<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>enpatkematian &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/enpatkematian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Apr 2021 02:47:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>enpatkematian &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Italia laporkan empat kematian pembekuan darah vaksin AstraZeneca</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/italia-laporkan-empat-kematian-pembekuan-darah-vaksin-astrazeneca/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=italia-laporkan-empat-kematian-pembekuan-darah-vaksin-astrazeneca</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/italia-laporkan-empat-kematian-pembekuan-darah-vaksin-astrazeneca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2021 02:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[enpatkematian]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[pembekuandarah]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinastrazeneca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=27104</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="640" height="640" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696.jpg 640w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-300x300.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-150x150.jpg 150w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></div>Internasional, Baliglobalnews Empat orang di Italia meninggal akibat pembekuan darah langka usai menerima vaksin COVID-19 AstraZeneca, demikian laporan lembaga farmasi nasional AIFA pada Kamis (15/4). Laporan AIFA menyebutkan bahwa berbagai efek samping terlihat setelah 0,5 persen dari 9,07 juta dosis yang diberikan selama periode 27 Desember &#8211; 26 Maret, dengan sejauh ini menggunakan tiga vaksinPfizer, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="640" height="640" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696.jpg 640w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-300x300.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-150x150.jpg 150w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></div>
<p>Internasional, Baliglobalnews</p>



<p>Empat orang di Italia meninggal akibat pembekuan darah langka usai menerima vaksin COVID-19 AstraZeneca, demikian laporan lembaga farmasi nasional AIFA pada Kamis (15/4).</p>



<p>Laporan AIFA menyebutkan bahwa berbagai efek samping terlihat setelah 0,5 persen dari 9,07 juta dosis yang diberikan selama periode 27 Desember &#8211; 26 Maret, dengan sejauh ini menggunakan tiga vaksinPfizer, AstraZeneca dan Moderna, dilaporkan telah memicu reaksi yang tak diinginkan.</p>



<p>Efek samping parah tercatat 0,04 persen kasus.</p>



<p>Efek samping ringan dilaporkan usai penggunaan ketiga vaksin tersebut, kata AIFA, menambahkan mayoritas gejalanya seperti flu, nyeri di belas suntikan dan kelelahan.</p>



<p>Seperti banyak negara Eropa lainnya, Italia menghentikan sesaat vaksinasi AstraZeneca bulan lalu ketika kekhawatiran pembekuan darah muncul. Sejak itu vaksinasi pun dilanjutkan bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun setelah regulator Uni Eropa mengatakan bahwa manfaat vaksin lebih besar ketimbang risikonya.</p>



<p>Menurut AIFA, terdapat 11 kasus di Italia orang mengalami satu dari dua jenis pembekuan darah usai divaksin AstraZeneca, yakni trombosis sinus vena selebri (CVST) dan trombosis yang melibatkan berbagai pembuluh darah.</p>



<p>Empat dari 11 Orang meninggal, katanya. Produsen AstraZeneca mengaku sedang &#8220;berusaha untuk mencerna kasus individu dan kemungkinan mekanisme yang dapat menjelaskan peristiwa sangat langka ini.&#8221;(bgn123)21041606</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/italia-laporkan-empat-kematian-pembekuan-darah-vaksin-astrazeneca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
