<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>erapandemi &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/erapandemi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2021 02:11:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>erapandemi &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lampaui 500 juta dolar, &#8220;F9&#8221; jadi film terbesar Hollywood era pandemi</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/lampaui-500-juta-dolar-f9-jadi-film-terbesar-hollywood-era-pandemi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lampaui-500-juta-dolar-f9-jadi-film-terbesar-hollywood-era-pandemi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/lampaui-500-juta-dolar-f9-jadi-film-terbesar-hollywood-era-pandemi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Marley]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2021 02:11:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[erapandemi]]></category>
		<category><![CDATA[F9jadifilmterbesarhollywood]]></category>
		<category><![CDATA[lampaui500jutadolar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=34707</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/Screenshot_2021-07-06-08-46-54-03_copy_1024x682.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/Screenshot_2021-07-06-08-46-54-03_copy_1024x682.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/Screenshot_2021-07-06-08-46-54-03_copy_1024x682-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/Screenshot_2021-07-06-08-46-54-03_copy_1024x682-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/Screenshot_2021-07-06-08-46-54-03_copy_1024x682-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div> Internasional, Baliglobalnews &#8220;F9&#8221; telah melampaui angka 500 juta dolar Amerika Serikat untuk penjualan tiket global, perolehan tersebut membuat film kesembilan dalam waralaba &#8220;Fast and Furious&#8221; sebagai film terbesar Hollywood di era pandemi. Mengutip Variety pada Selasa, &#8220;F9&#8221; merupakan satu-satunya film Hollywood yang melewati angka 500 juta dolar sejak 2019. &#8220;Hi, Mom&#8221; (822 juta dolar) dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/Screenshot_2021-07-06-08-46-54-03_copy_1024x682.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/Screenshot_2021-07-06-08-46-54-03_copy_1024x682.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/Screenshot_2021-07-06-08-46-54-03_copy_1024x682-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/Screenshot_2021-07-06-08-46-54-03_copy_1024x682-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/Screenshot_2021-07-06-08-46-54-03_copy_1024x682-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p> Internasional, Baliglobalnews</p>



<p>&#8220;F9&#8221; telah melampaui angka 500 juta dolar Amerika Serikat untuk penjualan tiket global, perolehan tersebut membuat film kesembilan dalam waralaba &#8220;Fast and Furious&#8221; sebagai film terbesar Hollywood di era pandemi.</p>



<p>Mengutip Variety pada Selasa, &#8220;F9&#8221; merupakan satu-satunya film Hollywood yang melewati angka 500 juta dolar sejak 2019. &#8220;Hi, Mom&#8221; (822 juta dolar) dan &#8220;Detective Chinatown 3&#8221; (686 juta dolar), keduanya diproduksi di China.</p>



<p>&#8220;Godzilla vs. Kong&#8221; yang dirilis Warner Bros. yang dirilis pada bulan April, hanya mendapat 446 juta dolar. Hasil ini cukup kuat mengingat film tersebut tayang secara bersamaan di HBO Max Amerika Serikat.</p>



<p>Sejak tayang di Amerika Utara pada 25 Juni, penjualan tiket domestik untuk &#8220;F9&#8221; telah mencapai 123 juta dolar, pencapaian box office terbaik kedua sejak awal COVID-19.</p>



<p>Film thriller Paramount Pictures &#8220;A Quiet Place Part II&#8221; yang dibuka seminggu sebelum &#8220;F9&#8221;, saat ini memegang gelar untuk film terlaris tahun ini di Amerika Serikat dengan pendapatan 145 juta dolar. Namun, &#8220;F9&#8221; memecahkan rekor (pandemi) dalam debut box office-nya, mengumpulkan 70 juta untuk penampilan perdananya di layar lebar.</p>



<p>Di box office internasional, &#8220;F9&#8221; telah mengumpulkan 374 juta dolar dari 50 pasar luar negeri. Film ini juga mendapat penjualan tiket yang sangat baik di China yakni 203 juta dolar. Wilayah penting lainnya termasuk Korea Selatan (19,3 juta dolar), Rusia (18 juta dolar) dan Meksiko (10,9 juta dolar).</p>



<p>Terlepas dari kekuatan box office-nya, &#8220;F9&#8221; diperkirakan akan kalah dari pendahulunya karena pembatasan era COVID-19. &#8220;Hobbs &amp; Shaw&#8221; (2019) yang menghasilkan 173 juta dolar di Amerika Serikat dan 759 juta dolar secara global.</p>



<p>Film-film terbaru dalam seri inti seperti &#8220;The Fate of the Furious&#8221; (2017) dan &#8220;Furious 7&#8221; (2015) adalah hit komersial besar-besaran dengan pendapatan kotor masing-masing mencapai 1,2 miliar dolar di seluruh dunia dan 1,5 miliar secara global.</p>



<p>Disutradarai oleh veteran waralaba Justin Lin dan dibintangi oleh Vin Diesel, Michelle Rodriguez dan John Cena, &#8220;F9&#8221; menampilkan mantan pembalap jalanan Dominic Toretto yang hidup damai bersama keluarganya.</p>



<p>Ketenangan mereka dengan cepat berbalik ketika dia dipaksa mengumpulkan kembali krunya untuk menghentikan seorang pembunuh yang ingin menghancurkan dunia, yang tidak lain merupakan saudara Dom. Helen Mirren, Charlize Theron, Tyrese Gibson dan Ludacris melengkapi para pemain.(bgn123)21070606</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/lampaui-500-juta-dolar-f9-jadi-film-terbesar-hollywood-era-pandemi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspadai gangguan penglihatan gegara radiasi gadget di era pandemi</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/waspadai-gangguan-penglihatan-gegara-radiasi-gadget-di-era-pandemi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=waspadai-gangguan-penglihatan-gegara-radiasi-gadget-di-era-pandemi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/waspadai-gangguan-penglihatan-gegara-radiasi-gadget-di-era-pandemi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2020 07:09:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[erapandemi]]></category>
		<category><![CDATA[PERDAMI]]></category>
		<category><![CDATA[radiasigadget]]></category>
		<category><![CDATA[waspadaigangguanpenglihatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=14048</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/tes-mata.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/tes-mata.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/tes-mata-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/tes-mata-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/tes-mata-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Komputer dan gadget, termasuk handphone, sekarang telah menjadi sarana hidup pokok manusia mulai balita sampai lansia, karena tiada kehidupan yang tidak melalui sarana komunikasi lewat komputer dan gadget, lebih-lebih di era pandemi corona ini, ketika manusia mau tak mau harus semakin tergantung kepada perangkat itu untuk bekerja dan belajar. Padahal, seperti dimaklumi radiasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/tes-mata.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/tes-mata.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/tes-mata-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/tes-mata-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/tes-mata-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Komputer dan gadget, termasuk handphone, sekarang telah menjadi sarana hidup pokok manusia mulai balita sampai lansia, karena tiada kehidupan yang tidak melalui sarana komunikasi lewat komputer dan gadget, lebih-lebih di era pandemi corona ini, ketika manusia mau tak mau harus semakin tergantung kepada perangkat itu untuk bekerja dan belajar.</p>



<p>Padahal, seperti dimaklumi radiasi komputer/gadget bisa mengakibatkan gangguan penglihatan. Apalagi kini banyak orang menghabiskan waktunya untuk bekerja dan belajar di depan komputer/gadget.</p>



<p>“Darurat mata termasuk kondisi tatkala orang sudah tidak mampu lagi bekerja dan atau belajar lewat komputer/gadget. Tidak hanya akibat kecelakaan yang bisa dikategorikan emergency,” Begitu kata Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD, guru besar ahli penyakit mata Universitas Indonesia.</p>



<p>Dalam sebuah perbincangan di ruang praktiknya di gedung Jakarta Eye Center, awal November, Prof. Tjahjono mengungkapkan ada rekannya seorang guru besar yang menyampaikan tidak lagi mampu bekerja dengan komputer dan minta perawatan matanya.</p>



<p>Juga ada orangtua yang menyampaikan kondisi anaknya yang masih usia sekolah terganggu proses belajarnya melalui Zoom karena gangguan penglihatan.</p>



<p>JEC (Jakarta Eye Center) yang terletak di Jakarta Pusat itu dipenuhi pasien yang antre seperti pasar. “Ini bisa dikataan keadaan darurat, karena mata menjadi alat vital untuk hidup, penghidupan dan proses belajar mengajar,” katanya.</p>



<p>Jadi orang yang terganggu penglihatanya tidak bisa dilarang untuk datang ke rumah sakit mata. Sementara itu, beberapa waktu lalu ada imbauan hanya orang-orang yang mengalami sakit gawat darurat boleh ke rumah sakit. Ini untuk mencegah penularan COVID-19.</p>



<p>Ahli penyakit mata itu menyampaikan resep untuk menghindari gangguan penglihatan, yakni 20:20:20. Maksudnya, setelah di depan komputer selama 20 menit, harus berhenti selama 20 detik dan kemudian melihat sesuatu yang berjarak 20 meter.</p>



<p>Bisa dibayangkan kemungkinan generasi muda Indonesia akan mengalami gangguan penglihatan karena sejak balita sudah terbiasa terpapar oleh layar. Secara seloroh, orang bisa mengatakan corona telah membuat hari depan dokter mata dan industri optik punya kehidupan cerah.</p>



<p>Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa memiliki jumlah penderita katarak dalam jumlah besar. Juga angka kebutaan yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai lembaga sosial aktif melakukan kegiatan operasi katarak gratis.</p>



<p>Dompet Dhuafa pun tergerak melakukan gerakan kemanusiaan ini yang dikemas dalam program APDC (Aksi Peduli Dampak Corona).</p>



<p>Prof. Tjahjono, adalah mantan anggota komnas PGPK (Penanganan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan) dan sejak puluhan tahun lalu giat dalam aksi peduli kesehatan mata. Ia menyatakan siap terjun lagi dalam aksi yang sama. Ia juga mantan Ketua PERDAMI (Persatuan Dokter Mata Indonesia).</p>



<p>Peran mata (penglihatan) adalah jalur utama (83 persen) masuknya informasi sehari-hari. Telinga 11 persen dst. Namun, untuk belajar (mengingat), membaca 10 persen, mendengar 20 persen, melihat 30 persen, mendengar dan melihat 50 persen. (Edgar Dale ~ Cone of Learning). (bgn123)20111114</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/waspadai-gangguan-penglihatan-gegara-radiasi-gadget-di-era-pandemi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Parlemen Antarnegara Bahas Ekonomi Hijau di Era Pandemi, Gubernur Bali Paparkan Kearifan Lokal Bali</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/parlemen-antarnegara-bahas-ekonomi-hijau-di-era-pandemi-gubernur-bali-paparkan-kearifan-lokal-bali/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=parlemen-antarnegara-bahas-ekonomi-hijau-di-era-pandemi-gubernur-bali-paparkan-kearifan-lokal-bali</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/parlemen-antarnegara-bahas-ekonomi-hijau-di-era-pandemi-gubernur-bali-paparkan-kearifan-lokal-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2020 00:08:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomihijau]]></category>
		<category><![CDATA[erapandemi]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurbali]]></category>
		<category><![CDATA[kearifanlokalbali]]></category>
		<category><![CDATA[koster]]></category>
		<category><![CDATA[parlemenantarnegara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=9051</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Badung, Baliglobalnews Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan sambutan dalam acara Working Visit and Focus Group Discussion dengan tema &#8220;Reshaping Indonesia&#8217;s Green Economy Agenda in the Struggle of Post-Covid 19 Recovery: Enhancing the Roles of Parliament through Innovative Citizen Engagements&#8221; yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0047-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Badung, Baliglobalnews</p>



<p>Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan sambutan dalam acara Working Visit and Focus Group Discussion dengan tema &#8220;Reshaping Indonesia&#8217;s Green Economy Agenda in the Struggle of Post-Covid 19 Recovery: Enhancing the Roles of Parliament through Innovative Citizen Engagements&#8221; yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara semi daring di The Patra Hotel, Tuban, Badung, Rabu (23/9).</p>



<p>Gubernur memberi apresiasi dipilihnya Bali sebagai tempat pertemuan berskala internasional oleh BKSAP DPR RI sehingga membantu Provinsi Bali dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali yang sangat terpukul sebagai dampak dari pandemi Covid-19.</p>



<p>Dalam sambutannya, Gubernur berharap vibrasi kesucian dan keindahan alam Bali serta keramahtamahan masyarakatnya akan memberikan kekuatan dan inspirasi bagi seluruh peserta pertemuan sehingga pertemuan ini dapat berlangsung dengan baik, lancar dan sukses dalam suasana pandemi covid 19.</p>



<p>&#8220;Kita semua berharap banyak pertemuan ini akan menghasilkan berbagai rumusan mengenai hal-hal terbaik bagi upaya pemulihan ekonomi sesuai dengan tema Reshaping Indonesia&#8217;s Green Economy Agenda in the Struggle of Post-Covid 19 Recovery,&#8221; katanya.</p>



<p>Gubernur menilai tema itu sangat tepat dan sesuai dengan visi pembangunan Bali yang berbasis pada kearifan lokal Sad Kertih. Sejalan dengan tema ini Pemerintah Provinsi Bali sedang melaksanakan regulasi berupa peraturan daerah (perda) dan peraturan gubernur (pergub) dengan kebijakan dan program pembangunan perekonomian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Seperti sistem pertanian organik, pembangunan industri berbasis budaya branding bali, standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya bali, bali energi bersih, penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, pengelolaan sampah berbasis sumber serta perlindungan danau, mata air, sungai dan laut.</p>



<p>Pada kesempatan tersebut, Gubernur memperkenalkan bagaimana masyarakat Bali memandang pandemi dalam perspektif kearifan lokal. Menurut dia, dalam keyakinan masyarakat Bali, wabah penyakit merupakan bagian dari siklus alam yang bisa datang berulang dalam kurun waktu dasawarsa, abad atau milenium.</p>



<p>&#8220;Munculnya wabah penyakit merupakan penanda adanya ketidakharmonisan atau ketidakseimbangan alam beserta isinya pada tingkatan berbahaya akibat ulah manusia yang tidak terkendali dalam berbagai aspek seperti eksploitasi alam,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pandemi Covid-19, kata Gubernur, telah menimbulkan dampak luas dalam berbagai bidang kehidupan, baik aspek kesehatan, sosial dan ekonomi termasuk pariwisata yang telah dirasakan masyarakat Bali sejak pandemi ini muncul pada tujuh bulan yang lalu. Menurut Gubernur dalam menghadapi pandemi Covid-19 dibutuhkan kesabaran yang tinggi dengan terus melakukan berbagai upaya seraya terus memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga kehidupan perekonomian bisa bangkit kembali.</p>



<p>&#8220;Saya menyambut baik dan bangga dengan pertemuan penting ini sebagai forum untuk berbagi wawasan, pengalaman, dan pengetahuan untuk mendorong terwujudnya kekuatan ekonomi hijau menuju tatanan era baru dunia,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pertemuan digelar secara semi daring, di mana beberapa narasumber dan anggota DPR di tingkat lokal hadir secara fisik di tempat acara, sedangkan yang lain mengikuti secara virtual.</p>



<p>Tampak hadir secara fisik Ketua BKSAP DPR RI, Fadli Zon, Wakil Ketua Mardani Ali Sera, anggota DPR RI asal Bali Putu Supadma Rudana, Nyoman Parta dan beberapa anggota DPR RI lainnya. Hadir pula beberapa narasumber lokal seperti Popo Danes, Ketut Putera Erawan dan Dewa Putu Widjana.</p>



<p>Hadir pula memberi sambutan Utusan COP26 Pemerintah Inggris John Murton dan Direktur Regional Asia dan Amerika Westminster Foundation for Democracy Matthew Hedges. (bgn122)20092401</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/parlemen-antarnegara-bahas-ekonomi-hijau-di-era-pandemi-gubernur-bali-paparkan-kearifan-lokal-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
