



<p><em>Kedua</em>, disebutkan bahwa komoditas binaan sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu dan produk turunannya dibina oleh direktorat jenderal masing-masing sesuai dengan kewenangannya.</p>



<p>Pada diktum&nbsp;<em>kelima</em>, tertulis direktur jenderal dalam menetapkan komoditas binaan dan produk turunannya sebagaimana dimaksud dalam diktum keempat harus berkoordinasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, direktorat jenderal teknis lingkup Kementerian Pertanian, pakar/perguruan tinggi dan kementerian/lembaga.</p>



<p>Ada 66 komoditas yang tercantum dalam daftar tanaman obat di bawah binaan Ditjen Hortikultura. Selain ganja, jenis tanaman obat lainnya, antara lain, akar kucing, mahkota dewa, tapkliman, senggugu hingga brotowali.</p>



<p>Dalam keterangan tertulis menyikapi reaksi publik, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan konsisten dan berkomitmen mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba.</p>



<p>Kepmentan 104/2020 tersebut sementara dicabut untuk dikaji kembali. Kemudian segera dilakukan revisi setelah berkoordinasi dengan pihak terkait (BNN, Kemenkes dan LIPI).</p>



<p>Komitmen SYL di antaranya memastikan pegawai Kementan bebas narkoba serta secara aktif melakukan edukasi bersama BNN terkait pengalihan ke pertanian tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, pada daerah-daerah yang selama ini menjadi wilayah penanaman ganja secara ilegal.</p>



<p>Keputusan menempatkan ganja sebagai salah satu komoditas obat binaan memang menyentuh sensitivitas tinggi karena bisa dianggap melegalisasi penanaman dan pemakaiannya secara luas.(bgn/ant)20083004</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/ganja-dalam-pusaran-tanaman-obat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan tetapkan ganja dalam daftar komoditas tanaman obat binaan</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/mentan-tetapkan-ganja-dalam-daftar-komoditas-tanaman-obat-binaan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mentan-tetapkan-ganja-dalam-daftar-komoditas-tanaman-obat-binaan</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/mentan-tetapkan-ganja-dalam-daftar-komoditas-tanaman-obat-binaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2020 07:07:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#dalamdaftarkomoditas]]></category>
		<category><![CDATA[#ganja]]></category>
		<category><![CDATA[#mentan]]></category>
		<category><![CDATA[#nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#tanamanobatbinaan]]></category>
		<category><![CDATA[#tetapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=6457</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/print-screen-ganja.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/print-screen-ganja.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/print-screen-ganja-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/print-screen-ganja-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/print-screen-ganja-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menetapkan ganja atau dengan nama latin Cannabis sativa ke dalam daftar tanaman obat komoditas binaan Kementerian Pertanian. Ketetapan itu tertulis dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian, yang ditandatangani Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada 3 Februari 2020. Dalam lampiran kepmen yang diunduh dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/print-screen-ganja.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/print-screen-ganja.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/print-screen-ganja-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/print-screen-ganja-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/print-screen-ganja-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menetapkan ganja atau dengan nama latin <em>Cannabis sativa</em> ke dalam daftar tanaman obat komoditas binaan Kementerian Pertanian.</p>



<p>Ketetapan itu tertulis dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian, yang ditandatangani Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada 3 Februari 2020.</p>



<p>Dalam lampiran kepmen yang diunduh dari laman Kementerian Pertanian, di Jakarta, Sabtu, ganja tercantum pada nomor 12 di daftar tanaman obat, di bawah binaan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan.</p>



<p>&#8220;Komoditas binaan Kementerian Pertanian meliputi komoditas binaan Direktorat Jenderal: a. Tanaman Pangan; b. Hortikultura; c. Perkebunan; dan d. Peternakan dan Kesehatan Hewan,&#8221; bunyi poin Kesatu dalam Kepmen Komoditas Binaan tersebut.</p>



<p>Pada diktum kedua, disebutkan bahwa komoditas binaan sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu dan produk turunannya dibina oleh direktorat jenderal masing-masing sesuai dengan kewenangannya.</p>



<p>Kemudian, pada diktum kelima, tertulis direktur jenderal dalam menetapkan komoditas binaan dan produk turunannya sebagaimana dimaksud dalam diktum keempat harus berkoordinasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, direktorat jenderal teknis lingkup Kementerian Pertanian, pakar/perguruan tinggi, dan kementerian/lembaga.</p>



<p>Secara total, ada 66 komoditas yang tercantum dalam daftar tanaman obat di bawah binaan Ditjen Hortikultura. Selain ganja, jenis tanaman obat lainnya, antara lain akar kucing, mahkota dewa, tapkliman, senggugu hingga brotowali.</p>



<p>Hingga kini, ganja masih termasuk dalam jenis narkotika golongan I menurut Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.</p>



<p>Selain ganja, jenis narkotika golongan I yang lain adalah sabu, kokain, opium, heroin. Izin penggunaan terhadap narkotika golongan I hanya dibolehkan dalam hal-hal tertentu.(bgn/ant)20082912</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/mentan-tetapkan-ganja-dalam-daftar-komoditas-tanaman-obat-binaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
