<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#dutabadung &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/dutabadung-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Aug 2025 12:20:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#dutabadung &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tampil Memukau, Sanggar Seni Pranawa Swaram Duta Badung pada Ajang PKB Ke-47 Bawakan 4 Tabuh dan 2 Tari Legong</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/tampil-memukau-sanggar-seni-pranawa-swaram-duta-badung-pada-ajang-pkb-ke-47-bawakan-4-tabuh-dan-2-tari-legon/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tampil-memukau-sanggar-seni-pranawa-swaram-duta-badung-pada-ajang-pkb-ke-47-bawakan-4-tabuh-dan-2-tari-legon</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/tampil-memukau-sanggar-seni-pranawa-swaram-duta-badung-pada-ajang-pkb-ke-47-bawakan-4-tabuh-dan-2-tari-legon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 13:13:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#dutabadung]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<category><![CDATA[#tabuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=117058</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1200" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Penampilan Duta Kabupaten Badung, Sanggar Seni Pranawa Swaram, berhasil memukau penonton dalam Rekasedana Kesenian Tradisional di Kalangan Angsoka, Art Center, Denpasar, pada Minggu (6/7/2025). Duta Banjar Kaja, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, itu membawakan empat tabuh dan dua Tari Legong. Di antaranya ada tabuh karya Maestro Seni I Wayan Lotring yang menjadi fokus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1200" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0065-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Penampilan Duta Kabupaten Badung, Sanggar Seni Pranawa Swaram, berhasil memukau penonton dalam Rekasedana Kesenian Tradisional di Kalangan Angsoka, Art Center, Denpasar, pada Minggu (6/7/2025).</p>



<p>Duta Banjar Kaja, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, itu membawakan empat tabuh dan dua Tari Legong. Di antaranya ada tabuh karya Maestro Seni I Wayan Lotring yang menjadi fokus utama dari penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.&nbsp;</p>



<p>Koordinator Sanggar Seni Pranawa Swaram I Gede Eka Adi Saputra mengatakan penampilan ini yang pertama kalinya di PKB. Pihaknya menampilkan empat tabuh kreasi dengan diiringi Tari Legong. &#8220;Di sini kami mengangkat tabuh-tabuh karya Maestro Lotring dan Tari Legong. Itu yang kami tonjolkan di sini sebagai kesenian tradisi di Badung,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Penampilan yang memukau ini dibuka dengan tabuh Gending Kawitan yang merupakan karya Maestro I Wayan Lotring. Gending Kawitan digarap sedemikian rupa, dengan keunikan tersendiri. Garapan gending Kawitan ini diawali dengan instrumen kemong, yang secara umum berfungsi memberikan tekanan atau aksen pada kalimat-kalimat gending gamelan semar pagulingan saih lima maupun saih pitu. Namun, dalam gending Kawitan, kemong ialah instrumen penting untuk memberikan aksen awalan (pengawit).&nbsp;</p>



<p>Dia menyatakan dalam gending ini ada perpaduan konsep kebyar yang bernuansa keras dan tegas. Garapan ini juga memberikan gambaran indahnya suasana gelombang ombak pantai kuta, yang ditransformasikan lewat unsur-unsur musikal karawitan Bali. &#8220;Seperti pengolahan jalinan melodi, permainan tempo, ritme serta menyatukan unsur harmoni yang sangat penting untuk membentuk karakter dan suasana pada garapan Gending Kawitan,&#8221; katanya.&nbsp;</p>



<p>Penampilan kedua, yakni Tari Legong Pelayon. Tarian ini mengisahkan seorang puteri raja yang bernama Ni Diah Rangkesari, sedang bermain dan bercengkrama dengan teman-teman sepermainannya. Tarian ini memiliki koreografi yang sangat indah dengan rangkaian gerak-gerak ritmis yang indah dan dinamis serta menonjolkan keragaman gerak serta keindahan gerak yang menyatu dengan iringan musik. &#8220;Legong Pelayon mempunyai ciri khas agem dan gerakan lemah gemulai mengikuti alunan melodi gamelan palegongan yang melankolis, syahdu, dan sendu,&#8221; katanya.</p>



<p>Kemudian ada Tabuh Cingkrem, yang merupakan sebuah karya musik tradisional Bali yang mengangkat tema pertemuan sosial yang akrab dan penuh kehangatan. Dalam budaya Bali, cingkrem bukan hanya sekadar berkumpul, tetapi merupakan momen penting untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh rasa kebersamaan di antara anggota masyarakat.</p>



<p>Melalui irama yang dinamis dan penuh semangat, tabuh ini menggambarkan kegembiraan saat warga berkumpul, saling bertukar cerita, berbagi pengalaman, serta mendukung satu sama lain dalam kebersamaan. Komposisi musik Cingkrem mengalir dengan nuansa hangat dan harmonis, mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan dan solidaritas yang mendalam.</p>



<p>Melalui keindahan melodi dan ritme yang memikat, Cingkrem mengajak pendengar untuk merasakan pentingnya menjaga hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian menjadikan tabuh ini sebagai wujud penghormatan terhadap tradisi dan nilai-nilai budaya Bali yang kaya dan lestari.</p>



<p>Terakhir ada Tari Legong Kuntul, yang menggambarkan karakteristik keanggunan sekelompok burung bangau atau kokoan putih. Tarian ini menunjukkan burung bangau yang melakukan kebiasaan sehari-hari dalam bercengkrama, mencari makan dan terbang dengan formasi yang begitu indah.</p>



<p>&#8220;Yang saat ini pentas adalah anak-anak dengan tujuan mencari bibit-bibit baru untuk menghidupkan seni tradisi Bali. Ada 25 penabuh anak-anak dan enam penari,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara salah satu penabuh, I Made Kenzo Astarama Putra mengaku, mempersiapkan diri selama empat bulan untuk tampil di PKB. Selama waktu tersebut siswa kelas 5 SD ini belajar cara menyelaraskan tabuh dan tari, serta tentunya agar permainan dalam Kesenian Kreasi ini dapat dinikmati dengan baik. Dirinya pun merasa bangga dapat tampil di PKB ke-47, utamanya sebagai langkah pelestarian budaya. &#8220;Kalau bukan kita (generasi muda) yang melestarikan budaya, siapa lagi,&#8221; ucapnya. (adv/bgn003)25070605</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/tampil-memukau-sanggar-seni-pranawa-swaram-duta-badung-pada-ajang-pkb-ke-47-bawakan-4-tabuh-dan-2-tari-legon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seniman Muda Sanggar Seni Candrawangsa Duta Badung Bawakan Empat Garapan pada Ajang PKB Ke-47</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/seniman-muda-sanggar-seni-candrawangsa-duta-badung-bawakan-empat-garapan-pada-ajang-pkb-ke-47/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=seniman-muda-sanggar-seni-candrawangsa-duta-badung-bawakan-empat-garapan-pada-ajang-pkb-ke-47</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/seniman-muda-sanggar-seni-candrawangsa-duta-badung-bawakan-empat-garapan-pada-ajang-pkb-ke-47/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 12:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#dutabadung]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<category><![CDATA[#sanggarsenicandrawangsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=117031</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1707" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-1024x683.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-1536x1024.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-2048x1365.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Badung, menampilkan pertunjukan gamelan inovatif pada ajang Pesta Kesenian Bali ke-47 tahun 2025. Mereka tampil pada Jumat (4/7/2025) di Panggung Kalangan Angsoka, Art Centre Denpasar. Para seniman yang sebagian besar merupakan anak muda ini membawakan empat garapan. &#8220;Kami menampilkan empat garapan yang terdiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1707" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-1024x683.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-1536x1024.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-2048x1365.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/07/9e6854be-e0cf-41ab-901d-3f2e91848880-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Badung, menampilkan pertunjukan gamelan inovatif pada ajang Pesta Kesenian Bali ke-47 tahun 2025. Mereka tampil pada Jumat (4/7/2025) di Panggung Kalangan Angsoka, Art Centre Denpasar.</p>



<p>Para seniman yang sebagian besar merupakan anak muda ini membawakan empat garapan. &#8220;Kami menampilkan empat garapan yang terdiri dari tiga tabuh dan persembahan terakhirnya adalah tari,&#8221; kata Koordinator Sanggar Seni Candrawangsa, I Gede Ananta Diparesta, sebelum pentas.</p>



<p>Menurut dia, tiga garapan gamelan inovatif itu lahir dari konsep Tapa Prakerti. Itu adalah sebuah konsep yang lahir dari prosesi perayaan hari raya nyepi yang berujung pada saat pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Judul ini mengandung makna pengendalian diri (tapa) dan kembali ke sifat alami atau murni (prakerti). Tapa yang berarti meditasi dan prakerti yang berarti alam semesta.</p>



<p>&#8220;Dari konsep besar tersebut lahirlah tiga garapan musik inovatif yang terbangun atas bagian bagian dari Tri Hita Karana, yaitu Swara Pawitri, Suda Prawerti dan Tepa Slira,&#8221; katanya.</p>



<p>Garapan pertama yang ditampilkan yakni Swara Pawitri. Garapan ini terinspirasi dari sebuah prosesi pemelastian pada hari raya Nyepi yang terbangun atas konsep musikal yang dipadukan dengan suasana yang terjadi pada proses tersebut, sehingga membentuk sebuah jalinan yang terakumulasi menjadi sebuah karya.</p>



<p>Swara Pawitri menjadi judul dari garapan ini mengandung arti swara yang berarti suara dan pawitri menjadi sebuah konsep persembahan. Yang dituangkan dalam kawi gending sehingga sanggup berkomunikasi menjadi persembahan suci meningkatkan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi.</p>



<p>Persembahan kedua yakni Suda Prawerti. Tabuh inovatif ini terinspirasi dari proses tawur kesanga pelaksanaan hari Raya Nyepi, melalui dinamika, laras, dan rasa. Karya ini menggambarkan kerusakan alam akibat keserakahan, lalu bergerak menuju harmoni &#8211; ketika manusia mulai sadar, berbenah, dan bertapa dengan menghaturkan rasa bakti pada bhūmi. Suda Prawerti adalah karya karawitan yang menyuarakan penyucian lingkungan (palemahan) sebagai bagian dari perjalanan spiritual manusia.</p>



<p>Selanjutnya, persembahan gamelan inovatif ketiga yakni Tepa Slira. Ini terinspirasi menjadi karya seni karawitan inovatif yang tercipta dari situasi kondisi yang terjadi pada malam pengerupukan, yang mana sifat kebutaan manusia diuji dalam proses pengarakan ogoh ogoh. &#8220;Sebuah euforia yang menjadi tanda sebuah tenggang rasa yang diabaikan atau diingat,&#8221; pungkasnya. (adv/bgn003)25070506</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/seniman-muda-sanggar-seni-candrawangsa-duta-badung-bawakan-empat-garapan-pada-ajang-pkb-ke-47/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sanggar Seni Selendro Agung, Duta Badung pada PKB Ke-47 Lomba Gender Wayang Anak-anak</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/sanggar-seni-selendro-agung-duta-badung-pada-pkb-ke-47-lomba-gender-wayang-anak-anak/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sanggar-seni-selendro-agung-duta-badung-pada-pkb-ke-47-lomba-gender-wayang-anak-anak</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/sanggar-seni-selendro-agung-duta-badung-pada-pkb-ke-47-lomba-gender-wayang-anak-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 12:57:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#dutabadung]]></category>
		<category><![CDATA[#PKB47]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=116765</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1707" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-scaled.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-scaled.jpeg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-1024x683.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-1536x1024.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-2048x1365.jpeg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Seniman dari Sanggar Seni Selendro Agung, Banjar Saren, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, tampil memukau dalam Wimbakara (Lomba) Gender Wayang Anak-anak, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025 di Kalangan Angsoka, pada Minggu (29/6/2025). Duta kabupaten Badung yang diwakili empat orang terdiri atas 3 laki dan 1 perempuan, yakni I Putu Raditya Sedana, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1707" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-scaled.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-scaled.jpeg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-1024x683.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-1536x1024.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-2048x1365.jpeg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-29-at-16.56.10-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Seniman dari Sanggar Seni Selendro Agung, Banjar Saren, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, tampil memukau dalam Wimbakara (Lomba) Gender Wayang Anak-anak, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025 di Kalangan Angsoka, pada Minggu (29/6/2025).</p>



<p>Duta kabupaten Badung yang diwakili empat orang terdiri atas 3 laki dan 1 perempuan, yakni I Putu Raditya Sedana, I Putu Marbin Andrika Putra Pratama, Si Ngurah Arya Widana, dan Ida Ayu Putu Aishwarya Ganiswari membawa tiga tabuh/gending, masing-masing Gending Cangak Merengang, Gending Pamungkah, serta Gending Rebong dan Angkat-angkatan itu beradu dengan dua kelompok/duta lainnya dari Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar.</p>



<p>Koordinator Gender Wayang Dinas Kebudayaan Badung, I Wayan Muliadi, mengatakan dalam lomba tersebut itu dengan membawakan tiga gending merupakan acuan dari provinsi. &#8220;Kita di masing-masing kabupaten/kota menunjukan ciri khas masing-masing. Karena karakteristik pasti berbeda, jangan antara kabupaten, antara desa pun akan memiliki perbedaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Pemilihan duta untuk gender wayang telah dilakukan selama setahun sebelum PKB 47 dimulai. Selanjutnya latihan telah dimulai sejak Desember 2024. Proses untuk menentukan seniman gender wayang tidaklah sulit. Pasalnya, kata dia, proses regenerasi telah dilakukan dan berjalan dengan baik. &#8220;Sanggar yang fokus ke gender wayang itu sudah sayang jadi kita tinggal memilih saja,&#8221; katanya.</p>



<p>Usai tampil, Ida Ayu Ganiswari dan Kawan-kawan mengaku plong. &#8220;Awal-awal agak grogi, tapi saat tampil jadi menikmati, sekarang sudah plong aja,&#8221; katanya.</p>



<p>Putu Raditya juga menyampaikan hal yang tak jauh beda. Dimana saat mulai tampil perasaan grogi itu menyertai. &#8221;Saat dimulai jadi menikmati dan sangat senang sudah bisa tampil,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk hasil akhir, Raditya mengaku tidak menargetkan untuk keluar sebagai juara. Baginya tampil terbaik adalah suatu kebanggaan baginya. &#8220;Semoga bisa jadi yang terbaik aja,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Tiga gending yang ditampilkan oleh Sanggar Seni Selendro Agung dibina oleh oleh I Made Adi Suyoga Adnyana dan I Kadek Andika Cahya Putra. Berikut adalah makna tiap gending yang dilombakan:</p>



<p>Tabuh Cangak Merengang merupakan sajian musik gender wayang yang terinspirasi dari burung yang berkaki panjang yang kerap berdiri waspada dan tampak liar dalam pengamatan. Dalam liarnya nada dan ritme yang merengang, tersirat pesan mendalam tentang kepekaan, keseimbangan, serta keharmonisan antara manusia dan alam. Inilah wujud seni sebagai laku Jagat Kerthi.</p>



<p>Kemudian, Pamungkah adalah tabuh pembuka dalam sebuah pertunjukan wayang kulit Bali. Gending ini ditata mengedepankan unsur-unsur musikal dengan teknik fender wayang yang rumit dari cepat dan lambannya memilih atau menggelarkan wayang.</p>



<p>Gending Rebong dang Angkat Angkat bertujuan membangkitan getar asmara yang halus tersusun dari dua palet yang saling bersahutan, seakan menggambarkan dua rasa bertemu dan bertarung dalam ruang batin. (adv/bgn003)25062908</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/sanggar-seni-selendro-agung-duta-badung-pada-pkb-ke-47-lomba-gender-wayang-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duta Kabupaten Badung, Sanggar Seni Jayengrat Tampil Memukau di PKB XLVI</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/duta-kabupaten-badung-sanggar-seni-jayengrat-tampil-memukau-di-pkb-xlvi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=duta-kabupaten-badung-sanggar-seni-jayengrat-tampil-memukau-di-pkb-xlvi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/duta-kabupaten-badung-sanggar-seni-jayengrat-tampil-memukau-di-pkb-xlvi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 13:32:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#dutabadung]]></category>
		<category><![CDATA[#PKBXLVI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=94188</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-jpg.webp" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-jpg.webp 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-300x200.webp 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-1024x682.webp 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-768x512.webp 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-1536x1023.webp 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-450x300.webp 450w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Duta Kabupaten Badung kembali menunjukkan keunggulannya pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI. Sanggar Seni Jayengrat membawakan empat materi seni yang berlangsung di Kalangan Angsoka, Art Center Denpasar, pada Jumat (5/7/2024) berhasil memukau penonton. Penampilan dimulai dengan Tabuh Semara Pegulingan yang berjudul &#8220;Sekar Taman&#8221;. Karya baru ini memadukan nuansa pelegongan, bebarongan, serta Semara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-jpg.webp" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-jpg.webp 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-300x200.webp 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-1024x682.webp 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-768x512.webp 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-1536x1023.webp 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0038-450x300.webp 450w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Duta Kabupaten Badung kembali menunjukkan keunggulannya pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI. Sanggar Seni Jayengrat membawakan empat materi seni yang berlangsung di Kalangan Angsoka, Art Center Denpasar, pada Jumat (5/7/2024) berhasil memukau penonton.</p>



<p>Penampilan dimulai dengan Tabuh Semara Pegulingan yang berjudul &#8220;Sekar Taman&#8221;. Karya baru ini memadukan nuansa pelegongan, bebarongan, serta Semara Pegulingan Saih Pitu. Dengan komposisi yang menyatukan nuansa Semara Pegulingan sebagai elemen utama, garapan ini berhasil menampilkan harmoni tanpa meninggalkan identitas dari masing-masing Semara Pegulingan itu sendiri, baik saih lima maupun saih pitu.</p>



<p>Materi kedua adalah Tari Legong Klasik &#8220;Lasem&#8221;, yang mengisahkan cerita Panji tentang cinta Prabu Lasem yang ditolak oleh Diah Rangkesari, berujung pada peperangan. Adegan menarik lainnya adalah ketika Prabu Lasem terjatuh dari kudanya dan diserang burung gagak, yang menandakan kekalahan baginya.</p>



<p>Tabuh Kreasi Semara Pegulingan &#8220;Janardana&#8221; menjadi materi selanjutnya. Karya ini terinspirasi oleh Awatara Wisnu yang memancarkan kebijaksanaan, kecerdasan, dan keceriaan. Melodi sederhana namun kompleks dipadukan dengan pola baru dari berbagai instrumen, menciptakan harmoni yang mencerminkan kecerdasan dalam penyelesaian masalah.</p>



<p>Penampilan terakhir adalah Tari Legong Kreasi &#8220;Sang Jaratkaru&#8221;. Kisah tentang Brahmana Jaratkaru yang mengorbankan sumpahnya demi melancarkan leluhurnya mencapai surga dihadirkan dengan penuh emosi. Setelah melahirkan putranya, Sang Astika, Jaratkaru kembali menjadi brahmacari, meninggalkan istri dan anaknya.</p>



<p>Ketua Sanggar Seni Jayengrat, I Made Mindrawan, menyatakan bahwa persiapan pentas ini telah dimulai sejak Februari. Ia berharap infrastruktur PKB tahun depan, seperti area parkir, dapat diakomodir lebih baik sehingga para penggarap bisa tampil dengan lebih nyaman.</p>



<p>Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, mewakili Pemerintah Kabupaten Badung, menyatakan kebanggaannya atas penampilan Sanggar Seni Jayengrat. &#8220;Sanggar Seni Jayengrat berhasil menampilkan Tabuh Semara Pegulingan sebagai seni tabuh klasik dan tradisi yang dikolaborasikan dengan Tabuh Kreasi kekinian. Ritme yang menarik menghasilkan satu garapan kreasi yang dapat dinikmati oleh masyarakat dan pecinta seni,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dia berharap kesenian, terutama Tabuh Semara Pegulingan dan Tari Legong, semakin diterima di tengah masyarakat sebagai bagian dari seni tradisi di Bali, khususnya di Kabupaten Badung(003)24070614</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/duta-kabupaten-badung-sanggar-seni-jayengrat-tampil-memukau-di-pkb-xlvi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angkat Cerita &#8220;Dempu Awang,, Sanggar Titi Bah Duta Badung Tampilkan Arja Klasik di PKB Ke-46</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/angkat-cerita-dempu-awang-sanggar-titi-bah-duta-badung-tampilkan-arja-klasik-di-pkb-ke-46/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=angkat-cerita-dempu-awang-sanggar-titi-bah-duta-badung-tampilkan-arja-klasik-di-pkb-ke-46</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/angkat-cerita-dempu-awang-sanggar-titi-bah-duta-badung-tampilkan-arja-klasik-di-pkb-ke-46/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 12:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kominfo Badung]]></category>
		<category><![CDATA[#dutabadung]]></category>
		<category><![CDATA[#PKBXLVI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=94153</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-jpg.webp" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-jpg.webp 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-300x200.webp 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-1024x682.webp 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-768x512.webp 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-1536x1023.webp 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-450x300.webp 450w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Sanggar Titi Bah, Banjar Teguan, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, sebagai duta Kabupaten Badung, tampil membawakan cerita &#8220;Dempu Awang&#8221;.dalam pementasan arja klasik di Art Center Bali pada Kamis (4/7/2024). Menurut Ketua Sanggar Seni Titi Bah, IGusti Made Sumadi, cerita Dempu Awang dikutip dari satua Bali kuno yang dikemas menjadi pertunjukan arja klasik. Cerita ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-jpg.webp" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-jpg.webp 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-300x200.webp 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-1024x682.webp 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-768x512.webp 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-1536x1023.webp 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240706-WA0031-450x300.webp 450w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Sanggar Titi Bah, Banjar Teguan, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, sebagai duta Kabupaten Badung, tampil membawakan cerita &#8220;Dempu Awang&#8221;.dalam pementasan arja klasik di Art Center Bali pada Kamis (4/7/2024).</p>



<p>Menurut Ketua Sanggar Seni Titi Bah, IGusti Made Sumadi, cerita Dempu Awang dikutip dari satua Bali kuno yang dikemas menjadi pertunjukan arja klasik. Cerita ini mengisahkan tentang Pangeran Kerajaan Kahuripan, Raden Mantri, yang mendapat pawisik dari mimpinya. Dalam mimpinya tersebut dia dikatakan akan bertemu jodohnya dari kerajaan yang diibaratkan dengan bunga cempaka. Dalam mimpi itu disampaikan, apabila ada yang menunjukkan bahwa ada kerajaan yang diibaratkan sebagai bunga cempaka, saat itu dia akan berubah menjadi monyet yang bernama Dempu Awang.&nbsp;</p>



<p>Berbekal mimpi itu, dia kemudian melakukan pencarian dengan menyeberangi lautan. Saat itu, nelayan di sana menunjukkan kepadanya bahwa kerajaan yang diibaratkan sebagai Bunga Cempaka adalah Kerajaan Daha. Saat itulah Raden Mantri berubah menjadi seekor kera putih yang bernama Dempu Awang. Dempu Awang meminta agar dia dijual di pasar Kerajaan Daha.</p>



<p>Sementara itu Diah Agramanik dari Kerajaan Daha, meminta kepada ibu Suri, agar dicarikan seekor Kera Putih yang bisa bicara seperti manusia agar bisa diajak sebagai teman bermainnya. Ibu Suri akhirnya berhasil mendapatkan seekor kera putih yang bernama Dempu Awang.&nbsp;</p>



<p>Sejak itu, kelakuan Diah Agramanik sangat berubah. Kemana-mana selalu bersama Dempu Awang. Semakin lama, Dempu Awang semakin akrab, bahkan semakin berani kepada Raden Galuh.</p>



<p>Di lain pihak Prabhu Metaum, bermaksud meminang Raden Galuh Daha untuk dijadikan istri. Sesampai di Daha, betapa kecewanya Prabu Metaum melihat Raden Galuh bersama seekor kera. Karena kecewa Prabhu Metaum marah dan ingin membunuh si kera dan meminta pertanggungjawaban kepada Ibu Suri. Lalu Ibu Suri marah dan menyeret Dempu Awang dari kamar Raden Galuh, untuk di bunuh.</p>



<p>Sumadi mengungkapkan, persiapan untuk pementasan ini dilakukan selama enam bulan, dari Januari sampai Juni. Untuk pementasan ini, pihaknya melibatkan 26 seniman, yakni 14 orang penari dan 12 orang penabuh. &#8220;Harapan kami ke depan terutama bagi generasi muda, agar bisa mencintai pertunjukan arja atau pertunjukan tradisional. Selain untuk melestarikan, juga untuk dikembangkan kepada siapa saja,&#8221; katanya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Pada kesempatan tersebut, Kadisbud Badung, Gde Eka Sudarwita, mengaku sangat bangga dengan apa yang sudah disuguhkan oleh sanggar seni Titi Bah yang membawakan Arja klasik. Apalagi kata dia, para pemain arja klasik ini adalah seniman muda yang sangat bertalenta. Sehingga mampu memukau penonton dengan garapan yang apik.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ini betul-betul membuat arja sebagai kesenian tradisi yang mulai diminati kembali. Tentu dengan improvisasi, baik itu dialog, gerak, koreo. yang menjadikan arja klasik ini bisa lebih menarik dan diminati. Kami berharap, ke depan semoga bisa terus berkembang dan bisa terus digali potensinya, sehingga menjadikan kesenian arja klasik ini bisa diminta kembali oleh masyarakat,&#8221; katanya. (bgn003)24070606</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/angkat-cerita-dempu-awang-sanggar-titi-bah-duta-badung-tampilkan-arja-klasik-di-pkb-ke-46/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
