<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alatpemingsanbabi &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/alatpemingsanbabi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Jan 2022 12:09:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>alatpemingsanbabi &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Badung Akan Uji Coba Alat Pemingsan Babi</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/badung-akan-uji-coba-alat-pemingsan-babi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=badung-akan-uji-coba-alat-pemingsan-babi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/badung-akan-uji-coba-alat-pemingsan-babi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2022 11:51:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda Badung]]></category>
		<category><![CDATA[alatpemingsanbabi]]></category>
		<category><![CDATA[dinaspertaniandanpangan]]></category>
		<category><![CDATA[pemkabbadung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=44135</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1200" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>Mangupura, Baliglobalnews Dalam upaya untuk meningkatkan penerapan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan (Kesrawan), Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unud akan melakukan uji coba penggunaan alat pemingsan babi (captive bolt stunner). Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, ditemui seusai menerima 5 unit captive bolt stunner [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1200" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/01/Alat-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>
<p>Mangupura, Baliglobalnews</p>



<p>Dalam upaya untuk meningkatkan penerapan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan (Kesrawan), Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unud akan melakukan uji coba penggunaan alat pemingsan babi (captive bolt stunner).</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, ditemui seusai menerima 5 unit captive bolt stunner dari FKH Unud di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Selasa (4/1) mengatakan alat pemingsan babi tersebut akan diuji coba pada beberapa pengusaha pemotongan babi yang sebelumnya sudah diseleksi, dibina dan diberikan pelatihan. &#8220;Kita akan uji coba alat ini kepada beberapa pengusaha pemotongan babi di wilayah Kabupaten Badung yang sudah mendapatkan pembinaan, pelatihan serta sudah diseleksi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Satu keunggulan dari captive bolt stunner ini adalah bisa membuat babi ataupun sapi yang akan dipotong pingsan sebelum dipotong dengan cara ditembak menggunakan peluru khusus dari alat ini, sehingga para jagal tidak perlu memukul ataupun menenggelamkan babi yang dianggap sebagai bentuk penyiksaan terhadap binatang. Di samping itu, penggunaan alat pemingsan babi ini juga akan menghasilkan daging yang lebih sehat, segar dan berkualitas serta daging yang rasanya jauh lebih enak karena dihasilkan tanpa melalui proses penyiksaan.</p>



<p>Sementara Kepala Laboratorium Kesmavet FKH Unud, I Wayan Suardana, mengungkapkan alat pemingsan babi ini merupakan bantuan dari Animal Australia yang sudah dirintis sejak 2 tahun yang lalu. &#8220;Mengingat sebagai alat yang tergolong baru dan satu-satunya di Bali, proses pengiriman membutuhkan waktu yang panjang dan harus mendapatkan rekomendasi dari pihak Kepolisian. Kami berharap agar alat ini bisa dipergunakan dengan baik dan ke depan bisa menjadi rujukan bagi daerah lainnya untuk menerapkan Kesrawan sekaligus menghasilkan daging yang berkualitas bagi masyarakat,&#8221; ujarnya. (bgn003)22010402</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/badung-akan-uji-coba-alat-pemingsan-babi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
