Sempat Hilang Dua Hari, Seorang Lansia Ditemukan Meninggal di Parit Tegalan Selemadeg
Singasana, Baliglobalnews
Seorang petani lanjut usia (lansia) I Ketut Muncul (69) yang sempat dilaporkan hilang dan tidak berada di rumahnya, ditemukan meninggal dunia di saluran parit tegalan belakang rumahnya di Banjar Dinas Apit Yeh, Desa Manikyang, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (21/10/2026) sore sekitar pukul 15.00 Wita.
Korban diduga kuat meninggal dunia akibat terpeleset dan terjatuh ke dalam parit saat menjalankan aktivitas rutinnya mengumpulkan pelepah kelapa kering.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Putu Wiwik Endrayani membenarkan peristiwa penemuan jasad lansia tersebut berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polsek Selemadeg. “Korban ditemukan dalam posisi tengkurap terendam air di dalam parit tegalan milik korban di belakang rumahnya,” ujarnya ketika diminta konfirmasi pada Kamis (22/10/2026).
Iptu Wiwik menyampaikan berdasarkan data yang diterima, peristiwa memilukan tersebut berawal pada Senin (19/10/2026) pagi sekitar pukul 09.00 Wita, ketika warga di sekitar lokasi melihat korban berjalan menuju tegalan untuk mencari pelepah kelapa kering.
Keesokan harinya, pada Selasa (20/10/2026), anak angkat korban I Nyoman Adi Resmanto (46) pulang ke rumah untuk menghadiri acara tetangga sekaligus membawakan bahan makanan. Namun, saat itu rumah dalam keadaan terkunci dan korban tidak ada di tempat. Saksi sempat mencoba menghubungi ponsel korban, tetapi terkendala sinyal buruk dan menduga korban sedang bepergian ke rumah kerabatnya.
Lantaran merasa khawatir, kata dia, pada Rabu (21/10/2026) saksi meminta bantuan kerabat dan warga setempat untuk mengecek tegalan belakang rumah. Nahas, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dasar parit tegalan
Mengingat lokasi jasad berada di dasar parit dan sudah mengalami pembusukan awal, petugas piket Polsek Selemadeg menghubungi tim medis Puskesmas Selemadeg, Sat Samapta Polres Tabanan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan untuk proses evakuasi.
Iptu Wiwik menyebutkan berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dr. Erry dari Puskesmas Selemadeg, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan. “Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Kematian diduga akibat terpeleset dan jatuh ke dalam parit saat beraktivitas,” katanya.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini murni sebagai musibah, menolak dilakukan otopsi, serta tidak melanjutkan penanganan ke ranah hukum. Jenazah korban kemudian dievakuasi bersama BPBD dan Sat Samapta Polres Tabanan, lalu dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk penitipan jenazah sembari menunggu prosesi pemakaman adat lebih lanjut. (bgn020)26102208


