<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>daerahistimewayogyakarta &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/daerahistimewayogyakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Jan 2021 01:36:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>daerahistimewayogyakarta &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gunung Merapi luncurkan awan panas guguran sejauh 1.500 meter</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-500-meter/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-500-meter</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-500-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2021 01:36:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bpptkg]]></category>
		<category><![CDATA[daerahistimewayogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[gunungmerapi]]></category>
		<category><![CDATA[jawatengah]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkanawanpanas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=20775</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210116_070000.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210116_070000.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210116_070000-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210116_070000-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210116_070000-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (16/1) pagi mengeluarkan awan panas guguran dengan tinggi kolom 500 meter dari puncak dan arah luncurannya ke hulu Kali Krasak sejauh 1.500 meter. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan di Yogyakarta mengatakan awan panas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210116_070000.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210116_070000.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210116_070000-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210116_070000-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210116_070000-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (16/1) pagi mengeluarkan awan panas guguran dengan tinggi kolom 500 meter dari puncak dan arah luncurannya ke hulu Kali Krasak sejauh 1.500 meter.</p>



<p>Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan di Yogyakarta mengatakan awan panas guguran yang terekam di seismogram pada pukul 04.00 WIB itu memiliki durasi 150 detik dengan amplitudo maksimum 60 mm. &#8220;Angin saat kejadian bertiup ke timur,&#8221; kata Hanik.</p>



<p>Selain awan panas guguran, selama periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB, BPPTKG mencatat satu kali guguran material dengan jarak luncur 500 meter mengarah ke barat daya dan satu kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 500 meter ke arah hulu Kali Krasak.</p>



<p>BPPTKG juga merekam satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 60 mm dan durasi 150.6 detik, 35 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-15 mm dan durasi 17.9-116.5 detik, 11 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-12 mm, dan durasi 6.5-8.2 detik, serta dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 30-70 mm, dan durasi 9.5-22.2 detik.</p>



<p>Berdasarkan pengamatan visual, asap kawah tidak teramati keluar dari puncak kawah Merapi.</p>



<p>Cuaca di gunung itu berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dengan suhu udara 13-21 derajat Celsius, kelembaban udara 66-88 persen, dan tekanan udara 625-686 mmHg.</p>



<p>Sampai saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat letusan Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.(bgn123)21011602</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-500-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPKP DIY uji coba Inpari 24 seluas 137 hektare di Gunung Kidul</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dpkp-diy-uji-coba-inpari-24-seluas-137-hektare-di-gunung-kidul/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dpkp-diy-uji-coba-inpari-24-seluas-137-hektare-di-gunung-kidul</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dpkp-diy-uji-coba-inpari-24-seluas-137-hektare-di-gunung-kidul/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2020 06:28:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[daerahistimewayogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[dinaspertaniandanketahananpangan]]></category>
		<category><![CDATA[dpkpdiy]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[padikhususberasmerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=13538</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="615" height="370" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/20171012ANTARA-Gebyar-Perbenihan-Tanaman-Pangan-Nasional-121017-bmz-2.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/20171012ANTARA-Gebyar-Perbenihan-Tanaman-Pangan-Nasional-121017-bmz-2.jpg 615w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/20171012ANTARA-Gebyar-Perbenihan-Tanaman-Pangan-Nasional-121017-bmz-2-300x180.jpg 300w" sizes="(max-width: 615px) 100vw, 615px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan uji coba pengembangan padi khusus beras merah Inpari 24 seluas 137 hektare di Kapanewon/Kecamatan Girisubo dan Semin, Kabupaten Gunung Kidul. Kasi Produksi Tanaman Pangan Pelaksana Pengembangan Padi Khusus DPKP DIY,&#160; HK Adinoto, di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan total pengembangan padi khusus di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="615" height="370" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/20171012ANTARA-Gebyar-Perbenihan-Tanaman-Pangan-Nasional-121017-bmz-2.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/20171012ANTARA-Gebyar-Perbenihan-Tanaman-Pangan-Nasional-121017-bmz-2.jpg 615w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/20171012ANTARA-Gebyar-Perbenihan-Tanaman-Pangan-Nasional-121017-bmz-2-300x180.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 615px) 100vw, 615px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan uji coba pengembangan padi khusus beras merah Inpari 24 seluas 137 hektare di Kapanewon/Kecamatan Girisubo dan Semin, Kabupaten Gunung Kidul.</p>



<p>Kasi Produksi Tanaman Pangan Pelaksana Pengembangan Padi Khusus DPKP DIY,&nbsp; HK Adinoto, di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan total pengembangan padi khusus di Gunung Kidul berupa beras merah Inpari 24 mencapai seluas 137 hektare.</p>



<p>&#8220;Luasan tanaman padi Inpari 24 rinciannya 75 hektare di Girisubo dan 62 hektare di Semin. Bantuan benih yang disalurkan mencapai 25 kilogram per hektare. Selain itu juga diberikan bantuan pupuk NPK sebanyak 100 kilogram tiap hektare,&#8221; kata HK Adinoto.</p>



<p>Ia mengatakan semua bantuan telah diterima para petani. Untuk wilayah Girisubo telah dilaksanakan gerakan tanam di Kelompok Tani (Poktan) Margo Mulya, Pucung, Girisubo seluas 5 hektare di Bulak Gupak Warak, Wota Wati. Lokasi Gerakan Tanam tersebut mewakili gerakan bersama penanaman untuk Kapanewon Girisubo.</p>



<p>Ia berharap padi beras merah nanti dapat mengisi kekosongan kebutuhan produk kuliner, baik di hotel dan restoran atau tempat wisata. Harga beras merah lebih tinggi dari beras putih.</p>



<p>&#8220;Ini bagian dalam rangka meningkatkan nilai tukar pertani dan menyejahterakan petani di DIY, khususnya di Gunung Kidul,&#8221; katanya.</p>



<p>Kasi Produksi Lahan dan Air DPKP&nbsp; DIY Anita mengatakan varietas Inpari 24 yang dikembangkan memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dari varietas lokal padi Segreng, rasa nasi juga lebih pulen.</p>



<p>Ia mengingatkan berdasar ramalan BMKG, akan terjadi anomali iklim La Nina pada empat bulan ke depan. Petani dimohon mengantisipasi dampak curah hujan tinggi lebih dari 40 persen dari kondisi normal.</p>



<p>&#8220;Kami berharap meski ada La Nina, hasil panen Inpari 24 dapat maksimal. Kami berharap petani untuk melakukan perawatan dengan baik supaya produksi padi juga bagus,&#8221; harapnya.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto mengapresiasi semangat para petani yang telah melaksanakan gerakan tanam. Berdasar pemantauan pihaknya menyaksikan sebagian besar lahan di zona selatan telah menghijau oleh penanaman padi palawija yang telah tumbuh. Ia mengimbau di petani zona utara yang belum mengolah lahan agar secepatnya segera memulai penanaman.</p>



<p>&#8220;Kondisi stok pupuk di Gunung Kidul saat ini sangat mencukupi, terlebih dengan adanya alokasi yang telah ditambah dari pusat. Oleh karena itu para petani yang belum menebus pupuk bersubsidi di luar lokasi padi khusus agar segera menebus. Sedangkan untuk lokasi penanaman padi khusus, meski telah diberi jatah 100 kg NPK per hektare masih perlu penambahan pupuk organik,&#8221; katanya. (bgn123)20110625</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dpkp-diy-uji-coba-inpari-24-seluas-137-hektare-di-gunung-kidul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
