<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alihfungsilahan &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/alihfungsilahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jul 2026 10:45:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>alihfungsilahan &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bicara Depan 140 Akademisi Pertanian dari 31 Universitas Wilayah Timur, Koster Paparkan Strategi Amankan Pertanian dan Kendalikan Alih Fungsi Lahan</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/bicara-depan-140-akademisi-pertanian-dari-31-universitas-wilayah-timur-koster-paparkan-strategi-amankan-pertanian-dan-kendalikan-alih-fungsi-lahan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bicara-depan-140-akademisi-pertanian-dari-31-universitas-wilayah-timur-koster-paparkan-strategi-amankan-pertanian-dan-kendalikan-alih-fungsi-lahan</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/bicara-depan-140-akademisi-pertanian-dari-31-universitas-wilayah-timur-koster-paparkan-strategi-amankan-pertanian-dan-kendalikan-alih-fungsi-lahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 10:45:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[alihfungsilahan]]></category>
		<category><![CDATA[Wayankoster]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=131010</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1552" height="1034" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55.jpeg 1552w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55-1536x1023.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1552px) 100vw, 1552px" /></div>Badung, Baliglobalnews Gubernur Bali Wayan Koster tampil sebagai pembicara kunci pada seminar nasional dengan tema &#8220;Integrasi Pertanian dengan Pariwisata untuk mendukung SDG&#8217;s 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG&#8217;s 17 (Kemitraan untuk mencapai Tujuan)&#8221; di The Patra Bali Resort, Tuban, Kabupaten Badung, pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari lokakarya Forum Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1552" height="1034" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55.jpeg 1552w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55-1536x1023.jpeg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-23.11.55-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1552px) 100vw, 1552px" /></div>
<p>Badung, Baliglobalnews</p>



<p>Gubernur Bali Wayan Koster tampil sebagai pembicara kunci pada seminar nasional dengan tema &#8220;Integrasi Pertanian dengan Pariwisata untuk mendukung SDG&#8217;s 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG&#8217;s 17 (Kemitraan untuk mencapai Tujuan)&#8221; di The Patra Bali Resort, Tuban, Kabupaten Badung, pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari lokakarya Forum Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Wilayah Timur Tahun 2026 yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 24 Juli 2026.</p>



<p>Berbicara di hadapan 140 akademisi bidang pertanian dari 31 Universitas wilayah timur, Gubernur Koster memaparkan sejumlah strategi untuk mengamankan sektor pertanian agar bisa bersinergi dengan pariwisata yang menjadi penopang perekonomian Daerah Bali.</p>



<p>Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa produk pertanian Bali memiliki branding yang begitu kuat dan unggul. &#8220;Kita punya salak, manggis, mangga, kopi, garam, arak hingga berbagai produk perikanan yang memiliki branding yang sangat kuat. Hanya saja selama ini belum dikelola secara utuh, inilah yang sedang kami tata,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Membeber data statistik, Gubernur Koster menginformasikan bahwa Daerah Bali memiliki lahan pertanian yang terdiri dari 283,058,70 hektare lahan holtikultura, 64.704 hektare lahan sawah dan 149.442,49 haktare lahan perkebunan. Menurut dia, salah satu tantangan serius yang dihadapi Bali dalam mempertahankan luasan lahan pertanian adalah tingginya alih fungsi lahan. &#8220;Angka alih fungsi lahan cukup tinggi, 700 hektare setiap tahun. Ini tidak bisa dibiarkan karena lambat laun produksi pangan dan keberadaan subak akan terancam,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk mengendalikan alih fungsi lahan, kata dia, Pemprov Bali mengeluarkan Perda Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Alih Kepemilikan Lahan Secara Nomine. Regulasi ini bertujuan mengunci lahan pertanian agar tidak mengalami alih fungsi. &#8220;Tidak boleh mengubah lahan sawah atau lahan produktif lainnya menjadi industri pariwisata, ini yang kami perketat di Bali. Boleh membangun hotel atau restoran, tapi silakan di tanah kering atau tak produktif,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sejalan dengan itu, pihaknya juga mengembangkan kebijakan yang&nbsp; mengintegrasikan sektor pertanian dan pariwisata. &#8220;Sektor pertanian tak hanya di arahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tapi kami integrasikan dengan sektor pariwisata. Tujuannya untuk menjaga keberlangsungan lahan pertanian, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menyebutkan integrasi dua sektor ini dilakukan dari hulu hingga hilir. Di hulu, lahan sawah dan perkebunan dikembangkan menjadi agrowisata. &#8220;Kita kembangkan menjadi objek wisata agriculture, tapi dengan pengawasan yang ketat. Tak boleh ada alih fungsi lahan untuk bangunan. Keindahannya silahkan dinikmati,&#8221; katanya.</p>



<p>Di hilir, lanjutnya, ada Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Dengan adanya regulasi ini, Pemprov Bali mewajibkan hotel dan restoran untuk memanfaatkan produk pertanian lokal.</p>



<p>Strategi lainnya, Pemprov Bali juga memprioritaskan pengembangan pertanian organik, khususnya pada lahan sawah. Dia menyebutkan dari 64 ribu hektare sawah, 60 persen di antaranya telah mengantongi sertifikat organik. &#8220;Ini sejalan dengan implementasi Perda Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Sistem Pertanian Organik,&#8221; katanya.</p>



<p>Program ini mendapat sambutan antusias dari para petani karena peningkatan nilai ekonomi pada produk yang mereka hasilkan. &#8220;Ini juga sangat penting untuk menjaga kelestarian dan keanekaragaman hayati sehingga tidak merusak ekosistem,&#8221; katanya.</p>



<p>Mengakhiri paparannya, Gubernur Koster mengapresiasi pelaksanaan Lokakarya FKPTPI Wilayah Timur Tahun 2026 yang secara khusus mengusung tema integrasi sektor pertanian dan pariwisata. Selain berkaitan dengan sektor yang sangat penting bagi kehidupan, menurutnya kegiatan ini adalah wujud kolaborasi pemerintah dengan akademisi.</p>



<p>Ketua FKPTPI Wilayah Timur I Putu Sudiarta menginformasikan bahwa lokakarya telah diawali dengan beragam kegiatan lomba yang melibatkan mahasiswa. &#8220;Kegiatan lokakarya melibatkan 140 peserta dari 31 universitas,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana I Nengah Sujaya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Koster dan para akademisi bidang pertanian dari berbagai daerah. Menurutnya, pertanian dan pariwisata adalah dua sektor yang saling melengkapi. &#8220;Pertanian dan pariwisata adalah pilar pembangunan dan ekonomi Bali. Oleh sebab itu, keduanya harus terintegrasi,&#8221; pungkasnya. (*/bgn003)26072401</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/bicara-depan-140-akademisi-pertanian-dari-31-universitas-wilayah-timur-koster-paparkan-strategi-amankan-pertanian-dan-kendalikan-alih-fungsi-lahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alih Fungsi Lahan di Bali Dalam Batas Normal</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/alih-fungsi-lahan-di-bali-dalam-batas-normal/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=alih-fungsi-lahan-di-bali-dalam-batas-normal</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/alih-fungsi-lahan-di-bali-dalam-batas-normal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 14:37:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BGN 008]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[alihfungsilahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=119909</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="960" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali I Made Herman Susanto mengatakan alih fungsi lahan di Pulau Bali masih dalam batas normal dan tidak begitu besar. &#8220;Kalau melihat kecenderungan ini sebenarnya alih fungsi lahan itu tidak terlalu besar seperti yang disampaikan di media. Mungkin kalau pelanggaran terkait dengan itu biasanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="960" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250917-WA0084-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali I Made Herman Susanto mengatakan alih fungsi lahan di Pulau Bali masih dalam batas normal dan tidak begitu besar.</p>



<p>&#8220;Kalau melihat kecenderungan ini sebenarnya alih fungsi lahan itu tidak terlalu besar seperti yang disampaikan di media. Mungkin kalau pelanggaran terkait dengan itu biasanya mereka melanggar kaitannya mereka tidak punya izin. Karena kalau memohon izin itu pasti melalui mekanisme, salah satunya melalui sistem Online Single Submission (OSS),&#8221; kata Made Herman saat rapat pansus di DPRD Provinsi Bali tentang Penegakan Peraturan Daerah terkait Tata Ruang, Perizinan, dan Aset Daerah (Trap) pada Rabu (17/9/2025).</p>



<p>Berdasarkan data, alih fungsi lahan di Denpasar, dalam enam tahun terakhir, mengalami penyusutan mencapai 38,03 persen, atau rata-rata 6,34 persen per tahun. Posisi berikutnya ditempati Gianyar yang kehilangan 14,82 persen lahan sawah, dengan rata-rata 2,47 persen per tahun. Penurunan terkecil terjadi di Kabupaten Tabanan, yakni 3,64 persen dalam enam tahun terakhir, atau hanya 0,61 persen per tahun. Perubahan ini, disebabkan alih fungsi lahan yang berkaitan penyesuaian tata ruang. &#8220;Seperti Kota Denpasar, karena memang bukan tanah sawah sehingga bisa digunakan perencanaan pembangunan. Di tata ruangnya kemudian berubah sehingga bisa dilakukan pengurangan untuk LSD (lahan sawah yang dilindungi) itu sendiri,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menambahkan, data yang digunakan sejak 2019 berasal dari LBS (Luas Baku Sawah), LSD, dan sawah update, sehingga perubahan lahan bisa dilihat lebih terperinci baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.</p>



<p>Berdasarkan catatan BPN, secara keseluruhan luas sawah di Bali turun dari&nbsp;<a href="tel:70995" target="_blank" rel="noreferrer noopener">70.995</a>,87 hektare pada 2019 dan menjadi&nbsp;<a href="tel:64474" target="_blank" rel="noreferrer noopener">64.474</a>&nbsp;hektare pada 2024. Yang paling besar kehilangan luas sawahnya adalah Gianyar. Tahun 2019, sawah di Gianyar masih ada&nbsp;<a href="tel:11780" target="_blank" rel="noreferrer noopener">11.780</a>,80 hektare. Tapi tahun 2024 tinggal&nbsp;<a href="tel:10035" target="_blank" rel="noreferrer noopener">10.035</a>&nbsp;hektare. Artinya hilang 1.745,80 hektare atau 14,82 persen, dengan rata-rata penyusutan 2,47 persen per tahun. Dari 2.164 hektare sawah di Kota Denpasar pada 2019, hanya tersisa 1.341 hektare. Penyusutannya 823 hektare atau 38,03 persen. Setiap tahun rata-rata turun 6,34 persen, jauh lebih tinggi dibanding kabupaten lain.</p>



<p>Kemudian, Kabupaten Buleleng juga mengalami penyusutan signifikan, dari 8.860,66 hektare menjadi 8.015 hektare, berkurang 845,66 hektare atau 9,54 persen dengan rata-rata 1,59 persen per tahun. Sementara Badung turun dari 9.072,48 hektare menjadi 8.301 hektare, kehilangan 771,48 hektare atau 8,50 persen, rata-rata 1,42 persen per tahun.</p>



<p>Selanjutnya Kabupaten Tabanan masih tergolong terbesar, namun mengalami penurunan dari&nbsp;<a href="tel:19611" target="_blank" rel="noreferrer noopener">19.611</a>,38 hektare pada 2019 menjadi&nbsp;<a href="tel:18897" target="_blank" rel="noreferrer noopener">18.897</a>&nbsp;hektare pada 2024. Penyusutan tercatat 714,38 hektare atau 3,64 persen dengan rata-rata 0,61 persen per tahun, yang menjadikan Tabanan sebagai daerah dengan penurunan terkecil di Bali.</p>



<p>Kabupaten Jembrana mencatat penurunan dari 7.139,68 hektare menjadi 6.691 hektare, berkurang 448,68 hektare atau 6,28 persen dengan rata-rata 1,05 persen per tahun. Karangasem turun dari 6.584,14 hektare menjadi 5.976 hektare, kehilangan 608,14 hektare atau 9,24 persen dengan rata-rata 1,54 persen per tahun.</p>



<p>Serta Kabupaten Bangli dari 2.210,45 hektare menjadi 1.967 hektare, kehilangan 243,45 hektare atau 11,01 persen dengan rata-rata 1,84 persen per tahun. Sementara Klungkung mengalami penurunan dari 3.572,22 hektare menjadi 3.251 hektare, berkurang 321,22 hektare atau 8,99 persen dengan rata-rata 1,50 persen per tahun. (bgn008)25091719</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/alih-fungsi-lahan-di-bali-dalam-batas-normal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
