<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>debatpaslon &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/debatpaslon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Oct 2020 05:46:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>debatpaslon &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Usai Debat Perdana,Gede Dana Sayangkan Mas Sumantri Hanya Bisa Salahkan Pihak Lain</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/usai-debat-perdanagede-dana-sayangkan-mas-sumantri-hanya-bisa-salahkan-pihak-lain/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=usai-debat-perdanagede-dana-sayangkan-mas-sumantri-hanya-bisa-salahkan-pihak-lain</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/usai-debat-perdanagede-dana-sayangkan-mas-sumantri-hanya-bisa-salahkan-pihak-lain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2020 03:06:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pilkada Karangasem]]></category>
		<category><![CDATA[debatpaslon]]></category>
		<category><![CDATA[debatperdana]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada9desember2020]]></category>
		<category><![CDATA[pilkadakarangasem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=12524</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="640" height="416" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana.jpg 640w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana-300x195.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana-210x136.jpg 210w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></div>Karangasem, Baliglobalnews Debat terbuka perdana pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem yang berlangsung di Hotel Inna Grand Bali Beach Sabtu (24/10) sepertinya berlangsung berat sebelah. Pasalnya, kualitas jawaban dan pertanyaan Gede Dana membuat sandingannya, Mas Sumatri tidak berkutik. Hal itu tercermin ketika Gede Dana bersama pasangannya, Wayan Arta Dipa, dengan lugas menjawab seluruh pertanyaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="640" height="416" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana.jpg 640w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana-300x195.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana-210x136.jpg 210w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></div>
<p>Karangasem, Baliglobalnews</p>



<p>Debat terbuka perdana pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem yang berlangsung di Hotel Inna Grand Bali Beach Sabtu (24/10) sepertinya berlangsung berat sebelah. Pasalnya, kualitas jawaban dan pertanyaan Gede Dana membuat sandingannya, Mas Sumatri tidak berkutik.</p>



<p>Hal itu tercermin ketika Gede Dana bersama pasangannya, Wayan Arta Dipa, dengan lugas menjawab seluruh pertanyaan panelis. Paslon ini terlihat sangat siap untuk adu kemampuan dalam memimpin daerah. Gede Dana adalah Ketua DPRD Karangasem, tentulah amat paham persoalan daerah dan bagaimana cara mengatasinya. Demikian pula Wayan Artha Dipa, seorang doktor, wakil bupati dan mantan birokrat yang sudah sangat berpengalaman.</p>



<p>Usai debat, Gede Dana menyatakan Mas Sumatri hanya bisa menyalahkan pihak lain. Dia mencontohkan perihal Ranperda Penyertaan Modal senilai Rp 4,5 miliar untuk merealisasikan program perluasan 1.500 sambungan distrbusi air untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Persoalan ini diungkit Mas Sumatri, karena 45 anggota dewan dianggap sebagai biang kerok gagalnya program tersebut terealisasi, lantaran ranperdanya tidak dibahas dewan.</p>



<p>Gede Dana menilai Mas Sumatri tidak memahami mekanisme proses usulan ranperda. Pasalnya, rapat bamus sudah selesai dan tidak mungkin membahas usulan baru lagi. Terlebih, yang dimaksud usulan itu, ternyata baru sebatas usulan angka anggarannya, bukan detail ranperda.</p>



<p>&#8220;Seharusnya ranperda itu diserahkan bersamaan dengan Ranperda APBD 2020 dan rancangan penyertaan modal ke BPD Bali. Tapi draf ranperda penyertaan modal dari Perusda Tirta Tohlangkir diserahkan ketika pembahasan sudah jauh selesai. Keterlambatan ini, jelas membuat bamus Dewan tidak bisa membuatkan jadwal pembahasan dan melakukan pembahasan secara mendadak. Sebab, semua proses pembahasan ada mekanismenya. Tidak bisa main labrak begitu saja,&#8221; katanya.</p>



<p>Contoh lain, Gede Dana mengkritisi PAD terus melorot tiap tahun selama kepemimpinan Mas Sumatri. Padahal, persoalan ini amatlah fundamental dalam keberlangsungan pembangunan daerah. &#8220;Ini menunjukkan dia (Mas Sumatri-red) tidak mampu melakukan lobi-lobi, tidak mampu menjalin kerjasama, baik ke pemda lain seperti Pemkab Badung, Pemprov Bali maupun Pemerintah Pusat. Ini perlu penanganan serius. Dengan kepemimpinan satu jalur, fokus, lurus dan tulus, kita mampu meningkatkan PAD,&#8221; katanya.</p>



<p>Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) pun tak luput dari sorotan Gede Dana. Pasalnya, 60 persen wilayah Karangasem masih blank. Pandemi Covid-19, yang mengharuskan anak-anak belajar di rumah, tak mampu ditangani dengan baik oleh pemerintah daerah. Sehingga satu generasi di semua jenjang pendidikan menjadi korbannya.</p>



<p>Debat terbuka ini sejatinya sangat menguntungkan bagi paslon Dana-Dipa. Kepercayaan publik menjadi jauh meningkat setelah melihat paparan dan penampilan mereka lewat siaran live Bali TV. Tepuk tangan dan apresiasi juga datang dari masyarakat Bali yang menonton debat ini. Mereka menilai Dana-Dipa luar biasa.</p>



<p>Dengan kemampuan dan kematangan mereka, membuat paslon dua makin terlihat sesungguhnya tak memenuhi kualitas untuk dipercaya lagi membangun daerah seperti Karangasem. Terlebih, dengan begitu banyaknya kegagalan dalam memimpin daerah dalam lima tahun terakhir, membuat Karangasem menjadi kabupaten paling terpuruk di Bali. Padahal, Kabupaten Karangasem sempat berkembang pesat di era kepemimpinan dua periode Wayan Geredeg. Debat perdana tersebut menunjukkan kedua paslon jelas beda kualitas. (bgn003)20102604</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/usai-debat-perdanagede-dana-sayangkan-mas-sumantri-hanya-bisa-salahkan-pihak-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Debat Perdana Calon Bupati Karangasem, Dana-Dipa Dinilai Jauh Lebih Berkualitas</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/debat-perdana-calon-bupati-karangasem-dana-dipa-dinilai-jauh-lebih-berkualitas/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=debat-perdana-calon-bupati-karangasem-dana-dipa-dinilai-jauh-lebih-berkualitas</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/debat-perdana-calon-bupati-karangasem-dana-dipa-dinilai-jauh-lebih-berkualitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2020 00:12:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pilkada Karangasem]]></category>
		<category><![CDATA[debatpaslon]]></category>
		<category><![CDATA[debatperdana]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada9desember2020]]></category>
		<category><![CDATA[pilkadakarangasem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=12521</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="720" height="480" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/debat-1-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/debat-1-1.jpg 720w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/debat-1-1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/debat-1-1-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></div>Karangasem, Baliglobalnews Debat terbuka perdana pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem berlangsung di Hotel Inna Grand Bali Beach Sabtu (24/10) berlangsung cukup menarik, terutama dalam sesi tanya jawab. Kedua paslon langsung menukik pada persoalan di daerah. Namun, Gede Dana dinilai jauh lebih berkualitas. Pasalnya, sepanjang sesi debat, Gede Dana lebih menguasai permasalahan Karangasem. Paslon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="720" height="480" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/debat-1-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/debat-1-1.jpg 720w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/debat-1-1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/debat-1-1-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></div>
<p>Karangasem, Baliglobalnews</p>



<p>Debat terbuka perdana pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem berlangsung di Hotel Inna Grand Bali Beach Sabtu (24/10) berlangsung cukup menarik, terutama dalam sesi tanya jawab.</p>



<p>Kedua paslon langsung menukik pada persoalan di daerah. Namun, Gede Dana dinilai jauh lebih berkualitas. Pasalnya, sepanjang sesi debat, Gede Dana lebih menguasai permasalahan Karangasem.</p>



<p>Paslon yang diusung PDI Perjuangan dan Hanura, serta didukung PSI dan PKB ini sejak awal tampil meyakinkan. Paparan program dalam visi misinya, sangat jelas. Fokus, terukur dan lurus, sangat sejalan dengan kebutuhan masyarakat Karangasem. Paslon ini benar-benar mencerminkan dua tokoh yang saling melengkapi dalam segala aspek dan dipercaya mampu mewujudkan gerakan perubahan di Karangasem. Sehingga, di atas panggung debat terbuka, keduanya terlihat dominan. Mereka menunjukkan kualitasnya lewat pemikiran-pemikiran cerdas untuk membangkitkan Karangasem.</p>



<p>Seluruh pertanyaan panelis dijawab dengan lugas. Paslon ini terlihat sangat siap untuk adu kemampuan dalam memimpin daerah. Gede Dana adalah Ketua DPRD Karangasem, tentulah amat paham persoalan daerah dan bagaimana cara mengatasinya. Demikian pula Wayan Artha Dipa, seorang doktor, wakil bupati dan mantan birokrat yang sudah sangat berpengalaman. Misalnya, ketika ditanya visinya dalam membangun potensi kelautan, Gede Dana lugas dengan jawabannya, yakni membangun tempat pelelangan ikan sebagai solusi. Ini sangat tepat untuk menampung hasil panen ikan dari nelayan yang melimpah, agar harga hasil panen tetap stabil dan tidak dipermainkan tengkulak.</p>



<p>Demikian pula ketika mendapatkan kesempatan bertanya. Gede Dana mempertanyakan langkah paslon dua yang kebetulan Bupati Karangasem, dalam menyikapi sistem pembelajaran daring. Di mana, 60 persen wilayah Karangasem masih blank spot. Persoalan ini amat dirasakan anak-anak yang tinggal di daerah perbukitan, karena mereka jelas tidak mampu mengikuti sistem daring. Persoalan akibat pandemi Covid-19, yang mengharuskan anak-anak belajar di rumah ini, tak mampu ditangani dengan baik oleh pemerintah daerah. Sehingga satu generasi di semua jenjang pendidikan menjadi korbannya.</p>



<p>Jawaban-jawaban Gede Dana dan Artha Dipa dalam menanggapi serangan paslon dua, juga diselesaikan dengan lugas. Misalnya, saat ditanya perihal Ranperda Penyertaan Modal senilai Rp 4,5 miliar untuk merealisasikan program perluasan 1.500 sambungan distrbusi air untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Persoalan ini diungkit Mas Sumatri, karena 45 anggota dewan dianggap sebagai biang kerok gagalnya program tersebut terealisasi, lantaran ranperdanya tidak dibahas dewan.</p>



<p>Serangan Sumantri itu justru berbalik arah. Gede Dana atas kapasitasnya sebagai Ketua DPRD Karangasem saat itu, menilai pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Mas Sumatri lah, yang tidak memahami mekanisme proses usulan ranperda. Pasalnya, rapat bamus sudah selesai dan tidak mungkin membahas usulan baru lagi. Terlebih, yang dimaksud usulan itu, ternyata baru sebatas usulan angka anggarannya, bukan detail ranperda. Seharusnya ranperda itu diserahkan bersamaan dengan ranperda APBD 2020 dan rancangan penyertaan modal ke BPD Bali. Tapi draf ranperda penyertaan modal dari Perusda Tirta Tohlangkir diserahkan saat pembahasan sudah jauh selesai. Keterlambatan ini, jelas membuat bamus Dewan tidak bisa membuatkan jadwal pembahasan dan melakukan pembahasan secara mendadak. Sebab, semua proses pembahasan ada mekanismenya. Tidak bisa main labrak begitu saja. Fakta ini membuat merah wajah Mas Sumatri, yang terlihat kebingungan untuk menanggapinya lagi.</p>



<p>Ketika giliran Gede Dana yang bertanya, sangat prinsip terkait capaian PAD yang terus merosot setiap tahun dalam lima tahun kepemimpinan Mas Sumatri, paslon dua sudah tak mampu memberikan jawaban yang relevan. Sudah kalah mutlak. Padahal, persoalan ini amatlah fundamental, dalam keberlangsungan pembangunan daerah. Apalagi, ketika pertanyaan dipertajam Gede Dana, terkait bagaimana paslon dua mampu menaikan PAD dua kali lipat lagi pada periode berikutnya, sesuai visi misinya. Sementara dalam lima tahun sebelumnya saja sudah gagal total mengelola daerah.</p>



<p>Debat terbuka ini sejatinya sangat menguntungkan bagi paslon Dana-Dipa. Kepercayaan publik menjadi jauh meningkat setelah melihat paparan dan penampilan mereka lewat siaran live Bali TV. Tepuk tangan dan apresiasi juga datang dari masyarakat Bali yang menonton debat ini. Mereka luar biasa. Dengan kemampuan dan kematangan mereka, membuat paslon dua makin terlihat sesungguhnya tak memenuhi kualitas untuk dipercaya lagi membangun daerah seperti Karangasem. Terlebih, dengan begitu banyak kegagalan dalam memimpin daerah dalam lima tahun terakhir, dimana Karangasem menjadi kabupaten paling terpuruk di Bali, setelah sempat berkembang pesat di era kepemimpinan dua periode Wayan Geredeg. Debat ini sudah memberi kesimpulan, bahwa kedua paslon jelas beda kualitas. (bgn003)20102703</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/debat-perdana-calon-bupati-karangasem-dana-dipa-dinilai-jauh-lebih-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinilai Menang Debat Perdana, Gede Dana Kritisi Lambatnya Pengajuan Sambungan Air Minum Untuk Rakyat</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dinilai-menang-debat-perdana-gede-dana-kritisi-lambatnya-pengajuan-sambungan-air-minum-untuk-rakyat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dinilai-menang-debat-perdana-gede-dana-kritisi-lambatnya-pengajuan-sambungan-air-minum-untuk-rakyat</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dinilai-menang-debat-perdana-gede-dana-kritisi-lambatnya-pengajuan-sambungan-air-minum-untuk-rakyat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2020 00:04:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pilkada Karangasem]]></category>
		<category><![CDATA[dana-dipa]]></category>
		<category><![CDATA[debatpaslon]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada9desember2020]]></category>
		<category><![CDATA[pilkadakarangasem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=12517</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="640" height="416" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana.jpg 640w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana-300x195.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana-210x136.jpg 210w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Debat perdana antara pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Karangasem nomor urut 1 dan nomor 2 diwarnai adu program yang berlangsung di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Sabtu (24/10). Calon Bupati Karangasem nomor urut 1, Gede Dana, secara gamblang menjabarkan tentang visi misi &#8216;Nangun Sat Kerthi Loka Bali&#8217; yang akan menjamin pemerintahan bersih, bebas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="640" height="416" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana.jpg 640w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana-300x195.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/Gede-Dana-Debat-Perdana-210x136.jpg 210w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Debat perdana antara pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Karangasem nomor urut 1 dan nomor 2 diwarnai adu program yang berlangsung di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Sabtu (24/10).</p>



<p>Calon Bupati Karangasem nomor urut 1, Gede Dana, secara gamblang menjabarkan tentang visi misi &#8216;Nangun Sat Kerthi Loka Bali&#8217; yang akan menjamin pemerintahan bersih, bebas korupsi dan satu jalur dengan pusat, sehingga Karangasem tidak akan terkendala jika melaksanakan pembangunan terkait minimnya anggaran.</p>



<p>&#8220;Belakangan ini, pendapatan asli daerah (PAD) Karangasem melorot tajam. Sebelumnya,&nbsp; pada pemerintahan Bupati Geredeg tahun 2015, PAD Karangasem masih mencapai Rp 243 miliar. Setahun berikutnya, ketika berganti pemerintahan, kenapa malah turun menjadi Rp 233 miliar? Bahkan hingga kini, PAD terus merosot turun,&#8221; ujar Gede Dana didampingi calon Wakil Bupati Karangasem Artha Dipa.</p>



<p>Calon Bupati Karangasem nomor urut 2, IGA Mas Sumatri, kemudian mencecar soal Ranperda Penyertaan Modal mengenai bantuan air minum untuk warga kurang mampu yang tidak kunjung dibahas oleh DPRD Karangasem, yang saat itu ketuanya Gede Dana. Padahal sudah diajukan per tanggal 15 November 2019.</p>



<p>Menangkis pernyataan tersebut, Gede Dana mengatakan bahwa draft yang diajukan pihak eksekutif kepada dewan terlalu mepet waktunya. Draf diterima 15 Novenber, sementara di pusat sudah harus ketok palu tanggal 30 November 2019.</p>



<p>&#8220;Mana cukup waktu dua minggu itu digunakan untuk pembahasan Ranperda Penyertaan Modal tersebut? Kalau bicara soal keberpihakan pada rakyat kecil, tentu kami setuju. Tapi kami tetap tidak ingin bekerja dengan mekanisme yang tidak benar, terlebih dengan waktu yang tidak cukup,&#8221; kata Gede Dana, menegaskan.</p>



<p>Usai debat yang berlangsung seru, sejumlah pihak memberi aplaus atas jawaban-jawaban cemerlang pasangan calon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 1. Gede Dana menyatakan kepada media massa bahwa dia hanya berharap warga Karangasem lebih sejahtera.</p>



<p>&#8220;Dengan pengalaman saya selama ini di DPRD, tentu sangat memahami permasalahan apa saja yang terjadi di Karangasem. Astungkara, dengan niat ngayah tulus, lurus dan fokus dengan visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, serta dalam satu jalur, niscaya nanti kami bisa membawa Karangasem Era Baru,&#8221; ujarnya, penuh semangat.</p>



<p>Beberapa pengamat yang pada malam itu tidak diperkenankan memasuki ruang debat di Hotel Grand Bali Beach Sanur karena harus patuh pada protokol kesehatan Covid-19, senada menyatakan skor kemenangan berada pada paslon nomor urut 1 dalam debat perdana tersebut.</p>



<p>Tidak hanya itu, beberapa warga yang menonton perdebatan melalui siaran televisi di luar gedung, juga menyatakan kalau paslon Dana-Dipa lebih ungguh dalam memaparkan gagasannya.&nbsp; (bgn003)20102702</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dinilai-menang-debat-perdana-gede-dana-kritisi-lambatnya-pengajuan-sambungan-air-minum-untuk-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
