<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>budaya &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/budaya-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2026 10:11:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>budaya &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Koster Dorong Integrasi Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya, Yakini Bali jadi Laboratorium Kearifan Lokal</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-dorong-integrasi-pertanian-dan-pariwisata-berbasis-budaya-yakini-bali-jadi-laboratorium-kearifan-lokal/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gubernur-koster-dorong-integrasi-pertanian-dan-pariwisata-berbasis-budaya-yakini-bali-jadi-laboratorium-kearifan-lokal</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-dorong-integrasi-pertanian-dan-pariwisata-berbasis-budaya-yakini-bali-jadi-laboratorium-kearifan-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 10:11:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurkoster]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=130294</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata berbasis budaya. Menurut dia, integrasi kedua sektor tersebut menjadi strategi penting agar petani tidak hanya menjadi pihak yang menjaga bentang alam Bali, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Penegasan itu disampaikan Koster saat menerima audiensi Forum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="853" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/9ccf0c7b-f8b4-4969-aa74-6b13b0f40fcb-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata berbasis budaya. Menurut dia, integrasi kedua sektor tersebut menjadi strategi penting agar petani tidak hanya menjadi pihak yang menjaga bentang alam Bali, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.</p>



<p>Penegasan itu disampaikan Koster saat menerima audiensi Forum Komunikasi Fakultas Pertanian Wilayah Indonesia Timur di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, pada Kamis (2/7/2026).</p>



<p>Dalam pertemuan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana I Putu Sudiarta mengundang Gubernur Koster untuk menjadi keynote speaker pada lokakarya dan seminar nasional pertanian yang akan digelar pada 23 Juli mendatang.</p>



<p>Kegiatan tersebut merupakan rangkaian forum yang meliputi seminar nasional, lokakarya, serta berbagai perlombaan mahasiswa. Sekitar 90 dekan fakultas pertanian beserta jajaran dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur diperkirakan hadir, dengan total peserta mencapai sekitar 200 orang.</p>



<p>Menurut Sudiarta, forum itu mengangkat tema integrasi pertanian dan pariwisata berbasis budaya, sebuah konsep yang dinilai sangat relevan dengan karakteristik Bali. &#8220;Konsep budaya yang diintegrasikan dengan pertanian dan pariwisata seperti di Bali menjadi sangat penting. Karena itu kami berharap Bapak Gubernur berkenan menjadi keynote speaker,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menanggapi undangan tersebut, Koster menekankan bahwa pertanian tidak boleh diposisikan hanya sebagai pelengkap pembangunan pariwisata. Dia menilai selama ini banyak kawasan pertanian justru menjadi daya tarik wisata tanpa memberikan manfaat ekonomi yang memadai kepada para petani sebagai pemilik lahan. &#8220;Pertanian harus berjalan sejalan dengan pariwisata. Banyak fasilitas pariwisata yang mengeksploitasi keindahan kawasan pertanian. Selain sebagai penyangga ketahanan pangan, kawasan pertanian juga menjadi objek wisata alam. Karena itu harus dikemas dengan baik agar petani memperoleh manfaat. Kalau hanya dilindungi tanpa peningkatan pendapatan petani, itu tidak adil, apalagi kebutuhan hidup terus meningkat,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menyatakan diperlukan konsep yang mampu menjadikan petani sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari pengembangan pariwisata berbasis pertanian. Koster juga menegaskan bahwa Bali memiliki kekuatan yang tidak dimiliki daerah lain, yakni sistem pertanian yang menyatu dengan budaya, tradisi, dan kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut, katanya, perlu terus dihidupkan sebagai identitas sekaligus daya tarik Bali di tingkat internasional.</p>



<p>Dia mengungkapkan bahwa konsep tersebut bahkan telah dipresentasikannya dalam sebuah forum di London, termasuk mengenai Peraturan Daerah tentang Pertanian Organik yang disebutnya menjadi satu-satunya regulasi sejenis di Indonesia. &#8220;Di Bali, bertani bukan sekadar menanam. Ada upacara dan upakara yang mengiringi mulai dari pembibitan, pengairan hingga panen. Semua itu menjadi satu kesatuan budaya yang hanya dimiliki Bali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut Koster, kekayaan tradisi tersebut menjadikan sistem pertanian Bali tidak hanya bernilai teknis, tetapi juga memiliki dimensi budaya, spiritual, dan sosial yang semakin diminati dunia. Dia menilai di tengah perubahan global yang semakin dinamis, banyak masyarakat dunia mulai mencari kembali akar budaya dan identitasnya. Bali, kata dia, justru telah memiliki jati diri yang kuat sehingga tinggal menghidupkan dan mengembangkannya. &#8220;Kita di Bali tidak perlu lagi mencari jati diri karena sudah memilikinya sejak dahulu. Tinggal digali dan diperkuat kembali. Saya yakin Bali akan menjadi laboratorium studi dunia untuk kearifan lokal karena ilmu seperti ini hanya ada di Bali,&#8221; katanya. (*/bgn003)26070301</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-dorong-integrasi-pertanian-dan-pariwisata-berbasis-budaya-yakini-bali-jadi-laboratorium-kearifan-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Tabanan Perkuat Budaya Membaca di Tengah Tantangan Era Digital</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/pemkab-tabanan-perkuat-budaya-membaca-di-tengah-tantangan-era-digital/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemkab-tabanan-perkuat-budaya-membaca-di-tengah-tantangan-era-digital</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/pemkab-tabanan-perkuat-budaya-membaca-di-tengah-tantangan-era-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 12:42:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemda Tabanan]]></category>
		<category><![CDATA[Tabanan]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budayamembaca]]></category>
		<category><![CDATA[pemkabtabanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=127646</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1599" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3.jpeg 1599w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3-1024x683.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3-1536x1024.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /></div>Singasana, Baliglobalnews Di tengah derasnya arus digitalisasi yang kian memengaruhi pola hidup generasi muda, Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan pentingnya penguatan literasi sebagai pondasi membangun generasi unggul. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan literasi bertajuk &#8220;Literasi Cerdas Membangun Generasi Hebat Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani&#8221; yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Duta Literasi, Duta Baca, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1599" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3.jpeg 1599w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3-1024x683.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3-1536x1024.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Literasi-3-450x300.jpeg 450w" sizes="auto, (max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /></div>
<p>Singasana, Baliglobalnews</p>



<p>Di tengah derasnya arus digitalisasi yang kian memengaruhi pola hidup generasi muda, Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan pentingnya penguatan literasi sebagai pondasi membangun generasi unggul. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan literasi bertajuk &#8220;Literasi Cerdas Membangun Generasi Hebat Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani&#8221; yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Duta Literasi, Duta Baca, dan Duta Demokrasi, di Gedung Kesenian I Ketut Marya pada Senin (20/4/2026).</p>



<p>Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tabanan dan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Tabanan ini menjadi momentum penting dalam menyikapi tantangan era disrupsi, khususnya bagi generasi muda.</p>



<p>Bunda Literasi Kabupaten Tabanan Ny. Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai menyoroti perubahan signifikan perilaku anak-anak di era digital saat ini dibandingkan masa lalu. &#8220;Saat itu saya banyak bermain di luar rumah sepulang sekolah, bermain congklak dan permainan tradisional, bersosialisasi dengan teman-teman. Tapi sekarang, begitu bangun tidur atau pulang sekolah, anak-anak langsung memegang HP, bahkan kadang-kadang lupa makan. Itu fakta yang saya lihat saat ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Menurut dia, kondisi tersebut menuntut peran aktif orang tua dalam melakukan pengawasan penggunaan gawai pada anak. &#8220;Kita sebagai orang tua harus lebih ketat mengawasi anak-anak dalam menggunakan HP atau smartphone. Memang kita tidak bisa menolak era digital, tapi anak-anak harus didampingi karena informasi baik dan buruk sama-sama tersebar di dalamnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia juga mengingatkan bahaya penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks yang mudah diakses oleh anak-anak. &#8220;Jangan sampai anak-anak kita mengakses dan mengkonsumsi informasi yang salah. Peran keluarga sangat penting untuk memastikan mereka mendapatkan informasi yang benar,&#8221; katanya.</p>



<p>Bunda Rai mengajak seluruh elemen, baik keluarga maupun sekolah, untuk kembali menghidupkan budaya membaca. &#8220;Mulai dari hal kecil, dari rumah ajak anak-anak membaca buku sederhana yang bermakna. Di sekolah, aktifkan kembali budaya membaca di perpustakaan, dan ajarkan anak-anak untuk menyaring informasi yang mereka baca,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara Duta Baca Kabupaten Tabanan I Gede Paramartha Daisuke Matzusawa menyoroti kondisi literasi nasional yang dinilai masih memprihatinkan. &#8220;Indonesia saat ini bisa dikatakan dalam kondisi darurat budaya membaca. Membaca buku fisik memberikan pemahaman utuh, sedangkan di media sosial informasi yang diterima seringkali hanya potongan-potongan yang bisa menimbulkan multitafsir hingga hoaks,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menyampaikan bahwa kehadiran duta baca di sekolah diharapkan mampu menjadi motor penggerak budaya literasi. &#8220;Agar tidak bosan, bacalah buku sesuai minat. Bahkan komik juga termasuk buku. Ketika kita membaca sesuatu yang kita sukai, maka minat membaca akan tumbuh dengan sendirinya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di tingkat sekolah, salah satu Duta Baca dari SMA Negeri 1 Pupuan, I Gede Febri Hartawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan program konkret untuk meningkatkan minat baca. &#8220;Kami akan membudayakan membaca buku dan membuat resensi dalam bentuk kompetisi internal sekolah, lalu hasilnya dipresentasikan di depan teman-teman. Ini juga untuk melatih mental dan kemampuan komunikasi,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara Duta Demokrasi dari SMA Surya Wisata Tabanan Ni Kadek Ita Pratiwi menekankan pentingnya pemahaman demokrasi sejak dini. &#8220;Kami sepakat bahwa demokrasi harus dimaknai dengan prinsip jujur dan adil. Budaya literasi demokrasi harus dibangun sejak generasi muda agar ke depan menjadi pemilih yang cerdas,&#8221; ujarnya. (*/bgn003)26042004</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/pemkab-tabanan-perkuat-budaya-membaca-di-tengah-tantangan-era-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ritual Budaya Hyang Ganapati Tutup Gelaran Denfest Ke-13</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/ritual-budaya-hyang-ganapati-tutup-gelaran-denfest-ke-13/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ritual-budaya-hyang-ganapati-tutup-gelaran-denfest-ke-13</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/ritual-budaya-hyang-ganapati-tutup-gelaran-denfest-ke-13/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2021 13:01:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[denfestke13]]></category>
		<category><![CDATA[hyangganapati]]></category>
		<category><![CDATA[pemkotdenpasar]]></category>
		<category><![CDATA[ritual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=19812</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1075" height="595" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/tutup.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/tutup.jpg 1075w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/tutup-300x166.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/tutup-1024x567.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/tutup-768x425.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1075px) 100vw, 1075px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Denpasar Festival ke-13 tahun 2020 secara resmi ditutup setelah digelar selama tiga bulan penuh dengan pola hybrid system yakni perpaduan online dan offline. Penutupan dilaksanakan secara virtual dengan Pementasan Ritual Budaya Hyang Ganapati pada Kamis (31/12) di Chanel Youtube Kreativi.Id. Pementasan tersebut sekaligus merupakan persembahan Kota Denpasar untuk menyambut Tahun Baru 2021 dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1075" height="595" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/tutup.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/tutup.jpg 1075w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/tutup-300x166.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/tutup-1024x567.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/tutup-768x425.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1075px) 100vw, 1075px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Denpasar Festival ke-13 tahun 2020 secara resmi ditutup setelah digelar selama tiga bulan penuh dengan pola hybrid system yakni perpaduan online dan offline. Penutupan dilaksanakan secara virtual dengan Pementasan Ritual Budaya Hyang Ganapati pada Kamis (31/12) di Chanel Youtube Kreativi.Id. Pementasan tersebut sekaligus merupakan persembahan Kota Denpasar untuk menyambut Tahun Baru 2021 dengan Harapan Baru.</p>



<p>Beragam pementasan kesenian turut memeriahkan persembahan sambut tahun baru 20201. Mulai dari penampilan dari Ocha, Joni Agung, Agung Wirasuta, Gus Agung, Jun Bintang, Ibu Arini, Palawara, serta banyak lagi penampilan lainya. Seluruh rangkaian diakhiri dengan sajian meriah Ritual Budaya Hyang Ganapati serta persembahan Single New Hope From The Island of God yang memberikan pesan selalu ada harapan baru di Bali untuk Dunia, serta kreatifitas yang tak boleh padam.</p>



<p>Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan selama tiga bulan penuh pelaksanaan Denfest telah memberikan pengalaman sekaligus warna baru dalam pelaksanaan festival pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Tantangannya memang tidak mudah, namun kreativitas harus tetap tumbuh dan berkembang.</p>



<p>&#8221;Semoga melalui gelaran Denfest ke-13 ini dapat memberikan dukungan terhadap penguatan UKM, Seniman serta pelaku Ekonomi Kreatif di Kota Denpasar,&#8221; katanya.</p>



<p>Walikota menyebutkan pada rangkaian penutupan sekaligus menyambut Tahun Baru 2021 turut dipersembahkan sebuah karya Ritual Budaya bertajuk Hyang Ganapati. Rai mengatakan Mantra Hyang Ganapati merupakan suatu kekuatan dalam memberikan ilmu pengetahuan, kecerdasan, dan dipercaya sebagai dewa penolak bala atau bencana serta sebagai dewa kebijaksanaan.</p>



<p>Rai Mantra menilai hal itu perlu dihayati bersama sebagai bahan renungan dan memohon pencerahan Hyang Ganapati agar senantiasa menganugrahkan harapan baru kepada kita semua. Dalam menjalani kehidupan, kita perlu kesadaran dan Hyang Ganapati sebagai pemilik pengetahuan dan kecerdasan yang merupakan elemen dari kesadaran.</p>



<p>&#8221;Saat ini di tengah masa sulit ini kita perlu kekuatan dalam menghindar dari marabahaya dan Hyang Ganapati yang akan menolak malapetaka dan menolak bencana yang ada,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, menambahkan tahun 2020 merupakan pelajaran berharga bagi kita. &#8221;Namun, pada tahun 2021 kita harus senantiasa optimis akan ada harapan dalam situasi apapun. Selamat Tahun Baru 2021, mari kita songsong dengan penuh semangat dan harapan baru melalui spirit waisudhaiva kutumbakam,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani, didampingi Ketua Harian Bekraf Kota Denpasar, I Putu Lengkong Yuliarta, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Denfest ke-13 Tahun 2020 ini.</p>



<p>&#8221;Tentu tiada kata yang bisa terucap selain terimakasih atas dukungannya serta mohon maaf atas kekurangannya. Semoga kedepan festival ini terus menjadi ajang kreatifitas bersama bagi berbagai insan seni dan kreatif di Kota Denpasar,&#8221; ujarnya. (bgn003)21010305</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/ritual-budaya-hyang-ganapati-tutup-gelaran-denfest-ke-13/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
