<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bukanmeledak &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/bukanmeledak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Apr 2021 13:18:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>bukanmeledak &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasal: KRI Nanggala-402 kemungkinan alami keretakan, bukan meledak</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kasal-kri-nanggala-402-kemungkinan-alami-keretakan-bukan-meledak/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kasal-kri-nanggala-402-kemungkinan-alami-keretakan-bukan-meledak</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kasal-kri-nanggala-402-kemungkinan-alami-keretakan-bukan-meledak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2021 13:18:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bukanmeledak]]></category>
		<category><![CDATA[kasal]]></category>
		<category><![CDATA[kepalastafangkatanlaut]]></category>
		<category><![CDATA[keretakan]]></category>
		<category><![CDATA[KRINanggala-402]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=27692</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="797" height="501" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81.jpg 797w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81-300x189.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81-768x483.jpg 768w" sizes="(max-width: 797px) 100vw, 797px" /></div>Badung, Baliglobalnews Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan kemungkinan kapal selam KRI Nanggala-402 mengalami keretakan sekaligus memastikan kapal tidak meledak. &#8220;Retakan, bukan ledakan,&#8221; kata Laksamana TNI Yudo Margono saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan kondisi KRI Nanggala-402 saat jumpa pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu. Ia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="797" height="501" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81.jpg 797w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81-300x189.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/Temuan-Bagian-Kri-Nanggala-240421-fik-81-768x483.jpg 768w" sizes="(max-width: 797px) 100vw, 797px" /></div>
<p>Badung, Baliglobalnews</p>



<p>Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan kemungkinan kapal selam KRI Nanggala-402 mengalami keretakan sekaligus memastikan kapal tidak meledak.</p>



<p>&#8220;Retakan, bukan ledakan,&#8221; kata Laksamana TNI Yudo Margono saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan kondisi KRI Nanggala-402 saat jumpa pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu.</p>



<p>Ia menjelaskan keretakan pada kapal selam kemungkinan terjadi secara bertahap di bagian-bagian tertentu.</p>



<p>&#8220;Karena retakan, jadi secara bertahap di bagian tertentu, saat kapal selam mulai turun, ini pasti terjadi fase-fase mulai dari kedalaman 300 meter, 400 meter, hingga 500 meter,&#8221; kata Kasal menjelaskan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Kasal menegaskan bahwa kapal selam tidak meledak.</p>



<p>&#8220;Kalau ledakan, pasti akan terdengar pada alat deteksi sonar. Itu pasti akan terdengar kalau ledakan,” kata Laksamana TNI Yudo Margono menandaskan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Kasal berharap para awak KRI Nanggala-402 mampu mencegah air masuk dalam saat kapal mengalami keretakan.</p>



<p>Pasalnya, tantangan utama saat kapal selam mulai retak adalah masuknya air ke dalam bagian-bagian kapal.</p>



<p>Yudo menyebutkan ada kemungkinan para awak kapal dapat menyelamatkan diri mengingat kapal selam terbagi dalam ruangan-ruangan yang dibatasi oleh sekat sehingga masing-masing kedap air apabila tertutup rapat.</p>



<p>&#8220;Ada bagian kabin-kabin yang air tidak bisa masuk. Di dalam kapal selam juga ada sekat-sekatnya ditutup itu sehingga air tidak masuk. Apabila keretakannya di depan, mungkin anggota sempat menutup, ada kemungkinan tidak masuk air di situ,&#8221; kata Yudo menerangkan asumsi mengenai kondisi kapal.</p>



<p>KRI Nanggala-402 telah hilang kontak pada hari Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WITA. Jika kondisi kapal dalam keadaan&nbsp;<em>blackout&nbsp;</em>(mati listrik total),oksigen hanya akan tersedia sampai Sabtu (24/4) pukul 03.00 WITA.</p>



<p>Namun, jika aliran listrik masih menyala, kemungkinan kapasitas oksigen dalam kapal akan tersedia sampai 5 hari dan akan habis kurang lebih pada hari Senin (26/4).</p>



<p>Sejauh ini, pencarian KRI Nanggala-402 masih terus berlangsung sejak pertama kali dimulai pada hari Rabu (21/4).</p>



<p>Pencarian kapal saat ini terkonsentrasi di sembilan titik pada perairan utara Bali, yaitu sekitar 40 kilometer dari pesisir Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.</p>



<p>Sembilan titik itu jadi daerah fokus penyelidikan karena tim pencari sempat menemukan tumpahan minyak serta mendeteksi daya magnet cukup kuat pada kedalaman 50—100 meter.</p>



<p>Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada hari keempat pencarian, Sabtu, mengatakan bahwa berbagai temuan komponen kapal bisa menjadi dasar pihaknya meningkatkan status kapal selam dari&nbsp;<em>submiss (</em>hilang) menuju&nbsp;<em>subsunk</em>&nbsp;(tenggelam).</p>



<p>&#8220;Unsur-unsur Angkatan Laut telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti autentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala,&#8221; kata Panglima TNI saat membuka sesi jumpa pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Kasal menjelaskan bahwa pihaknya telah menemukan sejumlah barang yang diduga kuat milik KRI Nanggala-402, di antaranya pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, botol oranye pelumas periskop kapal selam, serta alat-alat salat dan spons untuk menahan panas.(bgn123)21042408</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kasal-kri-nanggala-402-kemungkinan-alami-keretakan-bukan-meledak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
