<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ciptakan &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/ciptakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2020 07:17:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#ciptakan &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dosen IPB University ciptakan inovasi garam sehat berbahan rumput laut</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dosen-ipb-university-ciptakan-inovasi-garam-sehat-berbahan-rumput-laut/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dosen-ipb-university-ciptakan-inovasi-garam-sehat-berbahan-rumput-laut</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dosen-ipb-university-ciptakan-inovasi-garam-sehat-berbahan-rumput-laut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2020 07:17:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[#dosen]]></category>
		<category><![CDATA[#garam]]></category>
		<category><![CDATA[#inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[#ipbuniversity]]></category>
		<category><![CDATA[#ipd]]></category>
		<category><![CDATA[#nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#rumputlaut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=8249</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-15-at-07.23.50.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-15-at-07.23.50.jpeg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-15-at-07.23.50-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-15-at-07.23.50-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-15-at-07.23.50-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Dosen IPB University Prof. Nurjanah berhasil menciptakan inovasi produk garam yang berasal dari rumput laut sebagai solusi untuk mengonsumsi garam tapi menyehatkan. &#8220;Terciptanya inovasi garam rumput laut ini karena adanya trend konsumen Indonesia yang beralih memilih&#160;healthy lifestyle&#160;kian meningkat sehingga menjadikan garam rumput laut ini alternatif untuk mengurangi konsumsi mineral natrium (na),&#8221; kata Prof. Nurjanah berdasarkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-15-at-07.23.50.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-15-at-07.23.50.jpeg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-15-at-07.23.50-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-15-at-07.23.50-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-15-at-07.23.50-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Dosen <a href="https://ipb.ac.id/">IPB University </a>Prof. Nurjanah berhasil menciptakan inovasi produk garam yang berasal dari rumput laut sebagai solusi untuk mengonsumsi garam tapi menyehatkan.</p>



<p>&#8220;Terciptanya inovasi garam rumput laut ini karena adanya trend konsumen Indonesia yang beralih memilih&nbsp;<em>healthy lifestyle</em>&nbsp;kian meningkat sehingga menjadikan garam rumput laut ini alternatif untuk mengurangi konsumsi mineral natrium (na),&#8221; kata Prof. Nurjanah berdasarkan keterangan<a href="https://ipb.ac.id/">&nbsp;IPB University</a>&nbsp;yang diterima di Jakarta pada Selasa.</p>



<p>Menurut akademisi dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) itu, ide garam berasal dari rumput laut itu berasal dari fakta hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit yang banyak diderita pasien dari berbagai kalangan masyarakat. Selain itu kasus penderitanya juga meningkat setiap tahunnya.</p>



<p>Konsumsi garam berlebih menjadi salah satu faktor utama munculnya hipertensi dengan adanya tren makanan cepat saji tinggi kadar lemak jenuh, garam, gula, dan rendah serat makanan serta mengandung bahan tambahan pangan berupa pengawet, pewarna, pemanis, perisa, pengental, perenyah, penyedap dan lain-lain.</p>



<p>Karena itu dia melihat potensi dari rumput laut karena wilayah Indonesia 70 persen terdiri dari laut. Ada 555 jenis rumput laut (makroalga) dan yang sudah dimanfaatkan tidak lebih 10 spesies.</p>



<p>Menurut dia, pemanfaatan rumput laut sebagai pangan fungsional sangat menjanjikan baik untuk mengatasi masalah kesehatan serta meningkatkan imunitas tubuh.</p>



<p>Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah terciptanya lapangan pekerjaan dari Sabang sampai ke Merauke yang memiliki pantai dengan berbagai jenis rumput laut yang belum dimanfaatkan sampai saat ini.</p>



<p>&#8220;Terutama bagi pasien hipertensi dengan memanfaatkan mineral lain yang terdapat dalam rumput laut yaitu Mg, Zn, Se, Fe, dan Cu yang dibutuhkan tubuh sebagai prekursor untuk antioksidan endogen (SOD, katalase, dan glutation) termasuk K dan lain sebagainya. Selain itu, garam rumput laut kaya akan senyawa aktif yang sudah diteliti memiliki sifat antioksidan,&#8221; jelas akademisi&nbsp;<a href="https://ipb.ac.id/">IPB University&nbsp;</a>itu.</p>



<p>Menurut dia, hasil penelitian dari beberapa jenis rumput laut juga memiliki zat aktif yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, antitumor, antikanker, antihipertensi yang sangat menguntungkan. Oleh karena itu, harapannya garam rumput laut yang dihasilkan, selain memberi cita rasa asin dan aroma nori, masih memiliki serat yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.</p>



<p>Garam rumput laut masuk kategori garam diet sehingga berbeda dengan garam konsumsi, dari segi manfaat dan kandungan, beda garam diet dari garam biasa terutama pada kadar NaCl yang rendah yaitu kurang dari 60 persen dan dengan rasio Na:K mendekati atau 0,3-1. Selain itu dapat juga digunakan sebagai pangan fungsional karena komposisinya.</p>



<p>Ia mengakui harga garam rumput laut memang sedikit lebih mahal dibanding garam rendah natrium lainnya. Hal ini disebabkan karena garam rumput laut diproduksi dengan skala laboratorium tapi jika bisa diterapkan dengan teknologi yang lebih efisien dengan skala industri, harganya mestinya bisa lebih murah.</p>



<p>Inovasi garam rumput laut ini sendiri masih dalam tahap pengembangan untuk pengujian biologis secara in vivo sehingga pemasaran secara skala besar belum dilakukan.</p>



<p>Bagi industri yang ingin mengembangkan garam yang kaya manfaat ini, dari segi legalisasi mungkin harus dipenuhi terlebih dahulu semua persyaratannya seperti pengurusan BPOM dan Halal. Selain itu, adanya perjanjian kontrak antara perusahaan dan inventor.</p>



<p>&#8220;Dari inovasi ini saya berharap dapat menghasilkan garam rumput laut tropika dalam skala industri yang memenuhi standar kesehatan dan berbadan hukum yang sekaligus berfungsi sebagai pangan fungsional yang dapat meningkatkan imunitas tubuh,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Selain itu, Nurjanah juga berharap akan adanya optimalisasi teknik produksi garam rumput laut rendah sodium, mereduksi aroma khas ikan dengan berbagai teknik pra-perlakuan dan aplikasi aroma asap. Dia juga ingin akan ada pengembangan teknik pengemasan dan penyimpanan produk garam rumput laut, dan diaplikasikan pada berbagai produk pangan. (bgn123)20091506</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dosen-ipb-university-ciptakan-inovasi-garam-sehat-berbahan-rumput-laut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen IPB University ciptakan baju antipeluru dari limbah sawit</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dosen-ipb-university-ciptakan-baju-antipeluru-dari-limbah-sawit/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dosen-ipb-university-ciptakan-baju-antipeluru-dari-limbah-sawit</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dosen-ipb-university-ciptakan-baju-antipeluru-dari-limbah-sawit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2020 05:52:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#bajuantipeluru]]></category>
		<category><![CDATA[#ciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[#dari]]></category>
		<category><![CDATA[#ipbuniversity]]></category>
		<category><![CDATA[#limbahsawit]]></category>
		<category><![CDATA[#nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=7687</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/Screenshot_20200910-095216_WhatsApp.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/Screenshot_20200910-095216_WhatsApp.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/Screenshot_20200910-095216_WhatsApp-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/Screenshot_20200910-095216_WhatsApp-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/Screenshot_20200910-095216_WhatsApp-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Peneliti sekaligus dosen IPB University dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dr Siti Nikmatin, menciptakan baju antipeluru berbahan serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS). “Dari hasil treatment yang dilakukan, biomasa TKKS menjadi serat dengan kandungan lignoselulosa. Ternyata TKKS ini memiliki potensi tinggi dalam menyerap energi tumbukan,&#8221; kata Siti, melalui keterangan pers [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/Screenshot_20200910-095216_WhatsApp.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/Screenshot_20200910-095216_WhatsApp.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/Screenshot_20200910-095216_WhatsApp-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/Screenshot_20200910-095216_WhatsApp-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/Screenshot_20200910-095216_WhatsApp-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Peneliti sekaligus dosen <a href="http://ipb.ac.id/">IPB University</a> dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dr Siti Nikmatin, menciptakan baju antipeluru berbahan serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS).</p>



<p>“Dari hasil treatment yang dilakukan, biomasa TKKS menjadi serat dengan kandungan lignoselulosa. Ternyata TKKS ini memiliki potensi tinggi dalam menyerap energi tumbukan,&#8221; kata Siti, melalui keterangan pers yang diperoleh ANTARA, Jakarta, Kamis.</p>



<p>Ia mengatakan jika biomasa TKKS tersebut disusun dalam bentuk anyaman dengan orientasi sudut tegak lurus pada sistem komposit laminated atau sandwich, melalui penambahan coating material antipanas, serat TKKS woven dapat menahan api dalam waktu 30 detik. Hal itu yang digunakan dalam perancangan baju antipeluru tersebut.</p>



<p>Untuk membuktikan ketahanan baju tersebut, Siti melakukan uji tembak menggunakan pistol glock dengan peluru MU1-TJ pada jarak efektif 25-50 meter. Baju anti peluru itu terbukti mampu menahan peluru tersebut.</p>



<p>Namun demikian, baju antipeluru tersebut, katanya, belum mampu menahan tembakan pistol laras panjang, sehingga masih memerlukan riset lebih lanjut.</p>



<p>Siti mengatakan potensi baru bahan baju anti peluru tersebut dapat menjadi alternatif pilihan untuk kebutuhan dalam negeri karena bahan baku rompi antipeluru masih 100 persen impor.</p>



<p>“Karena pentingnya pengembangan riset ini, saya berharap riset dapat dilanjutkan menjadi penelitian terapan atau lanjutan. Dua sampai tiga langkah lagi menuju komersialisasi,” kata dia.</p>



<p>Sebelumnya Siti juga berhasil membuat helm Green Composite (GC) yang menggunakan filler serat TKKS pada ukuran mikropartikel. Setelah diteliti lebih lanjut, serat TKKS ternyata juga mampu menyerap energi pada laju yang sangat tinggi pada saat tumbukan. Kemudian ide tersebut berkembang untuk membuat diversifikasi produk berbahan serat TKKS woven pada aplikasi bahan anti peluru. (bgn123)20091014</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dosen-ipb-university-ciptakan-baju-antipeluru-dari-limbah-sawit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
