<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cegah &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/cegah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Dec 2020 12:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>cegah &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BNPT: Pelibatan pemuda efektif cegah radikalisasi di kalangan remaja</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/bnpt-pelibatan-pemuda-efektif-cegah-radikalisasi-di-kalangan-remaja/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bnpt-pelibatan-pemuda-efektif-cegah-radikalisasi-di-kalangan-remaja</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/bnpt-pelibatan-pemuda-efektif-cegah-radikalisasi-di-kalangan-remaja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DEA17]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2020 03:34:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bnpt]]></category>
		<category><![CDATA[cegah]]></category>
		<category><![CDATA[pahamradikaldanterorisme]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=16978</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/InShot_20201205_051403438.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/InShot_20201205_051403438.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/InShot_20201205_051403438-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/InShot_20201205_051403438-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/InShot_20201205_051403438-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid mengatakan generasi muda adalah salah satu kelompok yang paling rentan terpapar radikalisme dan intoleransi, sehingga pelibatan pemuda sangat penting untuk menangkal penyebaran paham radikalisme, khususnya di kalangan mereka sendiri. Menurut Nurwakhid, generasi muda telah menjadi sasaran utama dari kelompok radikal karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/InShot_20201205_051403438.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/InShot_20201205_051403438.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/InShot_20201205_051403438-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/InShot_20201205_051403438-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/12/InShot_20201205_051403438-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid mengatakan generasi muda adalah salah satu kelompok yang paling rentan terpapar radikalisme dan intoleransi, sehingga pelibatan pemuda sangat penting untuk menangkal penyebaran paham radikalisme, khususnya di kalangan mereka sendiri.</p>



<p>Menurut Nurwakhid, generasi muda telah menjadi sasaran utama dari kelompok radikal karena pemuda sebagai generasi penerus bangsa memiliki value atau nilai strategis ke depan bagi bangsa ini.</p>



<p>”Apalagi pemuda memiliki militansi tinggi, suka mencari tantangan. Para pemuda masih belum memiliki self control yang kuat, wawasan pemahaman dan pengetahuan yang dinamis dan masih terus berkembang yang mana sebetulnya masih membutuhkan bimbingan,” ujar Nurwakhid, dalam rilis BNPT yang diterima, Sabtu.</p>



<p>Sebagai narasumber pada acara Bincang Damai BNPT RI bersama Pemuda Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlangsung di Swiss-Bell Hotel Borneo, Samarinda, Jumat (4/12/2020), Nurwakhid mengatakan pelibatan pemuda akan lebih efektif dalam mencegah radikalisasi khususnya di kalangan pemuda sendiri.</p>



<p>”Maka narasi kontra ideologi dan kontra propaganda melalui media ini sangat efektif kalau dilakukan oleh pemuda. Karena sasaran kita adalah pemuda generasi z dan generasi milenial,” tutur alumni Akpol tahun 1989 ini.</p>



<p>Oleh karena itulah dirinya menyebut penting untuk melibatkan pemuda dalam kontra narasi, kontra ideologi maupun kontra propaganda di dunia maya.</p>



<p>Abdul Aziz selaku Koordinator Duta Damai Kaltim mengatakan bahwa pihaknya sebagai Duta Damai Dunia Maya yang telah dibentuk oleh BNPT telah melaksanakan tugasnya sebagai agen penyebar perdamaian.</p>



<p>Ia menyebut bahwa pihaknya telah merangkul berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Kaltim untuk bersama-sama menjalin kerja sama dalam rangka perdamaian.</p>



<p>”Kami di Kaltim memiliki agenda tahunan yang dinamakan ’Sapa Pemuda Kaltim’. Kami juga ada kegiatan&nbsp;<em>goes to school</em>&nbsp;untuk memberikan pemahaman kepada anak muda bagaimana menggunakan media sosial dan juga menebar suasana damai di sana,” ujarnya.</p>



<p>Ridwan Rustandi selaku Koordinator Duta Damai Jabar juga menyampaikan hal serupa, bahwa pihaknya di Jabar selama ini fokus untuk menggandeng para pelajar agar tidak sampai terkena paham radikal terorisme khususnya dari dunia maya.</p>



<p>Ridwan menyebut bahwa pihaknya rutin mengadakan jurnalis damai di sekolah-sekolah, serta melakukan kolaborasi dengan pesantren-pesantren di Jawa Barat.</p>



<p>”Kami juga berkolaborasi dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jabar dan berbagai organisasi kepemudaan dengan membentuk yang kami namakan ’Ekosistem Damai’. Di mana tujuannya adalah menggandeng semua pihak, tidak hanya pelajar, tetapi juga sampai ke desa-desa,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Ziadah selaku Koordinator Duta Damai NTB menjelaskan bahwa selama ini pihaknya diajari untuk menjadi seperti angin, tidak terlihat namun terasa.</p>



<p>Menurut dia, hal itulah saat ini yang sedang dikerjakan oleh Duta Damai NTB. Karena dia menyebut di NTB sendiri memiliki sejarah panjang terkait kasus terorisme.</p>



<p>”Maka kami berusaha membangun&nbsp;<em>partnership</em>&nbsp;dengan sebaik-baiknya dengan siapa saja baik itu dari pemerintah daerah maupun organisasi non-pemerintah baik dari dalam dan luar negeri. Karena terorisme sendiri cukup banyak dan itu berimbas ke pariwisata kami, membuat orang takut untuk datang,” jelasnya.</p>



<p>Acara Bincang Damai ini dihadiri tidak kurang sebanyak 80 peserta yang mewakili organisasi kepemudaan serta mahasiswa yang ada di Kaltim. (bgn123)20120507</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/bnpt-pelibatan-pemuda-efektif-cegah-radikalisasi-di-kalangan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ny. Putri Koster: Mari Jaga Anak-anak dengan Cegah &#8221;Stunting&#8221;</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/ny-putri-koster-mari-jaga-anak-anak-dengan-cegah-stunting/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ny-putri-koster-mari-jaga-anak-anak-dengan-cegah-stunting</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/ny-putri-koster-mari-jaga-anak-anak-dengan-cegah-stunting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dev]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2020 14:45:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[TP-PKK]]></category>
		<category><![CDATA[cegah]]></category>
		<category><![CDATA[putrikoster]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=15666</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Ketua TP PKK Prov Bali,&#160;Ny.&#160;Putri Koster, mengatakan&#160;pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah&#160;stunting&#160;sejak dini. Hal itu dia sampaikan ketika&#160;menjadi&#160;keynote speaker&#160;dalam webinar Hari Kesehatan Nasional ke-56 dengan tema&#160;&#8221;Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanganan Stunting&#8221;, Denpasar, Rabu (25/11). &#8221;Kita bisa mulai dari diri sendiri dulu, terutama untuk kalangan remaja. Jika melaksanakan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat-net) terlebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/cegah-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Ketua TP PKK Prov Bali,&nbsp;Ny.&nbsp;Putri Koster, mengatakan&nbsp;pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah&nbsp;<em>stunting</em>&nbsp;sejak dini. Hal itu dia sampaikan ketika&nbsp;menjadi&nbsp;<em>keynote speaker</em>&nbsp;dalam webinar Hari Kesehatan Nasional ke-56 dengan tema&nbsp;&#8221;Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanganan Stunting&#8221;, Denpasar, Rabu (25/11).</p>



<p>&#8221;Kita bisa mulai dari diri sendiri dulu, terutama untuk kalangan remaja. Jika melaksanakan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat-net) terlebih dahulu itu akan memberikan dampak positif untuk jangka panjang, dan juga bisa memberikan efek positif untuk keturunan kita kelak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dia menilai peranan orangtua juga amat diperlukan. Khususnya dalam menjaga perilaku hidup bersih dan asupan bergizi sejak bayi dalam kandungan, di mana hal ini sangat diperlukan demi menjaga kesehatan janin dan upaya pencegahan&nbsp;<em>stunting</em>&nbsp;sejak dini. &#8221;Para orangtua juga bisa membekali putra-putri mereka yang masih remaja untuk mengambil peranan dalam upaya pencegahan&nbsp;<em>stunting</em>&nbsp;bagi keturunan mereka kelak,&#8221; katanya dalam webinar yang juga diikuti oleh kader PKK kab/kota serta desa seluruh Bali.</p>



<p>Ny.&nbsp;Koster menyatakan keberlangsungan bangsa dan negara ke depan bergantung pada generasi penerus yang tidak hanya sehat fisik dan rohani, namun juga berahklak serta cerdas. Dan fenomena&nbsp;<em>stunting</em>&nbsp;merupakan penghambat atas tujuan utama tersebut.&nbsp;&#8221;Jadi,&nbsp;di sini semua orang berperan dalam memajukan bangsa dan negara kita ke depan,&#8221;&nbsp;katanya.</p>



<p>Dia menyatakan, meskipun Bali mendapat predikat angka terendah stunting secara nasional, namun semua pihak tidak boleh lengah. Semua&nbsp;<em>stakeholder</em>&nbsp;harus bahu-membahu menghapus&nbsp;<em>stunting</em>&nbsp;di Bali.&nbsp;&#8221;Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, karena butuh peranan semua pihak. Pemerintah mungkin bisa mengeluarkan skema dan rencana pencegahan, namun tetap ujung tombak pencegahan stunting ada di masyarakat terutama keluarga,&#8221;&nbsp;katanya.</p>



<p>Dia juga meyakini dengan kerja keroyokan dari berbagai instansi, baik PPK, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Adat, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, maka masalah ini akan cepat terselesaikan.</p>



<p>Pendamping orang nomor satu di Bali itu&nbsp;juga mengapresiasi langkah-langkah posyandu dalam menjaga kesehatan&nbsp;bayi dan Balita. Meskipun di tengah pandemi yang melarang kegiatan berkerumun, kader posyandu tak lelah mengunjungi warga untuk memeriksa kesehatan bayi dan balita.&nbsp;&#8221;Saya sangat berterima kasih atas pengabdian para kader posyandu. Ke depan mungkin pemerintah desa bisa berkoordinasi dengan posyandu setempat agar mengalokasikan APBDes untuk kegiatan pemenuhan gizi anak dan balita,&#8221;&nbsp;tambahnya seraya mengatakan akan mengajak kader-kader PKK dan Posyandu di seluruh desa untuk terus berupaya melakukan edukasi untuk mengurangi angka stunting.</p>



<p>Sementara Kadis Kesehatan, dr. Suarjaya mengatakan jika indikator kesehatan untuk anak-anak adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita, berikutnya menurunkan angka stunting. Ia menjelaskan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang terjadi sejak masih dalam kandungan.</p>



<p>&#8221;Pertumbuhan meliputi bertambahnya ukuran anak secara fisik, sementara perkembangan berkaitan dengan perubahan kognitif berupa bertambah pintar dan spiritual. Jadi stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik dan mental,&#8221;&nbsp;katanya.</p>



<p>Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Putu Anom Agustina, juga menekankan pentingnya peranan masyarakat desa dalam mencegah stunting. Menurut dia, sesuai dengan Permendagri No. 18 tahun 2018 dalam sinergi pencegahan stunting, lembaga kemasyarakatan desa mempunyai peranan seperti peningkatan peran posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta memfasilitasi kegiatan TP PKK dalam kegiatan pembinaan kesehatan masyarakat.(bgn122)20112523</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/ny-putri-koster-mari-jaga-anak-anak-dengan-cegah-stunting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
