<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>e-government &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/e-government/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Dec 2020 04:45:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>e-government &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wapres : Indeks e-government Indonesia masih rendah di ASEAN</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/wapres-indeks-e-government-indonesia-masih-rendah-di-asean/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wapres-indeks-e-government-indonesia-masih-rendah-di-asean</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/wapres-indeks-e-government-indonesia-masih-rendah-di-asean/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2020 04:45:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[e-government]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[masihrendah]]></category>
		<category><![CDATA[wapres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=18176</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="793" height="481" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/WhatsApp-Image-2020-12-17-at-09.04.49-11.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/WhatsApp-Image-2020-12-17-at-09.04.49-11.jpeg 793w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/WhatsApp-Image-2020-12-17-at-09.04.49-11-300x182.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/WhatsApp-Image-2020-12-17-at-09.04.49-11-768x466.jpeg 768w" sizes="(max-width: 793px) 100vw, 793px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyayangkan implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) atau e-government Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). “Indonesia menempati peringkat ke-88 dari 193 negara. Harus kita akui bahwa posisi ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya,” kata Wapres saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian Tahun 2020 yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="793" height="481" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/WhatsApp-Image-2020-12-17-at-09.04.49-11.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/WhatsApp-Image-2020-12-17-at-09.04.49-11.jpeg 793w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/WhatsApp-Image-2020-12-17-at-09.04.49-11-300x182.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/WhatsApp-Image-2020-12-17-at-09.04.49-11-768x466.jpeg 768w" sizes="(max-width: 793px) 100vw, 793px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyayangkan implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) atau <em>e-government</em> Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).</p>



<p>“Indonesia menempati peringkat ke-88 dari 193 negara. Harus kita akui bahwa posisi ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya,” kata Wapres saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian Tahun 2020 yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara daring, Kamis.</p>



<p>Peringkat tersebut diperoleh dalam survei pemerintahan elektronik (<em>e-government</em>) yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tahun 2020, yakni <em>e-Government Development Index</em> atau EDGI.<br></p>



<p>Wapres mengatakan standar penilaian yang dilakukan PBB tersebut harus dijadikan acuan bagi penyelenggara pemerintahan di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, sehingga dapat bersaing dengan negara lain.</p>



<p>“Berangkat dari hal tersebut, kita harus mampu mengidentifikasi dan memetakan dengan tepat apa yang menjadi kekurangan, dan potensi apa yang harus dikembangkan untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” tegasnya.</p>



<p>Berbagai upaya untuk mengejar ketertinggalan tersebut, kata Wapres, ialah dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital; penyusunan regulasi, pedoman dan standar teknis pemerintahan digital; serta peningkatan kompetensi dan kecakapan ASN dalam mengoperasikan layanan&nbsp;<em>e-government</em>.</p>



<p>Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci penting dalam perwujudan transformasi digital, sehingga ASN di Indonesia harus dapat meningkatkan kemampuan literasi digitalnya dalam memberikan pelayanan publik.</p>



<p>“Salah satu kunci penting dalam transformasi digital adalah kesiapan SDM, baik dari aspek pengetahuan, keahlian, maupun budaya kerja,” ujarnya.<br><br>EDGI, yang diterbitkan oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, mencatat tingkatan adopsi dan implementasi&nbsp;<em>e-government</em>&nbsp;yang dilakukan oleh berbagai negara. Survei tersebut disiapkan selama dua tahun untuk melihat bagaimana pemerintahan digital dapat memfasilitasi kebijakan dan layanan terintegrasi di 193 negara anggota PBB.</p>



<p>Dari 193 negara PBB yang mendapatkan penilaian EDGI Tahun 2020, peringkat pertama dengan&nbsp;<em>e-government</em>&nbsp;terbaik diraih oleh Denmark; kemudian diikuti oleh Korea Selatan, Estonia, Finlandia, Australia, Swedia, Inggris, Selandia Baru, Amerika, Belanda, Singapura, Islandia, Norwegia dan Jepang.</p>



<p>Sementara di kawasan ASEAN, implementasi SPBE terbaik diraih oleh Singapura (peringkat ke-11), Malaysia (ke-47), Thailand (ke-57), Brunei Darussalam (ke-60), Filipina (ke-77), Vietnam (ke-86), Indonesia (ke-88), Kamboja (ke-124), Myanmar (ke-146) dan Laos (ke-167).(bgn123)20121703</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/wapres-indeks-e-government-indonesia-masih-rendah-di-asean/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
