<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#amdal &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/amdal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Aug 2020 09:08:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#amdal &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepala BKPM Sebut Izin Amdal Jadi Ladang Oknum Tarik Keuntungan</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kepala-bkpm-sebut-izin-amdal-jadi-ladang-oknum-tarik-keuntungan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kepala-bkpm-sebut-izin-amdal-jadi-ladang-oknum-tarik-keuntungan</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kepala-bkpm-sebut-izin-amdal-jadi-ladang-oknum-tarik-keuntungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2020 09:04:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#amdal]]></category>
		<category><![CDATA[#bahlillahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[#BKPM]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=3554</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="789" height="479" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/bkpm.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/bkpm.jpg 789w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/bkpm-300x182.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/bkpm-768x466.jpg 768w" sizes="(max-width: 789px) 100vw, 789px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) &#8220;berhantu&#8221; atau menjadi ladang bagi oknum tidak bertanggungjawab untuk menarik keuntungan pribadi. Dalam webinar mengenai relokasi investasi di masa COVID-19, Selasa, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bercerita mengenai investasi perkebunan senilai Rp600 juta di lahan seluas 3.000 meter persegi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="789" height="479" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/bkpm.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/bkpm.jpg 789w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/bkpm-300x182.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/08/bkpm-768x466.jpg 768w" sizes="(max-width: 789px) 100vw, 789px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) &#8220;berhantu&#8221; atau menjadi ladang bagi oknum tidak bertanggungjawab untuk menarik keuntungan pribadi.</p>



<p>Dalam webinar mengenai relokasi investasi di masa COVID-19, Selasa, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bercerita mengenai investasi perkebunan senilai Rp600 juta di lahan seluas 3.000 meter persegi yang harus direcoki dengan urusan perizinan amdal hingga menghabiskan biaya Rp1 miliar.</p>



<p>&#8220;Amdal ini wajib, tapi kadang dibuat-buat juga. Contoh, investasi cuma 3.000 meter persegi, bikin kebun, cuma Rp600 juta, tapi biaya amdal bisa Rp1 miliar. Di mana itu uang habis? Di kabupaten, kota, polisi hutan, itu hantu itu mainnya,&#8221; ujar Bahlil Lahadalia.<br><br>Oleh karena itu Kepala BKPM itu mengatakan pihaknya mendukung agar RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law bisa segera diselesaikan. Ia mengatakan dalam RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law itu, aturan mengenai amdal bukannya tidak ada, tapi disyaratkan dalam konteks perlindungan lingkungan.</p>



<p>Untuk usaha kelas menengah, lanjut dia, ada ketentuan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Sementara untuk usaha kelas besar tetap membutuhkan amdal, tapi dengan syarat yang tidak dibuat rumit.</p>



<p>&#8220;Kalau terlalu banyak dibuat ribet , itu&nbsp;<em>enggak</em>&nbsp;akan selesai-selesai apa yang jadi kepentingan pengusaha,&#8221; ujar Kepala BKPM itu.</p>



<p>Bahlil Lahadalia menambahkan dalam konteks RUU Cipta Kerja&nbsp; ia berharap akan ada kemudahan bagi investor mengurus perizinan di daerah.</p>



<p>Sebagai mantan pengusaha, Bahlil mengaku pengurusan perizinan lokasi di pemerintah daerah bisa memakan waktu hingga tahun dan belum tentu keluar izinnya. Demikian pula dalam hal pengurusan izin di kementerian/lembaga.</p>



<p>&#8220;Maka sudah betul menurut saya kalau dalam Omnibus Law kalau izin ini semua ditarik dulu ke Presiden. Setelah itu izin dikembalikan ke gubernur, bupati, walikota, menteri, dan kepala badan, disertai dengan aturan main. Selama ini&nbsp;<em>enggak</em>&nbsp;ada aturan main. Supaya jangan lagi kita terhalang-halangi,&#8221; kata Bahlil. (bgn/ant)20080410</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kepala-bkpm-sebut-izin-amdal-jadi-ladang-oknum-tarik-keuntungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
