<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dihentikansementara &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/dihentikansementara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Feb 2022 08:43:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>dihentikansementara &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Covid Meningkat, PTM di Badung Dihentikan Sementara</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kasus-covid-meningkat-ptm-di-badung-dihentikan-sementara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kasus-covid-meningkat-ptm-di-badung-dihentikan-sementara</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kasus-covid-meningkat-ptm-di-badung-dihentikan-sementara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2022 08:36:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda Badung]]></category>
		<category><![CDATA[dihentikansementara]]></category>
		<category><![CDATA[kasuscovidmeningkat]]></category>
		<category><![CDATA[ptmdibadung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=45433</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Mangupura, Baliglobalnews Pemerintah Kabupaten Badung menghentikan sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). &#8220;Melihat peningkatan kasus Covid dan menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat dengan keluarnya surat edaran dari Kementerian termasuk arahan dari Gubernur Bali, maka di Badung untuk proses PTM dihentikan sementara,&#8221; kata Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, saat memimpin Rapat Pelaksanaan Penanganan Covid-19 di Ruang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/02/PTM-di-Badung-4-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Mangupura, Baliglobalnews</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Badung menghentikan sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).</p>



<p>&#8220;Melihat peningkatan kasus Covid dan menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat dengan keluarnya surat edaran dari Kementerian termasuk arahan dari Gubernur Bali, maka di Badung untuk proses PTM dihentikan sementara,&#8221; kata Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, saat memimpin Rapat Pelaksanaan Penanganan Covid-19 di Ruang Pertemuan Kriya Gosana, Puspem Badung, pada Jumat (4/2).</p>



<p>Sekda Adi Arnawa menyampaikan pelaksanaan PTM di Badung sifatnya dinamis. Artinya, sangat tergantung situasi perkembangan Covid saat ini. Namun pihaknya tetap akan melakukan evaluasi, terutama terkait perkembangan Covid dari hari ke hari. &#8220;Bila trennya naik PTM kita tutup sementara, apabila perkembangan Covid melandai lagi, PTM akan dibuka lagi. Artinya, pelaksanaan PTM di Badung ini sangat dinamis buka tutup tergantung situasi dan kondisi,&#8221; katanya.</p>



<p>Adi Arnawa menyatakan dengan naiknya kasus Covid, pihaknya bersama Satgas Covid-19 Badung telah mendorong kesiapan infrastruktur baik kesiapan dari stakeholder pariwisata maupun dari pelayanan publik yang harus dievaluasi. Caranya, tim satgas Covid-19 Kabupaten Badung segera melakukan monitoring dan pengawasan ke lapangan, sehingga dapat dipastikan bahwa mitigasi penanganan Covid di Badung ini dikaitkan dengan infrastruktur yang ada sudah siap.</p>



<p>Bila ternyata di lapangan ditemui tidak sesuai dengan ketentuan, kata dia, Satpol PP diperintahkan untuk mengambil langkah-langkah penegakan hukum. &#8220;Penanganan pandemi Covid-19 di Badung kita lakukan secara bersama-sama dengan melibatkan stakeholder baik itu pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat. Selain itu kita terus memberikan edukasi dan sosialisasi untuk mendidik masyarakat dalam rangka menghadapi covid menuju adaptasi kebiasaan baru ini. Tentu kita tidak bisa menutup mata, bahwa covid ini akan terus ada, kegiatan aktivitas tetap jalan namun dibatasi,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Rapat dihadiri Forkopimda Kabupaten Badung, bersama OPD terkait di Kabupaten Badung serta camat se-Kabupaten Badung. (bgn003)22020405</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kasus-covid-meningkat-ptm-di-badung-dihentikan-sementara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenkes hentikan sementara 448.480 dosis AstraZeneca batch CTMAV547</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kemenkes-hentikan-sementara-448-480-dosis-astrazeneca-batch-ctmav547/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kemenkes-hentikan-sementara-448-480-dosis-astrazeneca-batch-ctmav547</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kemenkes-hentikan-sementara-448-480-dosis-astrazeneca-batch-ctmav547/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 May 2021 06:30:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[astrazenecabatchctmav547]]></category>
		<category><![CDATA[dihentikansementara]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinastrazeneca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=29387</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Kementerian Kesehatan memutuskan menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch atau kumpulan produksi CTMAV547 berjumlah 448.480 dosis untuk keperluan pengujian toksisitas dan sterilitas yang kini dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). &#8220;Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Kementerian Kesehatan memutuskan menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch atau kumpulan produksi CTMAV547 berjumlah 448.480 dosis untuk keperluan pengujian toksisitas dan sterilitas yang kini dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).</p>



<p>&#8220;Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh hoax yang beredar. Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi dari sumber terpercaya,&#8221; kata kata&nbsp;Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi seperti yang dilansir melalui akun resmi Kemenkes, Sehat Negeriku, serta dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu siang.</p>



<p>Dalam keterangan&nbsp; itu disebutkan bahwa tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan distribusi dan penggunaannya. Hanya Batch CTMAV547 yang dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari BPOM yang kemungkinan memerlukan waktu satu hingga dua pekan.</p>



<p>Batch CTMAV547 saat ini berjumlah 448.480 dosis dan merupakan bagian dari 3.852.000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO.</p>



<p>Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. &#8220;Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi COVID-19 membawa manfaat lebih besar,” kata Siti Nadia.</p>



<p>Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi COVID-19 di Indonesia.</p>



<p>Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi COVID-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya.</p>



<p>Terkait laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang diduga berkaitan dengan AstraZeneca Batch CTMAV547, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap kelompok tersebut dikarenakan tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud.</p>



<p>Keterangan tertulis itu juga memastikan bahwa Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu.</p>



<p>Sebelumnya beredar keterangan tertulis berkop surat BPOM nomor R-PW.01.13.3.35.05.21.394 perihal tindak lanjut KIPI serius fatal Vaksin COVID-19 AstraZeneca (COVAX) tertanggal 11 Mei 2021 yang ditandatangani Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat Badan POM RI Lucia Rizka Andalucia.</p>



<p>Terdapat tiga pesan dalam surat tersebut yang ditujukan kepada Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan serta Plt Dirjen Kefarmasian dan Kesehatan Kementerian Kesehatan.</p>



<p>Pertama, Badan POM melalui UPT Badan POM dalam proses investigasi&nbsp;<em>handling</em>&nbsp;vaksin terkait adanya dua laporan KIPI serius fatal yang diduga berkaitan dengan Vaksin COVID-19 AstraZeneca (COVAX) bets CTMAV547.</p>



<p>Kedua, sesuai dengan rekomendasi dari Komnas PP KIPI, saat ini Pusat Pengembangan Pengujian obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Badan POM sedang melakukan pengujian toksisitas abnormal dan sterilitas terhadap vaksin COVID-19 AstraZeneca (COVAX) bets tersebut.</p>



<p>Ketiga, selama proses investigasi dan pengujian sebagaimana butir 1 dan 2 belum selesai, sebagai bentuk kehati-hatian, maka perlu dilakukan penghentian sementara distribusi dan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca (COVAX) dengan bets CTMAV547 di seluruh Indonesia serta dilakukan pemantauan ketat agar bets tersebut tidak digunakan.</p>



<p>Surat itu dikeluarkan sehubungan dengan surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta No. 5319/-1.772.1 tanggal 11 Mei 2021 perihal rekomendasi teknis penggunaan vaksin AstraZeneca dan surat Ketua Komnas PP KIPI No. 421/KIPI/V/2021 tanggal 10 Mei 2021 perihal rekomendasi SAE (an. TFV) KIPI COVID-19.(bgn123)21051606</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kemenkes-hentikan-sementara-448-480-dosis-astrazeneca-batch-ctmav547/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
