<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FSBJII &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/fsbjii/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Oct 2020 14:50:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>FSBJII &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Koster Harapkan Pameran Megarupa Jadi Ajang Menggali dan Memperkaya Kesenian Bali</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-harapkan-pameran-megarupa-jadi-ajang-menggali-dan-memperkaya-kesenian-bali/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gubernur-koster-harapkan-pameran-megarupa-jadi-ajang-menggali-dan-memperkaya-kesenian-bali</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-harapkan-pameran-megarupa-jadi-ajang-menggali-dan-memperkaya-kesenian-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2020 14:50:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[FSBJII]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurbali]]></category>
		<category><![CDATA[kesenianbali]]></category>
		<category><![CDATA[pameranmegarupa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=12716</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Gianyar, Baliglobalnews Gubernur Bali, Wayan Koster, mengapresiasi kreativitas masyarakat Bali, terutama anak muda, dalam mengembangkan kesenian kontemporer. Karena hal ini bisa menjadi ajang untuk menggali serta memperkaya khasanah kesenian Bali. Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat membuka pameran Bali Megarupa yang merupakan rangkaian dari Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II 2020, di Museum ARMA, Ubud, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA00881-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Gianyar, Baliglobalnews</p>



<p>Gubernur Bali, Wayan Koster, mengapresiasi kreativitas masyarakat Bali, terutama anak muda, dalam mengembangkan kesenian kontemporer. Karena hal ini bisa menjadi ajang untuk menggali serta memperkaya khasanah kesenian Bali.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat membuka pameran Bali Megarupa yang merupakan rangkaian dari Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II 2020, di Museum ARMA, Ubud, Gianyar, Rabu (28/10).</p>



<p>Gubernur menyatakan FSBJ merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap perkembangan kesenian kontemporer dan dilaksanakan secara berkala setiap tahun. &#8220;Di sini Pemerintah Provinsi Bali memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat terutama anak muda untuk berkreativitas tanpa batas, berkesenian, mengambangkan jati diri masyarakat Bali yang berkesenian dan berbudaya adi luhung,&#8221; katanya saat membuka acara tersebut.</p>



<p>Dia juga mengatakan jika kegiatan ini selaras dengan visi &#8216;Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru&#8217;, terkait pemajuan kebudayaan yang meliputi adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Upaya ini diperkuat lahirnya Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. &#8220;Seperti salah satu isi Tri Sakti Bung Karno yag juga terkandung dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pemprov Bali ingin agar Bali bisa berkepribadian dalam kebudayaan. Jadi sudah sepantasnya sebagai masyarakat Bali, kita bangga akan kebudayaan dan kesenian Bali. Kita yang melestarikan dan terus menggali potensi kesenian kita,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mantan anggota DPR RI tiga periode itu pun memaparkan bahwa Pulau Bali sangat unik, karena memiliki kesenian dan kebudayaan tinggi yang bisa menjadi potensi pembangunan perekonomian ke depan untuk masyarakatnya. Pandemi Covid-19 ini menjadikan dinamika baru, pengetahuan baru untuk mendasin kembali pembangunan di Bali. &#8220;Peristiwa ini juga harus dijadikan momentum untuk mengembalikan jati diri Bali sebagai pulau penuh kesenian dan kebudayaan. Kita bangkitkan kembali apa yang kita miliki dan terus berkarya,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk itulah dia mengatakan alasannya untuk merancang pagelaran ini melintas ruang dan waktu melalui teknologi. &#8220;Melalui pameran yang diselenggarakan secara offline dan online ini, saya harap kesenian Bali bisa semakin dijangkau di kancah global, serta bisa menggugah masyarakatnya untuk terus berkarya,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana, menyatakan jika Pameran Bali Megarupa menyuguhkankreativitas seni inovatif, moderndan kontemporer. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kegairahan generasi penerus dalam berkesian.</p>



<p>Dia menambahkan, jika program ini mnyuguhkan para perupa muda yang bertujuan untuk menumbuhkan para kreator hebat di bidang seni rupa modern dan kontemporer. FSBJ tahun 2020 yang mengusung tema Candika Jiwa, Puitika Atma Kerthi, memadukan perpaduan pameran langsung yang tentu saja dengan prtokol kesehatan yang sangat ketat serta secara daring. Diharapkan dengan perpaduan penyelenggaraan tersebut, karya-karya seniman Bali makin dikenal di kancah internasional.</p>



<p>Senada dengan hal tersebut, kurator Jean Couteau juga berharap agar para perupa Bali bisa mengambil kesempatan di tengah pandemi ini. Ia mengatakan jika pandemi mengajarkan masyarakat bahwa perubahan itu sangatlah dahsyat. Untuk itu, sekarang para perupa muda harus bisa mengembangkan karakter diri mereka masing-masing, harus mampu selalu menyesuaikan perubahan agar bisa bertahan dalam 20 atau 30 tahun mendatang</p>



<p>&#8220;Sekarang ajang pembuktian, apakah mereka masih memakai media biasa atau memakai media baru? Harapan kami, mereka bisa mengambil kesempatan dengan pembaruan,&#8221; tandasnya. (bgn122)20102825</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-harapkan-pameran-megarupa-jadi-ajang-menggali-dan-memperkaya-kesenian-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Seni Bali Jani II Diikuti 1.000 Seniman</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/festival-seni-bali-jani-ii-diikuti-1-000-seniman/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=festival-seni-bali-jani-ii-diikuti-1-000-seniman</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/festival-seni-bali-jani-ii-diikuti-1-000-seniman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2020 12:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[#nangunsatkerthilokabali]]></category>
		<category><![CDATA[festivalsenibalijaniII]]></category>
		<category><![CDATA[FSBJII]]></category>
		<category><![CDATA[provinsibali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=12696</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II tahun 2020 menampilkan 45 sanggar/komunitas/yayasan seni se-Bali melibatkan 1.000 seniman dan pekerja seni. Isian FSBJ II meliputi: Pawimba (Lomba); Adilango (Pergelaran); Megarupa (Pameran); Timbang Rasa (serasehan); Beranda Pustaka (Bursa Buku); dan Penghargaan Bali Jani Nugraha. Adapun pembukaan digelar pada Tanggal 31 Oktober 2020 melalui daring. Agenda yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201028-WA0085-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II tahun 2020 menampilkan 45 sanggar/komunitas/yayasan seni se-Bali melibatkan 1.000 seniman dan pekerja seni.</p>



<p>Isian FSBJ II meliputi: Pawimba (Lomba); Adilango (Pergelaran); Megarupa (Pameran); Timbang Rasa (serasehan); Beranda Pustaka (Bursa Buku); dan Penghargaan Bali Jani Nugraha. Adapun pembukaan digelar pada Tanggal 31 Oktober 2020 melalui daring.</p>



<p>Agenda yang berlangsung sepanjang 31 Oktober 2020 hingga 7 November 2020 ini akan disajikan secara virtual di kanal youtube Disbud Prov. Bali. Festival kali ini mengusung tagar utama #BaliArtsVirtual, di mana seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui media virtual, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai bagian dari ketentuan pelaksanaan.</p>



<p>Perhelatan FSBJ II 2020 ini terbilang istimewa, bukan hanya karena diselenggarakan di tengah Pandemi Covid-19, namun juga sebagai konsistensi jawaban atas permberlakuan Perda Nomor 4 tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali yang diundangkan 9 Juli 2020, serta sejalan dengan visi Pembangunan Provinsi Bali 2018-2023: Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Gubernur Bali Wayan Koster melalui penetapan regulasi dan penataan program yang terpadu dan berkelanjutan, berkomitmen menjadikan Festival Seni Bali Jani sebagai wahana apresiasi sekaligus upaya membangun ekosistem pemajuan seni modern, kontemporer dan karya-karya inovatif lainnya.</p>



<p>Sejumlah nama penting dan mumpuni hadir sebagai Narasumber Timbang Rasa (Sarasehan) dan Timbang Buku, diantaranya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Hilmar Farid, jurnalis senior Seno Joko Suyono, Sha Ine Febriyanti, Dr. Tommy Awuy dan lain-lain. Sarasehan juga mengetengahkan topik perihal tata kelola pameran seni virtual, bersama narasumber Dr. Djuli Djati Prambudi dan Drs. Pustanto.</p>



<p>Kurator FSBJ II, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, mengungkapkan bahwa Festival kali ini mengusung tajuk utama &#8220;Candika Jiwa: Puitika Atma Kerthi&#8221;. Ini bermakna semesta kreativitas terkini dalam &#8220;mencandikan&#8221; jiwa, spirit, taksu, atau ide-ide cemerlang. Kegiatan apresiasi budaya yang digelar pertama kali tahun 2019 ini berfokus pada ragam kesenian modern, kontemporer dan kesenian yang bersifat inovatif.</p>



<p>Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. Dr. I Wayan &#8220;Kun&#8217; Adnyana, format seni virtual ini diharapkan dapat menjangkau seluas-luasnya kemungkinan kreatif, elaborasi dan eksplorasi terkait estetik, stilistik, teknik artistik dan tematik berikut olah wahana atau media (penggunaan berbagai piranti media baru/digital dalam proses dan penyajian).</p>



<p>Format penyelenggaraan festival secara virtual ini, ditegaskan Kun Adnyana, merupakan sebentuk transformasi sosial bagi masyarakat Bali. Ada proses alih pengetahuan dan keterampilan yang terjadi serentak di Bali, yakni terkait proses persiapan dan produksi suatu pementasan karya seni komunal secara daring, termasuk bagaimana cara publik menikmati serta menghikmati sajian tersebut.</p>



<p>&#8220;Ini bukan semata festival kesenian, melainkan juga sebuah upaya bersama menjaga optimisme masyarakat di tengah rundungan berita tentang Covid-19. Melalui program seni yang berkesinambungan secara terencana, terkelola, dan terlaksana dengan baik, diharapkan menumbuhkan solidaritas masyarakat agar peduli pada sesama. Sigap tanggap dalam menghadapi kesulitan dan problematik sosial. Seni bukan hanya menghadirkan keindahan, melainkan juga seruan kesadaran, &#8221; ujar Kun.</p>



<p>Di samping itu, kehadiran festival ini dapat menjadi pelebur sekat-sekat antar bidang seni melalui interaksi, dialog. kerja sama dan kolaborasi melalui seni alih media, multimedia maupun transmedia yang bersifat lintas batas, sekaligus kontekstual dengan dinamika kekinian.</p>



<p>Terdapat 8 ragam Pawimba (Lomba) yang dihadirkan pada festival kali ini, yakni Video TikTok Bali Jani (tingkat umum); Musikalisasi Puisi (tingkat umum); Teater Modern (tingkat SMA/SMK); Seni Lukis (tingkat SMP/SLB); Naskah Drama (tingkat umum); Vlog Kuliner Bali Jani (tingkat umum); Artikel Jurnalistik (tingkat umum); dan Karya Cipta Fotografi (tingkat umum).</p>



<p>Pada pembukaan festival melalui kanal daring Youtube Disbud Prov., Bali akan ditampilkan Adilango (Pergelaran) Seni Kolosal bertajuk &#8220;Malaikat Pencubit Jiwa&#8221;, berupa operet sajian Sanggar Kini Berseri berkolaborasi dengan komunitas seni SMA/SMK. Penutupan FSBJ II disemarakan &#8220;Alun Bali Bangkit&#8221;, kolaborasi musik &#8220;Sanggar Rareangon Sejati&#8221; dengan Lolot Band, The Hydrant, Meiska Adinda, Blackstarboys, Avara, Percussion Intrument, dan lain-lain.</p>



<p>Sejumlah komunitas seni terpilih akan turut mempresentasikan karya mereka diantaranya Teater Kalangan, Sanggar Seni Gumiart, Gus Teja World Music, Sanggar Silurbarong, Teater Mini, Komunitas Mahima, Seniman Klungkung Berani (Sekuni), Teater Mandiri, Yayasan Symphony Kasih, Kampung Seni Banyuning, Sanggar Surya Nada Mandala, Komunitas Budaya PRAMUSTI Bali, Sanggar Seni Gita Lestari, Komunitas Seni Musik Candrametu, Bali Experimental Teater (BET), Yayasan Pendidikan Dria Raba (Yapendra), Sanggar Seni Guntur Madu &#8216;Neo Nolin&#8217;, Teater Jineng, dan Komunitas Seni Gede Yudi Production.</p>



<p>Sementara itu khusus Pameran Bali Megarupa serangkaian FSBJ II, dilangsungkan di Agung Rai Museum of Arts (ARMA), Ubud, Bali, sedari 28 Oktober-10 November 2020. Tidak kurang dari 45 perupa dan 1 komunitas mural menampilkan karya berupa mural, video art, seni lukis, serta patung dan karya tiga dimensi lainnya. Pembukaan akan dimaknai Performing Art Candika Jiwa: Melampaui Warna dan Rupa dibawakan Yayasan Bumi Bajra Sandhi dengan sutradara sekaligus koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani, Penutupan pada Selasa, 1o November 2020 dimaknai dengan Web Seminar, Candika Jiwa: Melampaui Medium, Ruang dan Waktu. (bgn122)20102818</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/festival-seni-bali-jani-ii-diikuti-1-000-seniman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
