<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dinaspertaniandenpasar &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/dinaspertaniandenpasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jan 2024 12:57:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>dinaspertaniandenpasar &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bersinergi dengan Yayasan BAWA, Dinas Pertanian Kota Denpasar Gelar Pengendalian Rabies di Kawasan Sanur</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/bersinergi-dengan-yayasan-bawa-dinas-pertanian-kota-denpasar-gelar-pengendalian-rabies-di-kawasan-sanur/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bersinergi-dengan-yayasan-bawa-dinas-pertanian-kota-denpasar-gelar-pengendalian-rabies-di-kawasan-sanur</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/bersinergi-dengan-yayasan-bawa-dinas-pertanian-kota-denpasar-gelar-pengendalian-rabies-di-kawasan-sanur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2024 12:57:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[dinaspertaniandenpasar]]></category>
		<category><![CDATA[pemkotdenpasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=88426</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="960" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian bersinergi dengan Yayasan Bali Animal Welfare Association (BAWA) menggelar vaksinasi, sterilisasi, dan kampanye informasi edukasi (KIE) di beberapa lokasi, yakni lingkungan Banjar Dangin Peken, Desa Adat Intaran, Desa Sanur Kauh, serta Jalan Danau Tondano, Kelurahan Sanur pada Selasa (30/1/2024). Kepala Dinas Pertanian AA Gde Bayu Brahmasta, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="960" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0034-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian bersinergi dengan Yayasan Bali Animal Welfare Association (BAWA) menggelar vaksinasi, sterilisasi, dan kampanye informasi edukasi (KIE) di beberapa lokasi, yakni lingkungan Banjar Dangin Peken, Desa Adat Intaran, Desa Sanur Kauh, serta Jalan Danau Tondano, Kelurahan Sanur pada Selasa (30/1/2024).</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian AA Gde Bayu Brahmasta, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya pengendalian dan pencegahan penyakit rabies. Kolaborasi dengan Yayasan BAWA di Jl. Danau Tondano telah berhasil melakukan sterilisasi pada 28 ekor hewan meliputi 7 kucing betina, 8 anjing jantan, dan 13 anjing betina). Selain itu, dilakukan juga vaksinasi pada 23 ekor hewan, terdiri atas 17 anjing dan 6 kucing.</p>



<p>Brahmasta berharap hasil kolaboratif ini dapat memberikan dampak positif dalam menekan penyebaran Rabies di wilayah tersebut, serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya tindakan preventif terhadap penyakit ini.</p>



<p>Seorang warga, Wayan Yuliawan, merasakan kegiatan tersebut sangat bagus untuk menekan upaya pengendalian dan pencegahan penyakit Rabies. Yuliawan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan terlebih dahulu jadwal pelaksanaannya bisa disosialisasikan sebelumnya pada masyarakat. (bgn003)24013008</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/bersinergi-dengan-yayasan-bawa-dinas-pertanian-kota-denpasar-gelar-pengendalian-rabies-di-kawasan-sanur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Pertanian Kota Denpasar Dukung Pertanian Produktif Ramah Lingkungan di Kota Denpasar</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dinas-pertanian-kota-denpasar-dukung-pertanian-produktif-ramah-lingkungan-di-kota-denpasar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dinas-pertanian-kota-denpasar-dukung-pertanian-produktif-ramah-lingkungan-di-kota-denpasar</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dinas-pertanian-kota-denpasar-dukung-pertanian-produktif-ramah-lingkungan-di-kota-denpasar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2023 11:55:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[dinaspertaniandenpasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=81484</guid>

					<description><![CDATA[Denpasar, Baliglobalnews Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian Kota Denpasar siap mendukung pertanian produktif ramah lingkungan. Demikian terungkap saat pelaksanaan supervisi dan pendampingan pelaksanaan Program dan Kegiatan Utama Kementerian Pertanian Tahun 2023 di Dinas Pertanian Kota Denpasar yang dihadiri Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Moh Ismail Wahab pada Selasa (26/7/2023). Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Moh Ismail [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian Kota Denpasar siap mendukung pertanian produktif ramah lingkungan.</p>



<p>Demikian terungkap saat pelaksanaan supervisi dan pendampingan pelaksanaan Program dan Kegiatan Utama Kementerian Pertanian Tahun 2023 di Dinas Pertanian Kota Denpasar yang dihadiri Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Moh Ismail Wahab pada Selasa (26/7/2023).</p>



<p>Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Moh Ismail Wahab, menawarkan kerjasama budidaya padi varietas ramah lingkungan seluas 500 are. Sehingga dengan metode ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi produk pertanian di Kota Denpasar. &#8220;Kita akan mencoba mengedukasi petani untuk mencoba budidaya padi varietas ramah lingkungan, mulai dari pelatihan biosaka, molase, pestisida nabati, eco enzyme,&#8221; kata Ismail Wahab.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian AA Gde Bayu Brahmasta mengatakan kegiatan Kementerian Pertanian Tahun 2023 telah dilaksanakan dengan baik sampai dengan Triwulan II Tahun 2023 ini. Luas tanam padi sampai dengan Triwulan II 2023 seluas 1.351 Ha dengan luas panen padi mencapai 1.629 ha. &#8220;Kegiatan ini sudah dilakukan dengan baik sampai dengan triwulan II tahun 2023. Luas tanam padi sampai dengan Triwulan II 2023 seluas 1.351 ha dengan luas panen padi mencapai 1.629 ha,&#8221; katanya.</p>



<p>Penerapan pertanian ramah lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan dukungan dari Kementerian Pertanian RI, diharapkan terdapat peningkatan produktifitas&nbsp; melalui sinergis antar komponen teknologi, antara lain pengelolaan tanaman terpadu, jajar legowo super, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu. (bgn003)23072712</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dinas-pertanian-kota-denpasar-dukung-pertanian-produktif-ramah-lingkungan-di-kota-denpasar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Pertanian Denpasar kembangkan nanas madu Subang</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dinas-pertanian-denpasar-kembangkan-nanas-madu-subang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dinas-pertanian-denpasar-kembangkan-nanas-madu-subang</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dinas-pertanian-denpasar-kembangkan-nanas-madu-subang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2020 02:21:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[dinaspertaniandenpasar]]></category>
		<category><![CDATA[nanasmadusubang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=16139</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/Nanas-Madu-Subang-Distan.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/Nanas-Madu-Subang-Distan.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/Nanas-Madu-Subang-Distan-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/Nanas-Madu-Subang-Distan-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/Nanas-Madu-Subang-Distan-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Dinas Pertanian Kota Denpasar, Provinsi Bali mengembangkan buah nanas madu asal Kabupaten Subang, Jawa Barat  karena cocok dikembangkan di Denpasar dan kebutuhan buah tersebut cukup tinggi di Bali. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir I Gede Ambara Putera saat di konfirmasi, Minggu, di Denpasar mengatakan kebutuhan buah nanas madu di Bali cukup tinggi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/Nanas-Madu-Subang-Distan.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/Nanas-Madu-Subang-Distan.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/Nanas-Madu-Subang-Distan-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/Nanas-Madu-Subang-Distan-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/Nanas-Madu-Subang-Distan-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Dinas Pertanian Kota Denpasar, Provinsi Bali mengembangkan buah nanas madu asal Kabupaten Subang, Jawa Barat  karena cocok dikembangkan di Denpasar dan kebutuhan buah tersebut cukup tinggi di Bali.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir I Gede Ambara Putera saat di konfirmasi, Minggu, di Denpasar mengatakan kebutuhan buah nanas madu di Bali cukup tinggi, terlebih kondisi tanahnya mendukung untuk menanam buah tersebut. Bahkan dalam sekali panen, tingkat produksi mencapai mencapai 31,6 ton per hektare.</p>



<p>“Dengan bobot per buah mencapai rata rata 2,5 kg, bahkan kualitas yang dihasilkan petani nanas madu subang di Subak Sembung memenuhi kriteria pasar swalayan (supermarket),&#8221; katanya.</p>



<p>Menurut Ambara, percontohan nanas madu subang ini untuk memberikan gambaran kepada para petani untuk berani melakukan diversifikasi komoditas dengan nilai tambah yang lebih tinggi.</p>



<p>Namun, kata dia,&nbsp; tentunya kelemahannya adalah karena masa panen nanas madu yang terlalu panjang mencapai satu tahun lebih sehingga dalam penanamannya diperlukan model penanaman tumpang sari dengan tanaman sayuran.</p>



<p>&#8220;Para petani sambil menunggu panen nanas bisa mendapat hasil yang lainnya dari menanam sayuran yang umur panennya lebih pendek,&#8221; katanya</p>



<p>Ia mengatakan nanas madu Subang yang ditanam di Subak Sembung seluas 10 are dengan lokasi di dua tempat, yaitu Munduk Palak dan Umapuan dengan bibit yang digunakan berasal dari tunas nanas.</p>



<p>Pemupukan tidak dilakukan dengan menabur melainkan pupuk NPK tablet dengan cara di tanam di samping tanaman sehingga pemupukannya menjadi lebih efektif dan efisen sebanyak tiga kali pemupukan.</p>



<p>&#8220;Di samping pupuk tablet juga diberikan pupuk cair yang diberikan setiap tiga bulan sekali agar tanamam nanas dapat tumbuh dengan optimal. Rasa buah nenas yang dihasilkan manis dengan banyak air,&#8221; katanya.</p>



<p>Ia&nbsp;mengharapkan ke depannya nanas madu Subang dapat berkembang di Subak Sembung sebagai salah satu daya tarik agrowisata. Sambil berolahraga pengunjung dapat membeli buah nanas. Selain itu, kehadiran komoditas nanas madu subang juga diharapkan dapat menjadi pilihan bagi petani. Serta diharapkan mampu mendukung produktifitas petani lantaran pasar yang kian diminati.</p>



<p>“Harapan kami Komoditas nanas madu subang dapat menjadi pilihan bagi petani dalam bercocok tanam dan menjadi komoditas dengan permintaan yang cukup baik untuk mendukung produktifitas petani, dan secara jangka panjang dapat menjadi agrowisita dan obyek penelitian pertanian perkotaan,&#8221; demikian  I Gede Ambara Putera. (bgn123)20112906</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dinas-pertanian-denpasar-kembangkan-nanas-madu-subang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Pertanian Denpasar Kembangkan Nanas Madu Subang, Sekali Produksi Capai 31,6 Ton/Ha</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dinas-pertanian-denpasar-kembangkan-nanas-madu-subang-sekali-produksi-capai-316-ton-ha/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dinas-pertanian-denpasar-kembangkan-nanas-madu-subang-sekali-produksi-capai-316-ton-ha</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dinas-pertanian-denpasar-kembangkan-nanas-madu-subang-sekali-produksi-capai-316-ton-ha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dev]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2020 10:02:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[dinaspertaniandenpasar]]></category>
		<category><![CDATA[komoditasholtikultura]]></category>
		<category><![CDATA[nanasmadu]]></category>
		<category><![CDATA[nanasmadusubang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=16084</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1078" height="1017" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/nanas.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/nanas.jpg 1078w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/nanas-300x283.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/nanas-1024x966.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/nanas-768x725.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1078px) 100vw, 1078px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Komoditas hortikultura seperti buah dan sayur ternyata memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Kota Denpasar. Salah satunya buah nanas Madu Subang yang berhasil dikembangkan di beberapa wilayah pertanian Subak Kota Denpasar. Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putera, dalam sekali panen, tingkat produksi mencapai mencapai 31,6 ton/ha. Produksi tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1078" height="1017" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/nanas.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/nanas.jpg 1078w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/nanas-300x283.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/nanas-1024x966.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/nanas-768x725.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1078px) 100vw, 1078px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Komoditas hortikultura seperti buah dan sayur ternyata memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Kota Denpasar. Salah satunya buah nanas Madu Subang yang berhasil dikembangkan di beberapa wilayah pertanian Subak Kota Denpasar.</p>



<p>Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putera, dalam sekali panen, tingkat produksi mencapai mencapai 31,6 ton/ha. Produksi tersebut menggambarkan nanas Madu Subang dapat tumbuh dengan baik di Denpasar.</p>



<p>&#8221;Dengan bobot per buah mencapai rata-rata 2,5 kg, kualitas yang dihasilkan petani nanas Madu Subang di Subak Sembung&nbsp;&nbsp;memenuhi kriteria pasar supermarket,&#8221; katanya saat dimintai konfirmasi Sabtu (28/11/2020)</p>



<p>Ambara mengatakan percontohan nanas Madu Subang dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada para petani untuk berani melakukan diversifikasi komoditas dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Namun tentunya kelemahannya adalah karena&nbsp;&nbsp;masa panen Nanas Madu yang terlalu panjang mencapai satu tahun lebih. Sehingga dalam penanaman yang diperlukan model penanaman tumpang sari dengan tanaman sayuran.</p>



<p>&#8221;Jadi sambil menunggu panen nanas petani bisa mendapat hasil yang lainnya dari menanam sayuran yang umur panennya lebih pendek,&#8221; katanya.</p>



<p>Nanas Madu Subang yang ditanam di Subak Sembung seluas 10 are dengan lokasi di dua tempat yaitu Munduk Palak dan Umapuan dengan bibit yang digunakan berasal dari tunas. Pemupukan tidak dilakukan dengan menabur, melainkan dengan pupuk NPK tablet dengan cara ditanam di samping tanaman, sehingga pemupukannya menjadi lebih efektif dan efisien dan diberikan tiga kali.</p>



<p>&#8221;Di samping pupuk tablet juga diberikan pupuk cair yang diberikan setiap tiga bulan sekali agar tanaman nanas dapat tumbuh dengan optimal. Rasa buah nanas yang dihasilkan manis dengan banyak air,&#8221; katanya.</p>



<p>Ambara mengharapkan ke depan nanas Madu Subang dapat&nbsp;&nbsp;berkembang di Subak Sembung sebagai salah satu daya tarik agrowisata. Sambil berolahraga, pengunjung dapat membeli buah nanas. Selain itu, kehadiran komoditi nanas Madu Subang juga diharapkan dapat menjadi pilihan bagi petani serta diharapkan mampu mendukung produktivitas petani lantaran pasar yang kian diminati.</p>



<p>&#8221;Harapan kami komoditi nanas Madu Subang ini dapat menjadi pilihan bagi petani dalam bercocok tanam dan menjadi komoditi dengan permintaan yang cukup baik untuk mendukung produktivitas petani, dan secara jangka panjang dapat menjadi agrowisata dan objek penelitian pertanian perkotaan,&#8221; pungkasnya.(bgn123)20112819</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dinas-pertanian-denpasar-kembangkan-nanas-madu-subang-sekali-produksi-capai-316-ton-ha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
