<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dosen &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/dosen-3/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2021 02:13:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>Dosen &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kolaborasi Apik, Dosen ITB STIKOM Bali Bersama Universitas Udayana Kembangkan E-Commerce Untuk KWT Sari Tunjung Mekar</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kolaborasi-apik-dosen-itb-stikom-bali-bersama-universitas-udayana-kembangkan-e-commerce-untuk-kwt-sari-tunjung-mekar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kolaborasi-apik-dosen-itb-stikom-bali-bersama-universitas-udayana-kembangkan-e-commerce-untuk-kwt-sari-tunjung-mekar</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kolaborasi-apik-dosen-itb-stikom-bali-bersama-universitas-udayana-kembangkan-e-commerce-untuk-kwt-sari-tunjung-mekar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2021 02:13:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Stikom Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[ITBSTIKOMBali]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[KWTsaritunjungmekar]]></category>
		<category><![CDATA[unud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=33854</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Seorang dosen ITB STIKOM Bali, I Komang Budi Mas Aryawan, S.Pd., M.Pd berkolaborasi dengan dua rekannya dosen Universitas Udayana (Unud), Putu Devi Yustisia Utami, S.H., M.Kn dan Sayi Hatiningsih, S.TP., M.Si berhasil menciptakan aplikasi E-Commerce untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Tunjung Mekar, di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. KWT Sari Tunjung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210629-WA0014-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Seorang dosen ITB STIKOM Bali, I Komang Budi Mas Aryawan, S.Pd., M.Pd berkolaborasi dengan dua rekannya dosen Universitas Udayana (Unud), Putu Devi Yustisia Utami, S.H., M.Kn dan Sayi Hatiningsih, S.TP., M.Si berhasil menciptakan aplikasi E-Commerce untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Tunjung Mekar, di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.</p>



<p>KWT Sari Tunjung Mekar selama ini menghasilkan produk pangan tradisional berupa jajanan cakar ayam, keripik talas dan keripik singkong. Keunggulan produk ini yaitu memiliki cita rasa yang khas, gurih, tahan lama dan memiliki peluang pasar yang besar karena diolah tanpa bahan pengawet, zat pewarna, penyedap makanan dan atau bahan – bahan makanan berbahaya lainnya.</p>



<p>Meski usaha ini cukup prospektif, sayangnya KWT Sari Tunjung Mekar belum memiliki legalitas badan usaha, beberapa alat produksi sudah mulai rusak sehingga produksi tidak maksimal. Selain itu, pemasarannya dilakukan secra tradisonal dengan menitipkan produk ini di toko konvensional atau warung di dalam desa maupun desa tetangga, seperti Desa Pedawa, Desa Sidatapa dan Desa Tigawasa yang berjarak sekitar 3km, dan belum memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (IT) untuk pemasaran karena mereka tidak mempunyai kemampuan di bidang TI.</p>



<p>Itulah yang mendorong ketiga dosen beda kampus itu tergerak melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran KWT Sari Tunjung Mekar sebagai mitra kegiatan, memanfaatkan anggaran Program Kemitraan Masyarakat dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (PKM BRIN). Kegitan ini dibantu oleh dua orang mahasiswa (ITB STIKOM Bali), Anak Agung Dwi Pradnyani Jayanti dan Ellyanna Fransisca Dewi.</p>



<p>I Komang Budi Mas Aryawan sebagai ketua tim pengabdian masyarakat menjelaskan, kegiatan ini dimulai pada 10 Juni 2021 dan berakhir pada 25 Juni 2021 bertempat di balai desa Cempaga. &#8220;Kegiatan ini kami awali dengan pembuatan aplikasi E-Commerce berbasis web, sosialisasi hukum transaksi elektronik, pelatihan penggunaan alat produksi, dan pelatihan penggunaan aplikasi E-Commerce berbasis web,&#8221; kata I Komang Budi Mas Aryawan di ITB STIKOM Bali Kampus Jimbaran, Senin (28/06/2021).</p>



<p>Setelah melewati serangkaian kegiatan tersebut, ketiga dosen ini berhasil mempersembahkan hasil terbaik untuk KWT Sari Tunjung Mekar Desa Cepaga, sebuah laman website E-Commerce atau toko jual beli online, memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), para anggota memiliki pengetahuan hukum tentang transaksi elektronik, serta mereka mampu menggunakan alat produksi dengan baik.</p>



<p>&#8220;Selain target tersebut, kami juga menghibahkan beberapa alat – alat produksi seperti mesin perajang serbaguna, kompor, wajan, dll serta satu unit laptop yang nantinya dapat membantu peningkatan omset penjualan mereka,&#8221; kata I Komang Budi Mas Aryawan dan diamini kedua rekannya, Putu Devi Yustisia Utami dan Sayi Hatiningsih.</p>



<p>Bagaimana tanggapan Kepala Desa Cepaga atas implementasi salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdain masyarakat oleh ketiga dosen tersebut?</p>



<p>&#8220;Saya menyambut baik kegiatan – kegiatan yang berpihak kepada masyarakat secara langsung, seperti yang dirasakan oleh KWT Sari Tunjung Mekar ini. Harapan saya kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Mohon bimbingan secara berkala dari bapak &#8211; ibu dosen ITB STIKOM Bali dan Universitas Udayana agar KWT benar-benar mandiri bebekal bantuan yang sudah diberikan ini,&#8221; kata Putu Suarjaya, Kepala desa Cempaga sekaligus sebagai Pembina KWT Sari Tunjung Mekar.(bgn008)21062903</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kolaborasi-apik-dosen-itb-stikom-bali-bersama-universitas-udayana-kembangkan-e-commerce-untuk-kwt-sari-tunjung-mekar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen Telkom University: Buah apel berkhasiat sebagai antikanker</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dosen-telkom-university-buah-apel-berkhasiat-sebagai-antikanker/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dosen-telkom-university-buah-apel-berkhasiat-sebagai-antikanker</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dosen-telkom-university-buah-apel-berkhasiat-sebagai-antikanker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2020 12:15:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Antikanker]]></category>
		<category><![CDATA[BuahApel]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[TelkomUniversity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=8881</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/20200922_161221.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/20200922_161221.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/20200922_161221-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/20200922_161221-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/20200922_161221-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Dosen Telkom University yang juga penulis buku &#8220;Holistic Health For Better Life&#8221; Dr Hendratno menuturkan jika buah apel diparut kemudian dicampur dengan madu 30 ml akan menjadi makanan berkhasiat antikanker. &#8220;Apel dibuat keripik dan minum madu 30 ml, maka jadi makanan bervitamin. Jika apel diparut dicampur madu 30 ml akan jadi makanan berkhasiat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/20200922_161221.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/20200922_161221.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/20200922_161221-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/20200922_161221-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/20200922_161221-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Dosen Telkom University yang juga penulis buku &#8220;Holistic Health For Better Life&#8221; Dr Hendratno menuturkan jika buah apel diparut kemudian dicampur dengan madu 30 ml akan menjadi makanan berkhasiat antikanker.</p>



<p>&#8220;Apel dibuat keripik dan minum madu 30 ml, maka jadi makanan bervitamin. Jika apel diparut dicampur madu 30 ml akan jadi makanan berkhasiat antikanker,&#8221; kata Hendratno saat bedah buku tersebut secara daring, Selasa.</p>



<p>Ia mengatakan asupan makanan yang baik, benar, dan menyehatkan atau BBM serta rutinitas aktivitas fisik yang teratur dan terukur menjadi salah satu solusi pada musim pandemi sekarang, selain tetap mematuhi protokol kesehatan.</p>



<p>Masyarakat hendaknya mengetahui dan mengenal betul mana saja makanan yang termasuk kelompok BBM, karena kandungan menjadi berbeda ketika diolah berbeda.</p>



<p>Menurut Hendratno, apel termasuk salah satu buah dalam kelompok BBM, akan tetapi kandungan yang diberikan kepada tubuh akan berbeda tergantung cara pengolahan.</p>



<p>&#8220;Jika makan apel langsung disertai minum madu 30 ml, jadi minuman berenergi. Jika apel difermentasi lalu dicampur madu 30 ml jadi minuman bergizi,&#8221; kata dia.</p>



<p>Buku tersebut dirilis dengan ditujukan tak hanya untuk anggota perguruan bela diri tangan kosong tersebut, namun juga masyarakat umum guna menjaga masyarakat di dalam pagebluk corona ini.</p>



<p>Selain itu, buku ini juga dirilis dalam rangka HUT Republik Indonesia ke-75 serta HUT ke-7 Telkom University.</p>



<p>Hendratno mengatakan makanan lain yang baik saat ini adalah kunyit, jahe, kencur, dan temulawak (KJKT) yang harga komoditas ini justru melonjak saat wabah COVID-19 terus menyeruak di seluruh dunia.</p>



<p>Menariknya, merujuk ajaran salah satu perguruan silat tertua di Indonesia ini, kandungan tersebut baik disatukan dengan petai dan jengkol yang selama ini identik tidak menyehatkan.</p>



<p>&#8220;KJKT serta petai dan jengkol disatukan lalu direndam air dan garam atau air dan perasan kulit jeruk. Bisa juga cukup direndam air panas 40 derajat selsius yang penting jangan sampai warna kulit petai dan jengkol berubah. Dosis ramuan/nya berbeda untuk pengobatan aneka penyakit,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia mencontohkan, pengobatan untuk virus influenza dan sejenisnya, KJKT berdosis 5ml:3ml:5ml:7ml dicampur air petai 5 ml dan air jengkol 7 ml ditambah madu 30 ml untuk diminum sehari sekali.</p>



<p>Dosis yang mirip-mirip juga disebutnya bisa digunakan untuk pencegahan sekaligus pengobatan virus Metapneumovirus hingga virus corona.</p>



<p>Masyarakat juga diajak mengubah kebiasaan pembakaran sate konvensional yang tidak BBM.</p>



<p>Sate seharusnya dibakar dalam bentuk daging dimasukkan alumunium foil, dibakar dengan batu vulkanik dan sejenisnya, dimakan bersama acar bawang dan seterusnya, serta diakhiri minum air kelapa muda.</p>



<p>&#8220;Pada buku ini juga kami jelaskan lengkap dengan gambar berbagai jenis gerakan yang biasa kami praktikkan di Kolat Kebugaran. Baik itu gerakan penguluran, pengolahan, pembinaan, penghayatan, dan di akhir doa penutup,&#8221; kata Wakil Rektor Telkom University 2013-2014 ini.</p>



<p>Gerakan tersebut ada yg menggunakan alat bantu dan dominan dengan tangan kosong. Bisa dilakukan sendirian atau kelompok, termasuk masyarakat biasa bisa meniru mandiri dengan melihat penjelasan detil di buku tersebut.</p>



<p>Tak ketinggalan, pada buku setebal 108 halaman ini, juga dibahas pernak pernik terkait Merpati Putih, seperti sejarah perguruan hingga hadirnya cabang Telkom serta penjelasan aneka kegiatan yang dilakukan Merpati Putih Cabang Bandung tersebut.</p>



<p>&#8220;Buku ini dicetak 500 exemplar dan didistribusikan secara gratis habis dalam sebulan. Sementara untuk biaya cetak mendapat donasi dari para anggota perguruan dan perorangan serta instansi yang peduli kesehatan,&#8221; katanya.</p>



<p>Dari beberapa pertanyaan dan permintaan pihak-pihak yang sudah menerima dan membaca, akan diterbitkan kelanjutan buku ini di awal tahun 2021.</p>



<p>Untuk kepentingan kesehatan masyarakat, Hendratno mempersilahkan kalau ada pihak yang akan menduplikasi selama tidak dikomersialkan.</p>



<p>Turut memberikan sambutan dalam buku, antara lain Prof Adiwijaya (Rektor Telkom sekarang), Prof Moch Ashari (Rektor Telkom University 2013-2018), Rinaldi Firmansyah (Dirut Telkom periode 2007-2012), Mas Amos dan Mas Helmi (Pewaris Merpati Putih), R. Sunardjo Wihardjo (Dewan Guru Merpatih Putih), dan Ferry Hendarsin (Pembina Merpati Putih Cabang Bandung). (bgn123)20092228</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dosen-telkom-university-buah-apel-berkhasiat-sebagai-antikanker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
