<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aksarabali &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/aksarabali-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Sep 2021 11:38:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>aksarabali &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Bali Luncurkan Keyboard Aksara Bali</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gubernur-bali-luncurkan-keyboard-aksara-bali/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gubernur-bali-luncurkan-keyboard-aksara-bali</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gubernur-bali-luncurkan-keyboard-aksara-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Sep 2021 11:38:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[aksarabali]]></category>
		<category><![CDATA[budayabali]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurbali]]></category>
		<category><![CDATA[keyboardaksarabali]]></category>
		<category><![CDATA[mediadigital]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=38763</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="816" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/09/aksara-digital.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/09/aksara-digital.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/09/aksara-digital-300x191.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/09/aksara-digital-1024x653.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/09/aksara-digital-768x490.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Aksara Bali sebagai salah satu aksara asli nusantara ditransformasikan ke dalam bentuk digital dengan menggunakan media berupa papan ketik (keyboard) Aksara Bali, yang diluncurkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Landep,&#160; di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, pada Sabtu (11/9). Keyboard Aksara Bali ini merupakan ide kreatif dan original [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="816" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/09/aksara-digital.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/09/aksara-digital.jpg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/09/aksara-digital-300x191.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/09/aksara-digital-1024x653.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/09/aksara-digital-768x490.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Aksara Bali sebagai salah satu aksara asli nusantara ditransformasikan ke dalam bentuk digital dengan menggunakan media berupa papan ketik (keyboard) Aksara Bali, yang diluncurkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Landep,&nbsp; di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, pada Sabtu (11/9).</p>



<p>Keyboard Aksara Bali ini merupakan ide kreatif dan original Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menugaskan untuk dikembangkan oleh Tim Peneliti dari Program Studi Informatika Fakultas MIPA Universitas Udayana (Cokorda Rai Adi Pramartha,, I B Ary Indra Iswara, I Putu Gede Hendra Suputra, dan IB Gede Dwidasmara). Acara dilaksanakan pada Hari Suci Tumpek Landep, karena merupakan hari upacara untuk menajamkan pikiran secara niskala.</p>



<p>Peluncuran Keyboard Aksara Bali dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) diikuti oleh 45 siswa SD, SMP, SMA/SMK, SLB Kabupaten/Kota Se-Bali, dan 4 orang perwakilan mahasiswa dari Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia Denpasar, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, dan Universitas Hindu Indonesia Denpasar.</p>



<p>Gubernur Wayan Koster menegaskan ide/gagasan mengembangkan Keyboard Aksara Bali merupakan kelanjutan pelaksanaan kebijakan</p>



<p>Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Adapun tujuannya adalah untuk melindungi keberadaan Aksara Bali sebagai warisan adi luhung dari Leluhur Bali yang diawali dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 Tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali serta Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.</p>



<p>Gubernur menyebutkan Keyboard Aksara Bali merupakan perpaduan antara kearifan lokal Bali dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi digital dalam era globalisasi dunia saat ini. Perkembangan teknologi digital yang mengglobal tidak boleh mematikan/menenggelamkan kebudayaan dan kearifan lokal Bali yang sangat kaya dan unik seperti Aksara Bali, melainkan justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melestarikan Aksara Bali melalui teknologi digital yang digemari oleh para generasi muda melenial guna memajukan kebudayaan dan kearifan lokal Bali. Ini program yang sangat keren, dengan sarana Keyboard Aksara Bali ini, Aksara Bali, tidak hanya dikenal oleh Krama Bali, tetapi akan meluas ke pergaulan masyarakat nasional, bahkan memasuki pergaulan masyarakat dunia.</p>



<p>Gubernur menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan para siswa dan mahasiswa, memberikan 7 soal untuk diketik dalam Aksara Bali, yaitu Bali Dwipa Jaya; Nama Gubernur Bali, Wayan Koster; Nama Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Sukawati; Gunung Agung; Pura Besakih; Tumpek Landep; dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Di luar dugaan, ternyata para siswa dan mahasiswa dengan sigap mampu menuliskan soal-soal tersebut secara benar dan cepat dari laptop masing-masing yang ditayangkan langsung dalam layar virtual. Kebenaran penulisan Aksara Bali dinilai oleh Tim, terdiri dari; Ketut Sumarta (Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali), Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, dan Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali.</p>



<p>Gubernur sangat mengagumi kemampuan para siswa dan mahasiswa yang ternyata masih sangat fasih dan peduli terhadap Aksara Bali. Sebagai bentuk apresiasi Gubernur Bali secara spontan memberikan penghargaan berupa uang tunai masing-masing Rp 1.000.000 kepada 49 perwakilan siswa dan mahasiswa yang akan dikirim melalui rekening masing-masing di Bank Pembangunan Daerah Bali.</p>



<p>Keyboard Aksara Bali diyakini akan mendunia, karena memiliki 7 keunggulan fungsi, yaitu : 1) menggunakan koneksi WiFi (USB dongle) atau Bluetooth; 2) dapat digunakan untuk menuliskan Aksara Bali secara natural (tanpa auto correction, red); 3) dapat digunakan untuk menuliskan Aksara Bali pada sistem operasi yang berbeda seperti Apple MacOS dan Microsoft Windows; 4) dapat digunakan untuk membuat dan menyimpan dokumen digital pada berbagai macam aplikasi seperti Microsoft Office, Google Office (Docs, Spreadsheet, Presentation), Notes, iWork dan lain-lain dengan menggunakan Aksara Bali; 5) dapat digunakan untuk menuliskan dokumen pada website/Internet dengan Aksara Bali; 6) dapat digunakan untuk menuliskan pesan pada media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dengan Aksara Bali; dan 7) hasil pembuatan dokumen atau pesan yang dihasilkan dapat dibagikan ke orang lain tanpa merubah tampilan Aksara Bali yang telah dibuat sebelumnya.</p>



<p>Acara ini dihadiri bupati/Walikota, rektor serta diikuti secara virtual oleh 329 satuan pendidikan SMA, SMK, SLB negeri dan swasta Se-Bali. Acara peluncuran Keyboard Aksara Bali. (bgn003)21091204</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gubernur-bali-luncurkan-keyboard-aksara-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Koster: Aksara Bali bukan Hanya Dipakai, Juga Harus Dimuliakan</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-aksara-bali-bukan-hanya-dipakai-juga-harus-dimuliakan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gubernur-koster-aksara-bali-bukan-hanya-dipakai-juga-harus-dimuliakan</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-aksara-bali-bukan-hanya-dipakai-juga-harus-dimuliakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2021 06:33:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[aksarabali]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurkoster]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=24768</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1092" height="1280" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/undwi.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/undwi.jpg 1092w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/undwi-256x300.jpg 256w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/undwi-874x1024.jpg 874w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/undwi-768x900.jpg 768w" sizes="(max-width: 1092px) 100vw, 1092px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan kebijakan perlindungan aksara Bali yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali adalah upaya memuliakan atau memperlakukan aksara Bali sesuai dengan nilainya. &#8221;Jadi kita memaknainya bahwa aksara Bali itu bukan sekadar dipakai, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1092" height="1280" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/undwi.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/undwi.jpg 1092w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/undwi-256x300.jpg 256w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/undwi-874x1024.jpg 874w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/03/undwi-768x900.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1092px) 100vw, 1092px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan kebijakan perlindungan aksara Bali yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali adalah upaya memuliakan atau memperlakukan aksara Bali sesuai dengan nilainya.</p>



<p>&#8221;Jadi kita memaknainya bahwa aksara Bali itu bukan sekadar dipakai, tapi juga dimuliakan,&#8221; kata Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran Universitas Dwijendra (Undwi) di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, pada Rabu (10/3).</p>



<p>Gubernur Koster menyatakan Bali sangat bersyukur mempunyai aksara Bali. Pasalnya, keberadaan aksara pada suatu daerah atau negara, menunjukkan adanya tingkat peradaban tinggi dan mengakar kuat. &#8221;Tidak semua daerah punya aksara, di Indonesia paling hanya enam daerah. Negara pun yang punya aksaranya sendiri bisa dihitung,&#8221; kata pria asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.</p>



<p>Menurut Gubernur, keberadaan aksara menunjukkan suatu peradaban yang maju, dan ini tidak bisa dimungkiri. &#8221;Bisa dicek, negara-negara dengan aksaranya sendiri rata-rata lebih maju dan punya keunggulan di bidang-bidang tertentu. Cina, Jepang, India, misalnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Gubernur menyebutkan hal itu pula menunjukkan bahwa sumber daya manusia pada daerah tersebut bisa disebut berkualitas dan unggul, termasuk Bali. &#8221;Kita punya modal untuk mencetak bibit-bibit unggul dengan konten lokal yang jadi pembeda,&#8221; kata Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu.</p>



<p>Untuk itu, mantan anggota DPR RI tiga periode itu mengajak para akademisi, pegiat atau pemikir di Pulau Dewata untuk lebih mendalami lagi pemaknaan dan penghayatan terhadap budaya Bali. &#8221;Jika sudah bisa menghayati saya kira kita akan sangat militan dalam menjaga adat, budaya Bali yang kita miliki,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia kemudian berharap melalui implementasi visi pembangunan Bali &#8216;Nangun Sat Kerthi Loka Bali&#8217; dapat menjadi momentum bagi kalangan akademis dan lembaga pendidikan tinggi berpartisipasi membangkitkan kembali ke-Bali-an orang Bali yang mulai tergerus akibat perkembangan&nbsp; zaman. &#8221;Ini momentum bagus, untuk membangkitkan lagi adat, budaya, kearifan lokal yang mesti dijaga betul,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara Rektor Universitas Dwijendra, Gede Sedana, mengungkapkan sangat mendukung visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dilaksanakan Gubernur Bali.</p>



<p>&#8221;Khususnya dalam membumikan kembali aksara Bali, kami telah mengembangkan suatu aplikasi aksara Bali bernama Bali Simbar sebagai suatu bentuk dukungan nyata Yayasan Dwijendra terhadap program Pemerintah Provinsi Bali,&#8221; katanya.</p>



<p>Universitas Dwijendra, kata dia, juga mengembangkan program digitalisasi lontar. &#8221;Intinya, kami akan siap men-<em>support</em> kebijakan Bapak Gubernur, dan tidak hanya aksara, juga budaya Bali secara umum,&#8221; katanya. (bgn003)21031220</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-aksara-bali-bukan-hanya-dipakai-juga-harus-dimuliakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Koster Bangga Aksara Bali Segera Sejajar dengan Aksara Lain yang Mendunia</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-bangga-aksara-bali-segera-sejajar-dengan-aksara-lain-yang-mendunia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gubernur-koster-bangga-aksara-bali-segera-sejajar-dengan-aksara-lain-yang-mendunia</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-bangga-aksara-bali-segera-sejajar-dengan-aksara-lain-yang-mendunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2021 08:38:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[aksarabali]]></category>
		<category><![CDATA[bulanbahasabali]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurbali]]></category>
		<category><![CDATA[gubernurkoster]]></category>
		<category><![CDATA[mendunia]]></category>
		<category><![CDATA[senibudaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=20339</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1147" height="1280" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210110-WA0007.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210110-WA0007.jpg 1147w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210110-WA0007-269x300.jpg 269w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210110-WA0007-918x1024.jpg 918w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210110-WA0007-768x857.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1147px) 100vw, 1147px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Usaha Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam melestarikan seni dan budaya Bali perlahan namun pasti bisa diakui. Bahkan tidak tanggung-tanggung hingga kancah dunia. Setelah dilantik menjadi Gubernur Bali pada tanggal 5 September 2018, pria asal Desa Sembiran, Buleleng, itu langsung tancap gas. Sebulan kemudian dia mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1147" height="1280" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210110-WA0007.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210110-WA0007.jpg 1147w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210110-WA0007-269x300.jpg 269w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210110-WA0007-918x1024.jpg 918w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210110-WA0007-768x857.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1147px) 100vw, 1147px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Usaha Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam melestarikan seni dan budaya Bali perlahan namun pasti bisa diakui. Bahkan tidak tanggung-tanggung hingga kancah dunia.</p>



<p>Setelah dilantik menjadi Gubernur Bali pada tanggal 5 September 2018, pria asal Desa Sembiran, Buleleng, itu langsung tancap gas. Sebulan kemudian dia mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.</p>



<p>Hal tersebut disampaikannya dalam sambutannya pada acara Penyerahan Hadiah Lomba Desain Website Aksara Bali, di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, Denpasar Sabtu (9/1).</p>



<p>&#8220;Ini merupakan komitmen kita untuk melestarikan budaya Bali serta warisan leluhur yang adiluhung,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Hal tersebut semakin membanggakan, ketika aksara Bali menjadi salah satu aksara di Indonesia yang didaftarkan dalam domain internet. Menurut dia, dengan didaftarkannya aksara Bali menjadi domain internet, maka menegaskan posisi aksara Bali di kancah internasional. &#8220;Ini bisa disamakan juga dengan aksara Jepang, Cina atau Korea. Kita akan semakin dikenal di dunia,&#8221; tegas Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Prov Bali ini.</p>



<p>Keseriusan tersebut ditandai dengan peresmian penggunaan aksara Bali di bandara I Gusti Ngurah Rai pada tanggal 5 Oktober 2018. Kemudian dilanjutkan dengan penggunaan aksara Bali di papan nama instansi baik pemerintah, BUMN maupun swasta.</p>



<p>Menurut dia, penggunaan aksara Bali ada aturannya sendiri dan sudah dijabarkan dalam Pergub nomor 80 Tahun 2018. &#8220;Aksara Bali harus diletakkan di atas aksara latin. Hal itu bertujuan untuk menghormati warisan leluhur kita, menyatakan rasa bangga kita kepada kearifan lokal Bali asli,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara untuk papan nama instansi pemerintah Koster menyebutkan sudah ditentukan dengan gradasi merah putih yang melambangkan Negara Indonesia. Sehingga dalam kesempatan tersebut, ia berharap semua pihak bisa menggunakan dan mengimplementasikan penulisan aksara Bali dengan baik dan benar.</p>



<p>Lebih lanjut, Gubernur Koster menegaskan, Melalui Pergub No. 80 tahun 2018, semakin memudahkan mendaftarkan aksara Bali ke pengelola domain internasional ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). Pasalnya, aksara Bali sudah resmi diakui pemerintah dan sudah mempunyai kekuatan sendiri.</p>



<p>&#8220;Ini langkah kita menghormati warisan para leluhur kita yang adiluhung. Jika bukan kita yang melestarikan, lama-lama aksara Bali akan punah,&#8221; imbuhnya seraya menyatakan kebanggaannya banyak anak muda yang tergerak menekuni aksara Bali, dan terbukti pemenang lomba kali ini berasal dari generasi muda. &#8220;Ilmu pengetahuan dan teknologi boleh berkembang, tapi anak muda jangan terlalu terseret arus modernisasi, jaga terus kebudayaan dan kearifan local kita,&#8221; bebernya.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang juga mantan anggota DPR RI tiga periode ini menyatakan bahwa langkah pendaftaran aksara Bali ini juga sangat selaras dengan visi misi Pemprov Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.</p>



<p>Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Made Sri Satyawati, mengatakan Universitas Udayana melalui Fakultas Ilmu Budaya bekerjasama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) sedang mendaftarkan aksara Bali ke domain internet internasional. Ia menyatakan keseriusan Pemprov Bali dalam melestarikan Aksara Bali yang tertuang dalam Pergub Nomor&nbsp; 80 Tahun 2018 memudahkan panitia dalam mendaftarkan aksara Bali ke domain internet dunia.</p>



<p>&#8220;Karena kita sudah mempunyai legal, dan pemerintah sudah mengakui keberadaan aksara Bali secara resmi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Koster yang tidak surut semangatnya melestarikan adat dan budaya Bali. &#8220;Dengan semakin diakui eksistensi kebudayaan kita, seperti aksara dan Bahasa Bali, maka semakin banyak anak muda yang tertarik untuk menekuninya,&#8221; katanya.</p>



<p>Hal senada juga disampaikan oleh Bendahara Pandi, Azhar Hasyim. Dia mengatakan usaha mendaftarkan aksara-aksara Indonesia sudah dilakukan sejak 2-3 tahun terakhir ini. Karena menurutnya, jika akasara- akasara tersebut tidak dimasukkan ke domain internet, maka berpotensi pada kepunahan di kemudian hari. Dia juga menyatakan sebagai tanggung jawab Pandi juga dalam melestarikan eksistensi akasara daerah Indonesia. &#8220;Tanpa ada dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan universitas, maka usaha ini tidak akan bisa berjalan dengan mulus,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Sementara itu Penasihat Komunikasi dan Informasi UNSECO Jakarta, Ming Kuok Lim, menyatakan kebanggaannya, karena Asia sekali lagi diwakili oleh Indonesia bisa memperkenalkan aksaranya kembali. Dia mengatakan sangat mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50 persen dari sekitar 6.700 bahasa yang digunakan saat ini terancam punah. Sementara itu, dari hampir 2.500 bahasa terancam punah yang terdaftar dalam Atlas Bahasa Dunia dalam Bahaya UNESCO, lebih dari 570 bahasa dianggap sangat terancam punah dan lebih dari 230 bahasa telah punah sejak 1950. Pada saat yang sama, kurang dari lima persen bahasa di dunia memiliki kehadiran online. Oleh karena itu, UNESCO mendukung Pandi dalam inisiatifnya &#8216;Menghubungkan Bangsa melalui Digitalisasi Karakter Kuno&#8217; untuk melestarikan karakter bahasa asli Indonesia dan menjadikannya sebagai skrip yang banyak tersedia secara online dan di berbagai platform digital. (bgn003)21011004</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/gubernur-koster-bangga-aksara-bali-segera-sejajar-dengan-aksara-lain-yang-mendunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
