<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cuaca &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/cuaca-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Dec 2024 05:37:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>cuaca &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Musim Hujan Tingkatkan Risiko DBD, Warga Tabanan Diminta Waspada</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/musim-hujan-tingkatkan-risiko-dbd-warga-tabanan-diminta-waspada/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=musim-hujan-tingkatkan-risiko-dbd-warga-tabanan-diminta-waspada</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/musim-hujan-tingkatkan-risiko-dbd-warga-tabanan-diminta-waspada/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Dec 2024 12:45:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BGN 020]]></category>
		<category><![CDATA[Tabanan]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=100225</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="600" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241204_132641-1-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241204_132641-1-1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241204_132641-1-1-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241204_132641-1-1-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241204_132641-1-1-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Tabanan, Baliglobalnews Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan masih terus menjadi perhatian. Meski sempat meningkat signifikan pada bulan April, Mei, dan Juni lalu, jumlah kasus saat ini cenderung stabil. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan AA Ngurah Putra Wiradana mengatakan sampai akhir November 2024 terdata 1.496 kasus, dengan puncak kasus terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="600" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241204_132641-1-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241204_132641-1-1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241204_132641-1-1-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241204_132641-1-1-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241204_132641-1-1-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div><p>Tabanan, Baliglobalnews</p>
<p>Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan masih terus menjadi perhatian. Meski sempat meningkat signifikan pada bulan April, Mei, dan Juni lalu, jumlah kasus saat ini cenderung stabil. </p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan AA Ngurah Putra Wiradana mengatakan sampai akhir November 2024 terdata 1.496 kasus, dengan puncak kasus terjadi pada April 304 kasus. Dia meminta masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah Kecamatan Kediri dan Kecamatan Tabanan.</p>
<p>&#8220;Memang benar kasus DBD sempat melonjak beberapa bulan lalu, namun saat ini cenderung stabil. Meski begitu, kita tidak boleh lengah. Apalagi saat ini musim hujan, risiko penularan DBD bisa meningkat,&#8221; ujar Wiradana saat ditemui pada Rabu (4/12/2024).</p>
<p>Menurut Wiradana, kelompok usia produktif, yakni mereka yang berusia 15-44 tahun, menjadi kelompok yang paling banyak terdampak dengan total 799 kasus. Sementara itu, anak-anak usia 5-14 tahun tercatat mengalami 168 kasus. &#8220;Kelompok usia ini lebih rentan terkena DBD karena aktivitas yang tinggi dan daya tahan tubuh yang lebih lemah,&#8221; katanya.</p>
<p>Wiradana menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran DBD, salah satunya adalah fogging. &#8220;Setiap ada laporan kasus DBD, petugas puskesmas akan melakukan pemeriksaan. Jika memang ada indikasi penularan di suatu lokasi, maka akan dilakukan fogging,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain faktor musim hujan, kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam penularan DBD. Wiradana mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, seperti membersihkan tempat penampungan air, menguras bak mandi secara teratur, dan menutup rapat tempat penyimpanan air.</p>
<p>&#8220;Masyarakat juga perlu aktif melakukan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti,&#8221; katanya.</p>
<p>Wiradana menyebutkan bahwa Kecamatan Kediri dan Tabanan Kota menjadi dua wilayah yang perlu diwaspadai, karena memiliki jumlah kasus DBD yang cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, atau muncul bintik-bintik merah pada kulit. &#8220;Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan nyawa,&#8221; katanya. (bgn020)24120411</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/musim-hujan-tingkatkan-risiko-dbd-warga-tabanan-diminta-waspada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca di lokasi pencarian Sriwijaya berawan-hujan sedang hingga Rabu</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/cuaca-di-lokasi-pencarian-sriwijaya-berawan-hujan-sedang-hingga-rabu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cuaca-di-lokasi-pencarian-sriwijaya-berawan-hujan-sedang-hingga-rabu</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/cuaca-di-lokasi-pencarian-sriwijaya-berawan-hujan-sedang-hingga-rabu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2021 02:41:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[kepulauanseribu]]></category>
		<category><![CDATA[lokasipencarian]]></category>
		<category><![CDATA[pesawatsriwijayaair]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=20411</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210111_084435_1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210111_084435_1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210111_084435_1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210111_084435_1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210111_084435_1-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas sedang di lokasi pencarian pesawat Sriwijaya SJ 182 yang jatuh disekitar Kepulauan Seribu hingga Rabu (13/1). &#8220;Hari ini (Senin,11/1) diperkirakan hujan ringan pagi hari dan berawan di siang hari kemudian kembali hujan ringan pada malam hari,&#8221; kata Kepala Pusat Meteorologi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210111_084435_1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210111_084435_1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210111_084435_1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210111_084435_1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210111_084435_1-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas sedang di lokasi pencarian pesawat Sriwijaya SJ 182 yang jatuh disekitar Kepulauan Seribu hingga Rabu (13/1).</p>



<p>&#8220;Hari ini (Senin,11/1) diperkirakan hujan ringan pagi hari dan berawan di siang hari kemudian kembali hujan ringan pada malam hari,&#8221; kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, Senin.</p>



<p>Dia menjelaskan, pada hari kedua setelah jatuhnya pesawat Sriwijaya Sabtu (9/1), arah angin saat ini bertiup dari barat laut dengan kecepatan 10-20 knot dan kecepatan arus laut 10-20 centimeter per detik ke arah timur laut serta tinggi gelombang rata-rata mencapai 0,5-1,0 meter.</p>



<p>Sementara hujan dengan intensitas sedang dan berawan diperkirakan pada Selasa (12/1) dengan kecepatan angin rata-rata 8-15 knot ke arah barat-barat laut dan arus permukaan 10-20 centimeter per detik ke arah timur serta tinggi gelombang rata-rata 0,5-1,0 meter.</p>



<p>Pada Rabu (13/1) cuaca diperkirakan berawan hingga hujan intensitas sedang dengan kecepatan angin rata-rata 8-20 knot ke arah barat-barat laut dengan tinggi gelombang berkisar 0,3-0,8 meter dan kecepatan arus laut 10-20 centimeter per detik ke arah timur.</p>



<p>Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1), pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.</p>



<p>Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.</p>



<p>Pesawat tinggal landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.</p>



<p>Berdasarkan data manifes penerbangan, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.(bgn123)21011104</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/cuaca-di-lokasi-pencarian-sriwijaya-berawan-hujan-sedang-hingga-rabu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
