<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>batik &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/batik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Apr 2026 10:48:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>batik &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Disperinaker dan Dekranasda Badung Berguru Tata Kelola Batik ke Kota Pekalongan</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/disperinaker-dan-dekranasda-badung-berguru-tata-kelola-batik-ke-kota-pekalongan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=disperinaker-dan-dekranasda-badung-berguru-tata-kelola-batik-ke-kota-pekalongan</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/disperinaker-dan-dekranasda-badung-berguru-tata-kelola-batik-ke-kota-pekalongan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 10:48:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[dekranasdabadung]]></category>
		<category><![CDATA[disperinaker]]></category>
		<category><![CDATA[pekalongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=127338</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2.jpeg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2-1536x1023.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>Pekalongan, Baliglobalnews Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung melaksanakan studi tiru ke Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat (10/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mengakomodasi ide dan strategi pengembangan industri batik khas Badung berbasis kearifan lokal. Rombongan yang dipimpin oleh Kadisperinaker AA Ngurah Rai Yudha Dharma, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2.jpeg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2-1536x1023.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/Tata-Kelola-Batik-2-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>
<p>Pekalongan, Baliglobalnews</p>



<p>Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung melaksanakan studi tiru ke Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat (10/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mengakomodasi ide dan strategi pengembangan industri batik khas Badung berbasis kearifan lokal.</p>



<p>Rombongan yang dipimpin oleh Kadisperinaker AA Ngurah Rai Yudha Dharma, bersama Ny. Adi Arnawa, diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Hj. Inggit Soraya di Gedung Sekretariat PKK Kota Pekalongan. Turut mendampingi Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan Wismo Aditiyo beserta jajaran terkait.</p>



<p>AA Ngurah Rai Yudha Dharma menyampaikan bahwa pemilihan Kota Pekalongan didasari oleh reputasinya sebagai &#8220;Kota Batik&#8221; yang memiliki pengalaman panjang dalam produksi dan ekosistem UMKM. &#8220;Studi tematik ini kami lakukan karena Kabupaten Badung ingin memiliki UMKM yang memproduksi batik sendiri. Hasil studi tiru ini akan segera kami replikasi melalui penyusunan kebijakan terkait pembuatan batik khas Badung yang sesuai dengan kearifan lokal kita,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara Ny. Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut wujud komitmen pemerintah dalam mendorong sektor industri kreatif. Selama ini Badung dikenal dengan kerajinan ukiran, dan kini semangat tersebut diarahkan untuk menambah kain batik sebagai produk unggulan baru. &#8220;Saya berharap para perajin yang ikut serta dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Implementasikan pengalaman ini secara nyata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja, serta memperkuat identitas budaya daerah melalui batik,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Hj. Inggit Soraya menyambut hangat kehadiran rombongan Badung. Dia berharap kunjungan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan (best practices) yang saling menguntungkan bagi kedua daerah. &#8220;Kunjungan ini sangat strategis karena fokus pada peningkatan daya saing IKM. Semoga terjalin kolaborasi nyata, baik berupa&nbsp;joint event&nbsp;maupun promosi produk bersama,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain audiensi formal, rombongan Badung juga melakukan kunjungan lapangan ke dua lokasi utama. Pertama, Museum Batik Pekalongan untuk mempelajari sejarah dan koleksi batik, serta dilanjutkan ke Kampung Batik Pesindon. Di sana, rombongan diterima oleh Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Pesindon, Muhammad Salahudin, di Galeri Batik RaciK keliR.</p>



<p>Kampung Batik Pesindon sendiri merupakan pusat edukasi dan ekonomi yang menaungi 40 UMKM produksi dan 12 showroom galeri. Keberhasilan kampung ini dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mengikuti tren pasar menjadi inspirasi utama bagi pengembangan ekosistem industri kreatif di Kabupaten Badung ke depan. (*/bgn003)26041206</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/disperinaker-dan-dekranasda-badung-berguru-tata-kelola-batik-ke-kota-pekalongan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Batik motif corona Jember mulai diminati pasar</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/batik-motif-corona-jember-mulai-diminati-pasar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=batik-motif-corona-jember-mulai-diminati-pasar</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/batik-motif-corona-jember-mulai-diminati-pasar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2020 11:12:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[motif]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=12587</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="731" height="468" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-27-at-05.37.01-1.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-27-at-05.37.01-1.jpeg 731w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-27-at-05.37.01-1-300x192.jpeg 300w" sizes="(max-width: 731px) 100vw, 731px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Batik bermotif virus corona yang dikembangkan Rumah Batik Rolla di Kabupaten Jember, Jawa Timur mulai diminati masyarakat di tengah pandemi COVID-19. &#8220;Alhamdulillah sektor industri batik perlahan-lahan mulai bangkit setelah terpuruk selama beberapa bulan karena pandemi COVID-19,&#8221; kata pemilik Rumah Batik Rolla, Iriane Chairini Megawati di Jember, Selasa. Menurutnya pandemi COVID-19 membawa dampak yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="731" height="468" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-27-at-05.37.01-1.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-27-at-05.37.01-1.jpeg 731w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-27-at-05.37.01-1-300x192.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 731px) 100vw, 731px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Batik bermotif virus corona yang dikembangkan Rumah Batik Rolla di Kabupaten Jember, Jawa Timur mulai diminati masyarakat di tengah pandemi COVID-19.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah sektor industri batik perlahan-lahan mulai bangkit setelah terpuruk selama beberapa bulan karena pandemi COVID-19,&#8221; kata pemilik Rumah Batik Rolla, Iriane Chairini Megawati di Jember, Selasa.</p>



<p>Menurutnya pandemi COVID-19 membawa dampak yang signifikan terhadap sektor industri tak terkecuali industri batik, sehingga pihaknya terpaksa meliburkan sejumlah karyawannya karena sepinya pembeli.</p>



<p>&#8220;Untuk itu, perajin batik harus lebih kreatif untuk menciptakan ide motif batik agar bisa diterima pasar seperti motif batik corona yang digarap para pembatik di Rumah Batik Rolla,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Iriane mengatakan, awalnya hanya menggunakan gambar corona saja dalam batik tulis yang diproduksi oleh perajin batik di Rumah Batik Rolla, namun saat ini berkembang perpaduan gambar virus corona dan daun tembakau karena tembakau menjad ikon batik Jember.</p>



<p>&#8220;Dengan batik motif corona, kami ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir, sehingga masyarakat harus disiplin menjaga protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus corona,&#8221; katanya.</p>



<p>Saat ini, batik motif corona tersebut sudah dikirim ke berbagai daerah seperti Surabaya dan Jakarta untuk memenuhi pesanan konsumen yang memesan di Batik Rolla Jember karena pihaknya hanya membuat batik corona sesuai dengan pesanan saja.</p>



<p>&#8220;Kami memproduksi batik tulis motif corona sesuai pesanan saja dengan harga berkisar Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per lembar, sehingga diharapkan geliat produksi batik perlahan-lahan mulai bangkit,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di tengah pandemi COVID-19, lanjut dia, motif batiknya akan terus dikembangkan seiring dengan permintaan pasar tanpa meninggalkan identitas motif tembakau yang sudah dikenal banyak orang sebagai ikon batik di Kabupaten Jember.</p>



<p>&#8220;Kami berharap perekonomian mulai membaik dan sektor batik bisa bangkit kembali di Kabupaten Jember, sehingga para perajin batik harus lebih kreatif dalam membuat motif batik,&#8221; katanya. (bgn123)20102722</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/batik-motif-corona-jember-mulai-diminati-pasar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
