<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fluktuatif &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/fluktuatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Mar 2021 14:09:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>fluktuatif &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perkembangan Covid-19 Fluktuatif, Bukan karena Ada Kunjungan Presiden</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/perkembangan-covid-19-fluktuatif-bukan-karena-ada-kunjungan-presiden/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perkembangan-covid-19-fluktuatif-bukan-karena-ada-kunjungan-presiden</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/perkembangan-covid-19-fluktuatif-bukan-karena-ada-kunjungan-presiden/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2021 14:09:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[fluktuatif]]></category>
		<category><![CDATA[kunjunganpresiden]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangancovid19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=25206</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="945" height="823" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/rentin-i-madee.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/rentin-i-madee.jpg 945w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/rentin-i-madee-300x261.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/rentin-i-madee-768x669.jpg 768w" sizes="(max-width: 945px) 100vw, 945px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Perkembangan kasus baru positif Covid-19 di Bali fluktuatif, terkadang turun, terkadang melonjak tajam, bukan karena ada atau tidak ada kunjungan Presiden. Hal itu disampaikan Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin, ketika menjadi narasumber Uji Kompetensi Wartawan yang diselenggarakan oleh LSPR bekerja sama dengan PWI Bali, di Hotel Four Star By [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="945" height="823" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/rentin-i-madee.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/rentin-i-madee.jpg 945w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/rentin-i-madee-300x261.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/rentin-i-madee-768x669.jpg 768w" sizes="(max-width: 945px) 100vw, 945px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Perkembangan kasus baru positif Covid-19 di Bali fluktuatif, terkadang turun, terkadang melonjak tajam, bukan karena ada atau tidak ada kunjungan Presiden. Hal itu disampaikan Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin, ketika menjadi narasumber Uji Kompetensi Wartawan yang diselenggarakan oleh LSPR bekerja sama dengan PWI Bali, di Hotel Four Star By Trans Hotel, Denpasar, pada Jumat (19/3).</p>



<p>Made Rentin menyebutkan angka kasus baru Covid-19 pada Selasa (19/3) tepat pada kunjungan Presiden Jokowi ke Bali mencapai 77 orang, kemudian melonjak setelah Presiden meninggalkan Bali pada Rabu (17/3), 227 kasus, Kamis (18/3) 189 kasus, dan Jumat (19/3) mencapai 207 kasus baru.</p>



<p>Rentin yang juga Kalakhar BPBD Provinsi Bali itu dengan tegas membantah pihaknya menutup-nutupi angka perkembangan kasus Covid-19 di Bali. &#8221;Tidak ada (menutup-nutupi), fluktuatif karena tracing dan testing yang kami lakukan makin maksimal,&#8221; katanya.</p>



<p>Rentin menegaskan bencana alam adalah urusan semua orang. Dalam penanganan bencana, pihaknya mengedepankan konsep&nbsp;<em>pentacle</em>&nbsp;yang melibatkan lima unsur yakni pemerintah, masyarakat, akademisi, praktisi dan media.</p>



<p>Dia mengharapkan media menjalankan dua fungsi, yakni sosialisasi dan edukasi. Pasalnya, Covid yang pada Maret ini genap satu tahun sempat mereda, mencapai 2 digit di angka 76 pada Rabu (17/3), namun meningkat lagi pada Kamis (18/3) di tiga digit, mencapai 306</p>



<p>&#8221;Ini pertanyaan mendasar. Untuk itu, Satgas lakukan&nbsp;<em>testing</em>,&nbsp;<em>tracing</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>treatment</em>. Tapi dilihat hal positifnya, tingkat kesembuhan tinggi, mencapai 93 persen. Itu sebagai indikator satgas sudah optimal dalam penanganan Covid-19,&#8221; katanya.</p>



<p>Rentin juga menyebutkan Bali menyiapkan 15 hotel untuk menangani OTG yang dikarantina dengan dana dari APBN. &#8221;Dana sempat terpakai habis hingga 28 Februari lalu, sehingga ada miskomunikasi karantina OTG di hotel dihentikan,&#8221; katanya.</p>



<p>Setelah berkoordinasi dengan satgas kabupaten/kota, kata dia, karantina OTG dilakukan pemerintah kabupaten/kota. Provinsi tidak memberikan bantuan. Satgas Bali memberikan kriteria dalam pelayanan OTG maksimal dana Rp 375.000 per orang per hari.</p>



<p>&#8221;Harga boleh lebih rendah, bahkan ada yang hanya Rp 200.000 per hari per orang, tetapi persyaratan standar sarana-prasarana nomor satu, kamar, tempat&nbsp;<em>treatment</em>, beristirahat dan sebagainya,&#8221; katanya.</p>



<p>Ketika ditanya cara warga menghadapi OTG, pernyataannya cukup mengagetkan. &#8221;OTG, Gubernur menyebutkan&nbsp;<em>silent killer</em>. OTG tidak bisa diketahui, apalagi dengan kasat mata. Orang yang dekat dengan kita bisa saja OTG. Untuk itu, warga masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan dengan menerapkan pola 6 M,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia mengingatkan OTG disebabkan banyak faktor, di antaranya warga tidak disiplin, sarana/rumah berdekatan sehingga kemungkinan bisa berkerumun, edukasi yang diharapkan dari fasyankes pertama tidak ada. (bgn003)21031910</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/perkembangan-covid-19-fluktuatif-bukan-karena-ada-kunjungan-presiden/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
